(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
I really love her


__ADS_3

Deg..


Deg...


Deg...


Detakan jantung yang terasa akan segera mencuat keluar membuat pria itu tak bisa mengeluarkan kata apapun.


Tangan nya berlumuran darah, membuat nya gemetar. Lelehan buliran bening di mata nya tak bisa ia hentikan.


Ia tak tau apa yang terjadi setelahnya, orang-orang yang datang membawa nya dan suara berisik dari pistol pun tak lagi masuk ke dalam telinga yang ia miliki.


"Louise..."


"Dia masih hidup..." gumam nya sembari menatap ke arah teman nya yang pernah mengatakan jika sang adik masih hidup.


"Dia pasti nunggu aku kan? Dia pasti nunggu aku jemput..."


"Tapi aku..."


Bibir nya yang gemetar membuat suara nya tak jelas, memang benar ia pernah menyelamatkan sang adik dari peluru dulu nya namun ia tak pernah meminta balasan agar gadis itu melindungi nya kembali.


"Dia sudah sama kita, dia bisa bertahan!" ucap Zayn yang sebenarnya tak yakin dengan apa yang ia katakan.


Kata-kata yang juga menyemangatinya dengan harapan yang sama.


"Kau perlu juga di obati," pria itu tak bertanya tentang apa yang terjadi, yang jelas ia tau teman dan gadis yang ia cintai kembali dalam keadaan yang terluka.


Louis diam tak membalas, jujur saja ia bahkan seperti tak merasakan apapun di tubuh nya saat ia sendiri di kerubungi oleh ketakutan yang sangat besar.


"Louise tadi dia tanya, dia bilang dia boleh pergi atau tidak..."


"Kalau dia pergi..."


"Kalau..."


Suara yang semakin hilang tercekat di dalam tenggorokan nya, air mata yang terus jatuh tanpa bisa ia hentikan.


Walaupun ia pernah merasa yang lebih terluka lagi saat melihat jasad palsu sang adik namun yang ia sekarang ternyata seratus kali lipat lebih menyakitkan.


Melihat seseorang yang tumbuh dengan nya dengan penuh kasih sayang terluka di hadapan nya, terlebih lagi dengan tatapan yang seakan sudah siap setiap menit nya untuk pergi darinya.


Waktu yang berlalu terasa begitu singkat walaupun panjang, tak lama kemudian pintu kaca yang kabur dan besar itu terbuka.


Pria yang masih memakai masker dan pelindung kepala itu mencari wali dari pasiennya sekaligus atasan tempat ia bekerja.


"Kami tidak bisa mengambil peluru nya," ucapnya yang membuat Louis langsung menoleh.


Ia menatap tajam, tidak bisa?! Lalu apa gunanya lisensi yang di dapat dengan sulit itu?!


"Apa maksud mu?!" tanya nya dengan suara serak dan mata yang terlihat dapat mengubur hidup dokter tersebut.


"Operasi ini akan membutuhkan banyak darah, dan lagi darah yang sebelumnya di simpan hanya cukup untuk transfusi darurat saja." ucap sang dokter dengan takut namun harus mengatakan nya.


"Lalu kalau kalian tidak mengambil peluru nya, bagaimana dia bisa hidup?!" suara serak itu meninggi karna takut dan cemas yang datang bersamaan dengan nya.


"White box, pengembangan produk baru yang belum di luncurkan, saya rasa nona Louise bisa menjadi pertama yang mencoba nya, kondisi nya akan menjadi vegetatif dan dapat bertahan selama kurang lebih satu tahun sampai mendapatkan donor darah untuk melakukan operasi," ucap dr. Gion pada Louis.


Louis tersentak, ia menatap ke arah dokter yang terlihat gelisah itu karna menunggu jawaban yang cepat.


"Kau mau membuat adik ku jadi bahan percobaan? Begitu?" tanya nya tersenyum miring dengan mata sayu yang tak bisa menutupi kesedihan.


"Hanya ini yang bisa di lakukan, Presdir tau sendiri kan? Darah nona Louise tidak bisa di dapatkan dengan mudah." ucap dr. Gion lirih.


Rh null jenis golongan darah yang paling sulit di temukan, termasuk yang terlangka dari yang terlangka dan bahkan catatan yang di terima hanya 43 orang lah yang memiliki golongan darah tersebut.


Louis memejam sesaat, tak mungkin ia membiarkan begitu saja tanpa melakukan apapun untuk membuat sang adik selamat.


Semua prosedur pun mulai di jalankan, tak menjamin keselamatan gadis itu namun inilah usaha terakhir yang bisa ia lakukan.


dr. Gion pun mulai menjelaskan, beberapa kondisi yang terjadi pada tubuh gadis itu sebelum terluka karna peluru.


