(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Losing my control


__ADS_3

James menggendong gadis itu, ia masih merasakan tubuh yang getar dalam gendongan nya.


Kaki nya pun menuju pada sebuah ruangan di tempat yang mereka lewati. Ia pun menurunkan dan melihat ke arah wajah gadis cantik itu yang tengah menarik napas nya dengan berat.


Tangan nya mengetik sesuatu pada ponsel nya untuk mengatakan pada Nick tak boleh ada yang masuk ke ruangan mereka saat ini dan mematikan cctv di tempat itu.


"Louise? Bernapas perlahan," ucap nya sembari memegang bahu gadis itu dan menatap mata nya.


Louise masih tak bisa mengendalikan diri nya semua kelebat tentang ingatan malam itu terus datang hingga membuat nya masih merasakan takut.


Tubuh yang gemetar dan raut wajah yang tampak pucat membuat pria itu memegang bahu gadis itu dengan kuat dan memanggil nama nya sekali lagi.


"Louise!"


Kini gadis itu menoleh ia menatap pria di depan nya, napas nya masih terasa ingin habis namun ia pun sudah sedikit teralihkan.


Greb!


Tangan pria itu menarik tubuh ramping nya, membungkus nya dengan jas dan memeluk nya.


"Sst..."


"Mereka semua tidak ada lagi, kau bisa bernapas. Tidak akan ada yang datang..." ucap James perlahan tanpa sadar dan terus menepuk punggung yang gemetar itu hingga perlahan tenang.


Ia sendiri tak tau kenapa sikap refleks nya seperti itu, ia ingin menghancurkan namun tak ingin melukai, ingin membuang namun ingin memiliki sekaligus.


Sesuatu yang membuat nya bimbang sepanjang hari namun pada akhir nya ia tetap memilih melukai gadis itu.


...


Sementara itu di studio begitu sibuk mencari dan menghidupkan kembali lampu yang mati, tak hanya itu mereka pun mulai mencari keberadaan bintang tamu mereka.


Alex yang melihat nya pun menatap kesal, semua nya akan sempurna jika James tak ikut campur.


"Mereka memang masih punya hubungan, lihat saja bagaimana aku akan mengurus nya nanti." ucap nya dengan berdecak kesal.


...


Setelah beberapa saat Louise mulai tenang, pikiran sehat nya kembali lagi dan ia pun sadar tengah berada di pelukan siapa saat ini.


Tubuh nya perlahan bergerak walaupun ia masih merasakan tangan yang menepuk punggung nya.


"Aku baik-baik saja," ucap Louise lirih sembari melepaskan jas pria itu di tubuh nya dan mengembalikan nya.


Ia menarik napas nya beberapa kali, suasana hening yang membuat nya tak nyaman dan segera ingin keluar dari atmosfer itu.


"Karna aku membiarkan mu memeluk ku bukan berar-"


"Aku tau, aku juga tidak melakukan nya untuk mu tapi untuk anak ku." potong James langsung yang tak ingin gadis itu tau kekhawatiran nya.


Ego nya terlalu tinggi untuk mengatakan jika ia masih peduli.


Louise pun diam, ia mengumpulkan kembali energi nya dan beranjak ke luar dari pintu.


"Apa pria itu yang ingin kau nikahi?" tanya James sebelum gadis itu meraih gagang pintu nya.


"Bukan urusan mu," jawab Louise dengan ketus dan ingin keluar.


Greb!


Mata hijau itu membulat, entah sejak kapan pria itu sudah berdiri di belakang nya dan menahan tangan nya dari gagang pintu.


"Hebat sekali, baru saja kita selesai dan kau langsung ingin menikah dengan pria lain?" tanya James yang tak mengerti dengan diri nya kenapa ia sangat marah saat mengetahui hal itu.


Suara serta deruan napas yang terasa di telinga nya ketika tubuh pria itu mengukung nya dari belakang.


"Kenapa kau sangat marah? Cemburu?" tanya Louise sembari berusaha melepaskan genggaman pria itu yang menahan nya.


Siklus yang terus berulang pada nya, pria yang menyembuhkan luka nya namun memberikan luka baru lagi.


James tersentak sejenak, tentu nya ia tak akan mau mengakui perasaan nya bahkan jika ia benar-benar cemburu dan sampai ke ubun-ubun ketika mengetahui gadis itu ingin menikah dengan pria lain dan berciuman di depan nya.


