(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Salah paham


__ADS_3

"Kenapa lama sekali? Apa dia separah itu?" tanya James saat melihat Chiko keluar setelah memeriksa gadis cantik itu.


Ia langsung meninggalkan Nick padahal sebelum nya sedang membicarakan sesuatu yang penting.


Chiko masih diam sejenak, jika di tanya apakah kondisi gadis itu sedang buruk? Jawaban nya adalah Iya.


"Nona dehidrasi, kelelahan, tekanan darah nya sangat rendah dan ada beberapa kondisi yang harus di pastikan lagi," ucap nya sembari melihat wajah tuan nya.


James membuang napas pelan ia kembali mengontrol ekspresi nya agar tak menunjukkan rasa khawatir nya.


"Tuan?" panggil Chiko sejenak.


"Hm?"


"Anda sangat mengkhawatirkan nona?" tanya nya dan membuat pria itu menoleh ke arah nya.


"Ada apa dengan pertanyaan mu itu?" tanya James yang langsung mengernyit melihat nya.


"Saya hanya penasaran," jawab Chiko lagi.


"Tidak, aku hanya tidak mau dia mati sebelum aku melakukan apapun." elak nya dengan alasan lain.


"Baik, tuan." jawab nya yang tak mengatakan apapun tentang salah satu kondisi nya.


"Saya sudah memberikan obat dan suntikan vitamin serta memberi tambahan cairan, tapi tetap saja nona harus segera secepatnya di bawa dari sini agar kondisi nya tidak semakin memburuk," ucap nya yang menjelaskan situasi nya.


James diam sejenak, ia ingat gadis itu tadi nya mimisan terlalu banyak sebelum pingsan, "Tapi dia tadi mimisan sangat banyak."


"Sepertinya karna kondisi kesehatan nona semakin menurun," jawab Chiko mendengar suara gumam dari tuan nya.


"Mereka pasti mencari nya kan?" tanya James sembari menoleh ke arah Nick setelah diam sejenak.


"Benar tuan," jawab Nick segera.


"Buat petunjuk agar mereka mencari ke sini," perintah nya pada pria itu.


"Tapi kalau kita melakukan nya, mereka akan mengira kita yang menculik nona." jawab Nick sebelum melaksanakan apa yang di katakan oleh tuan nya.


"Tidak masalah, lagipula dari awal dia memang tidak suka dengan ku." jawab James dan beranjak ke dalam kapal di mana gadis itu masih tak sadar.

__ADS_1


Ia sadar sejak awal jika saudara kembar gadis itu kurang menyukai nya, dan ia tau alasan nya.


Bahkan jika ia sendiri memiliki adik perempuan ia juga pasti tetap akan bersikap sama seperti saudara kembar gadis itu.


......................


Kediaman Rai.


Clara masih diam, bagi nya penjelasan yang di berikan suami nya masih kurang.


"Kau benar-benar hanya bekerja?" tanya nya lagi dengan suara berat di tenggorokan.


"Tentu saja, aku lupa mengabari mu karna sibuk." jawab Louis lagi sembari mendekat ke arah wanita itu.


Ia tak bisa mengatakan jika ia mencari adik nya yang hilang, karna jika ia mengatakan nya maka penyamaran dan kebohongan nya akan semakin terbuka.


"Sibuk? Sesibuk itu sampai tidak bisa melihat ponsel mu sama sekali?" tanya Clara lagi.


"Iya, Maaf..." ucap nya lirih sembari mendekat dan menenangkan sang istri.


"Aku tau, aku banyak kurang nya tapi..." ucap nya lirih yang selalu merasa tidak percaya diri.


"Kenapa bilang begitu? Kau tidak ada kurang nya, Maaf, lain kali aku akan memberi kabar, Hm?" tanya Louis lagi sembari menghapus air mata wanita itu.


"Hm? Kenapa?" tanya Louis dengan lembut sembari mengusap wajah yang basah tersebut.


"Kau tidak selingkuh kan?" tanya nya lirih dan terlihat begitu banyak kekhawatiran di dalam nya.


