Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

Azlan mengerutkan dahi, berpikir. Dimana kira-kira tempat Alexa menenangkan diri saat dalam kondisi begini. Azlan menscroll kontak ponselnya, mencari kontak nama yang mungkin bisa dihubungi.


Yakub. Nama itu menjadi rekomendasi pertama dari otaknya yang langsung dia pencet kontaknya. Setelah berbalas salam, Azlan langsung ke topik utama dan meminta saran terbaik dari Yakub, apa yang harus dia lakukan disaat kondisinya seperti ini.


“Yakub, ini di luar pemikiran gue. Alexa terlalu cepat mengetahui semuanya, sebelum gue selesai membuat situasi hati dan batinnya membaik, keadaan sudah lebih dulu mengabarkannya.” Azlan menghela nafas, ia menyandarkan punggung ke sandaran jok mobil yang masih terparkir di halaman rumah.


Idris yang duduk di sisi Azlan tampak asik memainkan ponsel. Meski pandangan matanya tertuju ke ponsel, namun telinganya mendengarkan apa yang diucapkan Azlan.


“Jadi Antum udah menikah dengan Mekka?” TanyaYakub di seberang.


“Iya. Seperti yang gue ceritakan ke lo tadi,” jawab Azlan. “Tapi gue udah pisah sama Mekka. Ini kedengarannya memang nggak adil untuk Mekka, tapi aku juga jauh lebih nggak bisa adil jika mempertahankan keduanya.”


Sunyi.


Beberapa menit berlalu tanpa ada sahutan dari Yakub.


“Yakub! Halo… Halo!” panggil Azlan mengira sambungan terputus, namun durasi masih berjalan.


“Ya, halo,” sahut Yakub di seberang.


“Katakan sesuatu!”


Terdengar hembusan nafas Yakub di seberang. Hembusan itu terdengar berat.

__ADS_1


“Apa gue salah menyampaikan ini ke lo?” Tanya Azlan yang mendengar hembusan nafas berat dari sahabatnya.


“Enggak.” Yakub menyahuti sambil tertawa.


“Apa lo sedang ada masalah?”


“Enggak juga,” sahut Yakub yang masih terdengar tenang meski baru saja keluar nafas berat dari mulutnya.


“Apa semua yang gue certain ke lo jadi beban buat lo?” Azlan merasa tidak nyaman, takut menjadi penyebab keresahan sahabatnya itu.


“Azlan, nggak usah mikir macem-macem. Sekarang pikirin masalah antum aja, jangan malah mencari masalah orang lain. Antum menceritakan semua ini untuk meminta pendapat solusi bukan? Jadi begini, Antum telepon saja temen deketnya. Siapa tahu Alexa bersama temen deketnya itu. biasanya cewek akan curhat sama temen deketnya saat dia sedang galau. Atau mungkin Alexa sedang bersama orang yang saat ini sedang dia anggap paling penting dalam hidupnya. Antum jangan berpikir negatif dulu, jangan berpikiran kalau Alexa akan melakukan hal-hal di luar akal sehat. Semua itu justru hanya akan ngebuat antum nggak tenang. Jadi, berpikir positif aja dan tenangkan diri, jangan lupa zikir agar selalu tepat dan tenang dalam menghadapi situasi apa pun,” jelas Yakub panjang lebar.


Mendengar ucapan Yakub, Azlan pun teringat nama Jesy, satu-satunya teman dekat Alexa. ia memutus percakapan dengan yakub setelah sebelumnya berbalas salam.


Tak lama kemudian ia menelepon Arul, ia ingin mencari informasi mengenai nomer ponsel Jesy melalui Arul.


“Bukan. Lo punya nomer Jesy, kan. Kirim ke gue nomernya!” btitah Azlan.


“Hah? Jesy? Jesy yang temennya Alexa itu? gila lo ya, udah dapet Alexa, masih aja Jesy diembat. Mau berapa banyak cewek yang lo gebet setelah Alexa, Kikan dan sekarang nanyain Jesy. No no no! gue…”


“Arul!” gertak Azlan memotong ucapan Arul.


Satu gertakan mampu membuat Arul terdiam.

__ADS_1


“Gue butuh nomer Jesy untuk menanyakan keberadaan Alexa. buruan kirim, jangan banyak Tanya. Ini genting!” tegas Azlan.


“Memangnya Alexa kemana kok lo nggak telepon dia aja?”


“Kirimin sekarang!” Azlan memutus sambungan telepon. Dasar Arul. Suara bebek aja kalah rame.


Tak lama Azlan menerima pesan singkat berisi nomer ponsel Jesy dari Arul. Azlan langsung menghubungi nomer tersebut.


“Jesy, Aku Azlan, suaminya Alexa. Apakah Alexa bersamamu? Ponselnya nggak aktif, jadi aku nggak bisa menghubunginya,” tutur Azlan.


“Aku sedang di mol menunggu seseorang. Alexa nggak bersamaku,” jawab Jesy, suara di sekelilingnya terdengar riuh.


“Oke.” Azlan langsung menutup telepon. Kemudian ia teringat kata-kata Yakub ‘Atau mungkin alexa sedang bersama orang yang saat ini sedang dia anggap paling penting dalam hidupnya’.


Iseng, Azlan menelepon bunda Dinda. Tapi apakah mungkin Alexa mendatangi bunda yang sedang berada di masjid? Disaat pertanyaan itu menghampiri kepalanya, suara lembut sang bunda menjawab di seberang.


“Assalamu’alaikum, Azlan!”


“Wa’alaikumsalam, Bunda,” jawab Azlan.


“Bunda sedang bicara dengan Alexa, kamu tunggu saja dulu, Alexa nggak usah dijemput sekarang.” Bunda menyahuti, mengira Azlan meneleponnya dengan niat ingin menjemput Alexa.


Mendengar pernyataan bunda Dinda, seketika Azlan merasa lega. Jantungnya mulai berdetak normal kembali. Keresahannya pun melayang entah kemana. Dalam hati, ia bersyukur dan entah bagaimana ia bisa tersenyum, bahagia karena ternyata Alexa memilih bunda saat pikiran wanita itu sedang kalut.

__ADS_1


***


TBC


__ADS_2