
Mansion Dachinko.
Pria itu tak tenang, seluruh tangan nya penuh dengan darah ketika ia menggendong gadis itu.
"Dokter wanita," ucap pria itu ketika melihat Chiko memeriksa.
James memang memiliki beberapa bawahan yang bekerja sebagai dokter sebagai profesi asli nya, namun beberapa dokter tersebut merupakan dokter ilegal yang melakukan beberapa kejahatan seperti mal praktik yang lisensi nya sudah di cabut dan ia mengumpulkan nya serta kembali mengasah nya untuk bekerja pada nya.
"Sherly, masih baru belajar tentang kandungan!" ucap Chiko pada tuan nya.
James membuang mata nya ketika mendengar hal tersebut. Ia ingin dokter wanita karna tak mau gadis itu di lihat dengan pria selain diri nya.
"Aku juga punya kode etik tenaga medis," sambung Chiko yang terlihat sibuk memeriksa denyut nadi nya.
James tak menjawab hal tersebut, kode etik? Seorang dokter sekaligus profesor muda yang membunuh lebih dari 17 pasien yang di tangani nya hanya untuk melakukan percobaan dan eksperimen sains yang sangat ia sukai, tak ada beda nya dengan dokter gila yang memiliki pidana dan tak lagi bisa bekerja di rumah sakit manapun.
"Dia harus hidup," ucap James singkat dengan napas yang seakan tertahan di dada nya.
Sedangkan Chiko dan beberapa dokter lain nya yang bekerja di bawah perintah nya mulai melakukan serangkai pemeriksaan dan pengobatan hingga di dapatkan keputusan harus melakukan operasi.
Walaupun tidak di lakukan di rumah sakit, namun mansion tersebut sudah memiliki semua peralatan yang mumpuni.
Bagaimana tidak? Pria yang menjadi perdagangan utama 'barang-barang suku cadang manusia' itu tentu nya harus memiliki peralatan yang memadai di lab nya sendiri bahkan termasuk sumber daya manusia nya.
"Denyut nya lemah dan..." gumam Chiko yang merasa jika anak yang akan di keluarkan itu tak akan selamat.
Usia kandungan gadis itu masih kurang satu bulan lagi dari hari melahirkan nya, namun karna beberapa kondisi yang terduga itu membuat kandungan nya harus di operasi sekarang.
"Dia tak menangis?" ucap Chiko saat melihat bayi laki-laki mungil yang masih merah darah itu tak menggeliat apalagi menangis seperti bayi pada umum nya.
"Bagaimana kondisi nya?" tanya Chiko pada beberapa tenaga medis lain nya yang memantau kondisi sang ibu.
"Tekanan darah nya terus menurun," ucap salah satu nya dengan nada yang panik.
Alat-alat kesehatan itu berbunyi dengan cepat, menandakan sesuatu sedang terjadi.
Chiko pun memberikan bayi mungil itu pada dokter lain nya, dan memilih untuk menangani kondisi yang lebih membutuhkan.
"Ambil darah cadangan nona Louise!" ucap nya segera.
"Anak ini tidak memiliki detak," ucap dokter yang menggendong bayi laki-laki mungil yang baru di potong tali pusar nya dan di bersihkan itu.
Ia pun segera melakukan pompa jantung pada bayi mungil itu.
Sementara itu James terlihat tak tenang, walaupun wajah datar itu seakan tak merasakan apapun namun mata nya begitu gelisah.
"Tuan,"
James menoleh, bawahan nya yang terlihat dengan mata yang ragu mendekat dan menatap nya.
"Kenapa?" nada yang terdengar sarkas dan dingin itu membuat wanita yang memakai pakaian Operatie Kamer itu menjadi semakin ragu.
"Putra anda seperti nya tidak akan bisa bertahan lama," ucap nya lirih.
Deg!
Mata pria itu membulat sekilas mendengar nya, entah mengapa mendengar nya seperti memberikan kejutan jantung yang membuat nya berharap jika telinga nya sedang masalah.
"Maksud mu anak itu mati?" tatapan yang tajam menusuk membuat wanita itu memundur takut.
__ADS_1
"Detak jantung nya terlalu lemah tuan, kami..."
Pria itu tak mengatakan apapun, hanya tatapan mata yang seakan menjadi pertanyaan.
Dokter itu pun memberikan pakaian Operatie Kamer agar pria itu bisa masuk ke dalam ruangan yang harus steril itu.
James tak mengatakan apapun, namun ia memakai nya dan setelah itu menerobos masuk.
Langkah nya terhenti sejenak, suara alat medis yang bertautan itu seakan membuat telinga nya ingin peka, bukan karna dentungan keras melainkan suasana hati nya yang menolak mendengar nya.
Ia memalingkan wajah nya dari meja operasi di mana gadis itu berada, jika melihat nya hanya akan membuat nya hati nya menjadi lemah dan merasa bersalah, maka dari itu ia lebih memilih untuk melihat nya.
"Dimana anak itu?" tanya nya singkat.
