
Apart Greenlousc.
Arnold bangun dari tidur nya, ia tak melihat sang ibu yang dalam beberapa hari ini sering tak kembali ke rumah.
Tangan mungil nya membuka pintu lemari es yang besar tersebut dan mengambil salah satu bahan makanan yang bisa mengisi perut kosong nya.
"Ih ada woltel! Makan ini aja deh," ucap nya yang langsung mengambil sayuran berwarna orange tersebut.
Ia memang tidak terlalu suka sayur, namun saat melihat makanan di depan nya walau jenis apapun ia akan suka karna sang ibu yang tak kunjung pulang hingga lupa memberi nya makan.
Bocah menggemaskan itu mencuci wortel segar itu dan mulai memakan, rasa pedas dan pengar dengan sedikit manis terasa di lidah nya namun ia tetap memakan nya.
Suara dari pintu yang terbuka sandi nya membuat telinga anak menggemaskan itu naik, ia pun langsung beranjak bangun dan berjalan ke pintu.
"Mommy?" ucap nya yang sudah menunggu dengan senyuman di atas wajah pucat nya.
Klek!
Bella menatap datar ke arah putra nya yang sudah ia besarkan selama beberapa tahun, wajah nya terlihat sedikit kacau dengan beberapa bekas kecupan yang terlihat di leher nya dan aroma alkohol yang keluar dari tubuh nya.
Selama beberapa hari ia berada di club' malam dan bermain dengan beberapa pria lalu mabuk-mabukkan untuk menghilangkan kacau di pikiran nya.
"Mommy kok bau? Mommy mandi sana," ucap Al polos yang tak suka dengan bau alkohol yang keluar dari tubuh ibu nya.
"Ini karna mu, kau mengacaukan rencana ku!" gumam nya dengan tatapan tajam.
Plak!
Arnold terjatuh, ia terkejut dan memegang pipi nya yang terasa panas dan perih, "Ampun Mom..." ucap nya takut dan langsung bangun guna melarikan diri.
Bocah kecil itu pun langsung masuk ke dalam kolong tempat tidur dan bersembunyi di balik nya, ia ketakutan hingga bahkan tak ingin napas nya terdengar.
"Al? Mau kemana nak? Sini sama Mommy?" tanya Bella mencari putra nya dengan nada lirih.
"Mommy gak marah, Al di mana? Keluar sayang..." panggil nya lagi sembari berjalan mencari putra nya.
Arnold melihat kaki sang ibu yang berjalan mencari nya dari bawah tempat tidur, "Mommy gak malah lagi?" gumam nya dan mulai keluar.
"Mommy?" panggil nya saat ia baru keluar.
Langkah Bella terhenti ia berbalik melihat anak laki-laki itu menatap nya dengan polos.
Auch!
"Sa-sakit Mom..." ringis Al seketika saat rambut di kepala nya di tarik.
"Kau! Kenapa dia bisa punya tes mu?! Aku sudah bilang kalau kau sedang dengan nya harus bilang pada ku kan?!" tanya wanita itu dengan marah.
Tangan nya memukul dan mencubit tubuh mungil yang masih demam itu secara terus menerus.
"Ampun, Huhu..."
"Al kan waktu itu cuma main sama kak Louise..." jawab nya dengan segugukan.
Bella tersentak, ia mendengar nama gadis yang yang sangat ia benci tersebut.
Bruk!
Tangan nya melempar tubuh kecil yang memiliki kulit berwarna putih tersebut.
"Benar! Pasti j*lang itu yang buat ulah! James membela dia?! Ular si*lan itu?! Dia tidak bisa lihat sifat licik menjijikan itu?!" gumam nya yang semakin membangun kebencian dalam diri nya.
Sedangkan Arnold terus menangis dan merintih, ia memegang kaki nya yang terasa sakit karna sang ibu tiba-tiba mendorong nya.
Mata Bella kembali menoleh ke arah putra nya, ia mendekat dan mendekap tubuh yang memar membiru tersebut.
"Al anak baik kan? Al sayang Mommy kan?" tanya nya dengan suara lembut dan senyuman nya.
"I-iya..." jawab Al tersendat karna tangis nya dan mengangguk kecil.
"Mommy juga sayang Al, jadi Al harus dengerin kata Mommy yah?" ucap nya sembari membelai wajah putra nya.
"Kak Louise itu orang jahat, Al ga boleh dekat sama dia, dia yang buat Daddy gak mau ketemu Al lagi." sambung nya pada putra nya saat ini memiliki banyak memar.
