
Mansion Dachinko
Setelah membawa Arnold ke mansion nya James pun langsung memanggil Chiko agar segera memeriksa kondisi anak tersebut.
"Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Chiko terkejut.
"Luka nya infeksi, tulang rusuk nya patah, sekujur tubuh nya juga memar dan seperti nya tengkorak kepala nya juga retak." ucap Chiko terkejut.
James pun menghela napas berat mendengar, "Obati dia, aku tidak mau ada kesalahan." ucap nya dan mulai keluar dari tempat itu.
Ia pun menemui Nick, mungkin ini terlihat gegabah namun ia ingin mengadopsi anak tersebut.
"Dia melakukan penganiayaan, aku bisa mendapatkan hak asuh nya kan?" tanya nya pada pria itu.
"Saya akan mengurus nya sebaik mungkin," ucap Nick pada tuan nya.
Pria itu pun kembali diam, ia membuang napas nya dengan kasar, ia tak menyangka jika wanita yang dulu nya naif dan ceria bisa seperti itu.
Seperti gurun dan kutub perbedaan cinta pertama nya yang dulu dan sekarang.
"Dia yang lebih dulu berkhianat kenapa bersikap seperti korban?" ucap nya lirih tertawa miring mengingat kelakuan mantan kekasih nya.
......................
Kediaman Rai.
Clara terdiam, ia tak lagi mengatakan sepatah kata pun pada suami nya.
Tak ada penjelasan yang masuk akal bagi nya, pria itu menolak keras dan mengatakan hubungan mereka bukan seperti yang ia bayangkan.
Namun Louis juga tak memberi penjelasan yang memuaskan pada sang istri.
"Cla? Kau masih marah? Hm? Aku tidak punya hubungan seperti itu dengan Louise." ucap Louis sembari mengusap lelehan air mata nya.
Tak ada jawaban, wanita itu hanya menepis tangan suami nya dan beranjak ke ranjang nya.
...
Dua hari kemudian
Gadis itu yang sejak hari di mana melihat kakak ipar nya begitu terkejut mulai tak nyaman, ia saja tak mengerti namun keadaan yang seperti itu tentu sangat mengganjal di pikiran nya hingga ia memiliki niat untuk menemui istri kakak nya.
Clara menerima gadis di depan nya, walaupun pandangan nya gelap dan tak mengenal serta mengetahui apapun namun ia merasa tak nyaman sama sekali.
"Kalian sudah baikan?" tanya Louise hati-hati.
"Sejak kapan?" tanya Clara dengan ketus Karno siap menanggap jika gadis di depan nya adalah selingkuhan suami nya.
"Apa nya?" tanya Louise tak mengerti.
"Sejak kapan kalian punya hubungan?" tanya Clara dengan nada tertahan.
Louise mengernyit mendengar nya, "Hubungan? Bicara mu aneh," ucap gadis itu yang juga tak tau jika sang kakak berbohong selama ini.
"Aneh? Kita berteman, walaupun aku membenci kakak mu tapi aku masih berharap kau itu teman ku! Tapi apa?! Kau selingkuh dengan suami ku?!"
"Sampai hamil?!" sambung nya lagi.
Louise tersentak, ia terkejut bukan main ketika wanita itu menuduh nya berselingkuh dengan kakak kandung nya sendiri.
"Selingkuh apa? Kau ini bicara apa?! Iya! Aku hamil! Tapi masa sama Louis?! Aku masih waras lah!" ucap Louise langsung.
__ADS_1
"Aku bicara tentang Rai! Bukan Louis!" ucap Clara lagi.
"Mereka sama Cla! Kau ini sudah berapa lama sih? Suami mu sendiri pun kau tidak tau?!" tanya Louise mengernyit tak percaya.
Deg!
Jantung yang seperti tersambar petir mendengar nya, "A-apa? Kau bohong kan?! Dia kan yang menyuruh mu bilang begitu?" tanya nya lagi tak percaya.
"Dia siapa? Kau ini kenapa sih? Rai itu Louis! Aku kira kau memanggil nya begitu karna panggilan sayang." ucap Louise yang tak mengerti dan tidak peka dengan kebohongan sang kakak.
"La-lalu selama ini?" gumam Clara yang kebingungan.
"Siapa yang ku nikahi sebenarnya?" gumam Clara lirih dengan tubuh gemetar.
"Cla? Kau tau? Kalau ini lelucon akan sangat aneh kan? Kau menikah dengan kakak ku, dan otomatis kau adalah istri dari JBS grup? Kau pura-pura tidak tau atau?" ucap Louise lirih.
Sedangkan wanita di depan nya tak mengatakan apapun lagi dan hanya menangis, "Aku butuh waktu sendiri."
"Ku mohon..." ucap nya lirih dengan gemetar ketika mengetahui tentang kebenaran yang selama ini di sembunyikan dari nya.
Louise beranjak pergi dari tempat itu, ia tak tau mengapa namun ia harus membiarkan nya Kakak ipar nya memiliki waktu nya sendiri.
................... ...