"Jangan gila! Kenapa aku harus cemburu? Kau bukan siapa-siapa!" jawab nya dengan penuh penekanan di telinga gadis itu.


Louise memejam mendengar nya, ia menyesal menanyakan kata yang pada akhir nya menyakiti hati nya saat jawaban itu keluar.


"Benar, aku bukan siapa-siapa untuk mu kan? Jadi lepaskan tangan ku dan- Auch!" ringis nya yang terkejut ketika tangan nya di tarik hingga kini ia saling berhadapan.


Mata hijau itu melihat ke arah iris yang memandang nya tajam.


"Apa saja yang sudah kalian lakukan? Sejauh apa dia sudah menyentuh mu?" tanya James sembari menatap mata gadis itu.


Louise diam sejenak, suara yang masih dapat di kontrol dan ekspresi yang terkesan datar namun mata yang menampilkan sorot marah.


"Kau punya hak untuk bertanya pada ku?" tanya Louise pada pria itu.


Genggaman tangannya mulai merasa sakit namun ia tak bisa bergerak sama sekali, pinggang ramping yang di tahan agar tubuh nya melekat serta tangan yang terus memegangi nya.

__ADS_1


"Tentu! Aku punya! Kau membawa anak ku! Aku tidak mau anak ku bercampur darah dengan orang lain!" jawab nya pada gadis itu.


Louise terdiam sejenak mendengar nada tinggi pria itu pada nya.


"Dia mungkin tidak akan menanggap mu ayah nya, lebih tepat nya aku tidak mau dia punya ayah seperti mu!" ucap Louise yang merasa emosi mendengar nya.


James menggertakkan gigi nya, ia menatap ke arah gadis itu dengan tatapan menelisik, memperhatikan setiap garis wajah di depan nya.


Tangan nya tetap menahan pinggang ramping itu, dan tangan yang memegang tangan gadis itu perlahan terlepas dan menyentuh wajah nya.


"Menurut mu aku akan membiarkan nya? Hm?" tanya nya yang kini dengan suara lebih rendah.


Kulit putih yang halus dan lembut menyentuh telapak tangan nya ketika ia memegang pipi gadis itu, ujung ibu jari yang menyentuh bibir lembut gadis itu membuat nya menatap lekat.


"Lepas!" ucap Louise yang mulai memalingkan pandangan nya ketika melihat pria itu terus menerus memandangi nya dengan dalam.


"Aku tidak mau," jawab James singkat dengan wajah yang tak memiliki ekspresi itu.


Aku merindukan mu...


Kalimat yang tak bisa ia ucapkan di bibir nya, kalimat yang bahkan terus tertahan di tenggorokan nya tak bisa ia suara kan.


Humph!


Iris hijau itu seketika membulat, pangutan bibir mulai mel*mat nya dan membelit lidah nya, pria yang tadi membantu nya setelah itu memarahi dan mengancam kini malah mencium nya.


Tubuh nya memberontak dan berusaha melepaskan ciuman penuh hasrat itu namun tenaga nya kalah jauh, pria itu pun perlahan menarik tubuh yang memberontak itu kembali ke atas sofa tempat mereka duduk tadi.


Hah...hah...hah...


Louise mengambil napas nya ketika pria itu melepaskan ciuman nya, iris yang masih memandang nya lurus, deruan napas yang terdengar serta jarak yang hanya beberapa senti dari nya.


"Biarkan aku bangun!" ucap nya ketika pria itu menindih nya dan memegang kedua tangan nya.


James diam tak mengatakan apapun, ia tak tau kenapa ia selalu kehilangan kendali diri nya sendiri.


Ini yang ketiga kali nya ia lepas kendali saat bersama gadis itu, yang pertama saat penculikan awalnya ia hanya berniat menaikkan suhu tubuh namun pada akhirnya ia yang tak bisa mengendalikan diri nya.


Dan yang kedua saat ia berada di hotel dan di berikan bubuk halusinogen yang di campur dengan per*ngsang oleh mantan kekasih nya ia hanya ingin tubuh gadis itu yang memuaskan nya.


Lalu saat ini, sudah ketiga kali nya ia tubuh nya bergerak di luar keinginan nya.


"James!" panggil gadis itu dengan suara meninggi sembari berusaha melepaskan tangan nya.


