(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Cuma Air!


__ADS_3

Ke esokkan pagi nya.


Udara segar dengan suhu sejuk membuat gadis itu menarik oksigen beberapa kali, wajah yang masih polos tak mengenakan make up serta sweter rajut berwarna krem kecoklatan itu membungkus tubuh nya.


"Kau mau makan apa untuk sarapan?"


Suara pria yang terdengar dan membuat nya langsung menoleh.


"Makan apa yah? Terserah mu saja," jawab Louise sembari menoleh ke arah pria itu.


"Kau mau makanan yang di siapkan mereka saja?" tanya Zayn lagi karna ia tau tempat mereka beristirahat juga menyiapkan makanan.


"Apa saja," jawab Louise singkat.


"Yakin? Nanti kau tiba-tiba nangis tidak mau makan," sanggah pria itu dengan bercanda.


Louise tertawa kecil, ia tersenyum dan memejam sembari memangku tangan nya ke pipi.



"Aku bukan anak kecil lagi Zayn, lagi pula kan kalau di antara kita yang masih bayi itu kau." jawab nya tertawa.


Tadi malam pria itu tak melalukan apapun seperti biasanya kecuali dengan beberapa ciuman di bibir dan beberapa kecupan di leher nya.


Maka dari itu ia selalu menganggap jika pria di depan nya itu seperti anak kecil yang takut bertindak agresif pada nya namun bagi nya hal itu cukup menggemaskan.


"Sudah sebesar ini masih di bilang bayi..." ucap pria itu dengan kesal namun malah membuat Louise tertawa.


......................


Mansion Dachinko


James tertawa memincing dengan kesal melihat laporan yang berada di depan nya.


"Pergi liburan?" gumam nya yang meremas kertas di depan nya.


Tangan nya mengetuk meja dengan menggunakan jemari nya hingga menimbulkan irama.


Ia merasa kesal, alasan gadis itu tak lagi kembali menemui putri nya karna sedang pergi liburan dan hal itu juga bersama pria yang menjadi saingan nya sejak dulu.


"Mereka tidak melakukan apapun kan? Dia tidak boleh hamil..." gumam nya lirih.


"Dia hamil nya harus dengan ku," sambung nya dan mulai bangkit dari duduk nya.


Langkah nya baru berjalan keluar beberapa langkah dan suara nyaring yang masih kekanakan itu langsung masuk ke dalam telinga nya.


"Daddy!"


Pria itu langsung menangkap tubuh mungil putri nya yang berlari kencang ke arah nya, Bianca tertawa dan melihat sang ayah dengan bingung.


"Daddy mau kemana?" tanya nya pada sang ayah.


"Daddy ada urusan, hari ini Bian main sama kakak yah?" ucap nya pada putri nya dan mencium nya sekilas sebelum menurunkan nya.


Sementara itu Nick pun datang dan memberikan setumpuk kertas berisi tentang sesuatu yang harus di lakukan pria itu.


Tak ada balasan sama sekali untuk setiap ucapan Nick, pria itu terus berjalan tanpa menoleh dan menghidupkan mobilnya dengan kunci remot yang ia pegang.


"Aku rasa aku butuh liburan," ucap James sebelum memasuki mobil nya.


Nick mengernyit, "Liburan? Sejak kapan?" gumam nya bingung saat melihat mobil mewah itu mulai melaju.


"Astaga!" pria itu langsung tersentak, ia tau tuan nya bukan nya sengaja ingin liburan namun pergi ke 'liburan' untuk menyusul gadis nya.


......................


Skip


Louis menatap ke arah wanita di depan nya, wajah nya penuh dengan senyuman sembari mendorong keranjang belanjaan yang penuh.


"Kau lelah kan? Makanya tidak usah mengikuti ku," ucap Clara dengan nada setengah ketus dan kesal karna mantan suami nya itu selalu mengikuti nya saat memiliki waktu luang.


Dan karna kekesalan nya ia pun pergi berbelanja bahan pokok, sesuatu yang tidak di siapkan oleh pegawai brand seperti kehidupan mantan suami nya itu, ia pikir melakukan demikian akan membuat pria itu berhenti mengikuti nya namun malah semakin ikut.


"Tidak, kau mau ku temani bulan depan nya? Lalu bulan depan nya lagi? Sampai tahun depan? Sampai tahun depan nya lagi? Sampai-"


"Sstt! Udah jangan di lanjutin," jawab Clara yang tau akhir dari pembicaraan itu.


"Kalau seperti ini kita jadi seperti pasangan sungguhan," ucap Louis lagi dengan tersenyum.


"Pasangan yang cerai kan?" tanya Clara menyindir status yang mereka miliki.


"Kalau begitu tinggal nikah lagi kan? Lagi pula kita kan sudah melakukan inti nya," jawab Louis enteng.

__ADS_1


Langkah kaki wanita itu terhenti, ia mengernyit dan menoleh ke arah pria yang tengah membawa troli besar itu.


