
Mansion Dachinko
Mata yang mengabur itu perlahan bangun, tubuh yang sudah berada di atas ranjang yang empuk membuat nya merasa nyaman dan kembali memeluk selimut nya.
Tangan nya menyentuh sesuatu yang terasa keras namun juga bidang, gadis itu masih tak sadar apapun dan mengusap nya karna merasa tangan nya menjadi hangat.
"Kau mau?"
Suara yang membuat nya terperanjat dan langsung bangun begitu mendengar nya.
Gadis itu tersentak saat ia mendengar suara seorang pria yang berada di samping diri nya.
"Astaga!" pekik nya begitu melihat pria yang sangat ia kenali beserta dengan kamar yang harus nya bukan di mana ia berada saat ini.
Tubuh gadis itu hampir berguling dan terjatuh namun pria yang berada di samping nya langsung menarik tangan nya.
Louise tersentak dan sadar sepenuh nya, ia bingung mengapa bisa berada di kamar itu lagi padahal yang ia ingat kemarin malam sudah mulai beranjak pulang ke kediaman nya.
Tangan nya langsung bergegas melihat d' balik selimut tebal nya, ia bernapas dengan lega sekilas ketika masih memakai pakaian yang lengkap dan utuh.
Mata nya menatap ke arah pria yang tengah memakai kaos karna sebelum nya tidur tanpa mengenakan atasan.
"Kenapa tidur gak pakai baju? Terus kenapa aku di sini?" tanya Louise sembari turun dari ranjang tersebut.
"Kau lupa? Kau yang melepas baju ku," ucap James karna sebelum nya gadis yang tengah berada dalam pengaruh halusinogen itu terus mencari sesuatu yang hangat hingga menempel di dada bidang nya sebelum jatuh tertidur bahkan tangan yang halus itu terus mengusap otot perut dan dada pria itu.
"Terus kenapa aku di sini?!" tanya Louise yang langsung mengalihkan pembicaraan karna ia sama sekali tak ingat dan tak merasa melakukan nya.
"Terus? Mau ku tinggal di jalan?" tanya James dengan enteng sembari mulai keluar dari kamar nya.
"Tinggal aja," ucap gadis itu yang membuat langkah pria tampan itu terhenti.
"Lagi pula kau juga tidak akan peduli kalau ada terjadi sesuatu pada ku kan?" tanya gadis itu sembari menatap datar ke arah punggung pria yang berbalik dari nya.
"Benar, aku tidak peduli dengan mu. Tapi kau membawa anak ku jadi aku tidak bisa membiarkan tinggal begitu saja kan?" tanya pria itu sembari melihat sekilas ke arah wajah gadis itu.
Louise memegang perut nya yang mulai berisi, "Ini anak ku bukan anak anak mu." ucap nya lirih.
"Oh ya, aku lupa sesuatu," ucap James yang kembali membalik tubuh nya dan menatap ke arah gadis itu.
"Belum terlambat untuk membatalkan pertunangan mu," ucap nya dengan nada yang memiliki penekanan seperti harus di lakukan.
"Aku tidak akan membatalkan nya!" sahut Louise sembari menatap silang ke arah pria yang tak terlihat memiliki ekspresi di wajah nya itu.
"Kau akan menyesali perkataan mu," ucap James sembari membuang napas nya ketika mendengar ucapan gadis itu.
Ia tak mau membuat begitu banyak kekacauan namun gadis itu terus memprovokasi nya hingga membuat nya begitu marah di suatu tempat dan akan meledak nanti nya.
......................
Kediaman Rai
Karna James yang masih belum memiliki obat untuk gadis cantik itu membuat nya kembali memulangkan dengan mudah.
Louise merebahkan diri nya di atas ranjang nya, sang kakak tak ada bertanya apapun pada nya, bahkan melihat nya saja tidak dan ia tau alasan nya karna pasti tengah di sibukkan oleh wanita yang menjadi kakak ipar nya.
