
Apart Sky Blue
Wajah yang terlihat berseri dan tampak berbinar serta ia yang tak bisa menidurkan diri nya sejak tadi membuat pria itu hanya bergerak berguling menelusuri ranjang besar yang empuk itu.
"Apa di manfaatkan memang seperti ini rasa nya?" tanya nya dengan wajah memerah panas saat mengingat ciuman nya.
"Kalau begini aku mau di manfaatkan lagi," sambung nya yang terlihat senang.
Ia memang pernah beberapa kali berciuman dengan gadis itu walau hanya ciuman tanpa arti dalam hal ketidaksengajaan.
"Aku benar-benar suka dengan nya..." ucap nya lirih dengan wajah yang semakin memerah.
Belitan lidah dan juga tautan bibir lembut yang membuat pipi nya memanas, ia yang hanya bersikap impulsif dan bertindak sesuai naluri nya berbeda dengan gadis itu yang sebelum nya sudah terbiasa menghadapi ciuman agresif.
Satu-satu nya gadis yang pernah ia cium dan melakukan skinship sebanyak ini pada nya hanya Louise walaupun ia tak punya gangguan sama sekali terhadap wanita.
Mantan kekasih tentu nya ia punya, namun ia hanya menggunakan status hubungan saja tanpa pernah bersikap benar-benar seperti kekasih sungguhan.
Dan alasan ia berpacaran pun karna gadis itu yang sering menjodohkan nya dulu.
Zayn membuang napas nya dengan pelan, ketika ia membuka mata nya setelah ciuman nya pria itu tak ada lagi.
"Padahal dia bisa mendapatkan nya, kenapa malah membuang nya?"
"Dasar bodoh," ucap nya lirih mengutuk pria yang sudah menyia-nyiakan seseorang yang bagi nya sangat berharga.
......................
Mansion Dachinko
Berbeda dengan pria yang tengah berseri di apartemen nya James terlihat kesal.
Ia menatap halaman luas serta taman mansion nya dari balkon di kamar nya.
"Mereka berciuman? Jadi dia akan menikah dengan nya?!" decak nya yang terus menggerutu.
Suara ketukan pintu yang sedari tak terdengar oleh nya hingga suara yang memanggil nya membuyarkan pikiran nya.
"Tuan?" panggil Chiko pada pria itu.
Pikiran kalut pria itu langsung buyar dan membuat nya berbalik melihat ke arah suara yang memanggil nya.
"Ada apa? Kau sudah selesai melakukan penelitian obat nya?" tanya James dengan ketus dan menatap tajam.
"Saya sudah membuat obat baru yang cocok dan juga bisa di gunakan nona Louise saat hamil tapi obat baru itu perlu tahap penyesuaian di tubuh dan mungkin akan terasa sakit saat mulai bereaksi," ucap Chiko pada pria itu.
Sama seperti obat yang dulu baru di kembangkan JBS yaitu obat yang memiliki rasa sakit seperti melakukan kemoterapi.
Namun karna Hazel yang semasa hidup terus melakukan perkembangan obat untuk istri dan putri hingga kini obat yang di kembangkan tak lagi memiliki efek rasa sakit saat di berikan melainkan seperti efek bius yang menghilangkan semua rasa sakit.
"Rasa sakit? Sakit seperti apa? Apa bahaya untuk kandungan nya?" tanya James lagi.
"Tidak berbahaya untuk kandungan nona tapi rasa sakit yang di alami seperti melakukan kemoterapi dan mungkin akan terjadi sekitar satu sampai dua jam." jawab Chiko menjelaskan.
James mengangguk kecil, bagi nya sekarang ini waktu nya sangat sempit karna ia yang ingin segera mengambil gadis itu ke mansion nya sebelum melakukan pernikahan atau kontak fisik yang lebih dalam dengan pria lain.
"Replikasi DNA?" tanya nya lagi yang terus memikirkan sesuatu di kepala nya.
"Itu belum selesai, butuh waktu sekitar dua bulan lagi mungkin baru bisa selesai dengan sempurna," jawab Chiko pada tuan nya.
"Lakukan dengan cepat, lalu panggil Nick kesini." ucap James sembari menyuruh pria itu keluar.
