
Mansion Dachinko
Langkah kaki itu berjalan cepat menuju kamar seseorang.
Klek!
Pria itu menarik napas nya, melihat ke arah kamar yang rapi seperti tak di datangi oleh pemilik nya.
"Di mana dia?" tanya nya yang berbalik saat melihat salah satu pelayan nya lewat.
"Tadi nona Bianca pergi dengan nyonya." ucap pelayan tersebut mengingat kapan terkahir kali nona muda nya terlihat.
"Pergi dengan ibu nya? Pandai sekali anak itu," gumam James yang tentu tak bisa memarahi putri nya itu di depan sang istri.
"Daddy?"
Baru saja di cari sang pemilik kamar pun kembali.
James menarik napas dan kemudian membuang nya perlahan dan bersiap memarahi putri nya.
"Dasar anak nak-"
"Anak apa?" tanya Louise mengernyit yang masih berada di samping putri nya.
"Anak kita," jawab James yang merevisi nya segera dan memberikan senyuman pada sang istri namun mata nya melirik tajam ke arah putri nya yang tersenyum dengan polos itu.
"Daddy lagi apa di depan kamar aku?" tanya Bianca seperti kucing yang tak tau apapun.
"Daddy lagi cari anak landak, seperti nya nyasar ke kamar mu." ucap James tersenyum namun menahan jengkel dengan putri nya yang menambah pekerjaan itu.
"Jangan bilang aku anak landak nya? Hehe..." Bianca tertawa renyah pada sang ayah.
"Bian..." ucap Louise yang menyenggol putri nya.
...
Pukul 08.34 pm
Ruang keluarga.
"Ih! Udah lama ga sama Mommy Daddy kayak begini! Biasanya kan selalu sibuk!" celetuk Arche yang senang dengan daging panggang yang di bakar di taman mansion itu seperti piknik di dalam rumah.
"Kan Arche yang minta, masa Mommy sama Daddy ga ada waktu?" ucap Louise yang mengusap kepala putra nya sembari menuangkan jus nya.
Tak ada alkohol yang berada di atas meja itu agar anak-anak nakal itu tak mencuri segelas pun jika kedua orang tua nya tak memperhatikan.
Arche tersenyum, ia tampak senang memakan sosis dan daging yang di bawa sang ayah.
"Daddy?" panggil Arche yang menatap ke arah sang ayah.
James menoleh, ia menatap ke arah putra nya yang memanggil nya.
__ADS_1
"Daddy kapan ga kerja? Kita kapan liburan? Aldrich aja udah liburan!" ucap nya yang menuntut sang ayah agar mengosongkan pekerjaan nya.
"Yaudah Daddy Mommy sama Arche liburan, nah nanti kerjaan Daddy aku yang gantiin." celetuk Bianca pada sang adik.
James menarik napas nya mendengar ucapan putri nya.
"Kapan memang nya Daddy bilang akan memberi mu pekerjaan?" tanya James yang menatap ke arah putri nya.
"Aku kan nanti yang jadi pewaris Daddy," jawab gadis itu dengan senyuman manis.
"Pewaris apa?" tanya Louise yang langsung mengernyit karna takut yang di warisi putri nya adalah sesuatu yang tak ia sukai itu.
James diam sejenak, "Perusahaan, Bar, Hotel. Sesuatu seperti itu." ucap nya yang menatap ke arah sang istri.
"Bukan apa yang ku pikirkan?" tanya Louise dengan wajah yang tak percaya namun memang benar jika pria di depan nya memiliki beberapa perusahaan dan juga aset lain nya.
"Bukan! Sama sekali bukan!" jawab James dengan cepat.
"Kak Bian jadi pewaris Daddy, Aldrich pewaris JBS, aku apa dong?" ucap Arche yang menatap ke dua orang tua nya.
"Tenang, saham Mommy masih banyak, aset Mommy juga banyak." ucap Louise yang mengusap kepala putra nya.
"Perusahaan Daddy juga ga cuma satu kok," timpal James pada putra nya.
Arche tersenyum, "Ga deh! Kak Bian sama Aldrich aja yang kerja, aku mau jadi sutradara aja!" jawab anak lelaki itu dengan tawa dan senyuman polos nya yang tak ingin ribet dengan masalah keuangan dan harga saham.
"Nanti aku yang jadi aktris nya," ucap Bianca yang menimpali ucapan sang adik.
"Ga mau ah! Yang ada nanti aku yang di marahin! Kakak kan selalu marah! Bentar lagi urat darah nya keluar!" ucap Arche dengan gamblang dan ketus dengan wajah manyun.
