(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Salah mobil


__ADS_3

Tak ada jawaban apapun dari Bella, wanita itu tampak semakin menyembunyikan ponsel nya.


James menarik napas nya dan tersenyum tipis, "Kau punya waktu malam ini?" tanya pada wanita itu.


Mata wanita itu langsung berbinar mendengar nya.


"Ya..." jawab nya lirih.


"Restoran di hotel Verssiont jam 8, aku akan reservasi." ucap nya yang dengan senyuman tipis yang beranjak pergi.


"Ha? I..iya.." jawab Bella yang terbata karna gugup namun ia menyukai saat pria itu mengatakan akan makan malam dengan nya.


......................


Mansion Dachinko


Nick menatap tuan nya tak percaya setelah membuat janji dengan seseorang yang ia pun kenal dengan siapa.


"Anda benar-benar akan makan malam saja dengan nya?" tanya Nick dengan mengernyitkan dahi nya.


"Tentu, dan jangan lupa bawakan aku flashdisk untuk meretas ponsel," ucap nya dengan datar sembari meminum alkohol nya.


Nick terdiam sejenak, "Anda tidak melakukan ini karena marah dengan pertunangan nona Louise kan?" tanya nya yang menatap ke arah tuan nya.


James hanya melirik dengan mengernyitkan dahi nya, "Apa menurut mu begitu?" tanya nya dengan wajah yang kesal.


"Lalu?" tanya nya pada tuan nya.


"Kau sudah cari tau tentang siapa saja yang di temui Bella?" tanya James lagi tanpa menjawab kekhawatiran bawahan nya.


"Sudah, tapi tidak ada yang spesial." jawab Nick karna memasang berdasarkan pencarian beberapa orang seperti lolos dari nya.


James mengangguk kecil mendengar nya, "Lanjutkan pekerjaan mu." ucap nya pada pria itu.


Nick pun hanya bisa mengambil napas nya dan mengeluarkan nya lalu mengikuti kata tuan nya yang menyuruh nya untuk keluar.


Sedangkan James masih terdiam, ia hanya tak habis pikir ada seseorang yang terus mengincar nya dan mengetahui penggalan masa lalu yang bahkan sangat sedikit di ketahui.


Ponsel nya bergetar kembali, ia menoleh fan mengangkat nomor yang tak dikenal itu.


"Bagaimana dengan hadiah yang ku kirimkan kemarin? Putri mu menangis sangat kencang,"


Tangan nya mengepal mendengar nya, jika saja gadis itu tak melompat keluar bersama putri nya maka saat ini ia tengah dalam suasana berkabung.


"Apa yang kau inginkan?" tanya nya bingung dengan motif pria itu. "Tanah? Uang? Wilayah?"


Suara tawa terdengar dari balik telpon sedangkan James diam tak mengatakan apapun.


"Kalau kau ingin hal seperti itu harus nya berusaha merebut nya dari ku bukan memakai cara murahan seperti ini." ucap nya sekali lagi.


Ia yakin pasti dari kalangan musuh nya adalah orang-orang yang kalah dari nya dalam hal material karna memang hal itu lah yang paling di cintai oleh orang-orang seperti seperti nya.


"Aku memang menginginkan sesuatu, yaitu ingin melihat mu sendirian! Kau tau?"


"Kau bahkan tidak punya alasan untuk hal seperti itu," jawab nya dengan senyuman miring.


"Alasan? Orang menjijikan seperti mu tau?"


James mengernyit suara yang tampak sangat menekan dan menunjukkan sebesar apa kebencian untuk nya.


Telpon nya terputus, tak ada lagi sambungan yang dapat ia bicarakan.


"Dasar tikus menyebalkan!" decak nya dengan kesal.


......................


Verssiont Hotel


Wanita itu menghentikan langkah nya, sudut bibir nya naik dan tersipu melihat pria yang sudah duduk di meja yang berada di samping jendela kaca besar yang menampilkan jalanan penuh warna.


"James?"


Suara wanita yang memanggil nya membuat pria itu menoleh dan menatap ke arah nya.

__ADS_1


"Kau sudah datang?"


