(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Menjemput nya


__ADS_3

Apart Sky Blue.


Deringan ponsel yang membuat pria itu terbangun dari tidur nya, tangan nya meraba meraih benda yang penuh akan sejuta informasi itu.


"Sudah malam siapa yang menelpon?" gumam nya dengan suara serak dan mengangkat telpon yang berdering di dalam nya.


Tangan nya segera mengangkat dan menjawab panggilan yang terhubung pada nya, "Louise di sana?" tanya pria itu langsung.


"Louise?" tanya Zayn mengernyit.


"Dia dengan mu?" suara pria yang kembali bertanya membuat Zayn melihat ponsel nya.


"Dia belum kembali?" tanya pria itu yang langsung bangun dan mengusap wajah nya.


Ia pun langsung bergegas mencuci wajah nya lalu kemudian kembali melihat ke arah ponsel nya.


"Sekarang kau di mana?" tanya pria itu saat tau yang menelpon nya tengah malam buta adalah sahabat nya.


"Ruang Visi, kau mau kesini?" tanya Louis pada Zayn.


"Hm, aku ke sana." jawab nya singkat sembari mematikan telpon nya dan bergegas.


......................


Sementara itu.


Tangan dan tubuh yang gemetar terlihat jelas pada gadis cantik yang masih memegang erat selimut tebal yang menutupi dirinya.


"Jangan, jangan memikirkan nya lagi..." gumam nya yang berusaha mengendalikan rasa takut nya.


Semua ingatan tentang trauma masa lalu nya kembali terngiang di kepala nya, tangan besar yang menyentuh tubuh kecil nya yang bahkan belum genap berusia tujuh tahun.


Ia menarik napas nya dengan dalam berusaha menghilangkan rasa takut nya namun masih saja terlihat getar di tubuh dan tangan nya.


Klek!


Suara pintu yang terbuka membuat mata nya menengadah, "Kau mau makan sesuatu? Aku penculik yang baik kan?"


Iris nya bergetar menatap pria yang datang dengan semanpan makanan di tangan nya.


Tak ada balasan hanya lirikan tajam dari ekor mata gadis itu yang menjawab.


Louise meletakkan tangan nya ke dalam selimut guna menutupi gerak tangan nya yang gemetar.


"Pergi si*lan!" ucap nya ketus dengan mata yang tajam.


Jujur saja ia tak bisa mempercayai makanan yang di bawa oleh pria itu ke kamar nya, takut jika di dalam nya di berikan sesuatu atau bahkan mungkin di berikan racun.


"Kau masih kasar setelah hukuman kecil yang ke berikan tadi?" tanya pria itu yang tersenyum di balik topeng nya.


Mata gadis itu bergetar namun ia memejam beberapa saat dan berusaha agar tak menunjukkan rasa takut nya.


Apa ini keuntungan karna aku jadi pacar nya hampir setahun?


Batin gadis cantik itu sembari menyembunyikan tangannya yang bergetar.


Pria yang membuat nya mengendalikan rasa trauma nya, sehingga ia tak lagi merasa takut namun pria itu juga lah yang memberikan trauma baru.


Louise membuang pandangan nya sedangkan pria itu tersenyum dan menyentuh rambut halus gadis itu walau sudah di tepis berulang kali.


"Jangan terlalu marah, tapi kalau kau mau seperti ini terus juga tidak apa-apa aku bisa menjinakkan mu seperti tadi lagi," ucap nya sembari mulai perlahan menarik rambut halus itu kebelakang.


Auch!


Louise meringis saat ia merasakan rambut nya tertarik kebelakang.

__ADS_1


Deg!


Ia melihat mata yang menatap nya dengan haus, entah kenapa ia merasa semakin kalut.


Akhhh!!!


Teriak nya dengan sangat kencang sembari menutup mata dan telinga nya, pria itu terkejut seketika.


Sedangkan Louise kini tak bisa lagi menahan ataupun mengendalikan rasa takut nya seperti apa yang sudah di ajarkan cinta pertama nya.


"Kau kenapa?! Buat terkejut saja!" ucap nya dengan kesal sembari kembali menjambak rambut gadis itu hingha membuat nya menengadah.


"Ja-jangan sakit..."


"Berhenti..." gumam nya dengan suara gemetar apa yang baru saja terjadi dengan memori ingatan nya berputar menyatu hingga membuat kepala nya terasa sakit.


Pria itu tersenyum, ia mengira gadis itu mulai takut pada nya, walau tebakan nya tak sepenuhnya salah.


Ia menarik rambut halus itu dengan kuat lalu menarik nya kembali tertidur ke ranjang walaupun gadis itu sudah memberontak sebisa nya.


Ia menutup mata gadis itu lalu membuka topeng nya sebentar dan mulai mengigit bibir yang sebenarnya terlihat pucat jika lipstick merah itu tak ada di sana.


Humph!


Mata nya terperanjat, tubuh ramping itu memberontak tak karuan berusaha melepaskan ciuman nya.


Setelah membuat gadis itu menelan saliva nya, ia pun melepaskan ciuman nya dan kembali memakai topeng nya lalu melihat ke arah wajah sembab yang gemetar tersebut.


"Kalau begini kau kan baru sama seperti gadis yang ku temui," ucap nya tertawa dan pergi keluar.


Menangis dan memohon pada nya adalah yang wajar dari para wanita yang ia sakiti namun gadis itu terus saja memberikan tatapan tajam pada nya.


Louise menarik napas nya dengan dalam namun tetap saja ia tak bisa mengatur napas nya.


