(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Gift from cutie bunny


__ADS_3

Restoran, Hotel


Larescha tampak tersenyum menatap ke arah wanita yang berada di samping putra nya. Ia merasa senang karna kali ini putra nya mengenalkan seseorang setelah sekian lama.


"Edna? Apa kau suka dengan makanan nya?" tanya Larescha dengan lembut pada wanita itu.


Edna tersenyum dan mengangguk mendengar nya, ia mencoba mengambil hati seperti yang di minta oleh pria di samping nya.


"Maaf, saya permisi ke toilet sebentar." ucap nya lirih setelah memakan beberapa hidangan.


Larescha tersenyum dan membiarkan wanita itu pergi. Zayn menoleh, ia menatap ke arah wajah yang terkadang terlihat tak nyaman saat makan.


"Ma, Pa? Aku juga permisi sebentar." ucap nya yang mengikuti Edna.


...


"Astaga! Tadi minum alkohol! Ga apa-apa kan?" gumam nya yang menarik napas nya sembari melihat ke arah perut nya.


"Kenapa tidak boleh? Kau hamil?"


Edna tersentak, begitu mendengar suara yang mendekat ke arah nya.


"Saat ku tanya waktu itu kau bilang tidak hamil kan? Atau itu bukan anak ku?" tanya nya yang menatap ke arah wanita itu.


Ia tak masalah jika harus membesarkan anak orang lain tapi setidaknya wanita itu juga harus jujur pada nya.


"Zayn! Bukan! Kamu ini bilang apa sih?" tanya Edna yang tampak terkejut dan pucat.


Zayn tak mengatakan apapun namun memperhatikan ekspresi wanita itu.


"Kau hamil kan? Maka nya terburu-buru untuk tidur dengan ku lagi?" tanya nya yang menatap ke arah wanita yang terdiam itu.


Zayn menarik napas nya sejenak, "Sudahlah. Anggap saja aku tidak pernah bertanya apapun dan lain kali harus lebih hati-hati. Kalau ibu ku yang dengar dia tidak akan menerima mu."


Pria itu pun berbalik sembari memberikan sapu tangan untuk mengusap bibir wanita itu.


Ia memang baru tau, sakit karna di bohongi?


Entahlah tapi rasa nya ia sudah kebal dan mungkin karna sejak awal ia tidak benar-benar mencintai wanita itu bahkan untuk situasi yang sekarang ia tak merasakan apapun.


Edna membatu, padahal ia pikir akan segera baik-baik saja tapi?


Apa sekarang?!


......................


Mansion Dachinko


Louise menutup telpon nya, setelah mendengar jika putri nya ingin menginap di tempat sang kakak.


"Ck! Pandai sekali anak itu meminta izin mu," ucap James yang tentu jika Bianca meminta izin nya ia tak akan memberikan nya.


"Sudahlah, lagi pula kan biar mereka dekat juga. Arnold anak yang baik." ucap Louise yang tak ada pikiran apapun selain ingin hubungan persaudaraan yang erat.


"Tapi tetangga nya!" ucap James yang tau jika putri nya tergila-gila dengan mantan tunangan istri nya.


"Zayn? Memang nya Zayn kenapa?" tanya Louise sembari melepaskan anting nya.


"Louise? Bagaimana kalau misal nya Bianca suka dengan pria itu?" James tak menjawab melainkan memberikan pertanyaan lain.


"Pria itu? Zayn maksud nya? Kalau mereka sama-sama suka tidak masalah. Lagi pula Zayn juga bukan tipe yang akan kasar." jawab Louise santai.


"Yang jadi masalah adalah sekarang Zayn punya pacar kan? Aku dengar dari Louis, jadi aku tidak mau putri ku jadi perebut pria orang lain." sambung nya sekali lagi.


"Jadi kalau pria itu tidak punya pasangan dan dia suka putri mu kau akan baik-baik saja? Dia lebih mirip ped*fil!" ucap James yang tentu tak setuju.


"Dan bagaimana kalau dia dekat dengan anak kita karna mau balas dendam?" sambung nya lagi.


"James? Itu kebebasan anak mu untuk memilih, tapi kalau dia suka dengan seseorang yang bukan milik nya itu baru salah."


"Dan lagi menurut ku Zayn juga tidak seburuk itu, aku kan sudah bilang kalau aku mengenal nya." ucap Louise dengan menarik napas nya dan memegang rahang kekar suami nya dengan lembut.


