
Alexa melihat kursi sudah dipenuhi oleh tamu dan karyawan perusahaan yang berkepentingan. Ada Syafiqa, Kikan, dan pegawai penting lainnya yang mengikuti meeting hari itu. Alexa duduk di kursi yang masih kosong. Pandangan mata Alexa mengedar menatap sosok yang akan bekerja sama dengannya.
Alexa terkejut melihat pria yang duduk tepat di kursi hadapannya. Ia mengenal pria itu. tak lain Leo.
“Selamat pagi, Nona Alexa!” sapa Leo dengan seringaian yang tak asing di mata Alexa.
Bagaimana bisa Alexa sampai tidak tahu jika orang yang akan menyuntikkan dana dan menanam saham di perusahaannya adalah Leo? Pria yang memiliki banyak uang. Ekspresi Alexa yang snegit tidak dapat dibendung lagi. bagaimana bisa Alexa bersikap damai sementara ia ingat perilaku Leo yang hampir saja menodainya. Ada banyak kejahatan yang sudah Leo lakukan demi merusak kehidupan Alexa demi membalaskan ras askait hatinya. Dan sekarang pria itu muncul dengan niat yang Alexa tidak ketahui. Namun Alexa yakin Leo memiliki niat buruk dengan ingin bekerja sama dengan Alexa. Penampilan Leo tampak berbeda. Bahkan Alexa sampai hampir tidak mengenali Leoakibat penampilannya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Leo yang sehari-harinya terbiasa mengenakan celana jeans dipadu kaos dan kemeja di luarnya dengan kancing kemeja seluruhnya terbuka, kini pria itu terlihat kelimis dengan mengenakan celana polo dan jas serta dasi di leher.
“Nona pasti sudah sangat mengenal saya. Leo Anggara,” lanjut Leo dengan begitu santainya.
Alexa berusaha mengubah ekspresinya supaya tetap tenang di mata Leo, juga di mata semua orang yang hadir di sana. Ia tersenyum menanggapi perkataan pria itu. “Ya, aku sangat mengenalmu. Anda adalah keturunan pengusaha sukses. Siapa yang tidak mengenal Leo Anggara?”
“Good. Luar biasa. Saya menyukai keterbukaan Anda, Nona Alexa.”
__ADS_1
“Apa Anda yakin ingin bekerja sama dengan kami?”
“Tentu saja. Ini adalah impian saya.” Senyum lebar tercipta di wajah Leo.
“Bukankah Anda sudah memiliki usaha yang sama bearnya dengan perusahaan kami?”
“Itu bukan masalah kan?”
“Apakah Anda yakin perusahaan kami akan memberi keuntungan besar untuk Anda?”
“Kenapa tidak?”
“Apa yang membuat Anda merasa tertarik bekerja sama dengan perusahaan ini, Tuan Leo Anggara?” Lidah Alexa teras aberat menyebut nama Elo. Nama itu seperti kutukan baginya.
__ADS_1
“Banyak. Apakah Anda ingin mendengarkan satu per satu alasanku?” Wajah Leo terlihat sangat cerah dan berbinar. Sepertinya pria itu menyimpan banyak kemenangan dan Alexa merasa harus mewaspadainya.
Alexa tidak boleh sampai kalah langkah apa lagi membuat kesalahan dalam kasus ini. leo bisa saja menghancurkan hidupnya dari berbagai sisi. Setelah dia mengancam keperawanan Alexa, kini Alexa yakin Leo muncul untuk menghancurkan hidup Alexa dari sisi lainnya.
“Ya, katakan agar kami semakin yakin dengan rencana ini.” Alexa terlihat menantang.
“Pertama, saya sudah sejak lama berharap bisa bekerja sama di bidang produk seperti yang dihasil oleh perusahaan ini. kedua, ini tantangan baru untuk saya. Ketiga,...”
“Jika perusahaan ini gulung tikar, Anda juga akan ikut bangkrut,” potong Alexa.
“Itu sudah resiko. Tapi Anda tentu tidak mau perusahaan ini bangkrut bukan? Kita sama-sama berharap akan memajukan usaha ini.” Lagi-lagi Leo tersenyum lebar. Seringaiannya membuat Alexa mengeluh kesal dalam hati.
TBC
__ADS_1