"Brengsek..." gumam nya lirih sembari menutup mata nya saat mengingat pria yang baru saja berbicara dengannya.
...
Pukul 08.39
Louise mulai beranjak ke bagian yang di jadikan sang kakak tempat tinggal untuk nya dan sang istri.
Gadis itu tak melihat sang kakak melainkan beberapa pengawal yang menjaga terutama di depan sebuah kamar.
"Louis mana?" tanya nya pada salah satu pengawal.
"Tuan sedang pergi," jawab pengawal tersebut.
Ia mengernyit dan menyadari siapa yang berada di balik kamar itu, "Aku mau masuk." ucap nya namun para pengawal langsung mencegah nya.
"Louise?" panggil pria itu ketika melihat sang adik yang ingin menerobos masuk.
"Ini apa-apaan sih kak? Kenapa? Kau bohong sama dia? Lalu sekarang di kurung lagi?!" ucap nya yang langsung penuh akan pertanyaan.
"Itu bukan sesuatu yang harus kau campuri," jawab Louis pada adik nya.
"Aku tau, ini masalah keluarga mu. Tapi apapun alasan mu yang kau lakukan itu salah! Dia bukan benda kak..."
"Dia manusia, bahkan hewan aja kalau di kurung begitu pasti bakalan gila! Dan kecelakaan itu..."
"Karna mu?" tanya nya lirih dengan perasaan was-was.
"Pikirkan saja acara pertunangan mu, sebentar lagi kan? Aku sudah siapkan semua nya untuk hari nya, jadi coba temui Zayn dan pilih dekorasi yang kalian suka kalau tidak bisa memilih akan ku pakai pilihan ku." ucap Louis yang langsung mengalihkan pembicaraan.
Louise tak habis pikir, sebelum nya ia sudah pernah beberapa kali mengatakan dan mengingatkan jika apa yang di lakukan saudara itu salah.
Namun seperti sesuatu yang tak mampu lagi di serap pria itu sama sekali tak mendengar nya.
"Kalau kau seperti ini lagi aku akan melarang mu kesini lagi," ucap nya pada saudari nya.
"Kembali ke kamar mu dan istirahat yang cukup lalu siapkan untuk hari pertunangan mu." ucap Louis dengan nada yang dingin pada adik nya.
Tentu nya ia menyayangi saudari nya namun ia tak bisa membiarkan saudari kesayangan nya membuat wanita yang ia cintai pergi.
......................
Mansion Dachinko
Chiko dengan tak sabar memberi tau kan jika obat yang ia teliti sudah siap dan bisa segera di gunakan.
Ia pun segera memberi tau kan hal tersebut, James melihat ke arah botol ampul kecil yang berisi cairan bening yang nanti nya di suntikkan melalui aliran darah.
"Semua nya bisa di mulai sekarang," gumam nya saat melihat cairan tersebut lalu menggenggam nya.
......................
__ADS_1
Satu Minggu kemudian.
Hotel
Suasana yang bernuansa mewah, tamu yang mulai berdatangan dan juga pria yang tengah berdiri dengan jas yang begitu pas di tubuh nya.
"Anak Mamah bentar lagi mau punya tunangan," ucap Larescha sembari melihat ke arah putra nya yang tampan.
Zayn tersenyum, ia tak sabar menunggu walaupun sudah hari nya.
"Louise masih belum datang?" tanya Rian pada putra nya sembari melihat ke arah jam.
"Belum Pah, ini kan masih tiga jam sebelum acara." jawab Zayn pada sang ayah.
"Papah lupa, kan yang paling semangat itu kamu." goda Rian pada putra nya.
"Papah!" ucap Zayn seketika dan hanya membuat sang ayah tertawa.
"Louis hari ini datang nya sedikit terlambat karna ada urusan," ucap Rian pada putra dan istri nya.
Ia tak tau apa yang terjadi namun pria itu mengatakan akan terlambat di hari yang penting untuk adik nya.
......................
Kediaman Rai.
