(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Confused


__ADS_3

Rasa dingin yang perlahan merasuk ke tubuh nya membuat nya perlahan terbangun.


Ujung jemari nya sulit di gerakkan saat rasa dingin yang membuat kebas dan seperti akan membeku dan tak lagi bisa di gunakan.


Dingin sekali...


Batin nya sembari membuka mata nya perlahan, ia meringkuk secara refleks dengan tubuh yang mulai gemetar menggigil di dalam kotak es tersebut.


"Ini di mana?" gumam nya yang berusaha bangun dan meraih pintu keluar di tempat itu.


Ia sangat sulit bangun ataupun meraih nya, dehidrasi lalu di tempat kan dengan suhu dibawah nol derajat itu tentu nya membuat nya sangat sulit bergerak.


Gadis itu tak bisa bangun dan berdiri ataupun berteriak, namun ia sebisa mungkin merangkak hingga ke pintu dan mengetuk nya.


"Tolong..." gumam nya lirih dengan bibir yang kian membiru.


....


James beberapa kali menautkan kuku tangan nya ke jemari yang lain, wajah nya memang datar tak menunjukkan sama sekali rasa khawatir namun ia tetap merasa gelisah di dalam hati nya.


"Berapa lama lagi kita sampai?" tanya nya oada Nick yang berada di sebelah nya.


"Sekitar 15 menit lagi tuan kita sampai di pelabuhan nya," jawab Nick sembari melihat ke arah iPad di tangan nya.


Tentu nya ia langsung melacak tempat di mana foto itu di ambil.


James tak menjawab, ia hanya mengambil peluru dan memasukkan nya ke dalam pistol kecil yang ia simpan di balik celana nya.


Lalu mengambil senapan panjang dan kembali mengisi penuh peluru ke dalam nya.


Sementara itu Alex mengetuk kan jarinya, jam yang ia janjikan untuk mengirim gadis itu ke Vietnam agar di jual sudah hampir lewat namun ia sama sekali tak melihat pria itu datang.


"Pindahkan dia ke kapal," perintah nya agar segera mengangkut box es yang akan diangkut ke kapal itu.


"Semoga saja dia masih hidup," gumam nya dengan nada tak peduli namun sedikit berharap jika gadis itu mampu bertahan di dalam box es tersebut.


Jika James tidak datang ia akan berencana untuk bersikap seperti pahlawan yang akan datang tanpa sengaja sebelum gadis itu di jual di Vietnam sebagai wanita penghibur jika masih bisa bertahan hidup di dalam box es yang sangat dingin itu.


"Sepertinya mereka datang!" ucap salah satu bawahan pria itu saat melihat lampu helikopter yang menghiasi malam gulita di dekat laut itu.


Mata Alex membulat sembari tersenyum melihat pria itu yang akhirnya datang ke arah nya.


"Hubungan mereka belum berakhir," gumam nya tersenyum.


DOR!!


DOR!!


DOR!!


Hujan peluru di tengah malam buta membuat siapapun berusaha berlindung, pesawat pria itu segera turun di atas susunan box container itu sebelum helikopter nya jatuh dan meledak.


Suara pistol yang saling bertaut dan juga saling berlindung.


"Berpencar! Cari yang membawa es!" ucap James sembari berusaha pergi dan berlindung.


"Waktu nya sudah lewat! Mungkin mereka sudah membawa ke kapal!" ucap Nick sembari berusaha menghalau peluru.


Terlalu banyak orang yang saling menembakkan pistol di tengah malam yang gelap dengan hiasan beberapa lampu yang tak mampu menerangi semua nya membuat mereka tak bisa membedakan yang mana sekutu dan yang mana lawan.


"Ada tiga yang berangkat, kau sudah tau maka yang menuju Vietnam?" tanya James lagi.


"Kapal seri 3567!" jawab Nick sembari mengalihkan pistol nya lagi.


DOR!!!


Satu tembakan tepat mengenai seseorang yang ingin mengarahkan peluru pada nya.


