(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Tawaran


__ADS_3

Cafetaria


Pria itu menarik napas nya, ia melihat mantan kekasih nya yang datang jauh-jauh dari New York untuk menemui nya.


"Kau tau dari mana kalau apart ku di sini," tanya Zayn yang memulai pembicaraan.


"Kau pernah bilang dulu," jawab wanita itu lirih.


"Kau marah?" sambung Edna yang menatap dengan gugup.


Zayn menarik napas nya dan kemudian menggeleng, "Tidak, hanya saja sedikit terkejut." jawab nya singkat.


Edna diam sejenak, ia menatap ke arah mata pria itu dan kemudian menarik napas nya sebelum ia bicara.


"Waktu itu kau pernah bilang kalau aku mau menikah kau akan menikahi ku kan?" tanya nya lirih yang menatap ke arah pria itu.


"Ya, dan kau tidak menginginkan nya." jawab Zayn yang menatap ke arah wanita itu.


"Maafkan aku, keputusan ku terlalu gegabah..." ucap Edna lirih yang menatap ke arah prai itu.


"Sebenarnya keputusan mu juga tidak salah, selama dua tahun aku memang belum menyukai mu, dan wajar kalau kau terluka." ucap Zayn yang menjawab wanita itu.


Edna masih diam, memang pria itu tak memberikan cinta nya namun perlakuan yang lembut dan membuat nya seperti menjadi ratu hanya ia dapatkan dari pria yang tidak pernah mengatakan 'Aku mencintai mu'


Berbeda dengan mantan kekasih nya yang lain yang selalu mengatakan cinta namun terkadang menyerang nya dan memaksa nya untuk sesuatu.


Pria itu tak pernah melakukan nya, jangan kan memaksa nya. Meneriaki nya saja tak pernah. Yah walaupun itu berarti pria itu pun tak pernah cemburu.


Namun walaupun begitu ia selama ia menjalin hubungan dengan pria yang ada di depan nya ia pun juga tak pernah di khianati dalam bentuk apapun.


"Ayo menikah, kita menikah saja!" ucap Edna yang kemudian memberanikan diri dengan menurunkan ego nya.


Zayn diam sejenak, jika dulu ia bisa mengajak wanita itu menikah. Hal itu wajar karna mereka sedang dalam menjalin sebuah hubungan.


"Alasan nya? Kalau hanya dengan alasan kau mencintai ku, dulu waktu kau menawarkan hubungan sepasang kekasih kau juga mengatakan hal yang sama." ucap Zayn yang menatap ke arah wanita itu.


"Tidak ada pria yang seperti mu, selama aku hidup baru kali ini aku bertemu dengan pria yang sebaik kau, dan..."


"Aku merasa kalau aku tidak melakukan ini sekarang aku akan menyesal seumur hidup ku." ucap Edna dengan mata dan wajah yang yakin.


Zayn diam sejenak, ia menatap kesungguhan wanita itu dalam berbicara.


"Kau tidak mengatakan ini karna sedang hamil kan? Kalau kau hamil kau bisa katakan dengan jujur," ucap nya yang merasa wanita di depan nya tampak buru-buru.


"Astaga! Kau menuduh ku selingkuh?" tanya Edna dengan wajah yang kesal begitu mendengar nya.


"Aku tidak bilang kau selingkuh, lagi pula kalau kau hamil juga ada kemungkinan kalau itu anak ku," jawab Zayn yang mematahkan pikiran buruk wanita di depan nya.


"Benar juga, akan bagus kalau jadi nyata tapi aku tidak hamil." ucap Edna yang menatap ke arah pria itu.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita balikan lagi? Kau bisa lihat kalau aku adalah orang yang benar-benar cocok untuk di jadikan istri." ucap Edna yang memberikan penawaran.


"Tidak apa kalau kau tidak mencintai ku, lagi pula aku yakin kalau kau tidak akan selingkuh." ucap nya dengan senyuman.

__ADS_1


"Baik, kau bisa melakukan nya kalau mau." ucap Zayn yang menarik napas nya karna memang kedua orang tua nya pun ingin ia segera menikah agar melupakan masa lalu nya.


"Oh iya? Anak perempuan yang ada di apart mu tadi siapa?" tanya Edna yang penasaran karna tadi ia melihat seseorang namun Zayn sudah menarik nya untuk bicara di luar.


"Hm?" Zayn memikirkan sejenak karna terlalu absurd jika ia mengatakan putri dari mantan tunangan nya berada di dalam apart nya hingga larut.


"Keponakan ku," jawab nya singkat dengan jawaban yang paling masuk akal untuk saat ini.


"Kau tinggal dengan keponakan mu?" tanya Edna dengan memiringkan kepala nya.


"Tidak, dia hanya datang dan bermain lalu pulang." ucap Zayn yang menatap ke arah wanita itu.


Edna mengangguk, "Besok aku boleh ke sini lagi?"


"Kau bisa ke sini kalau mau," ucap nya yang tak melarang, "Kau sudah punya rumah untuk tinggal di sini?"


Edna menggeleng mendengar nya, "Aku baru sampai malam ini, tadi aku pesan di motel dan meninggalkan barang-barang ku sana. Nanti aku cari apart sekalian cari kerja." ucap nya.


Zayn mengernyit mendengar nya, "Pekerjaan mu? Jangan bilang kau resign dan datang tanpa persiapan apapun?"


Tak ada jawaban, hanya senyuman yang mengatakan semua nya.


"Tenang saja! Aku punya banyak uang pensiun, lagi pula aku sudah jadi budak perusahaan selama 13 tahun!" ucap nya yang mengernyit mengingat pekerjaan karyawan yang sering lembur.