Prang!
Bruk!
Seluruh barang-barang hancur berantakan di depan pria itu ketika wanita di depan nya seperti mengamuk.
Tangisan yang terdengar sudah lelah itu kini terduduk di lantai.
"Lepaskan aku, kau mau aku gimana lagi? Gak cukup udah hancurin aku?" ucap Clara lirih.
"Sebelum nya baik-baik aja kan? Kalau kau benci Louis kau bisa anggap aku Rai seperti yang sebelum nya," ucap nya pada wanita itu sembari mulai mendekat.
"Aku mencintai mu, maaf..." ucap Louis sekali lagi dan ia kini juga sedang berusaha untuk membahagiakan wanita itu namun tak mau melepas nya.
Clara tertawa miris mendengar nya, "Kau pikir yang kau lakukan sekarang itu cukup? Untuk kesalahan mu?" tanya nya dengan linangan air mata.
"Pasti kau mentertawakan ku waktu aku percaya dan tertipu dengan mu kan? Baik-baik saja kau bilang? Apa nya yang baik-baik saja?!"
"Kau lupa? Sebanyak apa kau memperk*sa ku dulu? Oh iya bukan itu aja! Waktu aku mulai percaya dengan mu kau malah membuat ku jadi wanita murahan! Cinta?!" tanya nya lagi.
"Apa ada orang yang bisa bilang cinta waktu dia buat dan nyebarin video ranjang dari gadis yang dia suka?! Apa ada orang yang bisa bilang suka waktu maksa gadis yang lagi hamil anak nya minum obat penggugur sampai mandul?! Apa ada orang yang bilang cinta tapi buat gadis yang dia cintai itu buta dan cacat?!" tanya Clara dengan tangis yang tak terhenti.
"Aku lagi coba perbaiki Cla!" ucap Louis yang semakin merasa bersalah.
"Gimana? Anak ku bisa kembali? Atau aku bisa normal lagi? Kau bisa putar waktu? Hm?" tanya nya dengan tatapan mata yang kosong karna tak bisa melihat apapun.
Louis hanya menghela napas nya, hari pertunangan sang adik kini malah menjadi urusan yang kacau untuk nya.
...
"Anda cantik sekali," ucap si perias begitu melihat ke arah gadis itu.
"Terimakasih," ucap nya tersenyum dan sedikit tersipu saat terus mendapatkan pujian secara langsung.
"Sekarang kita akan ke hotel?" tanya nya pada perias nya.
"Benar, anda gugup?" tanya si perias dengan tawa nya.
Louise tersenyum kecil lalu mulai membuang napas nya dan menggosok kedua telapak tangan nya saat ia merasa begitu gugup.
"Sedikit," ucap nya sembari membuang napas nya lirih.
...
Sementara itu beberapa orang juga tengah menyiapkan hal lain nya, hari yang harus nya me jadi kebahagiaan bisa saja berubah menjadi hari berdarah hanya karna tak ingin ikatan itu terjalin.
Hotel
Gedung yang mewah dengan aula yang besar itu pun mulai di penuhi oleh banyak orang-orang yang berdatangan.
Namun tak semua yang datang adalah orang yang di inginkan.
Bidikan peluru dari jauh yang mencari dan tepat melihat ke arah pria yang menyambut beberapa tamu dengan pakaian rapi nya, hingga...
DOR!!!
Satu suara tembakan yang membuat semua orang terperanjat kaget.
Prang!
Susunan gelas yang berisi champange itu pun langsung terjatuh ketika sebuah peluru merusak keseimbangan dan menembus nya lalu tepat mengenai perut pria itu.
Teriakan yang terdengar ricuh, wanita yang berdiri melihat putra nya yang terdiam sembari memegang sesuatu yang terasa panas dan begitu perih di perut nya.
Cairan kental itu mengalir melewati sela-sela jari yang tengah memegang di bagian yang begitu menyakitkan itu.
"Zayn!"
