
JBS Hospital
Ruang Visi
"Kalian masih belum bisa mencari nya?! Sudah tiga hari tapi masih belum menemukan apapun?!" tanya Louis mengernyit.
Kepala nya mulai berdenyut karna ia hampir tak tidur selama tiga hari dan sibuk berkutik di ruangan yang penuh dengan alat-alat canggih tersebut.
Tak ada satupun yang berani bergeming melihat kemarahan pria tampan itu yang terlihat benar-benar kacau.
"Siapa lagi yang menculik nya?! Kenapa jadi banyak sekali?!" decak nya dengan kesal.
"Louis!" panggil Zayn mendekat dan bangun dari bangku nya.
Pria itu menoleh dan melihat sahabat nya yang mendekat ke arah nya.
"Aku menemukan orang yang mirip dengan supir ambulance nya," ucap Zayn sembari mendekat dan menunjukkan layar komputer di depan nya.
"Jernihkan," ucap Louis pada beberapa staf yang berada di sana.
Mereka pun dengan cepat menjernihkan tangkapan cctv yang buram itu agar terlihat lebih jelas dan setelah itu pun mereka mencoba melacak nya.
"Cari kesana dan bawa orang itu," ucap Louis mengernyit.
"Kau perlu istirahat," ucap Zayn saat melihat wajah kacau teman nya.
"Jangan bicarakan aku, kau sendiri apa istirahat?" tanya Louis sembari melirik sejenak.
"Apa aku perlu beri tau Papa?"
"Paman? Tidak perlu nanti merepotkan, lagi pula sekarang kita sudah menemukan hasil kan?" ucap Louis sejenak.
"Tapi kurasa kau memang harus istirahat, memang nya sudah beritahu Clara? Lupa? Kalau sudah menikah sekarang?" tanya Zayn lagi.
Deg!
Louis tersentak mendengar nya, ia benar-benar lupa dengan istrinya saat sibuk mencari keberadaan sang adik.
Ia pun berbalik melihat ponsel yang berada di atas meja nya, panggilan tak terjawab berulang kali dari pelayan yang ia tempatkan di sisi sang istri dan panggilan dari Clara juga terlihat bertimbun.
"Astaga!" decak nya kesal.
"Kabari jika menemukan sesuatu! Sekertaris Verdi juga akan membantu setelah jam kerja nya selesai!" ucap Louis sembari beranjak keluar dari ruangan tersebut.
......................
Sementara itu.
Hening tak ada pembicaraan apapun dengan hanya suara deruan ombak dan angin laut yang berhembus.
"Si*l! Dia menghancurkan nya!" decak nya kesal saat melihat navigasi dan semua alat untuk berkomunikasi keluar sudah di hancurkan saat nahkoda itu keluar ingin menghabisi James.
James melihat ke segala arah agar bisa menemukan sesuatu yang bisa membuat mereka di temukan.
Bahkan ponsel yang berada di saku nya tak bisa di gunakan karna tak ada jaringan sama sekali.
Mata nya melihat ke arah gadis yang duduk di ujung kapal membelakangi nya.
Ia melihat wajah tangis gadis itu sembari mengumpat nya dan setelah itu pergi tak ingin melihat wajah nya.
James pun membuang pandangan nya ia berusaha mencari sesuatu yang lain di kapal tersebut.
"Makanan?" gumam nya sembari melihat cadangan makanan seperti roti dan buah-buahan serta minuman kaleng.
Ia pun mengambil beberapa dan membawa nya.
Tap!
Louise tersentak, ia melihat sebungkus roti yang di lempar ke arah nya dan minuman kaleng yang di letakkan di samping ia duduk.
"Makan," ucap James singkat dan berbalik.
Sedangkan gadis itu hanya melihat nya dan meletakkan di samping tubuh nya saja, ia tak merasakan apapun bahkan lapar pun tidak ataupun memiliki selera untuk makan.
James berbalik saat tak mendengar suara yang membuka bungkus roti ataupun membuka makanan yang ia berikan.
"Kau takut ku beri racun?" tanya nya mengernyit.
Louise tak menjawab, jangankan menjawab menoleh saja pun tidak.
Wajah nya terlihat linglung menatap laut yang tak hentinya memberikan sapuan ombak nya.