James yang mendengar nya pun langsung berlari cepat ke arah kapal yang mulai berjalan tersebut.


Ia mempercepat tenaga nya menaiki kapal lain dan yang mungkin akan beriringan berjalan di samping kapal besar tersebut.

__ADS_1


Beberapa orang yang mengincar nyawa nya pun mulai mengarahkan senapan di setiap langkah nya.


DOR!!


Deg!


James berguling ke samping, papan kapal yang terkena peluru itu langsung bolong dan tepat di samping leher nya.


Napas nya masih terengah-engah karna lari nya yang berusaha secepat kilat dan baru saja terhindar dari maut karna jika kurang nol per sekian detik saja mungkin nyawa nya sudah ikut melayang ke langit.


Hampir saja.


Batin nya saat melihat bekas peluru di samping nya, ia pun mengangkat pistol nya dan kembali membidik agar yang menembak nya berkurang.


DOR!!


Ia pun melihat kapal yang harus nya membawa Louise sudah semakin menjauh dari kapal dimana ia berada saat ini karna mulai berlawanan arah.


Ck!


Ia berdecak dengan kesal, kaki nya kembali berlari dengan secepat kilat dan berusaha lompat jauh agar bisa mencapai kapal tersebut sebelum benar-benar menjauh.


Crang!


Suara deritan logam dari rantai di samping kapal saat kedua benda yang mengapung di air berlayar lawan arah dan sudah terlalu jauh sehingga ia tak bisa mendarat dengan sempurna namun masih bisa meraih pembatas di samping tubuh kapal.


"Orang-orang si*lan!" decak nya dengan kesal sembari memanjat dengan memegang erat rantai kapal itu dan naik.


"Akan ku ledakkan juga kepala mereka satu per satu!" pria itu kembali menyumpah di mulut nya.


Jika saja tadi helikopter nya tidak di tembak dan di ledakkan pasti lebih mudah itu mencapai kapal 3567 itu tanpa harus berlari ke kapal lain, melompat dan bergelantungan layak nya laba-laba.


Kapal yang memiliki luas yang lebar membuat nya langsung mengandarkan mata nya mencari box container es yang harusnya berada gadis itu di dalam nya.


Ctik!


Suara pistol yang di masukkan peluru membuat pria itu berbalik dan menoleh ke belakang nya.


Mata James melihat sekeliling nya dan menghitung nya, semua yang berada di kapal kecuali nahkoda sedang mengepung nya.


20 orang?


Batin nya yang setelah menghitung sesuai dengan yang terlihat saat ini. Ia tau tak mungkin menang dengan jumlah sebanyak itu jika melawan sendirian kecuali jika ia membangun siasat untuk melawan nya.


Pria yang dibangun dan di besarkan layaknya iblis yang di bangkitkan dari neraka tentu nya bukan tak pernah ia menghadapi situasi seperti itu.


"Kalian menyentuh nya?" tanya nya dengan mata tajam tanpa sadar saat memperhatikan semua yang berada di kapal tersebut adalah pria.


Para pria yang berada di kapal itu diam sejenak, mereka semua sudah di larang untuk menyentuh gadis yang di kurung dalam box es itu atas perintah seseorang yang membayar mereka.


"Kalian menyentuh nya?" tanya pria itu lagi dengan semakin tajam.


"Kami tidak berniat berc*nta dengan mayat!" jawab salah satu dari mereka mentertawakan.


Dada pria itu memanas, seharusnya ia merasa senang mendengar jika gadis itu mati mengenaskan dan menyedihkan namun malah sebaliknya.


Tubuh nya berbalik, suara tembakan pun langsung terdengar membelah angin laut dan ombak yang berada di bawah kapal.


Ia berjalan ke sisi lain menyiapkan pistol nya dan kembali membalas menembak ke arah para orang-orang yang mau memburu nya.


DOR!!


"Mati kau!" ucap salah satu dari mereka saat melihat James.


James pun berbalik mengambil salah satu yang bisa ia raih di tangan nya.


Bugh!


