
Seminggu kemudian
Apart Sky Blue
Gadis itu menyandarkan kepala nya pada bahu pria yang berada di samping nya, melihat ke arah film yang tengah berputar tersebut.
"Kau menginap?" tanya pria itu sembari menarik ekor mata nya ke arah gadis yang tengah bersandar pada nya saat ini.
"Hm,"
Louise yang malas menjawab hanya berdehem tanpa menoleh dan masih menonton ke arah film di depan nya.
Zayn tak mengatakan ataupun bertanya lagi namun mata nya kembali menatap ke arah televisi di dengan nya.
Ia menunggu gadis itu bercerita tentang seseorang yang mungkin di temui belakangan ini namun gadis itu tak mengatakan apapun.
"Dia selingkuh..." ucap Zayn lirih saat melihat salah satu adegan di film nya.
Deg!
Gadis itu tersentak, walaupun mungkin tunangan nya itu tak menyindir dirinya namun tetap saja seperti ia yang di maksud.
"Kenapa selingkuh? Dia kan tidak sengaja." ucap nya yang malah tanpa sadar membela satu peran di film tersebut.
"Kalau aku tidur dengan wanita lain terus aku cuma bilang kecelakaan memang nya kau mau terima?" tanya pria itu berbalik.
"Tapi kan itu cuma ciuman!" balas Louise sembari tak lagi menyandarkan kepala nya.
Zayn mengernyit, di film yang mereka lihat jika pemeran pria nya tidur dengan wanita lain dan bukan nya ciuman.
"Ciuman? Maksud mu?" tanya pria itu mengernyit.
"Hum?" Louise tersentak, ia langsung membuang wajah nya menatap ke arah lain.
"Louise?" panggil pria itu sembari melihat mata yang jelas menghindari nya.
"Ada yang ingin kau bicarakan?" tanya pria itu lagi.
"Tidak ada," jawab nya sembari membuang wajah nya.
"Bagaimana kegiatan mu belakangan ini? Berjalan baik?" tanya Zayn mengalihkan pembicaraan ke arah lain namun tetap ingin memancing gadis itu mengatakan sesuatu.
"Tidak ada, semua berjalan dengan baik." jawab Louise sembari menatap lurus ke arah televisi tak melihat ke wajah tunangan nya itu.
"Waktu ke rumah mu aku bertemu anak kecil, dia mirip dengan mu. Mungkin bisa di bilang sangat mirip." ucap Zayn yang juga kembali menatap ke arah televisi di depan nya untuk menonton film.
"Oh iya? Aku ke klinik hewan waktu itu." jawab Louise dengan nada canggung saat pria itu membicarakan tentang anak yang mirip dengan nya itu.
"Apalagi yang sakit? Kelinci? Kucing? Anjing?" tanya Zayn yang menyebutkan jenis hewan peliharaan gadis itu.
"Kucing ku, dia..." ucap nya yang menggantung tak bisa mengatakan jika anak cantik berwajah menggemaskan itu memotong ekor kucing nya.
__ADS_1
"Tapi, Zayn! Kucing hilang sekarang, padahal Jelly yang paling baik dari kucing yang lain!" ucap Louise yang kini mulai menatap ke arah pria itu.
"Jelly yang hilang? Terakhir kali dia di mana?" tanya pria itu yang tau kucing cantik berwarna putih itu.
"Aku bawa ke klinik tapi setelah itu dia hilang, padahal aku yakin aku uda bawa pulang lagi..." ucap nya lirih yang bahkan ia saj tak ingat kenapa saat bangun bisa di rumah sakit.
"Mungkin kau menemui seseorang?" tanya Zayn sembari menatap ke arah gadis di samping nya.
"Siapa?" tanya Louise berbalik.
Zayn hanya menarik napas nya dan kembali menatap ke arah layar televisi nya, "Bukan nya kau yang paling tau?"
Louise mengernyit namun ia juga kembali menonton ke arah televisi di depan nya.
Mata nya menoleh dan mencuri pandang pada pria di samping nya.
"Zayn?" panggil nya lirih.
"Hm?"
"Kalau misal nya aku yang seperti itu kau akan marah?" tanya nya sembari menunjuk dengan dagu nya ke arah televisi yang menampilkan film romance namun penuh dengan adegan perselingkuhan.
"Tentu," jawab pria itu dengan singkat.
