Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tujuh Puluh Tiga


__ADS_3

Alexa memejamkan mata, merasakan setiap detakan tenang di pipinya melalui jantung bunda. Irama detakan yang tenang juga mampu membuatnya merasa sedikit lebih tenang.


“Bunda!”


“Ya?” jawab Bunda.


Alexa melepas pelukan, menjauhkan badannya dari bunda dan memberi jarak hingga keduanya bertukar pandang.


“Apa Bunda tahu, bagaimana perasaan seorang anak yang kekurangan kasih sayang?” tanya Alexa.


Bunda menggeleng. “Insyaa Allah, orang tua Bunda selalu memberikan yang terbaik untuk bunda. Begitu juga bunda, tentu akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak bunda. Termasuk kamu, yang sekarang sudah menjadi bagian dari hidup bunda.”


Alexa menarik sudut bibirnya sedikit. “Aku sejak kecil merasa nggak mendapatkan kasih sayang, entah itu hanya sekedar perasaanku, atau memang begitu kenyataannya.” Alexa mengusap air mata yang tersisa, membuat pipinya yang bening kembali tersapu dari air mata. “Papa sibuk banget dengan pekerjaan dan bahkan nggak memiliki watu untukku. bisa hanya sebulan sekali aku mengobrol atau hanya untuk sekedar makan bersama di meja makan bersamanya. Mamaku meninggal dunia setelah dibunuh, aku bahkan menyaksikan pembunuhan itu dengan dua mata kepalaku sendiri. Mengerikan. Setelah kejadian itu, nggak ada yang berubah dari papa. papa tetap nggak peduli padaku. Dia bahkan nggak pernah tahu dengan rasa trauma yang aku alami. Mulai dari perkebangan jiwaku, pendidikan dan semuanya, papa nggak pernah mau tahu soal itu. Nggak ada tempatku mengadu, hingga akhirnya aku memilih untuk kuliah ke luar negeri, supaya jauh dari bayangan kejadian yang membuatku merasa trauma. Aku sampai harus memilih narkoba, diskotik, dan jalan buruk lainnya demi untuk melepas bayang-bayang yang mengganggu psikis. Pada kenyataannya semua itu berhasil, meski nggak seratus persen. Minimal aku bisa kembali hidup normal.”

__ADS_1


Alexa menarik nafas untuk menjeda ceritanya.


“Sekarang, aku memiliki Azlan yang menumpahkan kasih sayang sepenuhnya kepadaku. Dan hanya dia yang mengubah gelap hidupku. Aku mendapatkan semua kasih sayang menggantikan kasih sayang yang hilang. Tapi itu pun sekarang direnggut oleh keadaan,” lanjut Alexa dengan mata yang kembali berair.


Bunda menghela nafas mendengar kisah hidup Alexa yang ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Masa lalunya rumit dan Azlan adalah satu-satunya orang yang membuatnya bangkit. Kini ia baru menyadari satu hal, bahwa kehidupan seseorang tida bisa dilihat dari casingnya saja. Azlan benar, sebenarnya Alexa adalah wanita baik, hanya saja masa lalunya telah mengubah jalan hidupnya. Setelah mengenal Alexa begini, bunda Dinda akhirnya merasa lebih dekat, rasa sayangnya juga muncul dengan sendirinya.


“Alexa, jangan menjauh dari Azlan. Dia adalah motivasimu, dialah yang akan mendukungmu. Dia juga sangat mencintaimu.” Bunda Dinda menatap tedh ke mata Alexa.


Bunda mengangguk mantap sambil tersenyum.


“Apakah nggak ada wanita lain di hatinya selain aku?” Alexa ingin mendapat keyakinan.


“Hanya kamu.”

__ADS_1


“Bagaimana bunda bisa seyakin itu. aku bahkan nggak lagi bisa meyakini hal itu setelah tahu dia memiliki istri lain.” Alexa mengusap dahinya yang berkeringat.


“Bunda yang melahirkan Azlan, bunda sangat tahu apa yang dia rasakan. Hal mudah bagi bunda untuk membaca isi pikirannya.”


Alexa terdiam. Entah ia harus percaya atau tidak. Hatiya kini masih merasa ragu. Bagaimana bisa ia semudah itu mempercayai kalau Azlan mencintainya sepenuhnya sementara pria itu sudah menjadi bagian hidup wanita lain.


“Makasih atas waktunya, Bun. Aku pulang!” Alexa berdiri.


“Eh, kamu nggak menunggu Azlan? Dia pasti mencarimu kemari?” Bunda ikut berdiri.


“Enggak.” Alexa melangkah pergi.


TBC

__ADS_1


__ADS_2