
Dua Minggu kemudian.
Kediaman Rai
Siang yang cerah, aroma yang tercium dengan harum saat asap mengepul yang keluar dari masakan itu.
Makanan yang beraneka ragam itu di letakkan ke atas meja, sedangkan tak lama kemudian seseorang turun dan duduk di kursi nya.
Hangat dan selalu di sajikan saat akan memulai makan pagi, siang atau malam.
Gadis itu beranjak mengambil makanan nya, namun ia mendengar suara kursi yang di tarik membuat nya langsung menoleh.
"Ga kerja?" tanya nya langsung pada pria yang baru saja duduk itu.
"Pertanyaan mu, tadi pulang sekalian karna baru dari penelitian Bio," jawab pria itu yang menghela napas nya.
"Oh," Louise memberikan reaksi singkat akan jawaban sang kakak.
"Produk kecantikan yang waktu itu baru di luncurin lancar?" tanya Louis yang juga ikut mengambil makanan nya.
"Lancar, tapi sekarang jadi sedikit sulit." jawab nya Louise karna masih belum menemukan seseorang yang bekerja di untuk nya sebagus mantan tunangan nya dulu.
"Karna Zayn pergi?" celetuk Louis yang membuat sendok gadis itu berhenti.
Pria itu melirik dengan ekor mata nya yang menatap ke arah saudari nya yang terdiam.
"Menyesal? Kalau kau mau kat-"
"Tidak," jawab gadis itu dengan cepat tanpa sadar.
Louise baru tersentak, jika mantan tunangan nya mendengar nya menjawab dengan cepat seperti itu mungkin akan lebih merasa sakit.
"Eh? Bukan, maksud ku. Kalau di lanjut juga nanti bakalan..." jawab nya yang langsung memperbaiki ucapan nya pada sang kakak.
"Lalu apa? Kau masih merasa bersalah?" tanya nya lagi pada saudari nya yang kali ini menunjukkan reaksi atas ucapan nya.
Tak ada jawaban, gadis itu bungkam seribu bahasa.
Louis membuang napas nya, i menatap ke arah saudari nya sekilas. Pria yang bagi nya baik untuk adik nya sekarang sudah tidak ada lagi dan ia belum menemuka pengganti yang cocok.
Karna ia tak menyukai dan tidak ingin sang adik menikah dengan pria yang pernah membuat gadis itu koma selama tiga tahun.
"Kali ini kau bisa menikah dengan siapapun, aku akan melihat nya nanti. Tapi!" ucap nya yang menekan kata di akhir kalimat.
"Jangan nikah sama pria yang nama nya James itu! Ga ada penawaran!" jawab nya yang tak mengkode dan langsung menyebutkan nama dari seseorang yang sangat tak ia sukai.
Louise tak menjawab apapun atas ucapan sang kakak.
"Kata nya tadi terserah..." gumam nya dengan suara lirih.
Louis melirik, ia menatap sang adik yang tengah mengaduk makanan nya itu.
"Iya, terserah. Tapi ada pengecualian nya!" jawab nya yang memang sangat tidak suka dan tak menyetujui hubungan sang adik dengan pria itu.
......................
Skip
JBS Hospital
Seseorang mengetuk pintu ruangan nya, dan tak lama pintu tersebut terbuka dengan sekertaris nya yang masuk ke dalam.
"Presdir, ada yang ingin menemui anda." ucap pria itu pada atasan nya.
Louis mengernyit, seingat nya ia tak memiliki janji apapun lagi hari ini, tapi kenapa ada yang ingin menemui nya lagi?
"Siapa?" tanya Louis pada sekertaris Michael.
"Dia tadi mengatakan jika diri nya bersama James," Jawab pria itu akan pertanyaan atasan nya.
Louis langsung membuang napas nya begitu mendengar nama yang tak ia sukai itu.
"Bilang aku sangat sibuk sekarang," jawab nya yang langsung menolak dengan semua ketidak inginan nya bertemu dengan pria itu.
Sekertaris Michael menunduk dan mematuhi tuan nya, ia pun keluar dan menyampaikan pesan pria yang memberi nya gaji itu.
"Maaf, seperti Presdir sangat sibuk hari ini. Tuan bisa menemui nya lagi lain kali." ucap nya yang tak berani memberikan janji temu karna tak ada aba-aba dari atasan nya.
Pria itu tersenyum tipis, ia tak memberikan tanggapan apapun dan tentu tau jika pria itu tak akan mau menemui nya.
...
Pukul 06.25 pm
Senja mulai terlihat dan bahkan hampir tenggelam dengan pergantian siang dan malam.
Langkah dari kaki yang panjang itu melewati lorong rumah sakit dan setiap dokter maupun perawat serta tenaga medis dan kesehatan lain nya pasti akan menunduk dan mengapa ke arah nya.
__ADS_1
Ia berjalan dengan cepat, karna ingin menemui seseorang. Siapa lagi jika bukan wanita nya. Karna urusan pekerjaan dan urusan pribadi adalah hal yang bisa di campur baur kan.
"Sekarang kau sudah punya waktu?"
