Suami Sensasional

Suami Sensasional
Delapan Puluh Enam


__ADS_3

Azlan keluar dari kamar mandi dan melihat Alexa sudah berpenampilan menarik mengenakan blazer lengan sepanjang siku dan rok selutut.


Azlan terpana menatap kecantikan istrinya, lalu bagaimana dengan para pria di luaran sana yang melihat Alexa?


“Stay di sini, biar kuambilin baju. Aku punya baju yang pas untukmu.” Alexa melenggang pergi dan hilang di balik pintu yang tertutup. Tak lama kemudian wanita itu muncul membawa kemeja lengan panjang berwarna merah hati dan menyerahkannya kepada Azlan. Kemeja yang warnanya senada dnegan blazer yang dia kenakan saat itu.


Azlan menatap kemeja tersebut dengan dahi mengernyit. “Miik siapa ini?”


“Anggap aja itu baju tak bertuan. Tenang aja, itu baju baru, kok. Mana mungkin aku kasih baju second ke kamu. Itu koleksi Papa. Tapi kayaknya kekecilan jadi belum pernah dipake. Perut Papa kan buncit, mana muat pake baju ukuran segitu. Itu cocoknya buat cowok berperut rata kayak kamu. Ya udah, cepetan dipake. Kita aka nada acara. Kutunggu di bawah.”


“Tunggu dulu!” Seruan Azlan membuat langkah kaki Alexa terhenti dan wanita itu menoleh.


“Ada apa?”

__ADS_1


Pandangan Azlan tertuju ke betis Alexa yang jenjang dan putih bersih. “Rokmu kurang menarik.”


Azlan tidak mau mengubah penampilan Alexa seratus persen sekaligus, takut wanita itu malah akan marah dan justru tidak mau mengikuti perintahnya. Mungkin dengan cara dan alasan demikian, Alexa tidak akan tersinggung.


“Kurang menarik gimana? Ini rok bermerek, mahal harganya. Aku beli saat jalan-jalan di Paris.” Alexa menatap roknya sendiri.


“Tapi memang kurang cocok. Biar aku yang cariin rok untukmu.”


“Whatever.” Alexa keluar.


Bolak-balik Azlan memilih pakaian yang tergantung namun mayoritas pakaian itu seksi semua. Azlan menarik celana panjang yang kelihatannya sedikit longgar bila dikenakan di kaki Alexa.


Tak lama Alexa muncul membawa sebuah kemeja. “Ini, pakailah!”

__ADS_1


Azlan menyambut kemeja yang diberikan kemudian mengenakannya. “Dan ini celana untukmu, tukarlah! Aku yakin penampilanmu akan semakin menarik menggunakan celana ini.” Azlan menyerahkan celana yang baru saja dia mbil dari kursi.


“Ah ya ampun, seleramu begini banget. Seharusnya aku berpenampilan seksi supaya terlihat pantas dan menarik. Kok, kamu malah memintaku memakai pakaian kayak gini?” Alexa memperhatikan celana yang baru saja dia ambil dari tangan Azlan. “Enggak, aku nggak mau pakai ini. Penampilanku begini lebih bagus.” Alexa berpaling hendak keluar.


“Alexa!” Azlan menarik tangan Alexa, membuat tubuh wanita itu berputar kembali menghadapnya dan menubruk dada bidang Azlan. “Kamu sangat cantik saat dalam keadaan seksi. Dan aku nggak mau kecantikanmu itu diperlihatkan pada orang lain. Cukup aku yang melihatnya.”


Inilah strategi Azlan untuk dapat membuat Alexa berubah.


“O ya? Tapi bukankah seharusnya kamu bangga saat semua orang melihat kamu memiliki istri secantik dan seseksi aku, hm?” Alexa mengelus dada Azlan.


“Nggak ada kebangganku. Aku cemburu.”


Alexa tersenyum samar. “Baiklah. Aku ganti sesuai kemauanmu. Steelah ini kita akan ke kantor.” Alexa mengganti rok yang dia kenakan dengan celana pilihan Azlan.

__ADS_1


Azlan berjalan menuju pintu. Namun sepatunya menginjak kertas yang terjatuh di lantai. Dia memungut kertas catatan yang siapa tahu penting itu dan dia masukkan ke laci. Azlan mengernyit menemukan sesuatu di laci, dia terkejut melihat barang-barang di laci Alexa yang ternyata adalah sabu-sabu lengkap dengan alat hisabnya. Ya ampun, Alexa.


TBC


__ADS_2