(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Wait


__ADS_3

Tiga hari kemudian


Mansion Dachinko


Louise melirik melihat ke arah putri nya yang terus tersenyum cerah. Memang gadis itu selalu ceria namun tak pernah sesering ini menyebarkan senyum nya.


"Senyum terus? Ada cerita apa? Kasih tau Mommy juga dong..." ucap Louise yang tentu ingin tau dengan segala aktifitas putri nya.


Bianca tersenyum, ia menarik tangan sang ibu dan mendudukkan wanita itu tepat di sebelah nya.


"Ma? Tau ga? Bian punya pacar loh sekarang!" ucap Bianca tanpa ragu, ia tak memperdulikan masa lalu karna bagi nya yang terpenting adalah masa kini.


"Oh ya? Siapa?" tanya Louise yang tersenyum menatap ke arah putri nya.


"Paman Zayn!" jawab nya dengan senang tanpa beban, memang tak ada jawaban ya tapi ia menganggap nya seperti itu karna Zayn mulai menunjukkan aturan nya.


Dan ia juga sudah mengatakan, tidak mau di atur kecuali memang memiliki hubungan.


"Ya?" Louise tersenyum kaku, ia sedikit terkejut mendengar nya walau sang suami sudah sering membahas nya.


"Paman Zayn dulu tunangan Mommy ya? Kenapa ga jadi nikah Myy?" tanya Bianca yang menatap ke arah sang ibu.


"Kalau Mommy nikah sama dia kamu jadi punya dua Daddy dong," ucap Louise yang tersenyum kaku.


Greb!


Gadis itu memeluk sang ibu dengan tiba-tiba, "Makasih Mommy karna ga jadi nikah sama Paman Zayn, biar nanti dia nikah nya sama aku aja! Hihi!" ucap Bianca yang tampak begitu senang pada sang ibu.


Louise menarik napas nya, ia membalas pelukan putri nya dan mengusap punggung nya.


"Kamu sesuka itu ya sama dia?" tanya nya yang membuat anak gadis nya itu melepaskan nya secara perlahan.


"Iya!" jawab Bianca tanpa ragu.


"Kenapa?" tanya Louise yang ingin tau apa yang di pikirkan putri nya.


"Karna ganteng Myy! Pas deh sama tipe ideal aku! Terus tuh dia suka kabur-kaburan, aku kejar lah sampai dapat!" ucap nya yang dengan senang pada sang ibu karna tak ada omelan seperti sedang bersama dengan ayah nya.


Louise menangguk kecil mendengar nya, "Kamu mau pacaran sama siapa aja boleh tapi ga ada tidur bareng sampai umur 21 tahun ya," ucap nya yang mengingatkan putri nya.


"Yah, Mommy..."


"Kuno banget sih..." Seru Bianca dengan memelas pada sang ibu.


Ctak!


Louise memukul kepala gadis itu yang tampak memelas.


"Karna aku tau kau anak ku jadi aku juga tau nanti jadi nya akan seperti apa, kau mau hamil di usia muda? Jangan! Berisiko, Mommy ga setuju!" ucap Louise yang langsung mengatakan nya.


"Oh? Paman Zayn sekali bikin jadi Myy?" tanya Bianca dengan mata jernih nya yang menatap penasaran.


Ctak!


"Kau yang jadi masalah! Bukan dia! Astaga anak ini..." ucap Louise yang menarik napas nya.


"Gitu ya Myy? Kan aku bisa minta nya seminggu sekali, di cium aja paman nya udah mau kabur Myy..." celetuk Bianca dengan memelas pada sang ibu.


"Bianca..." panggil Louise lirih pada putri nya dengan senyuman tipis.


"Eh? Sampai umur 21 ya Myy? Berarti selain itu boleh kan Myy?" tanya Bianca yang langsung tersentak mendengar suara ibu nya.


"Mommy mau siapin kemeja Daddy kamu dulu," ucap Louise yang tak menjawab dan beranjak pergi dari pembicaraan yang mulai ambigu itu.


Louise berjalan dengan lebih lambat, ia memikirkan nya dan sedikit aneh. Pacar mantan tunangan nya itu baru saja putus beberapa waktu yang lalu dan sekarang malah menjalin hubungan dengan putri nya.


Dan tentu ia tau putus nya hubungan Zayn dengan Edna karna ia masih berhubungan dengan Larescha.


"Apa aku perlu menghubungi nya?" gumam Louise yang mulai meminta nomor dari sang kakak.


......................


Skip


Cafetaria


Suasana yang terasa canggung, masih sama-sama diam sejak 40 Menit yang lalu tanpa ada yang mengeluarkan suara lebih dulu.