Langkah nya langsung terhenti, seseorang yang masih menunggu seharian yang berada dekat pintu keluar utama nya membuat nya menoleh.
"Kau?" tanya menatap ke arah pria yang duduk dengan santai di sofa yang di sediakan oleh rumah sakit nya.
"Sekarang sudah tidak sibuk?" tanya pria itu yang beranjak mendekat ke arah seseorang di depan nya.
"Tidak punya waktu untuk mu," jawab Louis ketus dan langsung berbalik.
James mengikuti nya, langkah yang menyusul dan kemudian menyesuaikan dengan kaki yang berjalan cepat itu.
"Kalian benar-benar mirip," gumam pria itu saat mengikuti langkah kaki yang tak ingin bicara dangan nya itu.
Tak ada balasan namun tentu Louis dapat mendengar nya, ia mempercepat langkah nya seperti berlari namun ia masih berjalan.
"Kalau kau lari aku akan mengejar mu, pasti akan banyak yang memperhatikan nanti." ucap nya sekali lagi pada pria yang tampak menghindari nya itu.
Tap!
Louis mengentikan langkah nya tiba-tiba, dan tentu pria yang menyamakan langkah nya itu akan langsung ikut berhenti.
"Kenapa kau ingin menemui ku? Kau tidak salah orang?" tanya nya dengan kesal ke arah pria itu yang menatap nya dengan senyuman tipis itu.
"Kalau aku salah orang berarti aku boleh menemui nya?" tanya James yang semakin membuat pria di depan nya kesal.
"Kau datang hanya untuk mengajak bertengkar?" tanya Louis yang tentu tau siapa yang di bicarakan pria itu.
"Tidak," jawab nya dengan singkat.
"Kau mau kita bicara dengan berdiri? Dan di sini?" tanya nya yang menunjuk ke arah lantai ia berpijak dengan tak langsung mengatakan situasi nya sekarang.
Louis membuang napas nya dengan kesal, ia tau jika ia akan menarik perhatian saat terus berdiri di tempat nya sekarang apa lagi dengan pria yang tentu ia tak bisa mengatur ekspresi wajah nya yang tak suka.
"Bicara dengan cepat nanti," ucap nya pada pria itu dan berbalik lagi.
....
Restoran.
Ruangan privat yang tertutup dengan makanan dan minuman yang di pesan namun tentu tak ada yang memakan nya karna memang para pria itu datang bukan untuk makan.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya nya pada pria yang melihat ke arah nya.
"Apa ini?" tanya nya yang hanya melihat namun tak beranjak mengambil nya.
"Mungkin suap untuk mu?" jawab nya dengan ambigu, "Anggap saja aku melakukan ini karena aku ingin kau menyukai ku." ucap nya pada pria di depan nya.
"Apapun isi nya aku tidak akan menyukai mu, dan lagi aku juga punya informasi tentang mu." ucap Louis karna ia sekarang memegang kelemahan pria itu saat sang adik memberikan semua informasi valid yang berkaitan dengan pria di depan nya.
"Tapi kau bisa manfaatkan aku untuk itu, dan sekarang ini milik mu. Kau bisa membuang nya atau menyimpan dan mempergunakan nya." jawab James karna ia memberikan informasi yang berguna bagi proyek yang saat ini di kerajaan oleh pria di depan nya.
"Apa alasan mu?" tanya Louis mengernyit yang tentu tak bisa menghentikan pikiran negatif nya pada pria di depan nya.
"Tidak ada, dia bilang aku harus mendapatkan izin mu dulu. Jadi karna aku tidak ingin membuat masalah lagi aku akan bersikap seperti ini saja sekarang." ucap nya pada pria di depan nya.
Louis membuang tatapan nya sejenak, "Walaupun apapun yang kau lakukan aku tetap tidak menyukai mu. Kau punya pekerjaan yang tidak seperti orang normal lain nya, tindakan kriminal yang begitu banyak dan tentu kau juga akan memiliki banyak orang yang mengincar mu, menurut mu selain aku memaafkan mu, aku akan biarkan adik ku bersama dengan mu?" ujar pria itu dengan jelas.
James diam sejenak, ia tak menjawab namun ia menuangkan teh yang telah ia pesan.
"Tapi aku akan melindungi nya," jawab nya yang terlihat merasa bersalah untuk itu.
"Kau lindungi atau tidak adik ku tetap akan terluka," ucap Louis yang membuat pria itu kehilangan kata-kata nya.
Bahkan jika ia tiba-tiba berhenti dan menjalankan perusahaan yang transparan seperti pekerjaan yang di lakukan oleh pria di depan nya tetap akan ada yang mengincar nya.
Entah itu dendam pribadi atau tentang orang-orang yang masih ingin merebut apa yang ia miliki.
"Kau sekarang punya anak perempuan kan? Kalau dia dewasa kau mau dia bertemu pasangan yang seperti mu?" tanya Louis lagi pada pria itu.
"Seperti nya tidak," jawab nya yang tentu ingin putri nya tak bertemu dengan pria seperti nya.
"Lalu haruskah dia nanti bertemu dengan pria yang seperti mu?" tanya James pada pria yang terlihat puas dengan jawaban nya.