__ADS_1
"Yasudah terserah!" decak James sembari meninggalkan gadis itu dan kembali mencari cara agar mereka bisa di temukan sembari mengisi perut nya.
Tiga jam kemudian.
James kembali melirik ke arah gadis yang sama sekali tak menggubris nya, gadis itu tak bergerak sedikitpun ataupun memakan dan minum apa yang ia berikan.
"Dasar keras kepala!" decak nya kesal melihat gadis itu yang tak mau mendengarkan nya.
Ia kembali berusaha menemukan cara agar mereka bisa di temukan namun ekor mata nya tak berhenti untuk melirik ke arah gadis itu yang sama sekali tak bergerak sedikitpun.
"Louise!" decak nya sembari mendekat dan menarik lengan gadis itu hingga menoleh ke arah nya.
Louise terperanjat dan langsung menepis tangan yang menarik nya.
"Kau pikir aku memberi mu racun?!" decak James dengan kesal.
"Apa urusan nya dengan mu?" tanya nya dengan wajah seakan tak ingin bicara pada pria itu.
"Makan," ucap pria itu tanpa menjawab sembari menyodorkan makanan yang tadi nya ia berikan.
Louise tak mengambil nya, ia hanya melihat ke arah mata yang seakan tengah geram pada nya.
"Makan atau ku paksa memasukkan nya ke mulut mu!" ucap nya dengan tatapan tajam.
Rasanya ia tak bisa tenang dan terus kesal melihat gadis itu belum makan apapun.
"Apa benar-benar ada racun nya?" tanya Louise sembari meraih roti yang di berikan pada nya.
"Tak ada, aku hanya tidak mau kau mati sebelum melihat mu hancur!" jawab pria itu sembari membuang pandangan mata nya ketika bicara.
Louise tersenyum mendengar nya, senyuman yang memberikan sorot mata yang terlihat kesedihan.
"Aku sudah hancur, kau mau membuat ku hancur seperti apa lagi? Hm?" tanya nya lirih.
"Benarkah? Tapi aku masih melihat mu baik-baik saja sekarang?" jawab pria itu yang merasa ia belum melakukan sesuatu yang fatal dari balas dendam nya.
Louise tersenyum pahit, ia menarik napas nya dengan pelan dan membuang nya dengan berat saat sesuatu seperti tercekat dalam tenggorokan nya.
"Memang nya kau tau apa?" gumam nya lirih sembari menunduk.
Ia pun kembali mengangkat wajah nya dan melihat ke arah pria itu, rasa nya sulit melihat wajah pria yang ia sukai namun memperlakukan dengan seperti itu.
Hoek!
Perut nya bergejolak, tubuh nya menolak makanan yang masuk setelah cukup lama tak di berikan asupan.
Ia pun memuntahkan makanan nya dan pria itu yang terkejut tanpa sadar mengikuti langkah gadis itu.
"Ini minum," ucap nya sembari menyodorkan air minum mineral dalam kemasan.
Louise meraih nya tanpa sadar meminum nya, kini rasa mual dan sakit di perut nya mulai terasa.
Ia pun langsung meremas kemeja yang ia pakai dan memeluk perut nya.
Anak ku...
Batin nya yang mulai sadar jika tak memberikan asupan sama sekali untuk anak yang berada dalam kandungan nya, karna kini ia tak sendiri lagi namun memiliki nyawa lain di tubuh nya.
Tes...
Satu tetes cairan merah kental mengalir jatuh mengenai tangan nya.
Darah?
Ia pun segera mengusap nya namun yang tadinya setetes kini mulai semakin banyak.
"Louise?" panggil James saat melihat nya mengalirkan deras cairan merah kental itu dari hidung mancung gadis itu.
Bruk!
Kaki gadis itu seakan hilang tenaga hingga membuat nya jatuh terduduk sedangkan ia memegang dan menutup hidung nya agar menghentikan cairan merah kental itu.
"Hey? Kenapa?" tanya James saat melihat gadis itu jatuh terduduk dan langsung berjongkok serta melihat darah yang keluar dari sela jari tangan gadis itu semakin banyak.
Deg...deg...deg...
Aku harusnya makan tadi, anak ku, anak ku bagaimana?
Batin nya yang merasa takut sedangkan darah mimisan nya tak berhenti sama sekali, pendengaran nya menurun hingga ia tak sama sekali tak mendengar suara yang memangil nya sejak tadi.
