(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Kau hamil?


__ADS_3

Mansion Dachinko.


Gadis itu terbangun saat matahari mulai terbenam, mata nya menerjap ketika seluruh tubuh nya terasa pegal dan perih.


"Sudah bangun? Hm?" suara seorang pria yang terdengar samar sembari merasakan sentuhan lirih di hidung mancung nya.


Pandangan nya mulai jelas, ia pun langsung menepis tangan yang menyentuh lembut hidung dan mata nya.


"Ck! Sana, Jangan ganggu!" decak nya sembari berbalik membelakangi pria yang membuat nya seperti ini.


James hanya tersenyum melihat nya, dan mengusap rambut gadis itu.


"Makanya jangan sebut nama pria lain saat dengan ku," ucap pria itu dengan masih mengelus rambut halus gadis yang saat ini menjadi kekasih nya.


Louise mengernyit, ia merasa kesal mendengar dan segera bangun sembari memegang selimut yang menutup tubuh polos nya yang penuh dengan bekas kemerahan dari pria yang saat ini tengah bersama nya.


"Kenapa aku yang di salahin?! Yang salah kan kau! Katanya udah janji gak bakal ke apart mantan nya lagi tapi tadi itu apa?!" tanya nya dengan kesal.


"Memang kau tadi lihat aku sedang apa? Aku tidak melakukan yang aneh-aneh ataupun selingkuh!" James membela dirinya.


"Tapi kan sama aja! Kalau tadi kalian bicara nya lancar, kau mau apa? Mau masuk ke apart nya? Terus kalau kalian udah di dalam juga gak bisa jamin apa yang bakal terjadi!" balas Louise kesal.


Walaupun ia melihat pria itu mencekik mantan kekasih nya namun James sama sekali tak mengatakan alasan ia ke apart wanita itu.


"Terus kalau aku ke apart nya, kau mau ke apart teman mu itu?! Kau ini tidak bisa berpikir?! Mereka itu beda!" ucap James yang sekali lagi kembali bertengkar dengan gadis nya.


"Beda lah! Satu apart mantan tersayang satu lagi kan cuma teman!" balas Louise kesal.


"Iya, tapi teman mu itu-" ucap James yang tak bisa melanjutkan kata-kata nya, sebagai pria ia tentu tau jika sahabat gadis itu mengincar dan menyukai gadisnya.


"Apa? Zayn itu baik kok! Kau ini kenapa sih?!" sanggah Louise cepat.


James memejam, ia bingung kenapa gadis di depan nya menjadi sangat sensitif, dan pertengkaran mereka di mulai saat ia kembali dari apart mantan kekasih nya lalu gadis itu menanyakan apa urusan nya disana.


"Kau ini sekarang kenapa sangat mudah marah? Hm?" tanya pria itu dengan nada rendah yang tengah berusaha bersabar agar tak terjadi pertengkaran merembet.


"Aku tidak marah! Kau yang langsung marah waktu aku bilang tentang Zayn!" sanggah gadis itu segera.


"Zayn! Zayn! Zayn!" bentak pria itu hingga membuat gadis cantik itu tersentak, "Kau tak punya nama lain untuk di sebutkan?!" telinga nya sudah memanas dan semakin kesal saat mendengar nama pria lain.


Louise terdiam, ia terkejut mendengar suara kuat pria itu, "Lihat kan? Sekarang aku di bentak lagi..." ucap nya lirih.


Ia juga tidak tau kenapa sekarang semakin sensitif namun setiap kali melihat pria itu bersama wanita lain rasa cemburu nya semakin kuat.


Auch!


Pekik nya ketika tubuh nya kembali di dorong dan di tidurkan di atas ranjang.


"Kau mau lagi? Hm? Aku perlu memberi tau mu lagi?" tanya pria itu sembari memegang erat kedua tangan gadis itu dan menarik selimut nya.


Louise membelalak seketika, ia baru saja beristirahat setelah permainan panjang nya dan tubuh nya masih terlalu lelah untuk kembali 'menerima' tubuh pria itu.


"Ugh..." leher nya terasa geli saat kecupan yang kembali menjalar menghisap nya hingga membekas jejak kemerahan yang baru.


Pria itu perlahan melepaskan pegangan tangan nya saat ciuman nya semakin turun dan mencakup gumpalan lembut gadis itu.


Greb!


"James!" teriak Louise sembari menurunkan tubuh nya memeluk erat pundak pria itu.


"Jangan lagi, nanti sa- Auch!" ringis nya yang tiba-tiba perut nya terasa sakit.


"Jangan pura-pura sakit sekarang," ucap pria itu yang merasa jika gadis yang tengah berusaha memeluk nya agar ia menghentikan lum*tan nya sedang berpura-pura.

__ADS_1


"Sa-sakit..." ringis gadis itu lirih sembari meremas kemeja yang di kenakan pria tampan itu.


"Kau sungguhan? Sakit sekali?" tanya James sembari mulai menunduk dan menatap gadis itu.


Ia pun beranjak bangun dan Louise langsung beringsut meringkuk memegang perut nya.


"Aku panggil Chiko," ucap nya sembari beranjak ingin pergi.


"Jangan! Kau mau bilang apa?! Sakit perut karna kebanyakan 'itu'?!" cegah gadis itu langsung.


"Memang nya karna itu? Bisa saja karna hal lain kan?" tanya James sekali lagi.


"Jangan, jangan pergi." ucap nya lirih sembari beringsut mendekat, "Ini kan karna kau yang marah-marah..." sambung nya lirih.


"Kau yang terus mulai, aku sudah bilang tak suka ada nama pria lain kan?!" ucap pria itu kesal.