"Baik, tuan." Chiko menunduk dan perlahan melangkahkan kaki nya keluar.
Tak lama setelah ia pergi Nick pun datang ke kamar tuan nya karna tau ia yang sedang di panggil.
"Kau sudah temukan wanita yang mirip dengan Louise?" tanya James yang tanpa basa-basi menatap pria itu.
"Untuk sementara ini ada tiga wanita yang mirip, di mulai dari tinggi, berat dan juga bentuk tubuh nya." jawab Nick pada pria itu.
James memang merencanakan pembunuhan atau kecelakaan terhadap Louise namun hal itu hanya untuk mengambil gadis itu dan menghapus identitas nya.
Mayat palsu, DNA palsu sehingga tak akan ada yang tau gadis itu bersama nya dan masih hidup setelah rencana nya di lakukan.
"Lakukan dengan cepat dan baik," ucap James membuang napas nya.
......................
Apart Greenlousc
Suara napas yang berat serta ruangan yang terasa panas walau pun AC yang mengelilingi begitu terasa dingin di tubuh orang lain.
Anak kecil yang tak tau apapun itu, bersembunyi di balik laci lemari di kamar yang berukuran luas itu.
Tubuh nya lebam membiru dan juga tangan kecil nya yang menutup mulut nya agar tak mengeluarkan suara tangis nya.
Sedang mata nya melihat sesuatu yang bahkan tak pantas untuk di lihat nya dari cela lemari yang mengunci nya.
"Give me more...." ucap wanita itu dengan napas tersengal-sengal ketika tubuh nya beradu dengan pria di depan nya.
Pria itu itu hanya tersenyum dengan smirk nya, ia memang sudah terbiasa bermain dengan siapa saja namun saat ini pikiran nya tengah membayangkan bermain dengan gadis yang ia inginkan.
Bella yang merasa sudah terbakar dengan gairah yang semakin membuat nya panas itu pun terus mempercepat gerakan tubuh nya yang tengah menduduki pria yang tertidur itu.
__ADS_1
Ia merasa kesal dan marah saat James menolak nya walaupun ia sudah melakukan segala cara.
Ia bahkan tak tau kenapa tubuh nya bisa seliar ini saat tak mendapatkan sentuhan atupun saat ia yang tengah frustasi.
Setelah pencapaian kedua nya ia pun menjatuhkan diri nya di samping pria itu dan mengatur napas nya.
"Dulu kau tidak mau memakai posisi ini? Sekarang ketagihan?" tanya Alex pada wanita itu.
Bella tak menjawab melainkan berdecak kesal mendengar nya dan membelakangi pria itu.
"Wah, setelah kau puas langsung kesal pada ku?" tanya pria itu lagi dengan tawa kecil nya pada wanita yang berada di ranjang yang sama dengan nya saat ini.
"Seperti nya anak mu melihat semua nya, ucap nya sembari bangun dan memakai piyama tidur nya.
Bella tak menjawab, karna tak bisa mendapatkan pria yang ia inginkan ia pun mulai bersikap acuh tak acuh pada putra nya.
Alex perlahan berjalan ke arah laci yang terdapat anak lelaki yang melihat semua yang ia lakukan barusan.
Deg!
Arnold terperanjat seketika melihat nya, tubuh nya gemetar hebat ketika pria itu membuka pintu laci di mana ia bersembunyi.
"Maaf! Al salah! Maaf huhu...." tangis nya yang langsung memohon pada pria itu.
Alex tertawa melihat anak kecil yang ketakutan itu sedang kan Bella seperti pura-pura tak mendengar apapun dan tetap memejamkan mata nya agar ia bisa tidur.
"Kau tidak lihat anak mu? Dia lucu sekali, padahal aku tidak melakukan apapun tapi dia langsung memohon?" ucap Alex pada Bella yang bersikap seperti tidur dengan berusaha memejamkan mata nya.
"Ampun paman..."
"Mommy..." panggil nya merengek dengan linangan air mata pada sang ibu.
Walaupun tubuh nya lebam membiru, dan juga bentakan yang ia terima dari wanita itu namun ia tetap anak lima tahun yang tak bisa melakukan apapun sendiri ataupun hidup sendiri tanpa orang tua.
