(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Serigala


__ADS_3

Mansion Dachinko


Chiko menarik napas nya, ia tak bisa mengatakan apapun setelah melihat tuan nya terluka saat kembali.


"Seperti nya akan berbekas, ini luka apa?" tanya nya yang melihat luka yang berada di telinga tuan nya yang tampak lebih lebar.


James tak mengatakan apapun, ia diam tak menjawab nya.


"Tuan? Anda bisa mendengar suara saya dengan baik kan?" tanya Chiko saat mengobati telinga tuan nya.


"Ya," jawab James singkat.


"Coba hitung satu sampai sepuluh," ucap Chiko sekali lagi pada tuan nya untuk memastikan pendengaran pria itu baik-baik saja.


"Kau sedang berpikir bicara dengan anak TK? Kenapa kau menyuruh ku berhitung?" tanya James mengernyit.


"Luka nya mengenai daun telinga, tapi tidak sampai ke tulang lunak nya dan untung nya kepala anda tidak sampai kena." ucap nya pada tuan nya.


James masih tak mengatakan apapun, ia diam dan bungkam tak membahas apapun mengenai luka yang ia dapat.


"Bianca sudah tidur?" tanya nya yang menanyakan putri nya.


"Ya, dia terlalu banyak bermain tadi makanya tertidur lebih awal." jawab Chiko yang tentu tau sifat yang begitu aktif dari nona muda nya.


"Anda mau memakai anting untuk menutupi bekas luka nya nanti?" tanya Chiko saat sudah memperban dan mengobati luka di telinga tuan nya.


"Aku tidak terlalu suka anting," jawab James yang berdiri dan menyuruh pria itu untuk pergi.


James menarik napas nya, ia tak tau pembicaraan nya tadi berhasil atau tidak namun yang jelas nya saat ini ia sudah kembali.


"Ku harap ini berhasil," gumam nya lirih yang ingin semua segara berakhir.


......................


Kediaman Rai


Louise membuang napas nya, ia tak bisa tidur sama sekali, lebih tepat nya pembicaraan nya yang terakhir dengan sang kakak begitu menganggu nya.


Saudara kembar nya pun dalam beberapa hari terakhir tak begitu mengajak nya berbicara, ia hanya bicara jika itu berhubungan dengan pekerjaan nya dan terlihat cukup diam.


"Kenapa rumit sekali sih?" tanya nya lirih yang menutup wajah nya di dalam bantal yang empuk dan wangi itu.


...


Ke esokkan pagi nya.


Langkah nya terhenti, ia tau semalam sang kakak tak kembali tanpa kabar apapun dan tentu ia langsung mengira jika saudara kembar nya itu menginap bersama kekasih nya lagi.


"Kau sudah pulang?" tanya nya yang mulai basa-basi.


"Ya, kenapa hanya berdiri di sana? Sini duduk dan sarapan dengan ku." ucap Louis pada adik nya dan membuat Louise menoleh.

__ADS_1


"Ya? Oh? I..iya..." ucap nya yang bingung sesaat melihat sang kakak kembali bicara seperti biasa padahal malam ketika kencan nya gagal pria itu tampak begitu marah dan kecewa mendengar jawaban nya.


"Hari ini ada sup cream salmon, kau makanlah lebih banyak." ucap Louis yang tau apa yang di sukai oleh adik nya.


"Kau sudah tidak marah lagi?" tanya Louise setelah mengambil mangkuk yang di sodorkan pada nya.


"Lagi pula kau sudah dewasa, aku juga tidak bisa terlalu membatasi mu tapi..." ucap nya yang tak menjawab namun mengatakan hal lain yang jug di perlukan untuk adik nya.


"Jangan hamil dengan siapapun lagi sampai kau punya hubungan yang jelas dan terdaftar," ucap nya yang ingin saudari nya lebih berhati-hati.


"Apa itu memalukan? Kalau aku aku kembali hamil tanpa pernikahan lagi?" tanya nya pada sang kakak.


"Tidak, kau sendiri tau banyak hubungan tanpa pernikahan. Hanya saja aku tidak mau kehamilan adalah alasan untuk mu menikah." ucap nya pada adik nya.


"Berbeda lagi kalau kau ingin bayi tanpa menikah, kau bisa saja memiliki itu aku juga tidak akan melarang." ucap nya pada sang adik.


Louise diam tak mengatakan apapun pada sang kakak yang menatap nya, tatapan yang gelisah dan khawatir yang tulus.


"Karna kau wanita jadi kau tidak tau apa yang di pikirkan pria, walaupun kakak mu aku juga pria dan karna aku juga tipe pria yang baik aku bisa tau pikiran br*ngsek pria lain nya jadi dengarkan saran ku kali ini." ucap nya pada adik nya dan beranjak bangun.


"Aku ke rumah sakit lebih dulu, sarapan ku sudah selesai." ucap nya yang beranjak meninggalkan saudari nya.


Ia tau beberapa alasan yang bisa di pakai seorang pria untuk membuat wanita mau menikah bersama, terlebih lagi adik nya memiliki semua anatomi repr*duksi wanita yang sehat walaupun memiliki fisik yang tergolong lemah.


Louise masih diam, ia tak mengatakan sepatah kata pun dan mencoba meraih sup nya lagi.


Ia tau sang kakak sangat menyayangi nya, membuat nya menjadi prioritas utama selama ini, maka dari itu untuk membantah rasa nya sedikit sulit.