Bella tersenyum, walaupun tiba-tiba namun ia merasa akhirnya pria itu sadar jika diri nya lah yang masih sangat di cintai.


"Kau menunggu lama?" tanya nya sembari mendudukkan diri nya di atas bangku yang tersedia di meja tersebut.


"Makanan mu masih sama kan? Aku sudah pesan, atau kau mau ubah pesanan nya?" tanya James seminari menatap mata yang tampak cerah berbinar itu.


"Tidak, masih sama..." jawab Bella dengan senyuman cerah yang merasa pria itu belum melupakan apapun tentang nya.


James tak berbicara lagi, ia memang masih memiliki semua ingatan tentang cinta pertama nya itu karna bersama cukup lama.


Makanan mulai datang, Bella mencari obrolan serta pembicaraan yang bisa ia gunakan sedangkan pria yang memakan steik lembut itu tampak pasif tanpa memulai pembicaraan.


"Aku mengganti nomor, kau menghubungi ku dari nomor yang sama?" tanya nya pada wanita itu.


"Benarkah? Pantas saja..." gumam nya lirih yang mengangguk kecil.


James melirik sekilas ke arah wanita itu, tentu saja mantan kekasih nya itu tak bisa menghubungi nya karna ia memblokir semua nomor panggilan dari wanita itu.


"Sini ponsel mu," ucap nya yang bersikap seperti ingin memberikan nomor nya.


Bella menurut ia memberikan ponsel nya dan mengeluarkan dari tas nya.


Kini ponsel dengan mainan permata itu berada di tangan James, ia pun melirik sekilas, "Lipstick mu seperti nya kurang rapi?" tanya nya pada wanita itu.


"Ha?" Bella langsung mengernyit, ia tertawa canggung dan menutup mulut nya.


"A..aku ke toilet sebentar..." ucap nya yang beranjak bangun seketika.


James memberikan anggukan kecil, ia melihat seluruh isi ponsel wanita itu dan memindahkan data serta menginstal sistem agar semua yang berada di ponsel wanita itu masuk ke dalam ponsel nya.


Tak lama semua data itu pindah, Bella kembali. Ia tersenyum setelah memastikan tak ada yang salah di make up nya.


"Hum?" mata wanita itu mengernyit, ia baru datang namun pria di depan nya bangun seketika.


"Aku ada urusan mendadak, kau bisa lanjutkan makan malam mu, sudah ku bayar." ucap nya yang langsung bangun.


Greb!


James mengernyit, wanita itu mencegah tangan nya dan memegang nya dengan erat.


"Ada apa?" tanya nya sembari melepaskan tangan wanita yang memegang nya.


"Sekarang kau tau kan? Cuma aku yang kau sukai," ucap nya pada pria itu.


"Apa makan malam dengan orang lain termasuk menyatakan perasaan atau memiliki perasaan?" tanya nya mengernyit.


"Berhenti membohongi diri mu sendiri," ucap nya mendekat dan ingin mengecup bibir pria itu.


Sudah berapa tahun ia berciuman lagi dengan pria itu dan terakhir kali nya bukan nya di restoran?


Hump?


Tak ada daging yang lembut dan kenyal menyentuh bibir nya, yang ada hanya lah sesuatu yang memblokir bibir nya untuk sampai.


"Jaga batasan, okey?" ucap nya membekap mulut yang ingin menyosor bibir nya tanpa menanyakan pendapat nya.


"Hm?" Bella menatap dengan bingung dan pria itu pun melepaskan mulut nya setelah itu dan beranjak pergi.


......................


Mansion Dachinko


Suara ketukan dari jemari yang berirama di atas meja itu terdengar di ruangan yang sunyi tanpa suara itu.


"Isi nya makian semua?" gumam nya yang mengernyit.


Memang benar jika mantan kekasih nya itu memiliki hubungan dari seseorang yang bagi nya mencurigakan namun selain hubungan yang vulgar dan int*m berdasarkan riwayat panggilan serta pesan tak ada lagi yang menunjukkan tanda-tanda lain.


Kalaupun ada isi nya hanya berupa makian, umpatan dan kutukan untuk gadis nya sampai membuat nya bergidik tak menyangka.