Ia tak bisa merasakan apapun rasa nya pusing dan mulai gelap hingga,
__ADS_1
"Louise?" panggil pria itu lirih sembari menangkap tubuh yang mulai jatuh kehilangan kesadaran nya.
"Dimana mereka?!" decak James yang semakin tidak tenang dan membawa tubuh gadis itu ke tempat mereka tidur tadi malam.
Ia pun membersihkan darah yang mengotori wajah dan hidung gadis itu dengan kain kering dan bersih.
Lalu setelah nya kembali keluar dan berusaha naik ke tempat yang tinggi lalu mencari jaringan di ponsel nya.
"Akhirnya!" ucap nya setelah melihat sinyal di layar ponsel nya.
Ia pun segera menelpon ataupun membagikan lokasi nya dari GPS yang terpasang.
"Sekarang tinggal tunggu mereka!" ucap nya yang mulai bernapas lega dan kembali turun.
Ia melihat tubuh yang tak sadarkan diri itu dengan wajah yang memucat.
...
Setelah lama menunggu akhirnya satu kapal terlihat dari kejauhan, James mulai bernapas lega melihat nya.
"Tuan!" ucap Nick yang langsung menghampiri pria itu.
"Chiko mana?" tanya James yang langsung menanyakan di mana keberadaan bawahan nya itu.
Pasal nya diantara mereka pria itu lah yang merupakan seorang dokter jenius namun kejeniusan nya di gunakan untuk hal yang salah.
"Tuan terluka?" tanya Chiko yang langsung datang mendekat.
"Bukan aku tapi dia," ucap James yang sembari menunjuk dengan dagu nya ke arah tempat dimana ia menidurkan gadis itu.
James enggan menunjukkan rasa khawatir nya maka dari itu ia bersikap acuh tak acuh mengenai kondisi gadis itu.
Chiko pun mengernyit dan mengerti ia pun mulai ke ruangan tersebut dan memeriksa yang berada di dalam nya.
Ia mengernyit sejenak, dan mulai mengeluarkan stetoskop dan memeriksa detak jantung yang melambat tersebut.
Deg!
"Ini? Ini apa?" gumam nya yang mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
"Nona hamil?" gumam nya lagi saat ia merasakan nyawa lain di di tubuh lemah itu.
Greb!
Mata nya menoleh ia melihat ke arah tangan yang menggenggam kelingking nya.
Gadis itu menggeleng saat ia sadar sejenak ketika pria itu mengetahui kehamilan nya.
"Jangan beri tau siapapun, ku mohon..." gumam nya dengan suara lemah dan wajah memucat lalu kembali tak sadarkan diri.
Chiko masih membatu melihat nya, gadis itu seakan sadar hanya untuk memberitahu nya agar tak memberitahu kehamilan nya pada siapapun.
Sedangkan Louise bahkan tak sadar jika ia merasakan nya, ia bahkan tidak tau dengan siapa ia bicara saat pandangan nya mengabur tak bisa melihat orang yang berada di dekat nya, hanya alarm dalam dirinya yang membangunkan nya sejenak.
...****************...
Oh iya buat yang merasa kenapa si Louise nya ini kayak lemah banget sama James nya wajar aja yah, secara dia itu jatuh cinta sama James nya terus tuh tiba-tiba di campakin gitu aja dengan alasan kalo si James mau balas dendam.
lagi hamil pula kan, ya kali dia hamil mau nya di bentak, di marahi, terus tuh ucapan yang langsung nusuk lagi ke dada nya.
terus kalo mikir nya, Louise nya kan kuat sih masa gitu aja ga tahan?
Othor pernah baca beberapa artikel orang hamil itu moodyan dan lebih sensitif setiap orang bakal beda reaksi nya dan untuk si Louise yang dari kecil uda dapat kasih sayang penuh terkejut banget dong sampe jadi kayak gitu, dan sebenarnya banyak yang mau othor bilang tapi othor uda ngantuk banget dan bsk shift pagi wkwk
Jangan lupa dukungan nya yahππ
Likeπππ
Komen π¬π¬π¬
Rate 5βββββ
Vote ποΈποΈπ₯³π₯³
Favorit β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ
Hadiah πππ
Biar othor makin semangat hihiπππ
Happy Readingπππ
__ADS_1