"Ta-tapi kak Loui-"
"Jangan bantah! Al tau penyihir jahat kan? Jal*ng it- bukan maksud ku kak Louise itu sama kayak penyihir jahat!" ucap Bella menekankan semua perkataan nya.
Al hanya mengangguk, mendengar bentakan sang ibu membuat nya ketakutan.
......................
Sementara itu.
Mata nya terpenjap bangun, lampu kamar yang terhias cantik dan tempat asing yang tak ia ketahui.
Kepala nya masih terasa sakit namun ia perlahan mencoba bangun untuk memulihkan kesadaran nya.
"Ini di mana?" Louise mengernyit ia tak tau sedang berada di mana, namun yang jelas nya ia berada di sebuah kamar yang cukup mewah namun tanpa satupun jendela.
Klek
Suara pintu yang membuat mata gadis itu memutar dan melihat ke arah nya.
"Hey? Beauty? Sudah bangun?" sapa pria yang memakai topeng di wajah nya tersebut.
Louise mengernyit, ia tak menjawab sama sekali dan hanya menatap bingung, tubuh nya seketika ingin bangun dan pergi namun tak bisa saat ia menyadari jika tangan kanan nya sudah terantai di kepala ranjang.
"Aku sudah putus dengan nya, kenapa masih menganggu ku?" tanya gadis itu tak mengerti.
"Memang, tapi aku perlu konfirmasi satu hal lagi," ucap pria itu yang tersenyum dari balik topeng nya.
"Apa yang perlu di konfirmasi? Kami sudah putus! Dan menurut mu apa dia akan datang mencari ku?!" tanya Louise dengan kesal.
__ADS_1
"Tidak! Dia tidak akan mencari ku! Kau hanya membuang tenaga mu saja!" sambung gadis itu dengan mata tajam.
"Benarkah? Lucu sekali?" tanya pria itu sembari mendekat dan memegang dagu nya.
Terdengar suara tawa di balik topeng tersebut ketika mendengar penuturan gadis itu, "Tapi kita akan tau dia memang sudah tidak peduli pada mu atau tidak lagi,"
"Besok, pukul 12 malam tepat, Kita akan tau jawaban nya." ucap nya yang menyeringai di balik topeng nya.
Louise mengernyit, ia tak tau apa yang akan terjadi besok di jam yang di katakan pria bertopeng di depan nya.
"Jangan memasang ekspresi seperti itu? Mau ku ceritakan sesuatu? Dulu aku juga pernah bawa mantan pria itu kesini, di kamar ini juga, kau bisa tebak apa yang ku lakukan pada nya?" tanya nya mencoba bermain tebak-tebakan.
Louise diam tak mengatakan apapun, ia ingin menghindar namun terhalang oleh rantai yang membelenggu pergelangan tangan kanan nya.
"Aku menodai nya," ucap pria itu dengan suara berbisik pria itu dan tersenyum di balik topeng nya.
Louise terkejut, mata membulat seketika mendengar hal itu, "Lalu sekarang kau mau melakukan hal yang sama? Aku sudah bilang kalau hubungan kami sudah berakhir kan?"
"Makanya aku mau lihat besok malam, memastikan hubungan kalian?" ucap pria itu tertawa.
Louise hanya diam tak lagi mengatakan apapun, sedangkan pria itu memperhatikan wajah nya.
"Tapi aku penasaran dengan sesuatu, jadi aku ingin sedikit merasakan nya, aku penasaran bagaimana wajah mu saat mend*sah di bawah tubuh ku," sambung nya sembari mengusap pipi gadis itu.
Deg!
Louise terkejut ia pun langsung menepis tangan pria itu segera, "Ternyata mulut mu juga kotor!"
Pria itu tersenyum di balik topeng nya, "Ini yang membuat ku penasaran, kau tidak menunduk dan memohon makanya aku mau mencoba nya."
Pria itu pun mengambil borgol dari salah satu saku nya dan mengeluarkan nya.
"Lepas!" ucap Louise tersentak dan berusaha memberontak.
Kaki nya dan berusaha menendang dan satu tangan nya berusaha mendorong menjauh.
Klik!
Satu borgol kini sudah mengunci tangan kiri nya hingga membuat kedua tangan nya tak bisa berkutik lagi.
Pria itu tersenyum, tangan nya mulai menyibak blouse yang di kenakan gadis cantik itu, Louise tersentak ia semakin menggeliat.