"Inti nya? Memang kita melakukan apa?" tanya nya yang lupa dengan pertemuan pertama setelah tiga tahun perceraian.


"Tidur bersama," jawab Louis gamblang dengan wajah seperti anak-anak yang tak pernah melakukan dosa.


Mata wanita itu langsung membulat dan dengan refleks menutup mulut pria di depan nya.


"Kenapa di ungkit lagi?!" tanya nya seketika dengan panik takut ada yang mendengar nya.


"Kau kan tanya aku cuma jawab," ucap Louis setelah menurunkan tangan kecil wanita dari bibir nya.


Clara pun membalik langkah nya dan kembali berjalan sedangkan pria yang membawa troli itu mengikuti nya.


"Cla? Kau suka rasa vanila kan?" tanya nya saat wanita itu berhenti jajaran rak untuk makanan ringan.


"Hm," jawab Clara sembari mengambil salah satu camilan biskuit dengan berlapis coklat putih rasa vanila.


"Aku kan juga produksi vanila, kau mau coba malam ini?" tanya pria itu dengan godaan nya.


"Louis!" sentak Clara pada nya.


Pria itu tersenyum, wajah yang memiliki kulit seputih susu itu mulai memerah walaupun ia terlihat kesal.


"Iya, sayang." jawab nya dengan terkekeh dan kembali mengikuti wanita cantik itu.


......................


Sementara itu.


Suasana pantai biru yang tampak menyenangkan namun ada salah satu pengunjung yang terlihat panas dengan pandangan di depan nya.


"Sial! Apa aku harus kesana dan mengacau sekarang?" gumam nya dengan kesal menatap sepasang wanita dan pria yang terlihat senang bermain di pinggir pantai.



Pria itu tak tahan lagi melihat nya, ia ingin segera mengacau walaupun akan ada suasana yang rusak nanti nya.


Sementara itu tawa Louise mulai terhenti, bulu kuduk nya merinding dan merasakan hawa dingin.


"Zayn? Aku merinding tiba-tiba," ucap nya pada tunangan nya sembari meminum kembali minuman di tangan nya.


"Mungkin kau perlu ke toilet?" tanya Zayn saat melihat gadis di depan nya terus minum karna merasa haus.


"Iya sih, tapi nanti saja." jawab Louise yang merasa tak begitu butuh untuk ke kamar mandi sekarang.


Deg!


Itu dia kan? Kenapa dia ke sini?! Gila!


Louise sontak terkejut, rasa nya seperti bertemu selingkuhan dan pasangan di tempat yang sama.


Tentu ia tak ingin membiarkan pria yang menjadi tunangan nya bertemu dengan pria gila yang mencium nya sembarangan dan punya anak dari nya.


"Zayn!" panggil nya seketika.


"Iya?"


"Aku mau minum lagi!" ucap nya pada Zayn.


"Tapi minum mu masih ada," jawab pria itu sembari melihat ke arah minuman yang berada di tangan gadis itu.


Louise pun mengernyit, ia langsung dengan cepat menghabiskan minuman di tangan nya, "Sekarang sudah habis." jawab nya seketika.


"Ini, minum ku? Kau mau?" tawar Zayn memberikan cup nya yang masih seperempat.


Louise mengambil nya namun tanpa sengaja pegangan nya malah membuat minuman tersebut jatuh dan mengenai celana jeans yang ia kenakan.


"Astaga, kau mau ganti pakaian? Ak-"


"Tidak! Aku mau minum! Belikan aku minum!" jawab Louise tanpa memikirkan celana nya yang basah ketumpahan air.


Malah ia yang panik untuk membuat tunangan nya pergi lebih dulu.


"Baik, kau tunggu di sini dan pakai ini." ucap Zayn sembari membuka kemeja yang ia kenakan seperti outer dan melihat di tubuh gadis itu agar tak memperlihatkan celana yang basah.


"Ya," jawab Louise langsung dan melihat pria yang menatap nya tajam dari jauh semakin mendekat.


Setelah Zayn pergi membeli minuman nya, ia pun langsung putar arah dan berlari menjauh.


Namun ia tak tau jika pria itu juga akan berlari mengikuti nya.


Sial! Dia atlit lari?!

__ADS_1


Batin gadis itu yang mulai kehabisan napas dan lari yang mulai melemah.


Greb!


Netra hijau nya membulat, ia terkejut dan tubuh nya langsung memutar.


"Kau bahagia sekali? Hm?"


Ucapan yang pertama kali ia dengar di bibir pria itu.


Wajah yang terlihat tersenyum namun entah kenapa membuat nya semakin merinding dan merasa dingin.


"Tentu," jawab nya singkat dan berusaha melepaskan tangan nya.


"Sayang sekali dia pergi padahal aku juga mau bertemu dengan nya," ucap pria itu lagi dengan senyuman namun mata tajam yang dapat membuat siapapun merasakan awan hitam nya.