"Ck! Kenapa kau selalu membela nya? Yang jadi suami mu aku atau dia?" tanya James berdecak.


Louise hanya tersenyum tipis dan menarik napas nya, "Jangan terlalu khawatir, yang perlu kau beri tau pada Bianca kalau dia tidak boleh mengambil milik orang lain, dan masalah umur atau masa lalu, kita juga tidak bisa egois untuk itu kan?"


"Kenapa kau terlalu santai?" tanya James yang menatap ke arah sang istri yang tampak tak masalah sama sekali.


"James? Bukan aku yang terlalu santai tapi kau yang terlalu khawatir, lagi pula kalau dia suka nya sama perampok, pembunuh, atau pemerk*sa, aku baru tidak akan pernah menyetujui nya." ucap Louise tertawa kecil.


"Tunggu?" Louise tersentak, sesaat ia mengatakan nya ia baru teringat sesuatu.


"Apa?" tanya James yang menatap ke arah sang istri.


"Itu kan ciri-ciri mu, kau kan raja penjahat nya, pantas dulu Louis tidak mau menerima mu." ucap Louise yang baru ingat sang kakak.


"Aku tidak menggerakkan pinggul ku untuk semua wanita," ucap James yang kurang setuju di poin akhir.


"Ya, dan aku tidak termasuk dalam 'Semua wanita' itu." ucap Louise lirih yang mengingatkan pria itu bagaimana dulu dirinya saat masih di jadikan sandera.


James terdiam sejenak, "Kenapa ungkit itu?" ucap nya yang kali ini merapat dan memeluk tubuh istri nya.


"Yah, teringat saja. Kalau di ingat kenapa aku jadi kesal ya? Sana jauh-jauh!" ucap Louise yang mendorong suami nya.


"Sayang?" panggil James lirih.


"Ku rasa kau benar, putri kita sudah dewasa dan dia bebas memilih." ucap James yang memilih untuk mengikuti perkataan sang istri walau mulut dan hati nya bertentangan.


"Benar kan? Jangan terlalu keras pada anak, nanti dia kabur loh." ucap Louise yang langsung teralihkan dan tak kembali ingat dengan perlakukan pria yang sudah bertahun-tahun silam itu.

__ADS_1


"Ya," jawab James yang tersenyum namun juga kesal pada putri kesayangan nya itu.


Memang rasa sayang yang berlebih bisa menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan pula.


......................


Apart Sky Blue


Arnold menggerutu menatap ke arah gadis yang tidur dengan lelap di atas ranjang nya dengan hanya memakai kaus besar dan tentu membuat kaki mulus yang putih itu terungkap karna tak memakai bawahan kecuali dalaman.


"Dasar bocah pencuri!" ucap nya dengan wajah memerah yang tak bisa tidur sembari menutup tubuh kecil gadis remaja itu dengan selimut sebelum pikiran nya menjadi semakin kotor.


Ia beranjak ke sofa dan tidur di tempat itu, karna ranjang nya sudah di kuasai.


...


Keesokkan pagi nya


Bianca menyentuh bahu pria itu, dan menatap nya dengan mata nya yang jernih. Wajah nya masih polos tanpa polesan make karna masih pagi.



"Kak? Kenapa sih? Malah melamun? Sana masak, laper tau!" ucap nya yang menatap dengan wajah jutek nya.


"Ah? Ya?" Arnold tersadar, ia tersentak dan kemudian mengusap wajahnya.


"Kenapa kau cuma pakai ini?! Sana pakai kaus atau kemeja gitu?!" ucap nya yang kali ini sudah tersadar.


Bianca hanya mengerucut, ia memakai celana yang begitu pendek dengan atasan tank top tanpa dalaman sehingga membuat sesuatu tampak lebih menonjol.


"Bianca!" ucap Arnold sekali lagi.


"Iya! Iya! Lagi pula juga udah mulai masuk musim panas, masa di suruh pakai jaket?" gumam gadis itu menggerutu.


"Kau tidak takut? Bagaimana kalau aku melakukan sesuatu?" tanya Arnold yang menatap ke arah gadis yang santai itu.


"Tinggal ku patahin tangan nya, lagi pula yang harus takut kan kau." ucap nya yang mengambil susu dari dalam kulkas.


Arnold mengernyit menatap ke arah gadis itu dengan bingung.


"Nanti aku terkam lagi loh, Rawr!" ucap nya dengan tawa kecil.


"Da.. dasar kriminal!" ucap Arnold yang kehabisan kata-kata dan langsung berbalik.