Persiapan pertunangan nya mulai di lakukan, gadis itu memilih pakaian serta perhiasan yang akan ia gunakan nanti nya.
"Louise? Louise kan?"
Suara seorang pria yang membuat nya langsung menoleh.
"Pantas saja mereka tidak membiarkan ku masuk ternyata ada pelanggan yang lebih VVIP dari ku," ucap pria itu tertawa renyah.
Louise hanya membuang napas nya, ia memang memasuki toko brand terkemuka dan tentu nya bukan tanpa kemungkinan akan ada yang ia kenali di tempa itu.
"Kenapa bisa lupa? Kau kan aktor papan atas," jawab Louise lirih dengan nada malas.
Selain Luke yang merupakan bintang ternama, ia juga merupakan mantan kekasih gadis cantik itu.
Louise yang memang dulu sering mengganti pria yang ia kencani tentu nya membuat nya memliki segudang mantan kekasih yang memiliki rupa tampan.
Walaupun diantara semua itu hanya sedikit yang bisa bertahan lama dengan nya karna ia menolak segala skinship yang biasa di lalukan ketika orang lain berpacaran karna trauma nya.
Dan saat ada seorang pria yang membuat trauma hilang hingga membuat nya tak lagi takut dengan sentuhan, pria itu malah membuang nya begitu saja.
"Kau sedang memilih gaun?" tanya Luke pada gadis di depan nya.
"Hm,"
"Apa aku bisa meminta tolong?" ucap Louise pada pria itu.
"Hm? Ada apa?" tanya Luke.
"Jangan bersikap seperti kenal dekat dengan ku, kita bisa punya skandal." ucap Louise pada pria itu.
"Padahal kan kita memang kenal, lagi pula kita dulu juga putus nya baik-baik kan?" tanya Luke lagi.
"Hm, kau memang pria baik." jawab Louise lirih.
"Kau menyesal karna putus dari ku?" tanya Luke menggoda gadis itu.
"Tidak," jawab Louise cepat, walaupun pria itu adalah pria yang baik namun ia tak bisa merasakan apapun di hati nya.
__ADS_1
Setelah pemesanan gaun nya selesai ketika ia sudah selesai mengukur ukuran tubuh nya lalu ia pun segera keluar.
Luke tetap mengikuti nya walaupun ia sudah mengatakan jika ia risih.
"Dia kenapa sih?" gumam Louise mempercepat langkah nya.
"Louise?" panggil Luke ketika gadis itu semakin menjauh.
Alasan mengapa gadis cantik itu menjauh ialah karna tak mau menciptakan skandal sedangkan pertunangan nya belum di umumkan.
"Eh? Louise?"
Mata hijau itu langsung terperanjat dan mendekat ke arah mobil pria yang baru menurunkan kaca jendela mobil nya itu memanggil nama nya.
"Jalan," ucap Louise pada pria itu.
Karna jarak mobil yang ia parkir masih jauh ia pun memilih yang lebih dekat dari nya.
Pria yang tak lain adalah Alex itu pun mulai melajukan mobil nya, Louise melihat langkah Luke yang terhenti dari spion ketika mobil mereka melaju.
"Dia seperti nya pemain film kan?" tanya Alex sembari melihat ke arah spion.
"Hm," jawab Louise singkat.
"Kau mau kemana?" tanya nya lagi pada gadis di samping nya. Ia tak menyangka gadis itu akan langsung masuk ke mobil nya karna menghindari seseorang.
"Kemana saja," jawab Louise lirih sembari memejamkan mata nya.
Ia merasa mengantuk karna sangat mudah lelah setelah kehamilan nya dan usia kandungan yang semakin bertambah.
Melihat gadis itu perlahan tertidur tanpa perlu ia berikan bius atau obat lain nya membuat Alex menampilkan smirk nya.
Gadis yang seperti masuk ke kandang singa dan sengaja memberikan diri nya untuk tumbal tanpa di sadari.
......................
Kediaman Rai.
Louis yang baru saja kembali pun langsung ke kamar sang istri.
Mata yang bengkak dan sembab karna hanya terus menangis setelah mengetahui segala nya.
"Cla? Kenapa? Kau masih marah?" tanya Louis pada sang istri.
"Louis?" panggil Clara dengan suara gemetar.
"Iya?" sahut Louis tanpa sadar.
Deg!
Ia pun langsung menutup mulut nya dengan rapat setelah tanpa sadar menjawab panggilan sang istri dengan nama berbeda.
"Maksud ku, siapa Louis?" tanya nya langsung mengulang seketika.
"Berhenti berbohong, aku udah tau semua nya." ucap Clara lirih.
"Cla? Dengerin aku dulu-"
Tak!
Wanita itu langsung menepis tangan yang menyentuh lengan nya.
__ADS_1
"Aku mau cerai," ucap nya dengan sepatah kalimat yang langsung membuat pria seperti tersambar petir di hari yang cerah.
"Kau bilang apa?" tanya nya lagi yang tak ingin mendengar kalimat tersebut.