"Berisik! Kalau mau menangis di luar!" jawab Bella berdecak, ia masih merasa frustasi karna penolakan dari pria yang ia cintai membuat nya melampiaskan pada putra yang dulu nya sangat ia sayangi.
Arnold terkejut, ia pun segera berlari keluar begitu mendengar sang ibu mengusir nya.
"Padahal aku masih mau bicara dengan putra mu," ucap Alex dengan enteng dan membersihkan tubuh nya.
Bella meremas bantal yang menjadi sandaran kepala nya, ia merasa marah, kesal, dan juga frustasi.
"James masih suka aku, karna jal*ng itu dia jadi seperti ini pada ku..." gumam nya lirih yang menangisi pria itu.
......................
Dua hari kemudian
JBS Farmasi.
"Kau masih belum selesai memilih nya?" tanya Louise saat masuk ke ruangan pria itu.
"Sebelum nya aku sudah pilih, tapi dia terkena skandal narkotika jadi aku harus mengganti nya, setelah ku ganti model yang sudah di pilih malah kecelakaan," jawab pria itu saat ingin menentukan pengganti model nya.
Louise mendekat dan menutup foto para wanita cantik itu, "Kau masih tidak sadar apa yang sedang terjadi?" tanya Louise mengernyit.
Pria itu menatap heran gadis di depan nya, namun setelah ia pikirkan lagi memang terasa ganjal saat semua model yang ia pilih mengalami masalah.
"Ada yang menghalangi mereka?" tanya nya menebak pada gadis cantik itu.
"Hm, dan lagi acara itu juga akan di tayangkan 3 hari lagi kan?" tanya Louise mengernyit.
Mereka sudah bekerja sama dengan acara kecantikan yang sangat di minati baru-baru ini dan memiliki rating yang baik.
Tentu nya hal itu pun di manfaatkan sebagai promosi dari produk baru yang akan di luncurkan.
"Apa kita lakukan konfi-"
"Konfirmasi ulang? Itu akan merepotkan, aku punya solusi nya." ucap Louise menatap pria itu.
Zayn mengernyit, ia diam sejenak memikirkan solusi nya dan membuat nya terpikir akan sesuatu di kepala nya, "Jangan bilang kau akan..."
"Kau sudah bisa tebak kan? Aku yang akan menggantikan model nya, karna siapapun yang kita pilih tetap akan seperti ini. Lagi pula kau juga tau kan? Aku mendapatkan sesuatu baru-baru ini?" tanya Louise tersenyum.
Pria itu pun ikut tersenyum, ia tau kemarin gadis di depan nya mendapatkan penghargaan atas kecantikan nya berdasarkan penilaian sosial media dan juga beberapa penilaian lain nya, belum lagi ia yang memang aktif dalam bidang musik.
"Tapi kau yakin kau akan baik-baik saja?" tanya Zayn yang kemudian merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada gadis itu.
Louise tersenyum menjawab pria itu seperti mengatakan tidak akan terjadi apapun pada nya.
...
Tiga hari kemudian.
Suara heels yang terdengar memenuhi koridor yang terkesan mewah itu dan juga gadis yang mengenakan gaun berwarna hitam untuk menutupi perut nya yang mulai membesar dan juga tatanan rambut bergelombang yang membuat wajah dan penampilan nya terlihat anggun.
Acara pun di mulai, panggung dan juga beberapa penonton di studio serta lampu sinar yang menjadi pencahayaan.
"Saya pikir itu berlebihan," ucap Louise tersenyum sembari membuang tatapan wajah nya ke arah lain ketika pembawa acara begitu memuji nya.
"Berlebihan? Padahal piala itu sudah berada di tangan anda," tanya presenter wanita itu tertawa.
__ADS_1
Louise tersenyum, "Kalau begitu terimakasih pada yang sudah menyukai ku." ucap nya tersenyum.
Kru yang berada di balik layar pun segera memberikan kode untuk nya agar mengambil piagam itu dan memegang nya.
Gadis itu pun mengikuti arahan yang di berikan nya, acara yang berjalan sangat lancar dan tenang seperti akan terjadi sesuatu nanti nya.