"Tapi kan mereka itu beda! Kau sendiri ke apart mantan mu! Kalau kalian sampai-" ucap Louise terhenti.


"Kau kan dulu sangat suka dia kan?! Makanya Al bisa ada, Aku..." sambung nya lirih.


"Apa?" tanya James langsung.


"Aku tidak mau ada Al yang kedua!" decak nua lirih.


James terdiam sejenak, "Astaga, itu yang ada di kepala mu?" tanya pria itu.


"Iyalah! Kalau aku sama Zayn memang nya pernah sampai buat anak? Tidak, kan?!" jawab Louise pada pria itu.


"Tapi aku tidak suka!" jawab James sekali lagi.


"Kenapa? Cemburu?!" tanya dengan wajah kesal nya.


"Iya, aku cemburu." pria itu menjawab dengan menatap lurus tanpa berkedip.


"Makanya jangan sebut nama pria lain lagi, sekarang sudah berhenti kesal nya?" tanya pria itu dengan nada yang lebih rendah.


Louise diam, namun ia kembali meremas tangan pria itu saat merasakan nyeri di perut nya.


"Sakit sekali?" tanya James mengernyit saat memperhatikan pergerakan gadis cantik itu.


Louise menggeleng, "Kau sudah mandi? Aku mau mandi setelah itu makan malam." ucap nya sembari masih menahan sakit di perut nya.


"Aku tanya perut mu," ucap pria itu yang tak ingin teralihkan dengan pembicaraan lain.


"Ini karna belum makan malam, makanya mandi dulu." jawab Louise sekali lagi.


"Aku sudah mandi, tapi kalau kau mau aku bisa mandi lagi." ucap James pada gadis itu.


Sudut bibir gadis itu mulai naik, ia beranjak bangun dan merangkul kan tangan nya pada pundak pria itu agar segera di gendong.


"Setelah makan malam nanti aku harus pulang, nanti Louis marah, ini kan pertama aku keluar dari rumah semenjak di culik," ucap nya saat tubuh nya di gendong.


James tak menjawab, ia enggan untuk mengantar gadis itu kembali ke kediaman nya, namun ia dapat merasakan perubahan mood drastis dari gadis nya yang semakin sering.


"James?" panggil Louise lagi, "Kenapa tidak jawab?" tanya gadis itu.


"Sekarang kau benar-benar sensitif yah? Juga tambah berat," ucap pria itu sembari menurunkan perlahan tubuh ramping itu ke bathup.


"Sudahlah, kau diam saja! Jadi kesal!" decak Louise yang mengira pria itu menyinggung berat nya yang semakin meningkat.


James tersenyum, ia menyalakan shower dengan temperatur hangat dan mulai membuka pakaian nya.


......................

__ADS_1


3 Minggu kemudian.


Kediaman Rai.


Gadis itu bercermin, ia melihat bentuk tubuh nya dan perut nya yang terus menerus merasa ada yang berbeda.


"Seperti nya berat ku memang makin tambah," gumam nya saat melihat bentuk tubuh nya sendiri.


"Tapi sekarang aku lapar!" ucap nya yang menutup perut nya dengan sweater longgar berwarna pink yang ia kenakan.


Gadis itu pun mulai mengikat dan menggulung rambut nya ke atas lalu beranjak keluar dari kamar nya.


Ia pun turun ke dapur dan membuka lemari es nya, mencari sesuatu yang bisa ia makan dan minum.


"Susu nya lupa," gumam nya sembari mengambil sebotol susu dari lemari es nya.


Ia pun beranjak mengambil garpu dan mengigit nya karna semua tangan nya penuh akan makanan.


"Louise?" panggil pria itu saat melihat adik nya seperti maling makanan.


Louise terperanjat dan langsung menoleh ke arah suara yang sangat ia kenal.



"Sedang apa kau malam-malam begini?" tanya Louis mendekat.


"Kau ini buat kaget saja!" ucap Louise dan duduk sembari meletakkan semua makanan yang ia ambil ke atas meja.


"Ini sudah 12 malam, kau tidak tidur?" tanya Louis mengernyit.


"Belum ngantuk, terus lapar juga yaudah aku makan dulu," jawab Louise santai sembari membuka tutup botol susu yang tadi nya ia bawa.


Louis diam memperhatikan adik nya yang semakin terlihat berbeda sejak beberapa minggu lalu.


"Jangan makan terlalu banyak, nanti pagi mual lagi." ucap nya memperingatkan.


"Iya!" jawab gadis itu singkat.


Namun mata pria itu tak lepas sedikit pun menatap adik nya yang aktif menyantap makanan di depan nya, entah kenapa ia seperti merasakan Dejavu.


"Louise?" panggil nya sembari menatap wajah adik nya.


"Hm?" jawab gadis itu singkat sembari terus memakan makanan nya.


"Kau hamil?" tanya nya yang seperti merasakan sesuatu yang mulai terlihat berbeda dari adik nya atau mungkin karna perasaan khawatir nya.


Uhuk!


Gadis itu hampir tersedak karna terkejut, Louis pun langsung mengambil minum dan memberikan pada saudara kembar nya itu.


"Kau ini bilang apa sih?!" tanya Louise yang begitu terkejut mendengar pertanyaan sang kakak.


...****************...


Maaf yah kalau othor nya sekarang up nya agak jarang, apa lagi yang novel sebelah๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Karna othor nya lagi UAS dan sedang genjar nya bimbingan sama dosen biar proposal lancar, makanya waktu nya banyak berkurang apa lagi tugas juga makin banyak๐Ÿ™๐Ÿ™


Makasih buat pendukung dan readers yang membaca cerita othor semoga kalian sehat selalu yah๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Salam penuh luv dari othor๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Happy Readingโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ

__ADS_1


__ADS_2