
Kediaman Rai
"Kau bilang apa?!" Louis Lebih langsung mengambil ponsel yang berada di genggaman gadis itu.
"Kau pikir aku bercanda?!" jawab Louise pada sang kakak.
"Kau di rumah saja, jangan mengikuti apa yang dia minta." ucap nya pada sang adik.
"Aku memberi tau James soal ini..." ucap Louise sebelum sang kakak pergi.
Louis menghentikan langkah nya mendengar apa yang di katakan oleh adik nya.
"Kenapa?" tanya nya pada gadis itu.
"Kenapa? Dia ayah nya!" ucap nya pada sang kakak.
"Dia yang paling berhak untuk tau." sambung Louise lagi pada sang kakak.
Louis diam sejenak, ia menatap ke arah sang adik dan menghela napas nya.
Ia tau saat ini bukan waktu nya untuk berdebat dan yang paling utama adalah mendapatkan kembali keponakan nya.
......................
Sementara itu.
James yang membaca pesan yang di kirim kan ulang pada nya dari gadis itu beserta dengan keterangan yang ia dapatkan.
"Sial! Dia mengancam!" ucap nya sembari menggenggam ponsel nya dengan erat.
Pria tampan itu pun segera memanggil Nick dan berusaha melacak nomor yang tadi nya sempat menghubungi gadis nya.
__ADS_1
"Cari dan temukan." ucap nya pada Nick.
"Baik tuan!" ucap nya yang segara mencari sesuatu yang di perintahkan tuan nya.
Ponsel nya berdering kembali, panggilan dari gadis nya membuat nya langsung dengan cepat mengangkat nya.
"Aku memberi tau Louis tentang ini, kau bisa temui dia. Dia juga akan bantu mencari Bianca." ucap nya di sambungan telpon.
"Baik, aku akan menemui nya." ucap nya pada gadis itu.
"Jangan, mengikuti apa yang dia minta. Kau tetap di rumah saja." ucap nya yang mengatakan hal yang sama seperti saudara kembar gadis itu.
"Ya..." jawaban singkat dari gadis itu.
"Aku matikan, kau temui dia."
"Hm, tetaplah di rumah." jawab James dan mematikan ponsel nya.
......................
Mata yang saling memandang lurus, melihat ke arah satu sama lain dengan tatapan yang tampak begitu tajam dari satu sisi.
"Jika bukan karena masalah Bianca aku tidak ingin menemui mu." ucap Louis melihat ke arah pria yang menjadi ayah dari keponakan nya itu.
"Aku tau kau membenci ku tapi yang paling penting adalah bagaimana cara mendapatkan Bianca kembali." ucap nya yang memahami kebencian dari pria tampan saudara kembar dari gadis yang ia cintai itu.
"Nomor nya tidak terlacak, besok aku juga akan kirim orang ke tempat itu dari malam," ucap Louis yang mengatakan rencana pencegahan nya.
James diam sembari memperhatikan dan juga memberikan sesuatu yang mulai dapat membantu.
......................
__ADS_1
Mansion Alex
Gadis kecil itu kembali menangis meraung meminta sang ayah untuk datang.
"Bian mau Daddy..."
"Cuma mau Daddy..."
Tangis nya segugukan di tengah malam dengan wajah yang memerah dan tampak begitu sendu yang selalu menangisi sang ayah.
Alex menatap lurus ke arah batita yang terlihat malang karna ingin kembali itu.
Tangan nya memegang coklat yang dapatkan dari anak kecil yang tidak tau apapun itu.
Ia membiarkan tangisan itu dan meletakkan coklat yang ia dapatkan di tempat yang sama di mana ia menyimpan gantungan kunci yang ia dapatkan dari ibu anak cantik itu.
"Haruskah aku membawa mu juga?" gumam nya lirih sembari melihat ke arah anak kecil yang menangis itu.
"Huhu..."
Bianca menoleh ke arah pria yang tampak sudah baik-baik saja itu.
"Membawa mu dan juga ibu mu, lalu membuat Daddy kesayangan mu itu sendirian..." ucap nya lirih dengan senyuman tipis.
Ia memang akan segara mati namun ia akan membawa semua orang yang tak akan bisa ia miliki agar bahkan jika ia tak bisa memiliki nya maka tak akan ada satupun yang memiliki nya.
...****************...
Maaf pendek yah🙏🙏🙏
Othor nya memiliki urusan yang ga kelar" Fab kalau ada yang bilang cerita sebelah kok bisa panjang jawaban nya karna othor punya stock bab nya jadi tinggal di tambahin aja🙏
__ADS_1