Sementara itu James datang ke acara itu, tak ada alasan lain, ia hanya ingin melihat dan berbicara dengan gadis itu secara langsung karna tak mungkin ia menghubungi nya secara terang-terangan.
Sinar yang di pancarkan dari gadis itu membuat nya semakin ingin memiliki, namun ia juga selalu merasa tak nyaman karna gadis itu berhubungan dengan masa lalu nya yang membuat nya terus merasa bersalah dengan keluarga nya.
Tak hanya ia, bahkan ada juga salah satu tamu tak di undang yang datang ke tempat itu. Memperhatikan dan terlihat kesal karna acara tersebut tetap berjalan namun ia juga sudah merencanakan sesuatu yang lain.
Tak!
Suara yang memantik itu seketika mematikan semua cahaya di dalam studio, sontak semua orang terkejut karna gelap yang tiba-tiba datang.
Louise pun sama ia tersentak dan menjadi begitu terkejut karna ia membenci dan takut akan kegelapan.
"Sekarang, hidup kan satu sorot ke arah dia."
suara yang terdengar memerintah dan menjadi dalang di balik lampu yang mati.
Tap!
Salah satu sorot lampu terang yang datang hanya menyorot ke arah gadis itu, sedangkan arah lain nya terlihat begitu gelap.
Deg..deg..deg...
Louise tersentak, napas nya mulai tak beraturan saat ia merasakan perasaan yang sama.
Seketika ingatan nya memutar pada kejadian yang ingin ia lupakan.
1.000.000 USD!
2.000.000 USD!
Penyebutan angka yang terdengar di telinga nya membuat nya gemetar seketika.
Sorot lampu yang sama membuat nya teringat saat masa penculikan dan saat ia yang tengah di lelang seperti barang.
Zayn belum datang ke sini? Aku...
James mengernyit, gadis itu terlihat mulai berbeda dan sulit mengambil napas nya, gadis itu pun terlihat mulai berjalan menghindari sorot lampu yang datang pada nya.
"5.000.000 USD?" suara yang entah dari mana datang hingga terdengar ke telinga gadis itu.
Yang lain hanya menganggap bingung dan heran dengan apa maksud nya harga itu, namun Louise langsung tersentak.
Ia ingat betul betapa harga tertinggi saat ia di jual.
Bruk!
Tubuh nya langsung terjatuh, kaki nya seperti tak bisa bergerak dan tubuh nya hanya gemetar sembari menutup mata dan telinga nya.
Tolong aku...
Aku tidak bisa bernapas...
Ucap nya dalam hati, pembawa acara itu pun terkejut ia ingin menolong namun.
Set!
Pembawa acara tersebut menghentikan langkah nya saat seseorang datang dan langsung menutup kepala gadis itu dengan jas nya.
Gadis itu merasakan sesuatu yang datang pada nya, menutup kepala dan pandangan nya serta aroma yang ia tau milik siapa itu.
"Tenanglah, kau bisa bernapas? Buka mata mu pelan-pelan," ucap nya pada gadis di depan nya.
Louise membuka mata nya perlahan, ia menatap wajah pria itu, ia membenci nya namun juga mencintai nya di saat bersamaan.
Dan kenapa setiap dia ingin melupakan pria itu selalu saja datang? Entah memberi nya luka atau bantuan.
Louise tak menjawab apapun, namun ia mulai mengatur napas nya.
James diam tak mengatakan apapun lagi, gadis itu masih gemetar dan ia pun mulai membawa nya dalam gendongan nya.
"Potong bagian terakhir," ucap nya pada pembawa acara yang terkejut tadi untuk memotong adegan terakhir ketika gadis itu jatuh.
Ia tak tau alasan nya kenapa tubuh nya selalu saja bergerak lebih dulu di bandingkan logika nya.
Padahal bagus jika melihat gadis itu kesulitan dan nanti nya juga akan memperlancar rencana nya untuk menjatuhkan JBS.
Kenapa aku membatu nya?
Bukan nya bagus jika dia kesulitan? Lalu di permalukan?
Tapi kenapa aku?
Apa mungkin karna dia mengandung anak ku?
Benar, ku rasa itu alasan nya!
__ADS_1
Aku melakukan ini bukan karna aku menyukai nya tapi hanya karna anak ku saja!