Tarikan napas berat terdengar dari gadis cantik itu, ia meremas blouse dan selimut nya dengan kuat menahan sesak di dada nya.


Ku harap ini hanya mimpi...


Ia perlahan mulai kehilangan kesadaran nya karna serangan panik yang membuat nya tak bisa bernapas.


....


Kesookan hari nya salah satu pelayan yang di tugaskan oleh nya datang untuk memberikan makanan pada gadis cantik itu.


Ia melihat mata yang terpejam saat ia memanggil nya, dan mengira jika gadis yang tengah menjadi sandra itu hanya tertidur dan kemudian meletakkan sarapan nya dan mengambil makan malam yang belum di sentuh tersebut.


Saat malam yang sudah di tunggu pria itu telah tiba ia pun datang ke kamar gadis itu.


Masih dalam posisi tidur yang sama tak berubah sedikit pun.


"Hey? Kau ini tidur atau mati?" ucap nya sembari memeriksa denyut gadis itu.


"Masih ada," gumam nya pelan dan kemudian tak lagi peduli asalkan gadis itu masih hidup.


Ia pun melepaskan rantai di tangan kanan Louise dan mulai menggendong nya untuk menjalankan rencana nya.


Rencana untuk melihat apakah pria itu masih mencintai gadis itu atau tidak.


......................


Mansion Dachinko.


Mata Nick membulat melihat pesan yang datang pada nya, dari akun perdagangan ilegal milik tuan nya namun ia lah yang mengelola nya.


"Tuan!" ucap nya sembari tergesa-gesa menghampiri pria itu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya James mengernyit.


"Mereka mengirim ini," ucap Nick sembari menampilkan sebuah Poto di mana seorang gadis yang tak sadarkan diri dengan memakai pakaian blouse tipis sebelum nya tergelatak di lantai es.


Ia mengernyit namun berusaha untuk tak memperdulikan nya lagi.


"Lalu?" tanya nya dengan datar.


"Ini seperti box penyimpanan es, mereka bilang akan mengirim nona ke Vietnam untuk di jual, kapal nya juga akan berangkat 3 jam lagi." ucap Nick yang sesuai dengan pesan yang tertera.


"Bukan urusan ku, lagi pula kakak nya jyva pasti akan menemukan nya kan?" jawab James ketus dan beranjak pergi.


"Apa kita beritahu pada kakak nona Louise? Agar menjemput nya?" tanya Nick sekali lagi.


"Untuk apa? Biarkan saja dia mati di sana atau di jual! Lagi pula bisa saja itu jebakan lagi kan?!" tanya James dan segera bergegas ke kamar nya.


Ia menutup pintu nya dengan kesal, perasaan campur aduk tak bisa berpikir dengan jelas saat foto gadis itu di tunjukkan namun ia tak ingin memperlihatkan rasa gelisah nya sama sekali.


Ia pun menjatuhkan diri nya ke ranjang berusaha menutup mata nya dan mencoba tak peduli lalu tertidur.


James?


Cantik? Kayak aku!


Hihi, tangan mu hangat...


Suara yang terdengar mengusik rencana nya untuk tidur semakin membuat nya tak bisa memejam dengan.


Ia membuka mata nya lagi dan melihat ke arah tangan nya, "Hangat?" gumam nya yang kembali teringat dengan tubuh yang tergelatak diatas es.


"Si*l!" decak nya dengan kesal dan mulai bangun dari ranjang nya.


Ia pun keluar dan menghampiri Nick yang mulai ingin membagikan lokasi yang ia dapat pada Louis tanpa sepengetahuan tuan nya.


"Siapkan helikopter nya, kita akan menjemput nya!" ucap pria itu dengan wajah yang masih datar namun rasa gelisah tetap tersirat di mata nya.


Nick bernapas lega, ia tak jadi memberitahu keluarga gadis itu yang kini tengah berusaha mati-matian untuk menemukan adik nya yang raib setelah di bawa ambulans.


Bahkan Louis sudah menyiksa pelayan yang memasukkan obat bius di minuman sang adik agar mengaku siapa yang telah membayar nya untuk itu.


"Saya tau tuan masih peduli," ucap Nick lirih namun terdengar di telinga pria itu.


"Peduli? Pers*tan dengan hal seperti itu! Aku cuma mau dia mati di tangan ku bukan orang lain!" ucap nya berdalih.


...****************...


Okey di sini yang merasa othor up nya lama bat pertama othor mau bilang maaf untuk update yang tidak menentu πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Tapi othor nya memang lagi sibuk banget karna uda semester akhir, PBL terus proposal abis ity revisi belum lagi sempro yabg Uda di depan mata.


othor juga sebelum nya sempet drop waktu PBL kemarin, begadang terus negrjain proposal karna di tekan waktu, tidur nya juga kadang cuma 4 atau 5 jam.


Makan juga uda ga teratur, belum lagi ke kampus buat ngejer bimbingan.


Nulis nopel aja itu curi" waktu kalo uda pegel banget ngerjain revisi dan segala macam.


Tapi ttp othor usahain up walaupun kondisi badan dan waktu uda ga tentu juga.


Kalau othor ikutin sampai selesai semua nya yah itu di bulan 9 itu juga masih belum berhenti karna kami ada ukom dulu.


jadi othor harap maklum yahπŸ™πŸ™


Bukan nya ga mau up setiap hari atau crazy up atau mungkin Doble up, tapi memang waktu luang othor nya lagi ga sebanyak dulu.


oke sampai di sini curhatan nya Jan lupa dukungan nya yahβ™₯️

__ADS_1


Happy reading readers Ter luv othorπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2