
“Memangnya siapa yang bakalan iseng ngaduin masalah ini ke bunda lo? Bunda Dinda jauh di sono. Kagak bakalan denger. Antum nggak usah panic,” ucap Yakub menanangkan.
“Memang jauh, tapi Bunda selalu mencemaskan pergaulan gue. Bunda sering menelepon Arul, gue takut aja Arul keceplosan.”
“Artinya Bunda Dinda tahu kalau iman antum bisa roboh dengan pergaulan bebas tanpa penjagaan orang tua.”
Azlan tidak mengomentari lagi.
“Ya udahlah, asal nggak ada yang ngomong ke Bunda Dinda, pasti beliau nggak akan denger. Trus, ngomong-ngomong kapan antum pulang lagi ke kampung? Ana ikut lagi, ya!” ucap Yakub yang sudah tiga kali ikut saat Azlan pulang kampung.
Entah apa yang membuat Yakub ketagihan ingin ikut ke kampung halaman Azlan.
“Ada yang ketagihan nih sama kampungnya Azlan. Emangnya apa yang menarik dari kampung Azlan?” celetuk Arul.
__ADS_1
“Sunyi. Damai,” sahut Yakub.
Azlan menghempaskan tubuh ke sofa samping Yakub, masih dengan wajah sedikit frustasi. Dia tidak ingin semua orang memandangnya ada hubungan khusus dengan wanita yang kini dia jaga.
Pandangan Arul tertuju ke foto yang terpajang di sosial media di ponselnya.
“Gue rasa Alexa kebanyakan makan ajinomoto makanya gampang banget bikin orang jadi kayak micin, klenger,” tukas Arul sambil senyam senyum sendiri menatap foto Alexa. Ia kemudian bangkit berdiri dan berjalan keluar ruangan. Tak lama kemudian ia kembali membawa beberapa lembar kertas dan meletakkannya di meja. Kertas-kertas itu diserakkan hingga hampir memenuhi meja. Ada banyak foto Alexa di kertas-kertas itu.
Arul mengutip berita tentang Alexa dari tabloid, majalah dan koran-koran lalu dipotong dan ditempelkan ke kertas HVS.
Gadis cantik menabrak trotoar, terciduk
Pengemudi cantik menabrak mobil polisi yang sedang parkir
__ADS_1
Gadis cantik ini kepergok jualan keripik pisang, padahal Ayahnya seorang Direktur.
“Gila, semuanya tentang Alexa,” gumam Yakub mengamati kertas-kertas itu.
“Apa yang nggak gue tahu soal Alexa? Gue sangat mengaguminya. Semua tentang Alexa terangkum manis di sini!” Arul menunjuk kepalanya sendiri.
“Perbaiki hati lo, memangnya siapa yang lo kagumi itu? Alexa? Dia bukan mahromnya elo, sering-sering ngebayangin kecantikannya, jadi zina entar,” celetuk Azlan geleng-geleng kepala. “Gue yang deket sama dia aja suka kalang kabut mikir gimana supaya bisa jauh dari dia.”
“Apanya yang salah sama Alexa? Dia cantik.”
Azlan geleng-geleng kepala membaca surat kabar yang kejadiannya tertera sudah berlalu setahun silam. Alexa pernah menabrak totoar dan ditangkap polisi, dia digeret keluar dari mobilnya yang telah penyok karena menabrak tiang listrik setelah ban mobilnya menghajar trotoar. Dan ia dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Berikutnya, Alexa pernah menabrak polisi yang sedang bertugas mengatur lalu lintas. Untung saja, polisi yang ditabrak hanya luka ringan. Anehnya, justru Alexa yang marah-marah pada polisi yang ditabrak hingga masalah itu berujung di meja hijau. Yang membuat Azlan tersenyum adalah alasan Alexa yang begitu simpel saat ditanya kenapa menabrak polisi dan malah marah-marah pada polisi tersebut, dia bilang polisi itu pernah menilang Mak Romlah, penjual keripik di pinggiran jalan tanpa surat tugas. Lah, apa kaitannya Mak Romlah sama kejadian hari itu?
__ADS_1
Alexa juga pernah kebut-kebutan di jalan raya hingga ujung-ujungnya ditangkap polisi.
TBC