Ia pun di antar tepat di mana putra mungil nya tak bergerak sama sekali apalagi untuk menangis.
Mata yang terpejam, tubuh kecil mungil, kulit yang masih merah serta memiliki bentuk hidung yang begitu mirip dengan nya bahkan bentuk wajah pun tak ada beda nya dari bentuk wajah nya, mungkin karna gen yang ia berikan lebih kuat di bandingkan sang ibu.
Tangan nya ingin menyentuh, namun alat yang menjadi deteksi detak bayi mungil itu berbunyi senada.
Deg!
Ia tersentak, sedangkan bawahan nya yang berprofesi sebagai dokter itu langsung mengambil tempat untuk membuat bayi mungil itu bertahan sedikit lagi.
Tubuh nya seakan membatu, ia seperti melihat sesuatu yang begitu di nantikan namun hilang tepat di depan mata nya sendiri.
Sang dokter pun mulai menyebutkan tanggal dan jam untuk mengatakan waktu kematian bayi mungil yang belum memliki nama itu.
"Aku belum menggendong nya," gumam nya lirih dengan bibir yang seakan tak bergerak.
Ia masih terlihat mematung, jangankan mengendong nya, menyentuh nya nya belum karna putra nya itu sudah lebih dulu pergi.
Gendongan pertama serta kecupan kecil di kening untuk anak pertama yang ia miliki, anak bahkan belum sempat mendengar suara tangisan nya.
"Kau sudah selesai?" nada rendah itu menatap ke arah Chiko yang tengah menutup pembukaan operasi nya.
"Kondisi nona Louise menurun drastis, saya tidak bisa memberikan obat nya karna dia baru saja menjalani ceasar dan lagi dia juga sempat perdarahan sebelum nya." ucap Chiko lirih pada tuan nya yang terlihat memberikan ekspresi yang tak bisa di baca.
"Kalau begitu keluar, semua nya." ucap nya memberikan perintah, "Dan lagi, orang-orang yang mengawasi cctv dan juga penjaga yang bertanggung jawab untuk nya hari ini, aku mau mereka ada di perut anjing ku besok." sambung nya dengan nada yang datar.
Chiko diam sejenak, "Baik tuan."
Hening, tak ada suara apapun sedangkan pria itu menatap ke arah wajah pucat gadis yang baru saja kehilangan anak nya bahkan tanpa ia tau sama sekali.
"Kenapa kau mencoba kabur? Padahal aku sudah bilang tidak akan membunuh mu..." tanya nya lirih.
Kebutuhan dan apa yang di sukai gadis itu dulu sudah terpenuhi di mansion nya dan ia juga sudah memberi kepastian tak akan membunuh gadis cantik itu, tapi kenapa?
Kenapa gadis itu masih mencoba lari dari nya?
Tentu nya ia merasa sedih atas kehilangan putra nya bahkan di depan mata nya sendiri, dada nya terasa sesak hingga membuat nya sulit bernapas, namun?
Tak ada setetes pun air mata yang jatuh ke pipi nya, ia tak nyaman, suara dan napas nya seakan tertahan di dada nya, tapi ia tak bisa mengekspresikan nya sama sekali.
Pria itu bahkan tak menangis ketika kehilangan buah hati nya yang masih dalam gendongan saat ini.
Mungkin benar jika ia telah mati berulang kali, karna saat ini bukan raga nya yang telah tiada melainkan jiwa nya.
Rasa sakit dan semua yang ia lalui telah menguras habis air mata nya, saat di mana ia benar-benar membutuhkan pertolongan untuk menjaga kewarasan nya telah lewat, meyakinkan jika ia akan selalu 'baik-baik' untuk semua yang ia alami serta penderitaan nya telah membuat nya sampai lupa bagaimana cara nya agar ia kembali tau saat diri nya tengah 'tidak baik-baik' saja.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan mu sampai lari lagi, kau milik ku dan akan tetap seperti itu..." ucap nya lirih saat melihat gadis berwajah pucat itu.
Mata dan tatapan nya kosong, namun tangan nya semakin mendekap tubuh mungil tak bernyawa dalam gendongan nya itu.
Ia tak bisa mengatakan jika ia sedang 'sakit' saat ini, pria itu hanya diam dan terus mendekap tubuh mungil putra nya yang tak memiliki nyawa itu.
Ia tak lagi memiliki alasan untuk menahan gadis itu, alasan untuk menyangkal perasaan nya.
Pikiran nya pun bisa jernih saat ini, ia merasa panik dan kalut, sesuatu yang seakan menghantam jantung nya, menahan napas nya namun ia sudah lupa perasaan seperti mengartikan apa dalam hidup nya.
'Kesedihan' atau 'Air mata' bahkan mungkin 'Penyesalan' sudah lama hilang dari nya bahkan membuat nya tak lagi memiliki perasaan tersebut.
Wajah nya tak memberikan ekspresi apapun, walaupun di dalam dada nya seperti tengah meledak.
...****************...
Hai para pembaca othor, yang nanya kapan si James nya nyesel yah pasti ada kok, dan juga othor Uda kasih clue nya kan di preview season sebelum nya.
