(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
DNA Palsu


__ADS_3

Kediaman Rai.


Louis melihat ke arah gadis yang sejak tadi sibuk menyentuh anjing menggemaskan yang pernah ia berikan.


"Cla? Masih marah? Ini sudah lama," ucap nya sembari membujuk gadis itu lagi.


Ia tau istri nya marah semenjak ia tetap pergi meninggalkan gadis itu walaupun Clara sudah memohon pada nya.


"Tidak," jawab nya singkat tapi tak ingin berbicara berlama-lama dengan suami nya.


"Waktu itu memang ada urusan penting, kalau bukan hal yang penting aku juga tidak akan meninggalkan mu." ucap nya sembari menatap wajah istri nya.


"Aku tau, aku banyak kekurangan. Aku juga sadar diri kok." jawab nya saat ia merasakan pria itu yang masih menangkup pipi nya.


"Dia cantik, pintar, dari keluarga yang bagus. Sedangkan aku? Aku saja cacat," sambung nya tersenyum pahit.


Louis mengernyit mendengar nya, ia tak tau kenapa tiba-tiba istrinya membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.


"Kau ini bicara apa sih Cla? Siapa yang kau bicarakan? Hm?" tanya Louis mengernyit.


"Louise," jawab nya singkat dengan suara tertahan, ia sangat ingin menanyakan sesuatu namun ia takut akan jawaban nya.


"Louise? Kenapa kau banding-bandingkan diri mu dengan nya? Kalian itu sama-sama cantik, sama-sama pintar, sama-sama baik." ucap nya pada gadis itu.


"Kalian?" tanya Clara mengernyit.


Jantung nya semakin berdegup dengan kencang, ingin sekali ia bertanya kenapa pria iti seperti dekat sekali dengan teman nya itu.


"Kau punya hubungan dengan nya?" tanya Clara lirih.


Deg!


Louis tersentak, ia sama sekali tak akan menduga jika istri nya akan berpikir ia selingkuh namun yang ada di pikiran nya adalah jika gadis itu tau kebohongan yang sudah ia buat.


Dia sudah tau kalau Louise adik ku? Kalau begitu dia juga akan tau aku?!


"Rai!" panggil Clara saat tak lagi mendengar suara suami nya.


"Jangan bicara yang aneh-aneh!" elak pria itu namun semakin membuat hati gadis itu sakit.


"Aku ingin hamil," ucap nya tiba-tiba saat merasa pria itu mengalihkan pembicaraan.


Ia tidak tau jika ia tak mungkin bisa hamil lagi pasca kecelakaan, ia hanya merasa jika ia hamil suami nya akan memilih bersama nya lagi dan bukan wanita lain.


Karna kini di bayangan nya ia merasa di khinati saat tak tau apapun.


"Tidak perlu buru-buru," ucap Louis yang membatu sejenak saat mendengar keinginan istri nya karna ia tau kondisi wanita itu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Clara pada pria itu.


"Aku cuma mau kau itu perhatian pada ku saja, jangan pergi ke wanita lain." ucap nya lirih sembari mulai menangis.


"Wanita lain siapa? Wanita ku itu cuma kau," ucap Louis menenangkan sembari menghapus buliran bening yang jatuh di mata istri nya.


Ia bahkan belum di beri tau jika adik nya hilang di hotel semalaman dan saat ini belum kembali karena para pengawal tersebut masih berusaha mencari tau dengan meningkatkan pencarian sebelum melapor.


......................


Mansion Dachinko.


Louise mengepal erat, tubuh nya terduduk di lantai dan bersandar pada pintu di kamar tersebut.


Bukan nya kembali ia malah di kurung di kamar pria itu, suara nya sudah hampir habis karena berteriak meminta di lepaskan, tangan nya memerah saat ia terus memukul pintu kayu yang kuat tersebut.


"Mau mu itu apa James? Sebenarnya aku ini apa di mata mu?" gumam nya lirih sembari menjatuhkan bulir bening nya.


...


Pria itu tampak kacau, ia tak tau akan jadi seperti ini selanjutnya.


Ia sangat ingin membunuh semua keturunan dari orang-orang yang terlibat di masa lalu nya, namun kini?


Sudah ia tak bisa membunuh gadis itu, malah gadis itu pun membawa darah nya di dalam rahim yang masih tersimpan tersebut.


