Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Empat


__ADS_3

Tak lama kemudian pintu diketuk dari luar dan seseorang menyembul masuk. Alexa mengernyit menatap GM yang berjalan menuju ke mejanya.


“Loh, Alka? Kamu udah kembali?” Alexa sampai menegakkan punggung menatap GM yang ditugaskan mengurus proyek di Riau telah kembali di hadapannya. jika Alka sudah kembali, lantas kenapa Azlan belum kembali? Kenapa Azlan masih berada di lokasi proyek? Apakah Azlan amsih mengikuti perkembangan proyek? Jika Azlan kembali, pasti dia mengabari, tapi sampai detik ini belum ada kabar dari Azlan. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.


Alka mengangguk. “Ya. Semalam kami pulang. Pagi ini hari pertama masuk kerja. O ya, saya sudah laporkan hasil perkembangan proyek setiap bulannya melalui email Pak Yakub dan Cc juga ke email Nona. Dan sampai detik ini lancar tanpa hambatan. Apa Nona sudah melihatnya?”


Alexa terdiam sebentar. Bagaimana ia bisa mengecek email? Selama ini ia fokus di rehabilitasi dan menyerahkan tugas kepada Yakub. Kemudian ia berkata, “Oh… aku belum mengeceknya.”


“Kalau proyek lancar, kenapa Azlan nggak ikut pulang?” Alexa melipat tangan di meja.


Alka membelalak kaget. “Loh, bukannya Tuan Azlan tidak pernah ikut ke proyek? Sejak awal pembukaan, Tuan Azlan tidak ikut bersama kami. Beliau membatalkan kepergiannya dan sempat meneleponku untuk menugaskan aku yang menghandle proyek tersebut.”

__ADS_1


Alexa terkejut. Ia sampai tidak bisa bicara untuk menanggapi penjelasan Alka. Bagaimana bisa Azlan membatalkan pekerjaannya begitu saja? Alasan apa yang membuatnya membatalkan pekerjaan? Lalu kemana Azlan pergi selama ini?


Yakub mengernyit menatap Alexa yang terlihat shock. Ia jadi bingung dengan hubungan keluarga antara Alexa dan Azlan. Bagaimana bisa Alexa sampai tidak tahu dimana keberadaan suaminya? Kemana Azlan menghilang selama ini?


“Ah, ya sudahlah. Alka, kamu kembalilah ke ruanganmu!” titah Alexa.


Alka mengangguk. “Saya permisi.” Ia bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan.


“Ya, Nona. Aku akan amanah. Apa yang ingin Nona tanyakan?”


“Kamu adalah teman dekat Azlan, aku tau kalian selalu berbagi masalah dan saling bantu dalam segala hal. Dan kamulah orang terdekatnya. Apa kamu tau dimana keberadaan Azlan?”

__ADS_1


“Aku justru sama terkejutnya dengan Nona saat mendengar kabar ini. Setahuku, Azlan pergi ke Riau untuk mengursu proyek. Selama ini dia juga nggak pernah menghubungiku.”


Alexa mengernyit bingung. “Yakub, dia pergi berpamitan padaku untuk mengursu proyek di Riau. Dan ternyata dia nggak pergi ke sana, sampai sekarang dia nggak ada kabar. Aku minta kamu mencari tahu keberadaannya. Aku takut terjadi hal buruk padanya. Jangan-jangan dia… Ah, pikiranku jadi kacau tentangnya.” Alexa tampak resah.


“Aku pasti akan mencari tahu tentang Azlan. Apa Nona udah menghubungi keluarga Azlan?”


Alexa terpaku mendengar keluarga Azlan disebut. “Aku dan Azlan menikah tanpa sepengetahuan keluarga Azlan. Sebab pernikahan kami dilangsungkan begitu mendadak. Dia bahkan nggak bisa menghubungi ponsel bundanya untuk mengabari. Itulah yang terjadi.”


“Kalau begitu biar aku tanya Arul. Dia memiliki nomer ponsel bundanya Azlan. Siapa tahu Bundanya Azlan tahu dimana keberadaan Azlan sekarang. Bunda Dinda pernah beberapa kali berkomunikasi dengan Arul via telepon.”


“Ya, kamu tanyakanlah ke Arul.” Alexa mengusap wajah frustasi.

__ADS_1


TBC


__ADS_2