"Kalau tidak sampai tidur tapi cuma..." ucap nya yang menggantung, "Kau akan marah juga?" sambung nya lagi.
"Ya, aku akan marah." jawab pria itu tanpa menoleh ke arah gadis di samping nya.
Apa dirinya sama saja dengan wanita yang berselingkuh?
Pertanyaan yang bermain di kepala nya dengan perasaan bersalah yang semakin meninggi pula.
"Tapi aku tidak bisa membenci mu," ucap pria itu lirih sembari menoleh ke arah gadis di samping nya.
Louise pun ikut menoleh menatap pria itu dengan mata nya, "Hum?"
"Jadi setidaknya kalau kau jadi wanita yang seperti itu jangan sampai ketahuan, aku tidak tau apa yang harus kulakukan jika dalam keadaan seperti itu." ucap nya sembari menatap lurus ke arah mata gadis di depan nya.
"Kenapa?" pertanyaan bodoh yang ia keluarkan tanpa sadar dengan sendiri nya.
"Aku menyukai wanita yang sama selama 21 tahun dan tidak tau bagaimana caranya menyukai wanita lain, jadi aku tidak tau apa yang harus ku lakukan." jawab nya dengan senyuman sendu.
Louise diam, bibir nya terkunci rapat tak bisa mengatakan apapun lagi.
Pria itu masih menatap dengan senyuman nya, tangan nya perlahan mengelus pipi gadis itu dan menyentuh nya.
"Louise?" panggil nya dengan suara lembut seperti biasanya.
"Hum?"
"Hanya saja, jangan buang aku..." ucap nya lirih.
__ADS_1
Nada yang terdengar seperti memiliki pengharapan besar dan ketergantungan pada dirinya.
Louise diam, entah mengapa ia masih tak bisa mengatakan apapun. Sedangkan wajah pria itu sudah semakin mendekat ke arah nya.
Humph...
Bibir yang terpangut lembut membuat gadis itu tersentak namun ia tak menolak ataupun mendorong nya sama sekali.
Memang ciuman tunangan nya itu dengan pria aneh yang ia temui belakangan ini sangat berbeda.
Entah itu karna perasaan nya ataupun pola ciuman yang tak sama dari dua pria yang berbeda.
Perasaan nya masih sama tak merasakan apapun, tidak berdebar ataupun takut. Ia membuka mata nya menatap ke arah pria yang masih mel*mat bibir nya sembari menjatuhkan tubuh nya agar tertidur di sofa.
Pria itu melepaskan ciuman nya, menatap dengan mata yang berharap penuh ke arah dirinya.
"Zayn?" panggil nya lirih menatap iris sendu pria itu.
"Aku benar-benar menyukai mu..."
"Sangat..." ucap pria itu lirih dengan suara yang hampir bergumam sembari menjatuhkan kepala nya di dada empuk gadis itu.
Louise berguling berbalik memeluk pria yang seperti anak anjing besar yang ketakutan di tinggal di tengah hujan itu.
.....................
Dua hari kemudian.
Louise berputar arah saat melihat pria yang menatap nya dari jauh dan mendekat ke arah nya.
Greb!
"Jangan lari, nanti jatuh." ucap James yang tiba-tiba sudah dapat menggapai tangan gadis itu.
"Kenapa aku sering bertemu dengan mu?" tanya Louise yang langsung menepis tangan nya.
James diam menatap tangan nya yang di tepis, sedangkan gadis di depan nya tampak gelisah.
"Kau rindu?" goda nya dengan senyuman simpul yang memang selalu mencari tau kemana gadis itu akan pergi.
"Kau gila?" tanya Louise yang tentu langsung membatah godaan pria itu.
James tersenyum ia melihat ke arah raut gelisah, bukan gelisah namun lebih tepat nya tak nyaman karna takut akan sesuatu.
"Sudah ku bilang aku akan menikah, kenapa kau terus datang sih?" tanya Louise yang kali ini ingin pria itu tak mendekati nya lagi.
"Lalu? Sudah ku bilang juga aku tidak masalah kalau jadi selingkuhan kan?" jawab pria itu dengan senyuman simpul yang tidak mau kalah.
"You're crazy bast*rd," ucap Louise menggeleng menatap pria di depan nya yang menawarkan diri sebagai simpanan seseorang.
"Ya, I'm crazy over you." jawab James dengan tersenyum simpul.
__ADS_1