Louis menoleh, "Juga tidak." jawab nya singkat tanpa memberikan alasan nya.
Hening.
Sekarang setelah pertanyaan terakhir itu tak ada pembicaraan sama sekali.
"Aku tetap tidak bisa melepaskan nya, aku tau kau membenci ku dan aku juga tidak akan bisa merubah nya tapi aku juga tidak ingin diam saja." ucap James yang beranjak bangun dari duduk nya.
Louis membuang napas nya, pria di depan nya begitu keras kepala membuat nya tak bisa mengatakan apapun lagi namun tentu ia masih akan tetap menghalangi jika pria itu ingin kembali menjalin hubungan dengan adik nya lagi.
"Tiga minggu lagi Bianca ulang tahun, kau mau datang?" tanya nya sebelum ia meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Louis tak menjawab namun ia tentu tak akan melewatkan ulang tahun keponakan nya.
"Aku akan menjemput nya malam," jawab nya yang tak ingin melakukan perayaan bersama
......................
Tiga Minggu kemudian.
Mata coklat itu tampak lebih bersinar terang, bayangan dari lilin yang menyala membuat nya bersemangat.
Tidak seperti ulang tahun sebelum nya yang selalu di rayakan di dalam mansion kini di rayakan di luar.
Tak hanya itu kini ia juga merayakan nya dengan sang ibu.
"Daddy?" panggil nya pada sang ayah sembari menarik lengan nya.
Pria itu langsung menoleh, ia menatap ke arah wajah putri nya yang menggemaskan itu.
"Itu angka nya emat kan?" tanya nya yang menunjuk ke arah satu lilin yang besar itu.
James tersenyum, ia mencium dan mengusap kepala putri nya.
"Anak Daddy sekarang udah makin pintar," ucap nya pada putri nya yang saat ini sudah bertambah satu tahun usia nya.
"Hehe," gadis kecil itu tertawa ia pun menatap ke arah sang ibu dan menginginkan pujian juga.
"Iya, anak Mommy pinter." jawab nya pada putri kecil nya.
Perayaan yang kecil dan menyenangkan itu pun di lakukan, wajah yang terlihat berseri dan senang tampak begitu jelas pada anak kecil yang kini tak lagi berumur tiga tahun itu.
Louise menyangga dagu nya dengan satu tangan, restoran yang ia datangi memiliki tempat khusus bermain anak-anak dan tentu putri nya tak tahan untuk meminta ikut bermain.
"Kenapa dia hanya bermain sendiri?" gumam nya yang melihat ke arah putri nya yang asik sendirian tanpa terlihat berminat bermain dengan orang lain.
"Mungkin karna dia individualis," suara yang terdengar di samping telinga nya membuat gadis itu menoleh.
"Tapi kan tetap sa- Humph!" mata hijau itu membulat, wajah yang memang memilik jarak yang begitu dekat nya sehingga saat ia berbalik begitu mudah untuk seseorang mencium nya.
Louise mendorong bahu pria itu sampai pangutan nya terlepas.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya nya saat pria itu mencium nya di tempat yang umum.
"Kau kan tau jawaban nya," ucap nya dengan senyuman tipis dan wajah yang tampak tak memiliki beban itu.
......................
Sekolah.
Setelah beberapa Minggu berlalu, kini gadis kecil yang menggemaskan itu mulai di memasuki usia untuk mulai bersekolah.
"Daddy ga ikut?" tanya nya yang sendu dan menginginkan sang ayah duduk di samping nya.
"Kan ada Bu guru," jawab James sembari menunjuk dengan pandangan nya ke arah guru wanita yang menunggu putri nya.
"Tapi Bian mau nya Daddy, bukan Bu gulu." jawab gadis kecil itu dengan lesu karna lingkungan yang ia tau hanya sang ayah dan orang-orang yang bekerja untuk ayah nya di dalam mansion.
"Kalau Bian berani nanti waktu pulang Daddy belikan es krim sama coklat yang banyak untuk Bian." ucap James yang memberikan bujukan kecil untuk putri nya.
Bianca mengangguk, ia takut dan gugup dengan suasana baru namun tentu itu tak akan lama.
...****************...
Hayy๐๐
Oh iya maaf ya buat yang setiap kali tanya usia nya masing-masing tapi ga othor balas karna othor always lupa kalau mau balas nya karna lihat komentar juga sambil nyambi-nyambi di kegiatan yang lain.
Dan othor memang pelupa kadang๐๐
Nah! Karna sekarang othor ingat jadi umur mereka itu segini ya.
James : 34 tahun
Louis : 28 tahun
Zayn : 27 tahun
Clara : 28 tahun
Louise : 28 tahun
Bianca : 4 tahun
Karna Bianca udah ulang tahun otomatis umur yang di atas juga bakal beranjak ke satu tahun lagi ya jadi James bakal 35, Louis 29 dan seterus nya.
Okey!
Sekarang pertanyaan sudah terjawab kan?
__ADS_1
Nah abis itu jangan lupa dukungan nya buat othor ya๐๐ฅฐ๐ฅฐ๐