"Tubuh mu sedikit berubah? Seperti lebih berisi?" tanya pria itu saat ia meraba dan menggerayangi lekuk tubuh indah itu yang masih berada dalam balutan pakaian nya.
Ia juga pernah menyentuh saat pertama kali menculik gadis itu, namun belum sempat ia melakukan apa yang ia inginkan sudah ada yang menemukan gadis itu.
Pria itu pun mulai menaikkan blouse yang di kenakan Louise hingga ke wajah gadis itu, dan membuat mata gadis itu tertutup.
Ia pun menyingkirkan br* berwarna hitam itu hingga membuat sesuatu menyembul keluar.
Louise menggeliat sembari berusaha menyingkirkan blouse nya yang menutupi mata nya ia tau bagian atas tubuh nya mulai terekpos secara nyata di depan pria lain.
Auch!
"Brengs*k! Baj*ngan! Lepas!" ucap Louise memberontak.
Plak!
Satu tamparan kuat melayang di dada gadis itu membuat Louise memekik.
Auch!
"Berhenti berteriak, hm?" ucap pria itu sembari menarik puncak d*da gadis itu dengan kuat.
Louise terdiam, ia menahan suara ringisan nya saat merasakan ngilu yang luar biasa di d*da nya.
Pria itu ingin menghisap nya namun ia tak biea karna mengenakan topeng yang menutupi seluruh wajah nya, saat wajah gadis itu yang tertutup ia pun langsung mendapatkan ide nya dengan mengikat blouse yang tersingkap itu hingga menutup kedua mata gadis itu.
"Lepas!" Louise menggeleng dan bergerak kesana kesini saat pria itu ingin menutup maya nya, suara rantai dan borgol yang membelenggu tangan nya terdengar nyaring di setiap gerakan tubuh nya yang menolak.
Pria itu tersenyum dan melepaskan topeng nya, ia melihat dua bagian indah tubuh gadis itu dan mulai memangut nya.
Louise kembali tersentak, tubuh nya mulai gemetar, ia bahkan kembali tersentak lagi saat tangan pria itu mulai menyelinap ke balik celana panjang yang ia gunakan.
"Di sini? Sudah berapa yang pernah masuk? Hm?" tanya yang sembari menekan dengan jemari nya di area sensitif gadis itu.
"Jangan, kau salah orang, dia tidak suka aku..." ucap Louise yang mulai gemetar.
"Tidak jawab? Apa sering? Ku dengar kau punya banyak mantan kekasih kan?" tanya pria itu lagi.
"Aku bukan pel*cur!" jawab Louise tertahan dengan suara serak.
Pria itu tersenyum dengan smirk nya, ia pun melepaskan celana yang ia kenakan dan mulai saling menyentuhkan sesuatu milik nya ke tubuh gadis itu.
"Singkirkan benda menjijikan itu!" ucap Louise menggeliat sembari berusaha menyingkirkan nya.
Pria itu pun bersiap melepaskan celana panjang gadis itu namun ia merasakan getaran yang berasal dari ponsel nya.
Ia memang tak mendengar awal nya namun ia mendengar untuk yang kedua kali nya.
"Kenapa dia menelpon?" gumam nya sembari melihat kakak gadis yang ia culik menelpon nya.
Ia pun beranjak naik dan menutup hidung gadis itu hingga tak bisa bernapas.
"Apa yang kau la- Humph!" Louise tersentak ia tak bisa melihat situasi nya namun ia tau apa yang di masukkan ke dalam mulut nya hingga membuat nya tak bisa bernapas.
"Halo? Selamat siang?" jawab pria itu sembari mulai menggerakkan pinggul sekaligus menutup mulut gadis itu.
"Tidak apa-apa, tadi siang adik ku ada bertemu dengan mu? Dia bilang mau membicarakan tentang bahan untuk obat nya?" tanya Louis dari balik telpon.
Ia ingat tadi siang sang adik memang mengatakan ingin menemui rekan dari perusahaan mereka yang bekerja sama dengan JBS farmasi untuk pembuatan dan pengembangan obat flu dan demam.
Pria itu melirik ke bawah dan melihat gadis yang merasa sesak saat memaksa memasukkan milik nya ke dalam mulut gadis itu.
__ADS_1
Walaupun terasa sedikit sakit karna terus mengenai gigi gadis itu namun ia juga merasakan nikmat yang menutupi sedikit rasa sakit nya.
"Tidak, dia tidak ada konfirmasi ataupun datang ke perusahaan ku." jawab pria itu yang pura-pura tak tau.