Nah kalau kalian mikirnya babang James kehilangan Louise nya dengan cara apa karna kan kayak gak mungkin bisa kabur dari dia kan? Othor bakal kasih clue lagi kalo babang James itu ibarat kehilangan pas di depan mata dia sendiri, nah itu kok bisa?
Bisa, tapi ga mungkin tiba-tiba othor buat kek gitu wkwk, pasti kan ada jalan nya kesitu, dan mungkin yang merasa cerita nya berputar karna alur yang othor buat begitu untuk bisa sampai seperti yang di atas.
Kalau tiba-tiba di lompat dan di kelang takut nya malah jadi ambigu, masa tiba-tiba begini sih?
Oh iya, semua cerita othor genre nya tragedy love dan punya konflik yang cukup berat, jadi yang punya darah rendah bagus sih buat naikin tekanan darah sama para babang ganteng yang punya sifat gak bener semuaπ€£ (Kecuali baby Zayn othorπ)
Dan buat yang ngerasa si James nya itu kepala nya keras banget, gimana othor bilang nya yah, dia tuh kayak udah habis gitu harapan nya di dunia, pandangan nya sama kebaikan juga Uda ga ada.
Punya orang tua yang baik sama keluarga yang baik malah di sakitin dan dibunuh orang lain, terus keadilan buat dia? Malah gak ada.
Tapi dia masih percaya kalau sebenarnya dunia itu masih 'baik-baik aja' jadi dia ttp masih dalam prinsip nya walaupun gak mungkin bisa jadi anak sehangat dan seramah sebelum punya luka (Kehilangan orang terdekat dengan cara gak wajar) tapi?
Waktu dia tetap berbuat 'baik' apa yang dia dapet? Di tuduh sebagai pelaku pemerk*saan padahal dia ga ngapain", sepintar apapun dia bakal jadi gak guna kalau punya catatan kriminal yang di panjang jijik sama semua orang kan?
Rasa percaya soal 'kebaikan' sebenarnya udah mulai hilang juga kan dari babang James, dan lagi dia malah di ambil sama seseorang yang melatih dia jadi kayak 'monster' gak punya belas kasihan, dan terus buat dia ada dalam suasana 'yang kuat yang hidup' dan biarpun begitu dia masih punya setidaknya satu sisi manusia yaitu punya rasa 'cinta' tapi?
Malah di khianati sama mbak Bella, jadi nya kan hancur sudah. Belum lagi masih triger sama masa lalu nya (Trauma) dan semua treat yang dia dapat sampai dia ada titik di mana 'mati rasa' nah karna terlalu lama seperti itu buat babang ganteng kita jadi lupa Gimana cara nya ngungkap 'rasa' yang Uda mati itu.
Sebenarnya untuk babang James itu lebih perlu ke mental healing yah, memang hampir sama kayak Hazel yang dulu juga pernah othor bilang kalau dia perlu mental healing.
Nah tapi masalah yang di hadapi itu beda, rasa trauma nya juga beda, karna dulu si Hazel itu pas dia buat salah (Membunuh) gak ada yang kasih tau kalau itu 'salah' jadi dia seperti merasa tidak melakukan kesalahan sama sekali belum lagi lingkungan nya yang toxic sekali sampai dia sendiri merasa kalau yang dia lakukan itu 'benar'
Sedangkan James tau kalau yang dia lakukan salah dari awal tapi dia pikir cuma itu yang bisa buat dia bertahan kalau dia mau bertahan di tempat (dunia) yang gak pernah berpihak sama dia, dan dari semua luka serta pengkhianatan nya itu buat dia 'mati rasa'
Mungkin sifat nya beda tipis sama Hazel yah bagi sebagian pembaca, tapi kalau kalian lihat di novel pertama othor waktu Hazel kehilangan anak pertama nya dan dia terpaksa gugurin nya, dia tau apa itu perasaan 'menyesal' yah walaupun ttp Dajjal sih sama Alyss (Mengatasnamakan dan membenarkan perlakukan hanya karna alasan 'Cause I love you' karna gak tau cara nge treat cinta sama seseorang itu kayak apa) ππ
tapi kan setidaknya gak seperti James yang bahkan dia 'menyesal atau sedih' pun gak tau dia lagi ngerasain apa sebenar nya.
Nah cukup untuk penjelasan satu sifat karakter nya, bisa di skip kalau gak mau baca, tapi othor jelasin ini buat yang masih merasa kenapa si James bisa sebatu itu sama perasaan nya sendiri, walaupun othor selalu kasih clue di tiap bab si wkwk
Tapi yang mau santet online atau kemplang kepala babang James pakai panci juga othor persilahkan, mana tau jadi good boy dia wkwk π€£
Dan satu lagi yang mau othor bilang ke pembaca othor,
Luv youπππ
Sampai jumpa di bab berikut nya dan jangan lupa dukungan buat othor selalu suka ingin menaikkan tekanan darah kalian yahπ π ππ
Happy readingππ
__ADS_1