
Mansion Dachinko.
Pria itu menarik napas nya, kini ia tinggal mengambil alih salah satu perusahaan yang dekat dengan JBS grup.
Ia perlu membuat perusahaan itu tak memasok barang-barang yang harus nya di berikan pada perusahaan besar itu dan lalu membuat kepercayaan pada komite menurun.
"Sudah dapatkan mereka?" tanya James pada Nick.
"Sudah tuan, tapi seperti nya ada sedikit masalah." ucap Nick pada James.
"Masalah seperti apa?" pria itu mengernyit, semua nya sudah berjalan lancar namun kenapa tiba-tiba tersandung.
"Direktur Cero menghindar dan tidak membicarakan kontrak nya lagi," ucap Nick pada pria itu.
"Kenapa? Bukan nya dia sudah mengurus nya?" tanya James mengernyit, ia jarang turun tangan sendiri untuk melakukan sesuatu karna ia adalah orang yang ia suruh.
"Benar, tapi sekarang entah kenapa tiba-tiba direktur Cero menghilang." jawab Nick yang juga sedang mencari penyebab nya.
"Perusahaan Healbee? Mereka yang bekerja sama untuk alat kesehatan kan? Yang akan di kembangkan JBS? Rebut itu lebih dulu." ucap James sembari mengetukkan jemari nya di atas meja.
"Baik tuan," ucap Nick patuh dan bergegas melaksanakan apa yang tuan nya inginkan.
James melihat pintu yang tertutup dan bawahan nya yang ia anggap sebagai adik nya sendiri hilang di balik pintu.
"Apa yang terjadi? Dia menyadari nya?" gumam James sembari memikirkan beberapa kemungkinan.
......................
2 hari kemudian.
Sementara itu.
"Ada apa nona kesini?" tanya Presdir dari Healbee grup saat melihat gadis cantik yang tengah duduk dan terlihat anggun menatap nya lurus.
"Perjanjian," jawab Louise singkat.
"Tentang?" tanya Presdir Jack pada gadis itu.
"Alat terapi untuk pengguna kanker yang harus nya kalian keluarkan dua Minggu lagi untuk kami," ucap Louise tersenyum.
"Anda tidak mempercayai kesempatan yang sudah kita buat?" tanya Presdir Jack yang langsung menyela.
"Bukan nya tidak percaya, tapi aku butuh jaminan." ucap Louise tersenyum.
"Jaminan? Apa perjanjian notaris yang di buat masih membuat anda tidak percaya? Presdir JBS grup saja tidak pernah melakukan hal seperti ini!" ucap nya dengan marah kesal.
"Jangan membandingkan aku dengan kakak ku," ucap Louise dengan senyuman tipis nya.
"Lalu apa yang akan membuat anda yakin?" tanya pria itu menghela napas nya dengan kasar.
"Melihat alat nya," jawab gadis itu dengan senyuman manis yang cerah.
Flashback On.
3 Hari yang lalu.
JBS Hospital.
"Kenapa bisa?! Bukan nya kita sudah membuat kesepakatan dengan direktur Cero?" tanya Louis mengernyit sembari membanting dokumen pembatalan di depan nya.
Ia tak lagi memiliki waktu namun tiba-tiba perusahaan yang bekerja sama dengan nya ingin membayarkan pinalti pembatalan kontrak.
"Cari dia sampai dapat!" perintah nya pada sekertaris Verdi.
Pria itu pun mengangguk, dan bergegas pergi.
Tak lama setelah sekertaris Verdi pintu ruangan itu pun kembali terbuka lagi, ekor mata Louis melirik ke arah pintu nya siapa yang datang saat ia tengah kesal.
"Kenapa? Ada masalah?" tanya Louise mengernyit saat melihat pria itu yang terlihat tak senang.
"Kau bisa membaca nya," ucap nya sembari memberikan dokumen pembatalan kerja sama.