Louise memang rencana nya ingin ke perusahaan pria itu setelah dari cafe namun ia tak tau akan pingsan dan sampai di tempat itu.
"Baik, maaf mengganggu waktu mu." ucap Louis dan mematikan telpon nya.
Pria itu pun melempar ponsel nya, ia menarik dan menahan kepala gadis itu lalu mempercepat pinggul nya dan kemudian menekan nya.
Louise tersedak, sesuatu mulai mengaliri tenggorokan nya hingga membuat nya menelan sesuatu.
Pria itu tersenyum, ia kembali memakai topeng nya dan melepaskan ikatan blouse kusut di mata gadis itu.
"Hari ini di sini saja, lain kali akan ku coba yang di bawah juga." ucap nya sembari membuka satu borgol dan membiarkan tangan kanan gadis itu tetap di rantai.
Ia pun mengusap bibir basah dengan sedikit lelehan vanila yang tak sempat tertelan nya semua lalu meninggalkan nya, sedang Louise tersentak dan masih sangat terkejut, tangan nya yang gemetar mulai menutup bagian dada nya dan merapikan pakaian nya.
"A-aku..." gumam nya yang sangat terguncang, walau ia tak sempat di perk*sa namun tetap saja diri nya di lecehkan.
...
Pria itu mengganti pakaian nya dan memakai jas nya lalu beranjak ke mobil nya.
"Jangan lupa memberi tau pria itu," ucap nya sembari membenarkan kancing jas nya dan menutup pintu mobil nya.
Ia sudah memiliki rencana untuk melihat apakah pria yang ia incar itu sudah sepenuh nya meninggalkan gadis itu atau belum dan semua nya akan terbukti besok malam pukul 12 tepat.
......................
Kediaman Rai.
Louis yang sejak siang kehilangan kontak adik nya pun mulai gelisah.
Namun ia masih berusaha tenang karna bukan sekali dua kali gadis itu hilang kontak, dan karna masih dalam jangka waktu yang singkat ia pun berusaha berpikir positif.
"Apa ku tunggu sampai malam saja?" gumam nya yang merasa gelisah.
"Ck! Anak itu!" sambung nya kesal karna tak bisa tenang.
Malam sudah berlalu namun tak ada tanda-tanda adik nya akan pulang.
Kontak dan ponsel yang di miliki oleh adik kesayangan nya kembali lenyap tanpa jejak.
Pria itu pun mulai pergi beranjak mencari keberadaan adik nya yang tak kunjung pulang, rasa gelisah tentu nya kembali menyelimuti hati nya, takut sesuatu terjadi pada saudari satu-satu nya yang ia miliki.
......................
Mansion Dachinko
"Tuan?" panggil Nick saat melihat masuk ke ruang kerja tuan nya.
Lagi-lagi sebotol alkohol menemani pria itu di tengah pekerjaan nya yang menumpuk.
"Anda tidak beristirahat?" tanya Nick pada tuan nya.
"Sebentar lagi," jawaban dingin yang di berikan pria itu.
Nick diam sejenak, ia pun mengangguk dan pamit keluar.
"Hari ini,"
"Apa yang dia lakukan hari ini? Dia masih pergi dengan pria itu?" tanya James sebelum bawahan nya itu keluar.
"Nona Louise?" tanya Nick mengernyit.
"Hm,"
"Hari ini tidak ada apapun," jawab Nick pada tuan nya.
"Maksud nya?" tanya James mengernyit dengan bingung.
"Saya juga tidak tau apa yang terjadi tapi nona Louise seperti lenyap, orang yang saya suruh mengikuti nona tidak tau nona sedang berada di mana," jawab Nick pada tuan nya.
"Dia sudah tau?" tanya James yang mengira gadis itu tau ia membuntuti nya.
"Entahlah, apakah ingin saya cari tau lebih lanjut?" tanya Nick lagi.
"Tidak perlu, dia juga tidak penting!" ucap James dan menyuruh pria itu untuk keluar.
Pria itu menyandarkan kepala nya ke bangku kerja nya yang nyaman, tangan nya mengetuk meja kerja nya dan membuang napas kasar.
"Dia tidak penting, bukan siapa-siapa! Tapi kenapa aku..."
...****************...
Jangan lupa dukungan nya yahππ
Likeπππ
Komen π¬π¬π¬
Rate 5βββββ
Vote ποΈποΈπ₯³π₯³
Favorit β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Hadiah πππ
Biar othor makin semangat hihiπππ
__ADS_1
Happy Readingπππ