Sistem imun yang menurun serta sensitivitas obat yang tak bekerja di karnakan adanya jenis bahan obat baru yang sudah masuk ke dalam aliran darah gadis itu.


Dan yang paling mengejutkan bagi Louis adalah fakta bahwa adik nya sudah melahirkan dua kali dalam waktu yang sangat singkat, seperti tak berjarak dari kelahiran sebelumnya.


...


Pria itu diam sejenak, ia tak bisa menyentuh apalagi mengusap kepala saudari nya yang berada dalam kotak putih yang tak boleh terkotaminasi dengan apapun.


"Maaf..."


"Aku tidak bisa jadi kakak yang baik untuk mu..."


Pria itu terpaku pada gadis di depan nya, hati nya terkoyak dan terasa begitu menyakitkan.


"Dia yang melukai mu? Tapi sekarang tidak apa-apa..."

__ADS_1


"Kau sudah pulang kan? Jangan pergi kemanapun, di sini banyak yang menyayangi mu..."


"Kami semua menyayangi mu..."


Suara nya tercekat, lelehan buliran bening yang jatuh di mata nya mendarat di atas white box yang menyimpan sang adik.


Ia hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk mencari darah yang sesuai agar operasi bisa di lakukan.


Terkadang telinga nya masih terngiang di tempat yang sama, pelukan dari tubuh ramping yang melindungi nya dari peluru, suara rendah yang terdengar lembut dan penuh akan luka serta tatapan yang tulus saat meminta nya untuk tidak menyakiti pria sudah menghancurkan nya.


"Louise? My bad princess, wake up please..."


"Don't go anywhere, okey?"


Ucap pria itu dengan suara berbisik pada adik nya selalu ceria dan nakal itu, walau terkadang menyebalkan namun kenakalan dan sifat manja gadis itu begitu ia rindukan.


......................


Tiga bulan kemudian.


Mansion Dachinko.


Setelah hari yang seperti perang itu selesai, Nick kembali membawa tuan.


Walaupun tertembak dan hampir mati kehabisan darah namun pria itu selamat.


"Bukannya luka tuan sudah sembuh? Tapi kenapa masih belum bangun?" tanya Nick mengernyit dengan heran pada Chiko.


"Belum sepenuhnya pulih, dia kena 4 tembakan, tidak mati adalah hal yang harus di syukuri kan?" tanya Chiko yang tak mengerti kenapa bisa tuan nya terluka sebegitu patah di hari itu.


Tembakan pertama yang ia dapatkan memang dari Louis namun yang seterusnya di dapatkan saat tim keamanan JBS sudah datang dan terjadi hujan peluru tersebut.


James yang terpaku dengan apa yang ada di depan seperti membuat waktu nya terhenti dan tanpa sadar menurunkan rasa waspada nya.


...


3 Hari kemudian.


Prang!!!


Suara yang begitu keras membuat beberapa pengawal mendatangi sumber nya.


"Dimana dia?"


Nick tersentak, ia tak tau datang dari mana tenaga tuan nya yang baru sadar hingga bisa langsung berjalan ke kamar gadis yang awal nya di sandra.


Bugh!


Satu pukulan melayang ke arah wajah tampan bawahan nya itu, Nick terpental dan terjatuh ke lantai keras tersebut.


Pria yang sudah menjalani hari-hari nya seperti monster itu tentu nya masih memiliki tenaga yang kuat.


"Bukan nya aku suruh kau jaga dia?! Kenapa dia bisa di sana?!" tanya nya menggema ke seluruh ruangan.


"Louise!"


Panggil nya yang mencari keberadaan gadis yang tak ada di mansion nya lagi.


"Hari itu nona sudah di bawa pergi dengan mereka," jawab Nick lirih.


Ia tak melakukan pembelaan apapun atas keteledoran nya, harusnya ia tak pernah menyetujui permintaan Louise hari itu.


Deg!


James tersentak, kepala nya terasa sakit dengan pandangan yang masih mengabur. Ia masih berharap apa yang ia lihat adalah mimpi saat itu.


"Cari dia dan bawa kembali ke sini," perintah nya dengan suara lirih.


Nick tak mengatakan apapun, pada pria yang terlihat linglung ketika baru sadar tersebut.


......................


JBS Hospital.


Pencarian golongan darah Rh null mulai di lakukan, mengumumkan di asosiasi kesehatan agar lebih mudah mendapatkan golongan darah yang sangat sulit tersebut.


"Presdir? Seperti nya ada gosip lagi," ucap Michael pada Louis sembari menunjukkan iPad yang ia bawa.


Karna tak ada kabar hampir dua tahun semenjak sang adik kecelakaan di hari pertunangan, gosip tentang meninggal nya pewaris kedua dari keluarga konglomerat itu pun kembali bertiup.