"Selingkuh? Tidak! Jangan pikir yang aneh-aneh! Wanita ku cuma kau," ucap nya sembari mengecup kening wanita itu.


Tak lama kemudian ponsel nya berdering, ia pun beranjak mengangkat nya, namun memilih untuk menggendong istri nya ke kamar lebih dulu.


Clara dapat merasakan ponsel pria itu yang berdering, setelah ia merasakan tubuh nya mendarat di tempat yang empuk ia pun merasakan sang suami yang beranjak menjauh dan mengangkat telpon nya.


Ia tak bisa melihat pria itu berdiri di mana namun ia menajamkan pendengarannya.


Louise?


Gumam nya yang mengernyit saat mendengar sepatah kata nama dari teman nya yang sering datang ke rumah nya dan bagi nya juga terlihat dekat dengan suami nya walau ia tak bisa melihat nya secara langsung.

__ADS_1


"Cla, aku pergi dulu, aku ada urusan mendadak." ucap Louis yang terlihat buru-buru padahal ia sendiri belum sempat istirahat karna langsung menenangkan sang istri yang tadi nya sedang overthinking pada nya.


"Kemana?" tanya Wanita itu langsung mencegah dan meraih tangan suami nya.


"Aku ada urusan Cla, sebentar yah." jawab Louis sembari berusaha melepaskan tangan wanita itu perlahan.


"Kau bilang cuma aku wanita mu?" tanya nya lagi yang kembali dengan segala pikiran negatif nya.


"Tentu saja, kau itu wanita ku, istri ku!" ucap Louis lagi.


"Lalu Louise? Tadi dia yang menelpon mu? Hubungan mu apa sih dengan nya?!" tanya nya lagi yang mulai kembali panik.


Louis diam sejenak, "Hubungan kerja saja, terjadi sedikit masalah jadi aku harus ke sana, kalian berteman kan? Kau pasti bisa mengerti."


Ia tak bisa mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya ataupun mengatakan jika gadis itu adalah adik kandung nya.


"Masalah? Kalau dia punya masalah dia punya kakak nya! Lagi pula kakak nya juga sayang dia, kenapa kau harus selalu peduli dengan urusan nya?!" tanya Clara lagi.


Kakak nya itu aku Cla!


Batin Louis saat mendengar ucapan sang istri, "Iya, aku tau tapi ini urusan mendesak yah." ucap nya lagi.


"Kau baru kembali ke sini, jangan pergi..." ucap nya memohon dengan memelas sembari memegang erat tangan pria itu.


"Sebentar yah, jangan manja sekarang Cla, aku juga tidak mau pergi main-main kan?" tanya Louis sembari melepaskan tangan wanita itu.


Ia mendapat telpon tentang petunjuk keberadaan adik nya.


"Aku butuh kau, jangan pergi, ku mohon..." ucap nya lirih.


Ia merasa cemburu dan takut, karna ia selalu beranggapan jika suami nya pergi menemui wanita lain.


Louis tak mengatakan apapun, wanita itu memohon pada nya namun bagi nya keadaan adik nya yang masih belum jelas lebih penting dari pada istri nya yang sudah jelas berada di tempat yang aman.


Ia pun melepaskan tangan wanita itu dengan perlahan, dan mengecup dahi nya sembari beranjak pergi.


"Aku janji akan cepat pulang," ucap nya sekilas sebelum pergi.


Clara terdiam, walaupun ia sudah memohon namun pria itu masih meninggalkan nya begitu saja. Sedangkan tak ada yang memberi tau hubungan yang sebenarnya dari suami dan teman nya, ia bahkan tak tau identitas asli dari suami nya sendiri.

__ADS_1


Rasa takut, gelisah, dan khawatir serta tak tenang semakin menyelimuti hati nya, ia pun menarik selimut nya dan menutup diri nya dengan kain tebal itu lalu menangis di dalam nya.


Kesalahpahaman yang menyakiti wanita yang ia cintai tanpa pria itu sadari.


__ADS_2