
Dua hari kemudian.
Kediaman Rai
Louis melihat ke arah saudari kembar nya yang tampak lesu saat kembali dari melihat Vila bulan madu nya.
"Louise?" panggil nya dan membuat gadis itu tersentak.
Louise menoleh ke arah sang kakak, ia diam dengan wajah yang tampak memikirkan sesuatu.
"Kenapa? Kau tidak terlihat baik semenjak kembali." ucap nya pada sang adik.
"Aku baik-baik saja," jawab gadis itu lirih.
Louis diam, ia bingung apa yang terjadi selama tiga hari ketika adik nya pergi.
"Zayn mana? Kenapa kalian kembali nya terpisah? Dia juga tidak datang ke JBS," ucap Louis yang masih tak mengetahui apapun karna Zayn belum mengatakan tentang pembatalan pernikahan nya.
Louise diam tak mengatakan apapun atas pertanyaan sang kakak, "Soal yayasan yang akan di bangun itu, kau bisa bilang kalau kau yang melakukan nya? Katakan kalau kau yang memberikan nya dan aku sudah mengentikan pembangunan nya lalu di lanjutkan dengan mu." ucap Louise pada sang kakak.
"Kenapa?" tanya Louis yang langsung mengernyit.
"Tidak apa-apa, kali ini saja. Aku sedang meminta bantuan." jawab Louise yang kemudian berlalu meninggalkan sang kakak sendiri.
Gadis itu pun masih bungkam saat ia kembali dari Switzerland.
Pembatalan tunangan dan juga pernikahan nya masih tak ada yang tau.
Dan Zayn? Pria itu pun semenjak kembali tak menunjukkan diri nya sama sekali.
Seperti ikut menghilang selama beberapa hari, tanpa ada kabar.
......................
Privat Cafe
Louis kini mendapatkan telpon dari seseorang yang sangat ia dukung untuk menjadi ipar nya.
"Kalian bertengkar? Kenapa Louise diam saja waktu kalian kembali?" tanya Louis pada sahabat nya itu.
Pria yang tak menunjukkan batang hidung selama dua hari itu pun menarik napas nya sebelum berbicara.
"Aku ingin membatalkan pernikahan," ucap nya pada saudara kembar gadis yang ia cintai itu.
Louis tersentak, ia tak menyangka jika pria itu akan mengatakan ingin membatalkan pernikahan nya padahal ia tau secinta apa teman masa kecil nya itu pada sang adik.
"Aku salah dengar? Apa maksud mu?" tanya Louis yang tak percaya.
"Kami sepakat untuk membatalkan pernikahan," ucap nya sekali lagi memperjelas.
Louis tampak terkejut, "Kenapa? Louise masih berhubungan dengan pria itu?" tanya nya pada sahabat nya.
Zayn diam sejenak, ia tampak memikirkan kata-kata yang ingin ia keluarkan.
__ADS_1
"Tidak, mereka tidak berhubungan lagi." jawab nya yang masih tetap memilih bungkam untuk apa yang ia ketahui.
"Kau yakin? Kalau itu masalah nya aku akan memberi tau nya." ucap Louis pada sahabat nya.
Zayn menggeleng, "Tidak, aku rasa kami memang tidak cocok."
"Kenapa? Dia melakukan sesuatu yang salah?" tanya Louis sekali lagi.
Ia begitu yakin jika sahabat nya itu tak akan melakukan kesalahan dan kesalahan itu mungkin di picu dari sang adik.
Zayn menggeleng lagi, "Dia tidak melakukan kesalahan apapun, aku..."
"Mungkin aku mulai bosan," ucap Zayn pada pria itu.
Ia sudah melatih ekspresi nya sebanyak mungkin, ia juga sudah memikirkan alasan yang tepat untuk pembatalan pernikahan nya tanpa menyudutkan cinta pertama nya itu.
"Bosan? Kau serius?" tanya Louis mengernyit.
Zayn mengangguk, "Hm, hubungan kami membosankan. Ku pikir dari pada kami terus berlanjut lebih baik berhenti kan?" tanya nya lagi.
"Katakan alasan nya dengan jujur, aku akan menyetujui pembatalan pernikahan kalian." ucap Louis pada pria itu.
Zayn diam sejenak, ia menarik napas nya. Percuma ia berbohong pada pria yang tau semua seluk beluk gadis nya bahkan sangat hapal sikap dan sifat gadis itu.
"Hubungan kami tidak akan bertahan lama, kau tau dia tidak menginginkan ku, kan?" ucap Zayn yang ternyata kebohongan nya tak berpengaruh.
"Aku juga ingin di cintai," sambung nya yang kali ini membuat Louis terdiam tak bisa mengatakan apapun.
Louis bungkam, ia tak bisa menyanggah untuk kalimat terakhir yang di ucapkan karna ia tau adik nya.
