
Zayn membuang napas nya, ia mendengar perkataan polos gadis kecil itu dan tentu tak begitu menanggapi nya.
"Bisa kan paman?" tanya Bianca mengulang pada pria itu.
Zayn hanya membuang napas nya lirih sembari memangku anak kecil yang menatap nya.
"Nanti kalau Bianca sudah besar, pasti bakal punya seseorang yang mau Bianca nikahin." ucap nya pada gadis kecil itu.
"Bian udah besal loh! Paman nih!" ucap nya yang tampak kesal.
Pria itu tertawa, ia menatap gemas ke arah gadis kecil yang terlihat marah itu.
"Mau beli es krim?" tanya nya menawarkan suatu godaan yang tak akan mungkin di tolak anak kecil.
"Mau!" ucap Bianca yang langsung tersenyum walau pun awal nya ia sedang kesal.
...
Pemeriksaan berjalan dengan lancar, tak ada sesuatu yang perlu di khawatirkan karna racun itu tak menimlbulkan efek samping setelah penawar nya di berikan.
"Louis? Kau bisa ambil air minum?"
Gadis itu membuang napas nya lirih, ia merasa haus setelah pemeriksaan dan pelatihan syaraf nya.
Ia tak tau siapa yang masuk dan mengira jika ia itu sang kakak karna tadi memang saudara kembar nya itu bilang akan datang mengunjungi nya.
Tak ada balasan namun segelas air di berikan pada nya.
Louise meminum nya sampai habis dan kemudian membalik tubuh nya.
Ia terdiam beberapa saat melihat ke arah wanita yang hanya berdiri itu.
"La..lama tidak jumpa..."
__ADS_1
Suara yang terdengar gugup dan kiku menyapa nya.
"Ya, sudah lama..." Louise membalas nya, ia tak tau harus bereaksi apa dengan mantan istri sang kakak itu.
Suasana yang hening untuk beberapa saat tanpa sepatah kata pun.
...
Clara menatap ke arah mantan adik ipar nya itu, ia tak tau harus mengatakan apa atau bagaimana memberi reaksi.
Ia berada di sana saja karna pria yang tadi menjemput nya paksa itu membawa nya ke tempat kerja nya sebelum nya.
"Kau masih marah pada ku?"
Louise membuka suara dan melihat ke arah wanita yang tampak canggung itu.
"Ha? Eh? Bu..bukan!" ucap nya yang langsung menggeleng.
Memang ia berada di situasi yang bisa menyalahkan siapa saja karna ia tak di beri tau apapun.
"Itu..."
"Maaf..." sambung nya yang tak dapat menyangkal.
"Kenapa minta maaf? Lagi pula kalau aku jadi kau juga akan melakukan hal yang sama." jawab Louise pada pada wanita itu.
Ia memang marah pada sang kakak dan tentu tak membenarkan perbuatan kakak nya pada wanita malang yang ada di depan nya.
Namun saudara tetaplah saudara dan tentu darah lebih kental dari pada air maka dari itu ia tetap menginginkan kebahagiaan untuk sang kakak walaupun kakak nya sudah merebut kebahagiaan orang lain.
"Aku tidak kau kalau kau kecelakaan dulu, aku juga tidak pernah membantu mu dengan apapun dan aku selalu menerima dari mu tapi tidak pernah membalas nya." jawab Clara lirih.
Seseorang yang pernah mengeluarkan nya saat ia di sandra dan seseorang yang setidaknya berada di pihak nya.
__ADS_1
"Aku juga tidak minta balasan," jawab Louise pada wanita itu.
"Kau kenapa bisa di sini? Louis?" sambung gadis itu menyebutkan nama saudara kembar nya.
Clara langsung menoleh, ia tak menjawab namun ekspresi nya sudah menunjukkan jawaban nya.
"Tapi aku yang mau ke sini kok!" jawab nya seketika.
Louise diam sejenak, ia menarik napas nya.
"Kau berniat rujuk?" tanya Louise menatap ke arah wanita itu.
Clara tak mengatakan apapun, ia diam tanpa sepatah kata pun.
"Kalau kau di paksa kau bisa bilang, aku akan membantu mu." ucap nya pada wanita itu sekali lagi.
Clara masih bungkam tak mengatakan apapun.
"A..aku ga di paksa kok..." jawab nya lirih dengan kaku.
"Okey, Do you love him?" tanya Louise sekali lagi.
Clara diam tak menjawab nya, seperti wawancara dari calon adik ipar yang membuat nya gugup karena di pernikahan nya sebelum nya tak ada seperti ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelum nya othor minta maaf karena dua novel nya up sedikit, ini juga bukan kemauan othor karna othor sedang di hadapan masalah yang sebenarnya othor ga mau🤧🤧🤧
Jadi mungkin untuk beberapa hari ke depan Chap nya bakal lebih pendek🤧🤧
Maaf banget ya🤧🤧
Happy reading💕♥️
__ADS_1