"Kali ini jangan berikan konfirmasi apapun," perintah nya yang seakan mengatakan jika gosip tersebut benar sekaligus salah.


Mejadikan diam sebagai jawaban adalah yang paling aman saat ini, hak adik nya tak kan hilang dan cara yang paling aman adalah melindungi nya dengan cara seperti itu.


......................


Dua Minggu kemudian.

__ADS_1


James masih tak bisa menerima jika ia kehilangan waktu nya dalam beberapa bulan hingga membuat nya tak bisa mencari keberadaan gadis nya.


Semua nya terasa mimpi dan ia yang percaya jika hari itu juga hanya mimpi belaka.


Deg...


Deg...


Deg...


Tangan nya membeku sejenak, membuka artikel tentang gadis nya, ia juga pernah membuat artikel yang sama namun pihak dari keluarga gadis itu langsung memberikan bantahan, tapi sekarang?


"Dia masih hidup kan?" tanya nya dengan suara gemetar.


Pria yang pulih dengan cepat pasca sadar itu seperti kehilangan sebagian dari dirinya, ego nya masih tinggi ketika ia bangun namun semakin hari rasa ego itu memudar.


"Ada dua kemungkinan, yang pertama nona Louise memang sudah meninggal dan bantahan tidak di berikan karna kondisi JBS saat ini dan kedua masih hidup lalu tidak ada konfirmasi karna kondisi yang bisa berubah," jawab Nick lirih.


Mau di cari sampai mana pun informasi tentang gadis itu sangat kosong.


James tentu nya tau hal tersebut, pergejolakan kursi kuasa memang sangat ketat dan tak memberikan ruang jika ada masa internal.


"Tuan? Saya tau anda sedang memikirkan banyak hal tetapi saya harap anda tidak melupakan putri anda," ucap Nick yang mengingatkan pria itu akan kehadiran darah daging nya.


Deg!


James tersentak sekali lagi, semenjak ia bangun pikiran nya hanya di penuhi dengan menemukan dan mencari kembali gadis nya sampai ia lupa tentang putri kecil nya.


"Keluar," ucap nya lirih setelah membuang napas nya dengan berat.


...


Derap langkah pria itu mendatangi ruangan yang penuh akan design menggemaskan untuk anak perempuan nya


Nya...


Gadis kecil dengan pipi bulat, mata kecoklatan yang hampir sama dengannya serta bentuk wajah yang mirip dengan ibu nya itu tersenyum cerah saat melihat nya.


Tubuh gempal menggemaskan itu kini semakin besar tak lagi bayi merah seperti yang baru di lahirkan.


Para pengasuh pun langsung meletakkan kembali baby Bianca ke dalam keranjang nya dan meninggalkan ruangan tersebut setelah melihat tangan tuan mereka mengisyaratkan untuk segera pergi.


Nyanya...


Deg!


James tersentak, sentuhan kecil di jemari nya membuat nya membatu.


Cara tersenyum yang sama dengan mata yang cerah dan polos itu mengingatkan pada senyuman seseorang.


Dada nya terasa sesak hingga membuat nya sulit untuk bernapas, beberapa ingatan yang seharusnya menjadi memori yang indah datang dan pecah di kepala nya.


Kau suka bunga?


Kenapa melihat ku terus? Aku cantik?


Kalau begitu kau bisa bilang kalau kau mencintai ku? Ini suasana yang bagus untuk pernyataan kan? Hihi


Degupan jantung nya terasa begitu kuat, senyuman gadis itu datang di kepala nya seperti tusukan jarum yang menembus.


Suara nya tercekat, ia tak bisa menelan saliva nya sedangkan putri kecil nya terus menggeliat dengan menggemaskan sembari sesekali mencoba meraih tangan nya.


Wajah yang terlihat cantik saat tersenyum, pelukan yang datang pada nya dan terasa hangat serta mata penuh harapan melihat ke arah nya entah mengapa datang di saat yang bersamaan.


Do you love me, too?


Suara yang seakan berbisik di telinga nya, tangan yang seakan memeluk tubuh bidang nya dari belakang.


Ego yang mulai memudar serta perasaan yang telah lama hilang dari nya datang dan membuat nya tak bisa bernapas.


Tes...


Wajah yang tanpa eskpresi itu tanpa sadar mengalirkan bulir bening dari ujung mata nya. Gadis yang pergi setelah meninggalkan memori indah yang kini menjadi belati bagi pria tampan itu.


Aku benar-benar mencintai nya...


Kenapa aku baru tau sekarang...


Aku...


...****************...


Maaf yah othor lama up, soalnya othor masih kurang fit badan nya🤧🤧🤧


Oh iya buat babang James, othor mau bilang...


Mamam tuh ego, nyesel kan kalo Uda ga ada?😡

__ADS_1


__ADS_2