
Mata Alexa sudah berkaca-kaca. Tanpa terasa air matanya itu menganak sungai. Kemudian deras mengalir.
“Ada banyak kejadian yang membuat pernikahan antara aku, kamu dan Mekka terjadi,” lanjut Azlan. Ia sebenarnya sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan kata-katanya. Air mata Alexa membuatnya ingin menghentikan saja penjelasannya itu. kesedihan Alexa seperti pisau yang menyayat batinnya juga. Ia tidak sanggup melihat Alexa menangis. “Aku dan Mekka sudah bercerai nggak lama setelah kamu kembali muncul di kehidupanku.”
Alexa tidak menjawab. Cukup tangisannya yang terdengar.
“Jangan menangis, Leksa. Kalau kamu menganggapku salah, aku siap menerima hukuman apa saja darimu. Tapi jangan menangis seperti ini. ini cukup menjadi hukuman dan siksaan untukku. sungguh aku pun nggak menginginkan untuk bisa menikah dengan Mekka disaat aku sudah menikah denganmu. Sejak awal aku sudah berniat ingin membatalkan pernikahan kami. Tapi kondisi seperti memaksaku untuk menjalani skenario ini. terbukti semuanya terjadi dengan sangat rapi diatas alasan kebetulan.” Azlan menyentuh tangan Alexa.
“Jangan sentuh aku!” Alexa menghentakkan tangannya hingga terlepas dari pegangan Azlan. “Kenapa kamu nggak jujur sama aku sejak awal? Disaat kamu udah kembali mengingat semuanya, kenapa kamu nggak katakan semua ini ke aku? Kenapa kamu sembunyikan hal sebesar ini dariku?” tatapan tajam Alexa membuat Azlan tergugu sejenak.
__ADS_1
“Ya, aku akui aku salah karena udah menyembunyikan hal ini darimu. Aku takut, Leksa. Aku takut kamu akan terluka dan aku memilih untuk membungkam. Lebih baik kamu nggak tahu apapun dari pada harus mengetahui hal ini. dan sekali lagi aku keliru, karena ternyata menyembunyikan masalah ini bukanlah sebuah penyelesaian. Akhirnya kamu justru mendengar hal ini dari orang lain.”
“Kalian semua pembohong. Kalian semua membohongiku!” pekik Alexa semakin kesal.
“Jangan salahkan bunda, juga adik-adikku. Mereka diam karena aku yang memintanya. Aku hanya berharap kamu nggak tersakiti atas kejadian ini. itu karena aku mencintaimu, Leksa. Andai saja aku menceritakannya kepadamu, apakah kamu bisa menerimanya?”
“Apa kamu pikir aku bisa mengerti dengan situasi ini? apa kamu pikir aku bisa mengerti saat kamu tidur dengan wanita lain, kalian saling bercumbu, kalian saling berciuman, kamu menyentuh tubuh wanita lain, kemudian kalian bersetubuh. Apa kamu nggak memikirkan itu?”
“Oke, itu kamu lakukan diluar keinginanmu. Tapi kebohongan ini cukup membuatku muak!” potong Alexa dengan nada tinggi. “Sudah cukup! Jangan bicara lagi! aku sudah cukup dengan penjelasanmu!” Alexa berlari ke luar.
__ADS_1
“Alexa!” Azlan mengejar. Namun langkah Azlan terhenti ketika mendengar suara Lala memanggilnya dari belakang. Azlan menoleh, menatap Lala yang baru saja berlari mengejarnya.
“Kak Alexa marah ya, Kak? Apa karena kakak punya istri yang lain?” Lala mengguncang lengan Azlan dengan ekspresi penasaran.
Waduh, anak kecil seusia Lala yang baru beranjak remaja pun jadi kepo.
“Nggak ada apa-apa. Kamu kembalilah ke kamar. kakak harus pergi.” Azlan mengusap singkat pucuk kepala adiknya kemudian menghambur keluar. ia tidak mendapati keberadaan Alexa. Entah kemana Alexa pergi. Pandangan Azlan mengitari sekitar, di jalan sebelah kanan dan kemudian menoleh ke jalan sebelah kiri rumahnya, tidak ia temukan wanita itu.
Azlan memasuki mobilnya, menyetirnya keluar. berharap Alexa masih ada di sekitar sana dan ia menemukan wannita itu dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
TBC
😘😘😘😘😘