"Aku akan lembut, ini akan berbeda seperti saat di hotel." ucap nya dan mulai melepaskan tangan gadis itu namun tetap menindih nya.


Dasi yang perlahan terlepas dan mulai menarik kedua tangan gadis itu pun mulai terikat.


"Gila! Kau mau apa? Kau pikir aku apa? Pemuas n*fsu mu?!" teriak gadis itu dengan terus memberontak walaupun kedua tangan nya terikat.


Pria itu tak menjawab, ia mencium pelan lengkung leher gadis itu.


Hembusan napas yang membuat bahu yang tengah memakai potongan sexy dress itu merasa geli.


Ciuman dan kecupan yang kecil dan lembut menyerang leher dan pipi gadis itu, sesekali pria itu meniup dan menj*lat balik telinga gadis itu.


Uhh!


Suara yang tanpa sadar keluar karna ia merasakan geli di balik telinga nya.


Pria itu menarik kecupan nya, tangan nya mulai mengelus paha putih ramping yang berada di bawah tubuh nya.


Louise benar-benar tak mengerti apa yang ada di pikiran pria itu, padahal pria di depan nya lah yang mengakhiri hubungan mereka secara tiba-tiba.


Mengatakan jika tak mengharapkan anak dan tak menginginkan nya.


Namun sekarang?


Sekarang pria itu terus mendekat sekaligus berusaha menghancurkan apa yang ingin ia lindungi.


James menarik gaun hitam hanya perlu sedikit gerakan saja untuk meloloskan gaun yang tak memiliki lengan itu.


Gumpalan putih yang indah itu pun terlihat, memiliki ukuran yang mulai bertambah karna kini tengah mengandung.


Melihat pria itu yang hendak mencium nya, Louise mulai kembali memberontak lagi. Namun,


Cup!


Satu kecupan puncak gadis itu langsung terlahap ketika ia ingin melepaskan diri nya.


Louise tersentak, sesuatu yang basah dan hangat menyapu nya, tak bisa ia lepaskan namun tangan pria itu semakin bergerak di atas tubuh nya ketika ia berusaha memberontak.


Pria itu pun menarik gaun berwarna hitam itu meloloskan nya, dan kini hanya tubuh putih terpampang di depan nya.


"Tidak! Aku tidak mau!" ucap Louise menggeleng kuat sembari berusaha melepaskan diri nya dan lari ketika pria itu ingin melepas kain terakhir di tubuh nya.


"Kau tidak berpikir ingin keluar dengan keadaan seperti ini kan?" tanya James mengernyit ketika ia meloloskan gaun di tubuh gadis itu.

__ADS_1


Louise terdiam, ia sadar tak mungkin keluar dalam keadaan seperti itu yang nanti nya hanya akan merusak nama nya saja.


Pria itu mulai kembali memangut bibir gadis di depan nya, memberikan ciuman yang dalam dan lembut walau tak ada balasan.


Tangan nya menyentuh d*da gadis itu dan memainkan puncak nya, dengan ibu jari nya secara perlahan.


Ciuman yang kembali turun ke leher dan kemudian turun lagi hingga membuat nya seperti bayi besar di atas tubuh gadis itu.


Louise terdiam, ia tidak mau melakukan hal ini namun tubuhnya bereaksi dengan sentuhan lembut yang menyerang nya.


Mungkin tubuh nya yang tidak pernah lupa dan sudah terbiasa oleh pria itu hingga membuat nya tak takut berbeda dengan sentuhan pria lain.


Deruan napas nya yang terus turun hingga sampai ke perut yang mulai terlihat membulat itu.


Kecupan lembut dan dalam tertahan sejenak di atas perut gadis itu, tangan yang mengelus nya dengan hati-hati.


Hey? Are you okey? I'm your Dad...


Tangan nya mulai membuka paha gadis itu perlahan menggelitik nya hingga ia tau tubuh pasangan nya sudah cukup melakukan pemanasan.


Ia kembali bangun, melihat James yang seperti ingin menanggalkan pakaian nya membuat fokus gadis itu kembali.


"Jangan! Kalau kau melakukan nya aku akan benar-benar membenci mu!" ucap Louise pada pria itu dengan mata yang berkaca.


Walaupun tubuh nya ingin namun hati dan pikiran nya menolak hal tersebut.