Sistem kemanan mulai berbunyi, para tim keamanan dan pengawal mulai berpencar mencari pelaku lalu yang lain nya mengevakuasi para tamu untuk pergi.
DUAR!!
Suara yang begitu kuat terdengar bersamaan dengan rusak nya beberapa sisi yang membuat para pengunjung semakin ketakutan.
Bukan ruangan lain nya namun hanya beberapa ruangan dan titik tempat pertunangan itu yang meledak.
Bukan ledakan yang menghancurkan satu gedung namun ledakan yang lebih mirip sebagai peringatan walau tetap saja menimbulkan korban jiwa dari orang-orang yang tak ada sangkut paut nya.
__ADS_1
...
Gadis itu melihat ke arah jendela, ia belum tau sama sekali tentang apa yang terjadi di tempat pertunangan nya.
Delapan pengawal yang mengikuti nya dengan dua mobil yang berbeda, sang kakak tak langsung ikut dengan nya dan mungkin masih di rumah mengurus istri nya.
"Akhirnya hari ini datang juga..." gumam gadis itu mulai memejam namun ketenangan itu mulai hilang.
DOR!!
Ckitt!!
Suara decitan mobil yang langsung terdengar, gadis itu menjerit seketika, pengawal yang berada di samping supir yang mungkin kini sudah tak lagi bernyawa.
Peluru yang tepat mengenai dahi hingga membuat si pembawa mobil mati di tempat dan kehilangan kendali nya, pengawal yang berada duduk di samping pengemudi itu pun langsung memegang setir mengambil alih.
Kepungan 4 mobil mulai datang, gadis itu mengernyit. Ia benar-benar bingung apa yang sedang terjadi saat ini.
"Bawa nona pergi, kami akan menahan mereka!" ucap salah satu pengawal dari mobil yang berbeda.
Louise terperanjat, ia terdiam dan kemudian pengemudi di mobil nya sudah berubah dan langsung kembali membawa dengan cepat.
Ponsel nya mulai menelpon sang kakak, ia melihat sekilas dari kaca belakang mobil yang tengah terlihat saling berkelahi walaupun memliki lawan yang tak seimbang.
Dua pengawal yang bersama nya langsung menelpon dan mengabari teman mereka yang lain nya untuk segara datang membantu.
Brak!
Suara yang begitu keras bersamaan dengan benturan yang juga begitu keras hingga membuat airbag mobil mewah itu keluar seketika.
Para pengawal itu segara keluar dan membantu majikan nya lebih dulu, "Nona, kami akan membuat mereka tetap di sini anda pergi lebih dulu!" ucap salah satu dari kedua pengawal itu.
Tak ada yang tau akan menjadi seperti ini, mungkin delapan pengawal sudah cukup namun dengan hari yang di rencanakan ternyata jumlah tersebut sangat kurang.
Salah satu pengawal itu memberikan pistol pada gadis itu untuk melindungi diri nya dengan memberi tau cara menggunakan nya sekilas walaupun gadis itu sebenarnya sudah tau.
Louise mengangguk, benar saja kedua pengawal terlatih itu segera menahan 6 orang yang datang dan menabrak mobil mereka hingga tak bisa di gunakan lagi.
Gadis itu terdiam, entah mengapa jalanan di mana tempat ia pergi saat ini begitu sunyi berbeda dengan biasanya.
Tak ada satupun mobil yang lewat dan bisa membantu nya, "Kenapa bisa sangat sepi?!" ucap nya lirih saat tak melihat ada mobil lain nya.
Namun satu mobil yang datang membuat nya lega walaupun sebenarnya itu adalah awal dari puncak penderitaan nya.
Deg!
"Kau?" gadis itu mengernyit melihat pria yang keluar dari mobil mewah berwarna hitam itu.
Tubuh gadis itu bergetar, ia memegang erat pistol di tangan nya dan mengarahkan pada pria yang berjalan ke arah nya.
"Jangan mendekat!" ucap nya dengan tangan yang gemetar.