"Zayn? Bagaimana kabar mu?" tanya Louise yang berbasa-basi lebih dulu.


"Baik, kau?" jawab pria itu yang juga memberikan pertanyaan balasan.

__ADS_1


Louise mengangguk, ia sebelum nya mau bertanya tapi sekarang malah begitu canggung.


"Aku pesan strawberry cake, kau masih suka?" tanya nya yang menatap ke arah gadis itu.


Louise mengangguk dan menatap ke arah pria itu.


"Ada apa? Kau seperti ingin mengatakan sesuatu?" tanya Zayn yang menyodorkan cake yang datang itu pada wanita di depan nya.


"Kau pacaran dengan Bianca?" tanya Louise tanpa sadar saat ia memasukkan cake manis dan lembut itu ke mulut nya.


Zayn diam sejenak dan kemudian menarik napas nya, "Kau mau aku jauhi anak itu?" tanya nya yang tak menjawab.


Louise menoleh, ia menatap ke arah wajah yang seperti akan menuruti apa yang ia katakan.


"Tidak, lakukan apa yang mau kau lakukan." jawab nya yang menatap ke arah wajah yang tak begitu banyak memiliki perubahan.


"Kau baik-baik saja? Dengan putri mu? Kau tidak berpikir aku akan melakukan sesuatu yang buruk?" tanya Zayn mengernyit.


"Aku baik-baik saja karna percaya pada mu, dan lagi hal seperti itu termasuk ke dalam kebebasan anak kan?" jawab Louise yang menarik napas nya.


"Walaupun dengan ku? Yang pertama umur ku sangat berbeda jauh dan yang kedua aku-" ia tak bisa mengatakan kalimat terakhir kalau ia pernah sangat mencintai wanita di depan nya, bahkan mungkin sampai sekarang pun sulit untuk melupakan nya.


"Kau bukan pilihan yang buruk juga, punya pekerjaan dan penghasilan, wajah dan tubuh juga bagus, tidak ada catatan kejahatan dan selama aku mengenal mu kau juga baik. Lalu masalah perbedaan usia, itu tidak terlalu bermasalah."


"Atau karna masa lalu kita? Itu juga bukan masalah, lagi pula kalau tidak ada masa lalu tidak mungkin ada masa kini atau masa depan kan?" tanya Louise yang membuat pria itu diam.


Zayn diam sejenak namun kemudian ia tersenyum tipis, "Sudah ku duga kalau kau punya anak pasti akan seperti ini,"


Louise tak menjawab, namun ia hanya tersenyum mendengar nya.


"Oh iya Zayn? Ini mungkin sedikit..." ucap Louise yang terlihat enggan membicarakan nya.


Namun Zayn masih mendengarkan.


"Jangan berhubungan itu, kau tau kan? Sampai dia berumur 21 tahun, dia anak yang sulit di cegah jadi kalau dia tau hal seperti itu terlalu cepat aku sedikit khawatir..." ucap Louise yang langsung membicarakan pokok nya.


Zayn memiringkan kepala nya, "Kalau aku melakukan nya sekarang aku juga akan terlihat seperti ped*fil kan?" tanya nya yang sedikit bingung.


"Maybe? Just a little," Jawab Louise lirih yang mengangguk kecil.


Pria itu terdiam, namun sesaat ia tersenyum. "Kau tidak berubah sama sekali," ucap nya yang menatap ke arah wanita itu.


......................


Skip


Satu Minggu kemudian.


Humph!


Hah...


Hah...


Hah...


Suara napas yang berat dengan pangutan yang terus terasa membuat pria itu mulai memerah.


Bruk!


"Eh?"


Gadis itu tersentak, tubuh nya di balik dan tangan nya di ikat kebelakang.


"Loh? Kok di iket?" tanya nya yang menatap ke arah pria yang langsung bangun itu.


"Tidur! Jangan aneh-aneh! Astaga," Zayn kehabisan kata-kata, dari mana anak kecil itu belajar berciuman dengan menggunakan lidah nya.


"Ih Paman! Sini lagi dong..."


"Mu.. Mu.. Muach!" ucap Bianca yang memanyunkan bibir nya ingin mencium pria itu lagi.


Bruk!


Zayn menarik selimut tebal nya dan langsung menutup gadis yang seperti ulat bulu tak bisa diam itu.


"Anak nakal ini!" ucap Zayn yang menatap ke arah gadis itu.


"Paman? Mau kemana? Sini dong sama adik yang cantik, imut dan menggemaskan ini..."