....


Gadis itu menunggu di lorong, ia tak mendatangi rumah paman tampan nya melainkan menunggu agar seakan-akan bertemu tanpa sengaja.


Suara derap langkah terdengar, gadis menoleh dan bersembunyi sejenak.


"Zayn? Kau marah?"


"Tidak, ku bilang tidak masalah kan?"


"Ya, asalkan kau jujur dari awal. Tapi karna sudah begini..."


"Yasudah, kita jalani saja. Lagi pula ku rasa tidak terlalu buruk."


Bianca membulatkan mata nya mendengar sepenggal percakapan yang membuat nya terkejut itu.


"Ih! Paman bodoh banget sih?! Mau aja di bohongin kadal kudis?!" ucap nya yang kesal.


"Tenang! Aku bakal jadi penyelamat paman biar ga nikah sama kadal kudis kayak begitu!" ucap nya yang menatap tajam dan pergi tanpa sempat menemui paman tampan nya.


......................


Skip


Satu Minggu kemudian


Sekolah.


Gadis itu mengangganti pakaian nya, jam sekolah telah berakhir dan ia tak segera pulang.


"Pakai ini mungkin ya? Biar kelihatan lebih besar? Tapi panas!" ucap nya lirih yang memakai jaket tebal dan celana tiga lapis serta sepatu boot yang tinggi agar menutupi tubuh kecil nya.


"Sudah!" ucap nya tersenyum dengan memakai topi yang menutup wajah nya yang masih terlihat seperti anak-anak itu.


"Ih! Ganteng banget sih adek Bian," ucap nya centil sembari melihat ke arah diri nya sendiri.


...


Kasino


Beberapa mata melihat ke arah seseorang yang tampak mengenakan jaket tebal di tengah musim panas.


"Ini, bawa dia ke sini dan kirim melalui truck es yang akan di bawa ke Myanmar hari ini dan ini bayaran depan nya." ucap nya yang memberikan perintah, cek, sekaligus foto target.


Para pria itu saling memandang, dan kemudian melirik ke arah seseorang yang menyuruh nya.


"Hey? Setidaknya tunjukkan waj- Akh!"


Krek!


Pria itu tersentak, baru saja ia ingin menarik topi yang di kenakan oleh orang yang memakai pakaian jaket tebal itu tangan nya sudah di tangkap dan seperti di patahkan.


"Kalau kau tidak bisa menyanggupi nya aku akan cari orang lain, jangan membuat ku kesal." ucap gadis itu sembari terus memelintir jari tangan yang lancang itu.


"Okey! Kami ambil! Setelah meletakkan nya kami akan memberi tau mu, ada yang bisa kamu hubungi?" tanya nya yang menatap ke arah seseorang yang masih memelintir tangan rekan nya.

__ADS_1


"Itu," ia melempar telpon 2G agar tak bisa di lacak.


"Oh iya, dan lagi kau tidak bisa pakai kode pengiriman yang lain? Dia ini cukup gila, kami tidak bukan termasuk salah satu dari bawahan nya," ucap salah satu nya yang meminta untuk tak mengirimkan ke penadah yang masih berada dalam kubu seseorang.


"Ya, Mafia sialan, apa harus ku bilang gangster?"


"Itu sama saja bodoh, kau kesal karna sulit masuk dalam jaringan mereka kan? Haha?"


Sahut teman nya yang lain mentertawakan rekan nya yang tak ingin mengirimkan ke sana.


"Jangan terlalu kasar, kalau aku bilang aku anak nya kalian percaya?" jawab gadis itu dengan tawa kecil saat mendengar seseorang memaki sang ayah.


"Kalau kau anak nya, kau pakai bawahan ayah mu saja, kenapa pakai jasa kami?" ucap salah satu pria bertato itu.


"Aku anak yang baik, jadi mau beri kejutan. Nah sekarang urus tugas kalian dengan benar kalau sampai gagal aku akan mengejar satu-satu dan memotong timun kalian lalu menjadikan nya acar untuk anjing ku." ucap nya yang kemudian beranjak pergi.


"Astaga! Dari suara nya dia seperti anak-anak kan? Harus nya ku pelintir tadi lidah nya!" ucap salah satu pria itu yang kesal dengan keangkuhan seseorang yang menyuruh nya.


"Sudah! Ga penting anak-anak atau bukan, yang penting uang!" ucap rekan nya yang mulai membangun strategi.


......................