Masih tak ada satupun jawaban atau pembicaraan yang terdengar.
"Ini semua ulah mu?! Kau gila?!" tanya gadis itu terus mengarahkan pistol nya.
"Kau tau kalau aku bisa segila ini kan? Lalu kenapa masih melakukan sesuatu yang akan membuat mu menyesal?" tanya pria itu dengan smirk nya.
"Aku sudah memberi mu peringatan, kau yang tidak mendengar nya..." sambung nya lagi dan terus mendekat.
Louise mundur beberapa langkah, walaupun ia mengacungkan pistol nya namun ia tak bisa menarik pelatuk ke arah pria itu.
"James..." gumam nya lirih yang menggeleng ketika pria itu semakin dengan nya, hingga...
Tap!
"Kalau kau tembak di sini, aku bisa mati sekarang." ucap pria itu yang kini semakin mendekat dan sudah sampai meraih tangan gadis itu lalu menempelkan ujung pistol itu tepat mengenai dada nya.
"Apa yang kau inginkan?" gumam gadis itu bertanya lirih.
"Kau, semua nya..." jawab pria itu ambigu pada gadis itu di depan nya.
"Kalau kau mau semua ini berakhir kau bisa menarik pelatuk nya, seperti ini..." sambung James sembari mulai mengarahkan jemari gadis itu menarik pelatuk pistol di tangan nya.
Louise terperanjat, walaupun ia membenci pria di depan nya karna benar-benar bersikap brengsek untuk nya namun ia juga mencintai pria itu.
Brak!
"Kau gila!" ia menepis kasar tangan pria itu lalu membuat pistol yang berada di tangan nya terjatuh.
"Padahal aku memberi mu kesempatan untuk membunuh ku," ucap James lirih sembari melihat ke arah pistol yang jatuh tersebut dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kau akan lihat aku lebih gila lagi dari sekarang," ucap nya sembari mengambil sesuatu di jas nya lalu menarik tangan gadis itu dan memeluk nya.
Louise tentu nya langsung menolak dan berusaha melepaskan diri paksaan pelukan itu namun sesuatu yang tajam mulai memasuki dan menancap ke lengan nya.
"Tidak ada yang boleh mengambil mu, aku tidak akan membiarkan nya..."
Gadis itu perlahan memejam, sesuatu yang masuk ke dalam tubuh nya melalui suntikan itu begitu cepat bereaksi hingga membuat seluruh otot nya terasa hilang rasa, kesadaran nya mulai hilang yang ingin membuat nya segera tertidur dengan cepat.
Ia mendengar suara di telinga nya namun tak bisa begitu jelas sebelum semua kesadaran nya hilang seketika.
James meraih tubuh yang mulai lunglai itu, tangan yang tadi nya mendorong nya kini terjatuh.
Ia pun perlahan menggendong tubuh gadis itu, mengusap wajah yang terlihat cantik dengan balutan gaun putih yang sederhana dan elegan itu untuk hari pertunangan nya.
Wajah tanpa ekspresi itu mulai menunjukkan senyuman tipis dan tatapan mata yang menunjukkan seakan telah puas saat mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
...****************...
Maaf yah buat pembaca novel ini karna othor nya up lama, itu karna othor lagi Pkl kedua di RS yang berbeda dan karna sanggup nya cuma satu nopel yang di up othor pilih novel kedua atau yang never gone karna dalam bulan ini mau othor tamat kan dan mungkin akan lebih sedikit di awal bulan.
Jadi sekali lagi buat para pembaca othor mohon sabar menanti up yah, novel ini gak akan lama up terus tiba-tiba ilang kok, hanya saja othor nya masih penuh dengan kesibukan.
Oh iya, bagi yang merayakan minal Aidin wal Faidzin yah karna bentar lagi kan mau lebaran hihi
Semoga para readers othor selalu di berikan kondisi dan keadaan yang terbaik yahπππ
__ADS_1
Happy readingππππ