Zayn diam sejenak, ia tau kalau jawaban nya menentukan kedua saudara kembar itu akan bertengkar atau tidak.
"Tidak, mereka tidak berhubungan lagi. Dan Louise juga sudah berusaha sebaik mungkin tapi hasil nya memang seperti ini." ucap nya pada Louis.
Zayn tak pernah menyangka jika liburan ke untuk melihat villa bulan madu nya akan berakhir dengan masalah seperti ini.
Sebelum nya walaupun ia tau gadis itu berbohong dan bersikap baik serta menjaga perasaan nya ia masih bisa membohongi diri nya sendiri.
Namun saat mendengar gadis itu memanggil pria lain saat mereka selesai berhubungan membuat nya begitu terluka.
Ia bisa berusaha menjadi 'bayangan' pria lain tapi ia sadar jika gadis itu tak cukup hanya dengan 'bayangan'
"Kau yakin ingin membatalkan nya?" tanya Louis sekali lagi yang tak bisa mengatakan apapun.
Zayn mengangguk, ia tak tau apa keputusan nya ini akan ia sesali di kemudian hari namun yang jelas nya saat ini berusaha untuk memulihkan diri nya sendiri.
"Dan aku juga ingin berikan ini," ucap nya yang memberikan surat pengunduran diri.
"Aku tidak akan datang lagi ke JBS dan aku juga tidak berniat menetap di sini." sambung Zayn.
"Kau mau pergi?" tanya Louis mengernyit.
"Hm, kita bisa tetap berhubungan satu sama lain. Aku akan mengabari mu sesekali." ucap nya pada pria itu.
__ADS_1
"Dan soal mahar serta hal terkait bahan pernikahan yang sudah jadi aku akan menanggulangi nya," ucap nya yang membereskan semua sampai akar nya.
"Paman dan Bibi sudah tau?" tanya Louis yang begitu berat saat pria itu tak akan menjadi ipar nya.
"Aku akan beri tau mereka nanti," ucap Zayn yang menarik napas nya lirih.
......................
Apart Winter Garden
Plak!
Suara tamparan yang begitu renyah dan nyaring itu terdengar.
"Apa? Bosan? Kau sudah suka wanita lain?!" Larescha terkejut mendengar ucapan putra nya.
Ia sama sekali tak tau menahu tentang apa yang pernah terjadi dengan Louise berkaitan dengan cinta pertama nya.
Zayn diam saja, ia bungkam atas kemarahan sang ibu yang tentu sudah ia perkirakan.
"Maaf," ucap nya lirih.
"Kamu kira pernikahan itu permainan?" tanya Larescha sekali lagi pada putra nya.
Mendengar alasan putra nya yang mulai jenuh dengan hubungan dan bahkan menemukan wanita lain yang lebih tepat tentu memancing amarah nya.
Zayn diam, ia bungkam dan memilih tak melawan ibu nya.
"Zayn! Jawab Mama! Mama bicara sama kamu!" ucap wanita itu yang menginginkan putra nya mengatakan hal lain.
Rian yang sedari tadi melihat istri dan putra nya bertengkar itu bertengkar membuat nya mendekat.
"La? Sudah, dia juga harus menentukan apa yang dia mau." ucap nya yang menarik tangan sang istri.
"Lagi pula tadi kau sendiri yang bilang pernikahan bukan permainan kan? Ini mungkin lebih baik dari pada mereka nanti bercerai." sambung Rian pada sang istri.
Wanita itu tampak menahan rasa kesal dan kecewa nya. Ia memilih untuk diam dan menjauh dari putra nya.
Melihat sang istri yang sudah pergi, pria itu pun langsung mendekat ke putra nya.
"Zayn? Papa mengenal mu dan tau kau tidak akan seceroboh itu untuk melepaskan apa yang kau inginkan sejak lama." ucap nya pada putra nya.
"I just wanna be happy..." jawab Zayn dengan satu kata yang membuat sang ayah tak lagi mendebat keputusan nya.
"Dia wanita yang baik, dan aku mungkin masih belum cukup untuk dia. Jadi aku..." ucap nya yang kehilangan kata-kata nya saat membahas tentang Louise.
"Apa dia masih belum melupakan pria itu?" tanya Rian pada putra nya.
Karna walaupun sudah pensiun ia juga tetap membatu turun tangan saat ada masalah besar dan tentu saja ia jadi setidak nya tau tentang kisah percintaan putri sahabat nya itu.
"Pa? Kami mau batalin pernikahan itu karna sepakat satu sama lain, bukan sepihak." ucap nya yang sekali lagi.
Rian menarik napas nya dan kali ini ia memilih menghormati apa yang di inginkan dari putra yang sudah dewasa.
__ADS_1
"Ya, Papa juga ingin kau bahagia. Karna kebahagian mu juga alasan Papa dan Mama bisa bahagia juga." ucap nya pada putra nya.