Skip


Deg!


Deg!


Deg!


Wanita itu ketakutan setengah mati, mata nya di tutup dan tangan nya di ikat. Tempat yang begitu dingin dan ia tak tau berada di mana.


Suara pintu yang terbuka membuat nya langsung menoleh.


"Tolong! Tolong aku!" ucap nya yang langsung memohon.


Senyuman cantik di wajah yang polos terlihat, ia membuka kain yang menutup mata wanita itu.


"Bianca?" Seluruh tubuh nya terasa lemas namun ia juga memiliki pengharapan.


"Kau sedang apa di sini? Lepaskan aku, dan kita pergi sama-sama!" ucap nya yang menatap ke arah gadis itu.


"Ih? Masa ga tau sih? Ini kejutan dari aku loh!" ucap Gadis itu dengan tawa kecil di wajah cantik nya.


Edna masih bingung mendengar nya, ia tak bisa mencerna situasi nya sama sekali.


"Bibi? Harus nya kalau bibi tuh lagi hamil minta nikah sama yang buat hamil, masa ini mau bohongin orang lain biar di nikahin?"


"Jatuh nya itu penipuan loh," Ucap nya yang menatap ke arah wanita itu.


"Nah sekarang, Bye! Bye! Titip salam sama malaikat maut kalau jumpa duluan ya, bilang jangan cepat jemput aku, aku mau hidup lama, Hihi!" ucap gadis itu yang tertawa senang dan keluar dari box tersebut kemudian menutup nya.


......................


Mansion Dachinko


James melihat ke arah laptop nya, ia menarik napas nya ketika melihat salah satu kiriman barang yang sebenarnya tak ada di list dan tidak berasal dari organisasi nya.


"Gift from cutie bunny?" gumam nya yang menatap ke arah list yang masuk itu.


Ia diam sejenak dan kemudian memejam seketika.


"Bianca...." ucap nya yang menahan kepalan tangan nya dengan stock sabar yang saat ini sudah setipis tissue.


...****************...


Oh iya othor mau bilang, sebenarnya othor ada bilang di balasan komen tapi mungkin ada yang ga baca ya karna udah lama juga.


Nah sebenarnya novel ini tuh udah mau othor tamatkan dari setelah Louise sama James nikah abis itu bulan madu.


Maka nya kan dari itu jarang othor up, dan kalau alasan nya kenapa ga tamat sampai sekarang Thor?


Itu karna othor mau buat 'happy end' buat semua orang, maka dari itu di novel season yang ini ga ada tumbal nya kecuali pemeran antagonis.


Karna tuh di Novel pertama dan kedua othor, othor selalu membuang 'happy end' dengan versi othor, dan sebagian menganggap sebagai 'sad end' jadi yang ini mau othor buat happy semua eh malah nambah konflik.


Tapi buat konflik Bianca dkk juga ga akan berat dan panjang karna othor juga ga terlalu minat untuk memanjangkan nya.


Kenapa?


Karna agar nanti cerita ini tidak panjang seperti tukang bubur pergi ke Paris ya, okey?


Dan kalau misal nya ga ada hambatan cerita nya bakal tamat kurang lebih sekitar Minggu depan kalau up nya lancar jaya.


Note :


Othor besok bakal rilis novel baru ya wkwk, yang kemarin kan othor pernah tanya mau novel masa kini atau yang isekai (Pindah dunia) Nah sekarang othor buat yang isekai nya karna mau cari yang beda dari yang biasa othor buat wkwk.


Dan Fl (Female lead) nya bukan dari masa depan ke masa lalu ya, tapi dari masa lalu ke masa depan buat jumpa sama Ml (Male lead) karna Ml nya di masa kini.


Dan cerita nya othor buat tentang balas dendam btw yang balas dendam si Fl ya wkwk ga tau sih respon pembaca bakal gimana karna kan biasa othor buat nya yang angst untuk pemeran FL wkwk


Oh iya kalau ada yang bilang "Tamatin ini dulu atau Novel yang lain dulu baru buat novel baru." othor akan jawab.


"Nanti othor ga up terus novel baru nya karna merasa tidak ada tanggung jawab untuk membuat nya🤧🤧"


Karna kalau belum di up othor merasa ga perlu buat atau lanjut karna merasa tidak ada yang membaca atau menunggu nya walau satu orang pun🤧


Okey

__ADS_1


Sekilas pengumuman dari othor😘😘😘


Happy reading💕💕💕


__ADS_2