"Bukan nya kau sudah naik promosi jabatan?" tanya Zayn sekali lagi.


Wanita di depan nya tak berasal dari keluarga yang kaya seperti diri nya. Hanya wanita biasa yang bekerja sebagai pegawai kantoran biasa juga.


"Kau bisa tinggal di apart ku kalau mau sampai menemukan tempat tinggal mu." ucap Zayn yang menghela napas nya.


"Boleh?" tanya Edna mengernyit.


"Waktu di New York kau juga mengikuti ku dan tinggal dengan ku hampir satu tahun kan?" tanya Zayn yang membuat wanita itu terdiam.


"Yap, okey! Aku dapatkan tempat tinggal sekalian dengan pengantin pria ku." ucap nya yang mencoba memiliki muka tembok karna ia yang lebih dulu mengakhiri hubungan nya dan ia yang sekarang mengejar mantan kekasih nya lagi.


...


Apart Sky Blue


Bianca tak bisa tenang, ia sama sekali tak pulang dan malah menunggu pria itu.


Suara pin yang di tekan membuat nya menoleh, ia langsung mendekat ke arah pintu.


"Kau belum pulang? Mau ku antar saja?" tanya Zayn saat pintu terbuka dan melihat ke arah gadis remaja itu.


"Kenapa dia ikut?" tanya Bianca dengan wajah masam saat melihat ke arah wanita dengan rambut panjang itu.


"Dia akan tinggal di sini untuk sementara waktu," jawab Zayn sembari membawa koper Edna untuk masuk.


"Edna, kau keponakan nya?" tanya Edna dengan tersenyum ramah sembari mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.


Bianca tersenyum miring mendengar nya, "Siapa yang bilang aku keponakan nya? Bukan tuh!" ucap nya dengan nada ketus.

__ADS_1


Edna tersenyum canggung dan menarik tangan nya saat melihat sikap yang tak ramah itu.


"Bianca? Sudah jam 10? Aku antar saja? Mommy mu akan cari nanti," ucap Zayn yang menatap ke arah gadis itu.


"Tapi kenapa dia tinggal di sini! Kalau dia tinggal di sini aku juga tinggal di sini!" ucap Bianca menyentak yang tak terima dan melihat dengan begitu geram ke arah wanita yang baru ia temui sekarang.


"Bianca?" Zayn tak membentak nya, suara yang halus namun begitu menekan dan tatapan mata yang tampak tak menyukai sikap gadis remaja itu.


"Ck! Ga usah antar!" ucap nya yang berdecak dan mengambil tas nya serta keluar dengan kesal.


Zayn diam sejenak, namun kemudian ia mengikuti nya, "Aku antar dia dulu kau bisa makan atau mandi kalau mau." ucap nya pada Edna.


Ia tentu tak bisa membiarkan gadis remaja itu pulang sendirian walaupun belum menunjukkan waktu tengah malam.


Mengikuti taksi nya dan melihat apakah gadis itu sudah benar-benar sampai di rumah nya atau tidak.


......................


Skip


Mansion Dachinko


Brak!


James tersentak, pintu ruang kerja nya terbuka tiba-tiba dan keluar wajah cantik yang masam itu.


"Kau tidak sekolah? Kenapa kau di sini?" tanya James yang menatap ke arah putri nya yang harus nya sekarang berada di sekolah.


"Daddy? Aku punya barang bagus, masih cantik ukuran dada juga lumayan besar dan seperti nya sehat." ucap nya yang menatap sang ayah.


James tersenyum kaku mendengar nya karna bercampur heran.


"Maksud mu apa bilang seperti itu pada ku? Kalau Mommy mu sampai dengar, dia bisa tidak membiarkan ku tidur dengan nya." ucap nya yang kehabisan kata-kata mendengar putri nya.


"Nama nya Edna tapi aku ga tau nama belakang nya, nanti aku bawa dia terus Daddy jual yang jauh dari sini." ucap Bianca yang tak menjawab dan malah terus mengatakan keinginan nya.


"Hum? Ini bisnis? Tapi aku tidak mau menerima pengadah dari anak di bawah umur walaupun putri ku sendiri," ucap James yang tau jika putri nya sedang meminta nya untuk menjual seseorang.


Bianca tersenyum mendengar nya, "Tapi kan Daddy itu bandar dari semua bandar! Gimana kalau Daddy biarin aku yang megang satu Minggu di pengiriman untuk yang di jual? Aku jamin nanti Daddy dapat keuntungan 70 % dan semua nya aman! Ga ada yang bakal tau, semut di kantor polisi juga ga akan tau!"


"Penawaran nya cukup bagus tapi siapa yang mau kau jual?" tanya James yang mengangguk namun ia juga merasa putri nya sangat jarang ingin menjual orang lain.


"Rahasia, hehe..." jawab Bianca dengan tersenyum dan tawa kecil.


"Dia juga keliatan nya sehat sih Dad, menurut Daddy aku jual utuh apa jual organ nya aja?" tanya Bianca lagi yang sedikit bimbang.


"Memang nya aku sudah setuju? Sana sekolah dulu, mau jual yang begitu belum waktu nya!" ucap James yang mengusir putri nya.


"Ck! Kalau aku yang gantiin Daddy pasti bakal lebih banyak untung!" ucap nya yang berdecak kesal melihat sang ayah.


"Astaga, kenapa sekarang putri ku tidak normal?" gumam pria itu yang melihat kelakuan putri cantik nya.


"Aku juga punya Daddy yang ga normal tuh!" ucap nya yang kesal pada sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2