Walaupun mendapat kan pinalti sebagai denda karna membatalkan kerja sama namun tetap saja kerugian nya lebih besar di bandingkan keuntungan nya.
"Bukan nya kita bisa cari yang lain? Lagi pula denda yang dia bayar juga banyak." ucap Louise yang lupa kapan peluncuran resmi hotel yang mereka bangun.
"Satu minggu? Kau pikir pembayaran denda yang di buat sebelum nya bisa menutupi kerugian? Kita tidak punya waktu sekarang." ucap Louis yang bingung bagaimana menghadapi masalah nya saat ini.
"Sekarang dia di mana?" tanya Louise mengernyit.
"Aku sudah suruh Verdi mencari nya," ucap Louis membuang napas nya.
"Kalau kita undur untuk dapat barang baru lagi, akan memakan waktu lama kan?" tanya Louise sembari memikirkan sesuatu.
Louis mengangguk, ia memerlukan kerajinan yang sebelum nya di design dengan pengrajin terkenal yang sudah vakum beberapa tahun dan di gemari oleh orang-orang kalangan atas.
"Benar juga, kerugian kita lebih besar." ucap Louise lirih.
Pria itu pun menarik napas nya, ia memejam beberapa saat lalu setelah itu menatap kembali wajah adik nya.
"Ada apa? Ini bukan jam yang biasa berkunjung," tanya Louis pada saudari kembar nya yang cantik itu.
"Memang bukan, aku mau antar ini." jawab Louise sembari memberikan paper bag yang berisi kue kering.
"Siapa yang buat? Kau tidak mungkin bisa," tanya Louis mengernyit sembari mengambil yang diantar adik nya.
"Clara yang buat, tadi aku dari rumah." jawab Louise pada sang kakak.
Tak lama kemudian ponsel nya berdering, dan ia pun mematikan nya.
"Siapa yang telpon?" tanya Louis melihat adik nya mematikan panggilan nya.
__ADS_1
"Bukan siapa-siapa," jawab Louise singkat.
"Siapa?" tanya Louis lagi dengan tatapan yang lebih menekan.
"Leon," Louise membuang napas dan akhirnya tetap menjawab pertanyaan sang kakak.
"Nama nya tidak asing," gumam Louis mengernyit.
"Hm, dia kan aktor." jawab Louise singkat.
"Kenapa dia bisa menghubungi mu?" pria itu pun kembali menatap dengan tatapan menelisik.
"Mantan pacar ku, aku buat postingan lalu dia komentar di sana terus aku balas karna bosan jadi menghubungiku lagi." jawab Louise enteng.
"Jangan buat skandal dengan aktor ataupun publik figur lain nya, kau tau mere-" ucap nya terhenti yang tiba-tiba memikirkan hal lain.
"Louise!" panggil nya seketika hingga membuat gadis itu tersentak.
"Si*l! Aku terkejut!" ucap Louise kesal.
"Aku sudah tau caranya!" ucap pria itu tersenyum, "Adik ku yang cantik! Pintar dan menyebalkan ini..." ucap nya tersenyum sembari menarik kedua pipi saudari kembar nya.
"Kau yang menyebalkan!" ucap Louise tak jelas karna kedua sisi pipi nya di tarik.
"Ibu hamil tidak boleh bicara kasar, nanti keponakan ku bisa terkejut." ucap Louis dengan senyuman nya.
"Kau yang mengejutkan nya duluan," jawab Louise kesal.
Louis tersenyum, ia sudah memikirkan cara bagaimana menghadapi situasi sekarang, ia hanya perlu mengganti target pasar yang ia incar.
Bukan pencinta seni kalangan atas namun pecinta idola yang fanatik dengan superstar nya, lalu memiliki waktu untuk mencari dan mengembalikan situasi sebelum nya.
"Aku duluan," ucap Louise yang bergegas setelah melihat wajah sang kakak yang sudah memikirkan cara untuk menghadapi nya.