"Astaga, nih makan! Malah bertengkar!" ucap Louise yang menutup pembicaraan dengan memberikan makanan yang sudah tersedia itu.
......................
Satu Minggu kemudian
Apart Sky Blue
Zayn berulang kali menelpon Edna yang tak kunjung mengangkat nya.
Memang wanita itu tak menghilang tanpa kabar, menurut dari pesan yang di tinggalkan Edna mengatakan kembali ke New York karna ayah dari bayi nya ingin bertanggung jawab.
Namun walaupun begitu masih ada keraguan dan rasa seperti tak percaya karna wanita itu bukan tipe yang menghilang dan hanya meninggalkan pesan.
"Apa dia memang ke New York?" gumam Zayn yang merasa khawatir karna itu memang sifat alami nya.
...
Mata coklat itu tampak lebih bersinar saat ia tak lagi melihat pengganggu yang berada di apart pria itu.
"Paman? Bibi Edna ke mana?" tanya nya yang pura-pura polos.
__ADS_1
"Dia kembali ke New York, kau merindukan nya?" tanya Zayn yang menatap sejenak ke arah gadis itu sembari menyelesaikan lukisan nya yang kini mulai ia buat kembali.
Bianca hanya memiringkan bibir nya dengan wajah yang malas karna ia tak merasa rindu sama sekali.
"Kau mau pulang? Kalau kau bosan kau bisa pulang, seperti nya ini akan siap lama." ucap Zayn yang tentu tak menyuruh gadis itu untuk menunggu nya selesai melukis.
"Ga mau! Aku mau nungguin Paman! Abis itu makan mi instan di rest area!" ucap Bianca pada pria itu.
"Kenapa harus di rest area?" tanya Zayn sembari menggerakkan kuas nya saat ia masih fokus ke arah lukisan nya.
"Karna kita jadi kayak pasangan yang lagi kencan!" ucap Bianca dengan centil dan wajah yang manis saat tersenyum.
Zayn tertawa mendengar nya, bagi nya hal itu hanya lah lelucon yang di katakan oleh anak di bawah umur.
"Kau seharusnya kencan dengan teman mu, kalau pergi dengan ku yang ada kau di kira putri ku." ucap nya yang tertawa kecil.
"Yaudah, aku jadi sugar Baby nya paman aja! Jamin deh ga akan kabur-kabur kayak mantan paman!" ucap Bianca yang memberikan penawaran pada pria itu.
Zayn hanya tersenyum mendengar nya, "Tapi kau kabur semenjak hari itu. Ku pikir kau tidak akan ke sini lagi."
Bianca tersenyum mendengar nya, ia mendekat ke arah pria yang masih melukis itu.
"Kangen ya sama aku? Maka nya mau aku datang lagi?" tanya nya yang mendekat dengan wajah centil nya di samping kanvas yang besar.
"Tidak, hanya saja satu marmut yang berisik tidak ada." ucap Zayn dengan senyuman kecil sembari mencoret wajah gadis yang dekat dengan kanvas nya itu menggunakan kuas yang ia pegang.
"Ack!"
"Paman!" ucap Bianca yang kesal pada pria itu sembari mengusap wajah nya yang terkena cat.
Zayn hanya tertawa kecil, memang apart nya sedikit sunyi jika gadis itu tak datang dan mengrusuh seperti saat ini.
Tanpa sadar suara berisik yang selalu mengganggu nya itu membuat nya mulai terbiasa.
"Aku marah nih! Marah aku ya?" ucap Bianca yang tampak kesal dan menggerutu.
"Kalau marah nanti kita tidak jadi pergi ke rest area untuk makan mi." ucap Zayn sembari tetap melihat dan fokus pada lukisan nya.
"Eh? Ga jadi marah deh, pending dulu marah nya. Abis pergi nanti baru marah lagi," cicit Bianca dengan wajah kesal namun ia juga tak mau janji nya di batalkan.
...****************...
Hay👋👋👋
Mampir ke sini juga ya, siapa tau suka😘😘💕
Latar nya kerajaan sama modren (Waktu udah pindah tempat) Cerita tentang balas dendam setelah regresi tapi bangun kekuatan dulu dan buat perjanjian nya sama iblis (Keturunan terakhir) Kurang lebih begitu lah inti nya wkwk
Othor lagi mau buat FL yang strong, switch cerita, jadi ini coba-coba dulu haha🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan tinggalkan pesan ya💕💕😘😘
Happy Reading 💕💕💕