Dengan satu pukulan keras ia tepat ia berikan di wajah pria itu lalu menarik gulungan tali yang berada di dekat kapal dan mengalungkan nya di leher pria itu.


Uhuk!

__ADS_1


"Titip salam dengan penjaga neraka!" ucap James sembari menarik tali kapal tersebut hingga pria itu mati tercekik.


Beberapa peluru pun kembali datang pada nya namun ia menggunakan tubuh yang mati tercekik tali itu sebagai tameng.


Tembakan, darah, juga teriakan serta deru napas dan bau anyir yang menyerebak menyebar di atas kapal besar itu tercium jelas.


Byur!


Satu penggalang terakhir nya sudah ia lemparkan bersama dengan orang-orang lain nya.


Ia mengambil napas nya dan menghirup udara sebanyak mungkin saat ini tinggal menuju ke nahkoda kapal.


Dan benar saja nahkoda tersebut sudah mengacungkan pistol pada nya.


"Kau akan mati seperti rekan mu yang lain, kau mau?" tanya James pada nahkoda tersebut.


Karna ia masih membutuhkan orang itu untuk mengemudi kapal besar tersebut karna ia tak tau cara mengemudikan kendaraan laut itu.


Namun karna kalap nahkoda tersebut malah menembakkan pistol nya sehingga membuat James kehabisan kesabaran nya dan memberi nya satu tembakan tepat di kepala nya.


DOR!!


"Sudah ku bilang kau akan mati juga kan?!" gumam nya setelah membuat peluru menembus kepala pria itu.


Ia pun menyeret nahkoda tersebut dan membuang nya di laut.


Setelah sudah menghabisi semua nya ia pun berjalan ke tiga box container yang diangkut dan membuka nya satu persatu dengan menembak kunci nya.


"Kosong?" gumam nya dan kembali membuka salah satu box lain nya.


Deg!


Mata nya membulat tubuh yang meringkuk tak sadarkan diri kembali ia lihat, ia mendekat dan semakin mendekati gadis itu perasaan nya semakin tergelitik aneh.


Ia tidak mau melihat gadis itu mati namun ia juga tak ingin melihat gadis itu bahagia.


"Louise? Hey?" panggil nya sembari memangku tubuh sedingin es.


Ia pun segera mengeluarkan nya dan mencari ruang istirahat orang-orang kapal tersebut.


James pun segera melilit tubuh gadis itu dengan segala macam kain dan mendekat ke arah bara api di bawah kapal.


Entah mengapa ia merasa gelisah saat melihat tubuh yang sedingin es tersebut.


Bahkan ia pun mengganti pakaian yang di pakai gadis itu dengan kain yang kering, setelah menunggu beberapa saat tubuh gadis itu masih belum memanas.


Ia mendekap dan mengukup nya dengan kain di depan Bakaran bara yang di gunakan sebagai bahan bakar kapal tersebut.


"Kenapa masih dingin sekali?" gumam James yang terus mengusap dan mengembus tangan gadis itu.


Kepala nya berusaha mengingat cara untuk menaikkan suhu tubuh gadis itu, wajah pucat, bibir membiru dan tubuh yang gemetar tanpa sadar serta kesadaran yang hilang dan menurun.


"Apa aku harus melakukan nya?" gumam nya sembari melihat wajah pucat gadis itu.


Ia mengusap wajah cantik yang terlihat sangat pucat dengan bibir biru tersebut.


Tubuh nya bergerak dengan sendirinya dan memangut bibir biru itu, sembari memeluk nya dalam dekapan nya dengan erat.


Ia tidak tau namun ia seperti tidak bisa membiarkan gadis itu mati begitu saja di depan mata nya dan bahkan saat berada dalam genggaman nya.


Aku tidak mau kau mati...


Aku mau kau hidup, tapi aku juga tidak bisa melihat mu bahagia...


Aku mau kau menderita...


Kenapa?


Kenapa dari sekian banyak orang, harus kau?


Kalau saja kau bukan putrinya...

__ADS_1


__ADS_2