Langkah nya melambat, ia seperti pernah melihat pola yang sama dengan perusahaan nya dan beberapa orang yang dulu juga di jatuhkan pria itu.
"James?" gumam nya mengernyit.
Mata nya membulat, ia tak yakin namun ia sadar setelah berhubungan cukup lama dengan pria itu.
Tangan nya mengambil ponsel yang berada dalam tas nya, "Zayn, bawa semua kontrak kerja sama JBS grup." ucap nya dan segera kembali ke JBS farmasi.
Flashback Off.
...
Suara langkah yang terdengar saat heels gadis itu berjalan, ia melepaskan arloji di tangan nya sembari melangkah masuk ke dalam mobil.
"Gambar nya cukup jelas?" tanya nya pada pria di samping nya yang mengambil lokasi tempat ia melihat alat nya dengan arloji di tangan nya.
"Sudah," jawab Zayn saat melihat video yang berada di iPad nya.
"Tapi kenapa kau melakukan ini?" tanya Zayn bingung dengan rencana yang di buat gadis itu.
......................
Sementara itu.
"Kau terlihat senang?" tanya Alex pada wanita yang tengah berdandan itu.
"Tentu saja! Sudah ku bilang dia masih suka aku kan?" tanya nya dengan senyuman mengembang saat mengingat pria itu membalas ciuman nya.
Alex tersenyum simpul melihat nya, walaupun ia melihat apa yang terjadi di restoran kemarin namun ia merasa jika pria itu masih memliki perasaan yang tertinggal untuk gadis yang baru di putuskan saat ini.
Ia tak tau apa masalah mereka namun ia hanya berpikir jika pria itu melakukan hal tersebut karna tak ingin gadis nya ia incar.
"Aku hanya tinggal melakukan pengujian saja," ucap nya lirih dengan smirk nya.
Ia sudah menyiapkan sesuatu untuk melihat apakah pria itu sudah sama sekali tak perduli atau hanya berpura-pura saja.
......................
Satu minggu kemudian.
Pembukaan Hotel.
Louis membuang napas nya walaupun ia mengalami kerugian namun masih bisa ia tanggulangi.
"Semoga tidak ada lagi yang seperti ini," ucap nya menarik napas saat pembukaan hotel nya berjalan lancar.
Mengalami kerugian sebayak 1 juta USD lebih baik dari pada mengalami kerugian 3 juta USD jika ia tak melakukan apapun.
....
Restoran.
Pria berwajah tampan itu tengah melihat ponsel, menanti kabar yang akan terjadi hari ini, ia melihat respon yang tak begitu ia senangi.
"Sialan..." gumam nya kesal nya melihat berita di ponsel nya.
Namun ia tau apapun yang terjadi perusahaan tetap mengalami kerugian hanya saja mereka meminimalisir nya.
"Ck! Benar-benar," ucap nya tersenyum miring yang membuat nya semakin ingin menghancurkan seperti sudah menemukan sesuatu yang membuat nyali nya terbakar.
...
Dua hari kemudian.
"Meledak?!" tanya James terkejut.
__ADS_1
"Benar tuan, penyebab nya belum di ketahui." jawab Nick pada tuan nya.
"JBS?" tanya James pada pria itu.
"Mereka juga tidak mendapatkan nya," jawab Nick menggeleng.
"Direktur Jack meminta bertemu," ucap Nick pada pria itu.
"Dengan ku?" tanya James mengernyit.
"Benar tuan," jawab nya Nick pada pria itu.
....
James menemui pria itu dan membicarakan beberapa hal, sekarang ia tau kenapa bisa tiba-tiba terjadi ledakan alat.
Tak lama kemudian pria itu tertawa, bukan nya merasa tenang, Presdir Jack malah semakin ketakutan.
"Sekarang dia di mana? Dia baru menemui mu kan?" tanya James pada pria itu.
"Dia masih di sini, tapi di ruangan berbeda." jawab Presdir Jack gemetar karna ia tau pria di depan nya sudah seperti malaikat maut.