James tak mengatakan apapun, ia melewatkan jemari nya dari bagian privasi gadis itu dan menunjukkan sudah seberapa siap nya tubuh kecil yang tengah mengandung itu atas permainan selanjut nya.


"Tubuh mu lebih jujur dari mu," ucap nya sembari mengesap jemari nya yang terasa manis baginya ketika merasakan aroma tubuh gadis itu.


Louise menggeleng pelan, ia tidak mau namun tubuh nya tak bisa ia kendalikan sesuai dengan akal sehat nya.


Ungh!


Gadis itu melenguh ketika penyatuan nya berhasil mendarat sempurna, kecupan yang perlahan datang ke bibir nya dengan gerakan teratur serta rangsangan tangan membuat nya tanpa sadar mengeluarkan suara nya walaupun ia ingin menahan nya.


Air mata Louise jatuh sesekali dari ujung kelopak nya, tubuh nya menikmati semua yang di lakukan pria itu namun hati nya merasa sakit.


Setelah beberapa saat berlalu, deruan napas yang terdengar berat, gerakan yang tak beraturan dan vanila yang tumpah di atas perut gadis itu.


Kedua nya mengambil napas masing-masing dan mengumpulkan tenaga nya serta kesadaran nya yang kembali saat hasrat nya telah tuntas gadis itu perlahan meringkuk, tangan nya masih terikat kuat oleh dasi pria itu.


Suara isakan kecil terdengar dan terlihat tubuh gadis itu kembali gemetar. Bukan karena takut seperti sebelum nya namun karna tangis nya.


Louise mulai kembali menangis sama seperti sebelum nya, di bandingkan ia yang benci dengan pria itu menyentuh nya. Ia lebih membenci diri nya sendiri karna tubuh nya yang menikmati sentuhan itu


"Louise?" panggil James lirih sembari memegang bahu gadis itu.


Tak ada jawaban namun isakan kecil itu lah yang terdengar di telinga nya.


"Ck!" James berdecak, ia bingung kenapa selalu saja kehilangan kendali nya.


Seperti rem blong yang tak bisa di hentikan, seperti itu lah ketika ia bersama dengan gadis itu.


Logika dan tubuh nya tidak sejalan hingga ia selalu melakukan sesuatu yang pada akhirnya melukai gadis nya.


Louise memejam, ia perlahan menahan air mata nya agar tak terus jatuh.


"Lepaskan," ucap nya dengan suara serak ketika ia meminta pria itu melepaskan ikatan di tangan nya.


James pun perlahan melepaskan nya, terlihat bekas ikatan yang memerah di pergelangan tangan yang putih itu.


Tak hanya sampai di situ pria itu pun perlahan kembali memasangkan pakaian yang tadi nya ia lepaskan di tubuh gadis itu.


"Pakai ini," ucap nya sembari memberikan jas nya pada gadis itu.


Walaupun ia tak meninggalkan bekas namun ia tak suka dan merasa tak nyaman ketika gadis itu mengenakan gaun yang cukup terbuka setelah mereka berhubungan.


Louise menjatuhkan nya, pria itu pun kembali memasangkan nya lagi walaupun gadis di sapa nya tak ingin memakai nya.


"Kau mau kita melakukan nya lagi?" tanya James sembari menahan jas nya ketika hendak di jatuhkan lagi.


Wajah dengan mata yang sembab itu pun perlahan menurunkan tangan nya dan membiarkan pria itu memakaikan nya jas.


Langkah nya pun mulai berjalan keluar walaupun lutut nya masih terasa tak bertenaga.


"Jangan lakukan pernikahan itu," ucap James sebelum gadis meninggalkan nya.


"Shut your f*cking mouth, B*stard!" ucap gadis itu sembari menyeka air mata nya.


Ia tak tau kenapa tubuh nya bisa menikmati hal itu namun hati nya terasa begitu sakit.


"Ini bukan omong kosong, kalau kau tidak mau menyesali nya, jangan lakukan pernikahan itu ataupun bersentuhan dengan pria lain lagi." ucap James sekali lagi.


Pria itu tak mengerti namun ia selalu kehilangan pikiran nya ketika berurusan dengan gadis itu.


Gadis yang mampu membuat nya melakukan sesuatu yang berada di luar kendali nya.

__ADS_1


__ADS_2