"Apa anda yakin ingin tetap membalas dendam?" tanya Nick lirih pada pria itu.


Ia ingin berhenti namun langkah nya sudah terlalu jauh, rasa bersalah yang menghantui nya pada setiap keluarga nya yang mati pun tak bisa ia lupakan.


"Apa aku harus membunuh kakak nya saja? Kalau aku membalas dendam pada kakak nya saja maka aku..." ucap nya yang tak tau harus melanjutkan apa lagi.


Ia ingin mengurangi rasa bersalah nya karna hidup sendiri saat melihat semua orang yang ia sayangi mati di depan mata nya.


"Kalau begitu bagaimana nona Louise?" tanya Nick yang menanyakan nasib gadis itu.


"Dia membawa anak ku, aku tidak bisa lepaskan begitu saja kan?" jawab James yang juga terlihat bingung.


"Anda ingin membunuh saudara kembar nya lalu memaksa nona untuk tinggal dengan anda?" tanya Nick mengernyit.


"Lagi pula dia membawa anak ku," jawab James yang kukuh.


"Anda mencintai nya?" tanya Nick lagi sembari menatap wajah pria itu dengan tatapan yang ingin jawaban.


James terdiam, ia tau jika ia mencintai gadis itu namun ia tak mau mengakui nya, ego nya terlalu besar dan dinding di hati nya sudah mengeras saat ia mencoba bertahan hidup hingga kini.


"Tidak," jawab nya singkat setelah diam.

__ADS_1


"Lalu kenapa anda ingin membuat nona Louise berada di sisi anda?" tanya Nick lagi.


"Kau tidak dengar? Tentu saja karna dia hamil anak ku!" ucap pria itu yang kini bisa menggunakan dalih anak yang berada di dalam kandungan gadis itu.


"Setelah anak anda lahir? Apa anda akan membunuh nya?" tanya Nick lagi.


Mata pria itu terperanjat, ia langsung melihat dan menoleh ke arah bawahan nya.


"Akan ku pikirkan kalau anak itu sudah lahir nanti," ucap nya mengelak.


Sementara itu tak lama kemudian Chiko pun masuk keruangan kerja tuan nya tanpa mengetuk dan terlihat buru-buru.


"Ada apa?" tanya James mengernyit.


"Seperti nya kita harus membiarkan nona Louise keluar dari mansion, obat yang dia gunakan itu khusus dan obat yang kita berikan tidak cocok untuk tubuh nya." jawab Chiko pada pria itu.


"Penelitian mu yang sebelum nya belum selesai?" tanya James mengernyit.


"Sedikit lagi mungkin akan selesai," jawab pria itu yang memang hanya sedikit lagi agar bisa menduplikat obat yang memiliki jenis yang sama seperti obat yang biasa di gunakan oleh gadis itu.


"Selesaikan secepatnya," ucap James pada pria itu.


"Dan, apa kau bisa membuat DNA palsu?" tanya nya lagi.


Nick dan Chiko pun mengernyit, untuk apa tua mereka menginginkan DNA palsu.


"Untuk?" tanya Chiko yang tak bisa membungkam rasa penasaran nya.


"Hasil otopsi," jawab James pada pria itu.


"Walaupun bisa mungkin tak akan lama efek nya," jawab Chiko pada pria itu.


"Tidak apa, tapi aku ingin orang lain tau dia sudah mati." jawab James pada pria itu.


"Siapa yang ingin tuan duplikat DNA nya?" tanya Chiko lagi.


"Louise," jawab pria itu singkat, "Semua orang harus berpikir dia sudah mati termasuk kakak nya."


Jawaban yang sontak membuat kedua pria itu terkejut, "Tapi itu memerlukan waktu lagi." ucap Chiko pada tuan nya.


"Tidak apa seberapa lama, asalkan kau sudah membuat nya sebelum dia melahirkan." jawab James pada Chiko dan beranjak keluar.


Langkah kaki nya menuju ke kamar nya,kamar yang di balik nya terdapat gadis itu.


Saat kau datang lagi ke sini kau tidak akan bisa keluar...


Aku harus membenci mu atau mencintai mu?

__ADS_1


Hal yang harus ku lakukan saat ini adalah berhenti memikirkan perasaan bodoh ini!


Dengan begitu aku tidak akan ikut terluka jika melihat mu terluka....


__ADS_2