James pun dengan cepat melangkah kan kaki nya keluar.
Sedangkan di tempat lain, gadis yang memakai gaun berwarna cream serta sepatu heels berwarna putih dan mengikat rambut nya setengah.
"Kau datang?" tanya nya tersenyum sembari melihat ke arah pria yang memasuki ruangan nya.
"Kenapa terlihat kesal?" tanya nya lagi sembari bangun dari duduk nya.
"Kau pikir dengan melakukan ini semua nya akan berakhir?" tanya pria itu yang menetralisir rasa kesal nya dan tersenyum.
"Bukan nya kau membuat ku begini? Kalau tidak bisa ku miliki bukan nya harus di hancurkan?" tanya nya tersenyum.
"Itu yang kau ajarkan pada ku," sambung nya tersenyum.
Ia memang mengalami kerugian juga, dan ia tau pria di depan nya akan membuat perusahaan yang ia miliki dan sang kakak mengalami kesulitan finansial lebih dulu dan ia ingin pria itu juga mengalami hal yang sama.
"Lalu kau menghancurkan nya?" tanya James tersenyum.
"Aku menghancurkan nya? Kau punya bukti untuk ucapan mu?" tanya Louise berbalik.
"You really something," ucap pria itu tersenyum dengan smirk nya.
"I know, and you can't mess me anymore." jawab nya tersenyum, namun terlihat dari sorot mata nya jika rasa kecewa gadis itu belum hilang.
Dan bahkan bertatapan seperti ini juga menyakiti nya.
James tersenyum, sinar yang selalu keluar dari gadis itu membuat nya seakan terus di tarik oleh magnet yang selalu membuat nya terpaku pada titik yang sama.
Tangan nya menarik pergelangan tangan gadis itu lalu menahan tengkuk gadis itu.
Humph!
Mata Louise membulat sempurna, ia tidak tau jika pria itu akan mencium nya tiba-tiba dan bahkan ia tak menemukan alasan kenapa ia di cium.
Ia memberontak dan terus berusaha meloloskan diri nya, namun tenaga nya tak sebanding sama sekali.
Bibir yang menyatu dan bertaut membuat nya hanya memiliki cara mengigit nya, namun bahkan saat ia melakukan nya dan merasakan darah yang mengalir di ciuman nya tautan itu masih tak terlepas.
James pun melepaskan ciuman nya, bibir bawah nya terluka karna gadis itu mengigit nya.
Plak!
Satu tamparan kuat melayang di pipi pria itu.
"You're f*cking crazy man!" ucap Louise yang langsung pergi keluar dari ruangan itu.
James diam sejenak, ia sendiri bingung kenapa tiba-tiba menarik dan mencium bibir gadis itu, padahal ia seharusnya marah.
Tapi apa yang ia lakukan?
Sinar yang terus menarik nya dan membuat nya terpaku, gadis yang membuat nya terus tertarik ke arah nya tanpa ia sadari.
Logika dan tubuh nya selalu tak sejalan, rasa haus dan hasrat ingin memiliki gadis itu semakin besar namun rasa ingin amarah menghancurkan pun sama besar nya.
"She's like magnet," gumam nya sembari menyentuh dahi nya yang juga bingung dengan apa yang baru ia lakukan barusan.
Gadis yang seperti memiliki daya tarik yang membuat siapapun akan terjerat.
...****************...
Jangan lupa dukungan nya yahππ
Likeπππ
Komen π¬π¬π¬
Rate 5βββββ
Vote ποΈποΈπ₯³π₯³
Favorit β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Hadiah πππ
Biar othor makin semangat hihiπππ
Happy Readingπππ
__ADS_1
Oh iya maaf kalo othor jarang up, soal nya ini uda semester padat, dan Minggu depan juga PKL terus seminar proposal mulai dari tgl 24 Jan jadi sedang super sibuk nya
Tolong maklumiπππ