"Seperti nya pencernaan ku akan terganggu," gumam nya lirih yang sulit untuk menelan sarapan nya.


......................


Mata bulat itu menatap ke arah sang ayah yang tampak berbeda karna perban nya.


"Daddy? Ini Daddy kenapa?" tanya Bianca yang memegang telinga nya dan menatap sang ayah dengan iris nya yang jernih.


"Ini? Karna Daddy semalam main-main di luar," ucap nya yang menoleh dan menatap ke arah wajah putri nya yang tampak baru bangun tidur itu.


"Daddy main apa? Kok ga ajak Bian?" tanya nya yang masih mengusap mata nya.


"Iya, Bian kan belum mandi." jawab James yang tersenyum sembari mengangkat tubuh putri nya yang tampak masih mengantuk itu.


"Sekarang mandi sama kakak pengasuh nanti Daddy antar ke sekolah." ucap nya yang tersenyum.


Bianca menurut pada ayah nya, ia tak protes saat para pengasuh membawa tubuh mungil nya untuk mandi.


......................


Cafe


Mata hijau itu mengernyit ke arah pria yang sebelum nya ia panggil untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Dalam beberapa hari setelah kencan nya yang terakhir ia mengabaikan semua pesan yang masuk pada nya dan tak menemui pria itu sama sekali dan sekarang?


Ia yang lebih dulu memanggilnya dan menawarkan untuk makan siang bersama.


"Telinga mu kenapa?" tanya Louise yang mendekat ke arah daun telinga yang di perban itu.


"Bukan luka yang serius," ucap nya yang memberikan senyuman tipis dan menangkup tangan yang berusaha memegang luka nya itu.


"Kenapa bisa terluka?" tanya nya yang sama sekali tak tau apapun.


"Mungkin karna aku sedikit nakal?" tanya nya yang memberikan candaan dengan senyuman tipis.


Louise tak mengatakan apapun, wajah nya mengernyit dengan tatapan khawatir karena ia tau pria itu melakukan pekerjaan yang tak biasa dan ia pikir luka itu pun juga di dapatkan saat 'bekerja'


"Maka nya kerja itu jangan yang engga-engga!" ucap nya pada James dan kini sudah pindah posisi duduk di samping nya.


"Memang nya aku kerja apa? Aku juga bukan gig*lo tante-tante kan?" tanya James yang hanya membalas dengan candaan kecil.


Louise mendekat ke pria itu dan berbicara lebih pelan, "Kau itu mafia kan? Melihat semua yang kau lakukan pasti iya kan?" tanya nya berbisik.


James tertawa kecil mendengar nya, ia pun beranjak mendekat ke wajah gadis itu, "Bukan, aku itu Daddy nya Bianca." ucap nya dengan suara berbisik dan sekali lagi menanggapi dengan sesuatu yang tak serius.


"James!" Louise mengernyit, ia tampak kesal karna sejak tadi pria itu terlihat bercanda.


"Terus kau selalu membunuh orang lain, kau menganggap nyawa manusia seperti semut kan?" tanya Louise yang tampak kesal namun ia tak meninggikan suara nya.


"Kalau aku selalu membunuh orang lain, berarti pekerjaan ku pembunuh bayaran." ucap nya pada gadis itu dengan tersenyum.


"James?" panggil Louise lirih yang menarik napas nya.


Pria itu tersenyum, "Jangan terlalu banyak membaca cerita dan menonton film." ucap nya yang tersenyum dan membuat rambut halus yang tapi itu berantakan dengan usapan tangan nya.


"Ck!" decak Louise yang menatap dengan kesal karna pria itu membuat rambut nya berantakan.


"Tapi bukan nya itu akan sedikit keren? Kalau kau menikah dengan ku, kau akan jadi nyonya mafia dan terlebih lagi dengan sifat pemarah mu itu akan lebih cocok lagi." ucap James yang tersenyum.


"Sekarang kau mengaku?" tanya Louise dengan menatap kesal.


James menggeleng dengan senyuman kecil, "Apa yang kau bicarakan? Aku mafia? Aku ini pria baik yang polos," ucap nya yang memuji diri nya sendiri.


"Polos? Kau tidak salah? Kau saja selalu seperti serigala yang lapar," ucap nya pada pria yang tampak tersenyum itu.


"Serigala? Itu juga bagus, serigala di kenal hewan monogami, kata nya dia hanya kaw*n dengan betina yang dia suka saja." ucap James yang terlihat memikirkan nya.


"Ku rasa otak mu yang rusak bukan telinga mu," ucap nya yang menggelengkan kepala nya.


Pria itu tersenyum, pipi mulus tanpa jerawat yang halus itu membuat nya perhatian nya teralihkan sejenak.


Cup!


Tubuh gadis itu tersentak, ia menoleh ke arah pria yang mengecup pipi nya secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" tanya nya yang langsung menoleh ke arah sekitar karna ia berada di cafe yang dekat rumah sakit walau bukan cafe rumah sakit nya. Ia takut beberapa orang Kakak nya yang melihat.


"Rindu, seperti nya aku merindukan mu." ucap nya yang tersenyum dan menatap dengan tatapan yang sekarang menjadi lebih hangat dari pada mata coklat yang sering memandang dengan dingin dan tanpa ekspresi.


__ADS_2