"Boleh cubit-cubit manja kok!" teriak Bianca dari balik selimut namun tentu hal itu tidak di dengarkan sama sekali.

__ADS_1


......................


Mansion Dachinko


"Dari mana?"


Langkah gadis itu terhenti dan terlihat terkejut melihat sang ayah.


"Dari itu..." jawab Bianca yang tampak mengalihkan mata nya karna tak ingin menatap sang ayah.


James menarik napas nya, ia mulai menurut seseorang untuk mengikuti putri nya dan selama pulang sekolah sampai malam gadis itu hanya berada di samping pria yang sangat ia kenal.


Bahkan ada beberapa foto dan laporan yang yang mengatakan jika putri nya suka ' 'menyerang' tiba-tiba dengan bukti foto ciuman.


"Kau mau jadi pewaris ku?" tanya James yang membuat mata coklat itu langsung berbinar.


"Mau!" jawab Bianca dengan cepat.


"Kalau begitu Kanada," jawab James yang tau bagaimana memisahkan putri nya secara halus.


"Kanada?" tanya Bianca mengernyit.


"Ya, aku akan mengirim ke sekolah luar negeri, kau bisa kembali setelah aku menyuruh mu lagi ke sini dan selama di sana aku akan menyuruh mu mengurus beberapa masalah."


"Kalau kau bisa mengatasi semua nya dengan baik aku tidak akan mengatur kehidupan asmara mu walaupun bukan ku lepas sepenuhnya dan terlebih lagi kau akan jadi pewaris ku."


"Oh ya, satu lagi. Jangan sampai Mommy mu tau." sambung James yang membuat gadis itu berpikir sejenak.


Senang namun juga bimbang karna Bianca sebenarnya masih tak mau pergi.


"Harus aku jawab sekarang?" tanya Bianca yang menatap sang ayah.


"Ya, sekarang." jawab James singkat pada putri nya dengan tegas.


Bianca diam sejenak namun setelah itu memberikan satu anggukan.


"Okey! Tapi setelah itu Daddy harus tepati janji!" ucap nya pada sang ayah yang kesempatan jarang ini tak boleh di sia-siakan.


"Aku hanya membuat janji yang bisa ku tepati," jawab James singkat pada putri nya.


"Kalau begitu aku akan mengirim mu ke Kanada bulan depan dan yakinkan Mommy mu kalau itu kemauan mu." ucap James yang kemudian masuk ke kamar nya.


Tentu ia ingin yang terbaik bagi putri nya dah ia merasa khawatir serta takut jika nanti putri nya bisa terluka.


......................


Dua Minggu kemudian.


Apart Sky Blue


"Kenapa? Nanti bakal rindu aku ya? Mau ikut sekalian ga kak? Tinggal bareng sama aku?" tanya Bianca saat mengatakan pada kakak angkat nya.


"Kenapa harus aku? Tidak, sana pergi sendiri!" jawab Arnold pada adik nya yang jahil itu.


Bianca mengerucut, dan kemudian melihat jam tangan nya.


"Paman Zayn dah pulang nih! Aku ke sana dulu ya!" ucap Bianca yang semangat dan langsung pergi.


...


Gadis itu menyiapkan sesuatu, ia ingin membuat jaminan yang harus membuat pria itu bertanggung jawab pada nya hingga selama ia pergi tak boleh ada yang mendekat.


Brush!


Semua air minum yang berada di mulut pria itu langsung menyembur keluar dan ia hampir tersedak.


"Hum?" Bianca tampak bingung, ia masih membuka mantel mandi nya dan menunjukkan lingerie seksi yang ia kenakan.


"Kok paman gitu sih ekspresi nya? Kata nya ini tuh pakaian yang bikin pasangan mau langsung ngerobek nya loh!" ucap Bianca dengan wajah polos nya yang bingung.


"Hah? Siapa yang ngajarin?!" ucap Zayn yang mendekat dan langsung menggulung tubuh kecil gadis itu dengan mantel mandi nya lagi.


"Ih Paman! Buat kenangan loh sama aku bentar lagi kan aku mau ke Kanada, biar makin nurut sama Paman..." ucap Bianca menggerutu saat pria itu malah sibuk menutupi tubuh nya.


"Minta di jewer anak ini," ucap Zayn pada harus itu.


Bianca menatap kesal dan sesaat pria itu menatap nya ia langsung berjinjit dan mencuri satu kecupan.


Cup!


"Paman jangan selingkuh ya, nanti waktu aku balik dari Kanada aku pastiin paman ga akan bisa nolak lagi!" ucap nya yang menatap ke arah pria itu.

__ADS_1


__ADS_2