Louise tak mengetakan apapun namun ia sibuk dan berusaha melepaskan genggaman pria yang tampak seperti besi di lem itu.


"Kau liburan dan meninggalkan anak mu? Dia menunggu sampai sore dan berakhir dengan menangis." ucap nya lagi dan membuat gadis itu tersentak.


Louise menatap ke arah wajah pria di depan nya sejenak dan kemudian membuang pandangan nya.


Mendengar itu membuat nya merasa bersalah namun ia menepis nya segera, "Anak ku? Dia bisa jadi anak ku kalau aku ingat tapi aku tidak, jadi dia bukan anak ku tapi anak mu." sanggah nya untuk menepis rasa bersalah nya.


"Aku tidak punya rahim, jadi aku tidak mungkin hamil anak itu kan?" tanya James pada gadis di depan nya.


"Tapi aku tidak ingat! Tidak ada sama sekali padahal kalau aku ibu nya aku yang akan mengandung kan? Tapi aku tidak ingat!" ucap nya merasa kesal.


"Kalau begitu kau mau ingat? Aku bisa bantu kau ingat lagi bagaimana kau bisa hamil dia saat itu," ucap nya dengan wajah yang tak lagi memiliki senyuman.


Louise mengernyit ia tak mengerti apa yang di maksud oleh pria di depan nya.


"Kau mau bantu aku ingat seperti apa?" tanya tanpa sadar yang keluar.


"Kau tidak tau proses pembuatan anak? Kita tinggal membuat nya lagi kan? Kau sendiri yang bilang kau lupa?" tanya pria itu enteng namun dengan wajah serius.


"Si*lan! Dasar mes*m!" umpat Louise seketika.


Ia menarik napas nya, dan setelah makian nya ia mulai merasakan desakan yang menginginkan untuk segera di keluarkan.


Seperti nya aku memang sudah terlalu banyak minum


Batin nya yang sudah mulai merasakan efek nya, ia berusaha melepaskan genggaman tangan pria itu lagi.


"Lepas! Aku mau pergi! Ada urusan mendadak!" ucap nya yang semakin berusaha melepaskan genggaman tangan pria itu.


"Urusan apa?" tanya James seketika dan mengernyit.


"Urusan perempuan!" jawab gadis itu dengan ketus.


Kenapa tangan nya keras sekali?!


Gumam nya yang berusaha melepaskan tangan pria itu sementara ia yang semakin merasa ingin buang air dengan segera.


"Kau mau kabur kan? Tidak bisa," ucap James segera dan tak berniat melepaskan tangan nya.


Mata nya juga mengernyit melihat kemeja pria yang melilit gadis itu, ia pun dengan segara menarik nya dan dengan bersamaan-


"Aku mau pipis!" jawab Louise yang memang butuh segera ke kamar kecil.


Tangan pria itu langsung ia angkat dan ia gigit sekuat mungkin hingga James tanpa sadar melepaskan nya.


Gadis itu langsung berlari segara sedangkan pria itu terdiam, "Tapi celana mu sudah basah, kau tidak..." ucap nya dengan nada curiga tanpa tau jika gadis itu ketumpahan air sebelum nya.


Langkah Louise terhenti, walaupun ia sudah sangat kebelet namun ia lebih kesal lagi mendengar ucapan yang seperti tuduhan itu.


"Ini air bod*h!" ucap nya dengan kesal karna bisa-bisa nya pria itu mengira ia sudah buang air di celana.


"Tapi kan buang air kecil juga air dan kau tadi kan mau pipis," jawab nya dengan wajah dan mata yang datar.


"Si*lan kau menyebalkan," ucap nya dengan kesal.


"Tidak perlu malu," jawab James dengan datar dan semakin membuat darah tinggi gadis itu naik.


"Ini air! Buka- Argh! Si*l!" ucap Louise kesal yang tanpa sadar mengumpat dengan kesal dan berbalik.


James terdiam, mendengar makian gadis itu yang terlihat kesal malah membuat nya tertawa, sudah lama sekali ia tak pernah melihat ekspresi sebayak itu dari gadis nya saat marah.


"Sudah ku bilang tidak perlu malu kan?" ucap nya sembari mengejar dan menyusul gadis di depan nya.


"Di bilang ini cuma air!" sambung nya yang tak ingin pria itu menyusul nya dan mempercepat lari walau kondisi fisik nya tak memungkinkan ia untuk lari.


"Iya, kan memang air." jawab pria itu yang tak berada jauh di belakang nya dan berlari namun mengikuti kecepatan gadis di depan nya.

__ADS_1


Kenapa anak sama ayah nya sama aja!


Batin gadis itu yang merasa dejavu seperti sebelum nya saat ia di kejar oleh anak kecil yang memanggil nya 'Mommy' dan saat ini ia di kejar oleh pria yang salah paham tentang situasi nya dan yang paling mirip adalah stamina yang bisa menyusul nya berbanding terbalik dengan stamina tubuh nya yang lemah.


__ADS_2