Seseorang yang dulu nya lembut, begitu cerah dan baik hati berubah menjadi seseorang yang bahkan tak ia kenal sama sekali.

__ADS_1


Mata nya kembali melihat ke arah layar di depan nya yang menampilkan isi ponsel dari mantan kekasih nya.


"Tunggu! Bukan nya ini dari tahun..." ucap nya yang mengernyit menatap ke arah tanggal yang tertera.


......................


Dua Minggu kemudian.


Kediaman Rai


"Dia keluar dengan ku, seharusnya tidak ada masalah kan?" tanya pria itu mengernyit pada sahabat nya.


"Firasat ku buruk kalau dia keluar lagi," jawab Louis yang berat untuk mengizinkan adik nya keluar lagi.


"Seharusnya sudah baik-baik saja kan?" tanya Zayn mengulang.


Ia baru di beri tau apa yang terjadi seminggu yang lalu saat tak bisa membawa tunangan nya pergi keluar dan ia juga mencari siapa dalang yang menyebabkan kecelakaan mobil itu.


Walaupun tak menemukan nya, namun ia setidaknya sudah menyingkirkan akar busuk sebelum berkembang yang tak lain adalah orang-orang sekira nya memiliki dendam atau berniat buruk pada nya.


"Iya kalau dari pesaing bisnis? Kalau karna dia?" tanya Louis lagi karna waktu kecelakaan sang adik bersama dengan keponakan nya dan ia pun sudah tau pekerjaan ilegal dan gelap yang di lakukan pria itu.


"Dia? Dia siapa?" tanya Zayn mengernyit.


Louis tersentak, ia baru sadar jika harus nya tak mengucapkan nama yang mungkin akan menyakiti calon ipar nya itu.


"Tidak ada, kau bisa bawa dia keluar." jawab Louis sembari membuang wajah nya.


Zayn tak lagi bertanya, ia hanya berbalik dan ingin menuju kamar tunangan nya.


"Kalian mau kemana?" tanya nya sebelum pria itu pergi.


"Entah lah, ke taman? Makan? Nonton?" jawab Zayn dengan tebakan yang mungkin akan ia lakukan karna tunangan nya itu sudah terus mengeluh dan mengajak nya keluar.


...


Es krim yang menggunung di mangkuk yang besar dan juga toping yang melimpah membuat senyuman di wajah gadis itu terlihat.


Sedangkan pria yang melihat nya itu belum mengambil sesendok dari es krim yang ia pesan untuk diri nya sendiri.


"Kau selalu seperti ini," ucap nya lirih yang membuat gadis itu menghentikan makan nya.


"Memang nya aku kenapa?" tanya Louise menatap dengan bingung.


"Kau tidak pernah menceritakan apapun pada ku, aku selalu jadi orang terakhir yang tau." ucap nya pada tunangan nya itu.


"Maaf, aku cuma ga mau buat khawatir Zayn..." ucap nya lirih pada pria itu.


"Kalau kau diam itu semakin buat aku khawatir," jawab nya sembari menatap wajah cantik tunangan nya.


Louise tersenyum tipis melihat pria itu, "Manis nya my baby Zayn..."


Pria itu tak mengeluh lagi, ia hanya membuang napas nya.


Ia tau mungkin sekarang tunangan nya sedang tak baik-baik saja namun tak mengatakan apapun pada nya dan malah bersikap seperti tak terjadi apapun.


......................


Mansion Dachinko


Bianca melihat ke arah seluruh mansion megah yang mengelilingi nya itu.


Ia masih belum bisa memberikan coklat yang ia janjikan namun sang ayah tak memberi nya izin keluar.


Ia berdiri dengan sepatu nya yang menggemaskan dan melihat ke arah mobil yang hidup.


"Bian mau kelual sendili! Memang nya Daddy aja yang bisa?" gumam nya yang masuk ke bangku belakang dan tidur.


Tubuh kecil nan mungil itu tidur sembari memegang coklat nya.


Sang ayah?


Ia bahkan tak tau jika ayah nya masih belum kembali dan yang ia masuki adalah mobil pengawal sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2