
Mansion Dachinko.
Pria itu menarik kaitan di belakang gaun istri nya, ia melihat dan mengecup nya untuk beberapa saat.
"Bagaimana tadi? Semua nya baik-baik saja?" tanya James sembari memeluk pinggang ramping istri nya dari belakang.
Sekarang ia tak bisa banyak bekerja di rumah lagi karna ia sudah memiliki Doble pekerjaan.
Pekerjaan yang sudah menjadi darah dan daging nya kemudian pekerjaan yang ia lakukan karna mengganti peran sang istri.
Louise menarik napas nya, sudah satu Minggu lebih pria nya masih menghindari pembicaraan tentang adopsi.
"Kau sudah pikirkan? Apa yang ku bilang waktu itu?" tanya nya sembari berbalik dan melihat ke arah pria yang sebelum nya memeluk pinggang ramping nya.
"Apa itu? Arche dan Aldrich nakal? Kalau kau kesulitan dengan mereka katakan saja pada ku, aku akan membantu mu juga." ucap nya yang mengecup pipi wanita nya.
Walaupun memiliki pengasuh namun tentu peran orang tua tak bisa di gantikan dengan mudah.
"Tidak, sudah banyak yang menganggu ku." ucap nya pada sang suami dengan lirih.
James tersenyum tipis, ia suka setiap kali menyentuh dan mencium istri nya.
"Lalu? Kenapa kau terlihat tidak baik?" tanya pria itu sembari mengusap dan menyentuh pipi wanita nya.
"Kau terus menghindari pembicaraan," ucap nya yang kali ini mengatakan tentang apa yang menganggu nya selama beberapa hari.
"Adopsi? Kenapa kau sangat ingin memberikan anak mu pada orang lain?" tanya pria itu dengan menatap bingung.
"Orang lain? Dia kan kakak ku!" ucap Louise yang juga bingung melihat suami nya yang begitu tak ingin membiarkan sang kakak mengadopsi salah satu putra nya.
"Katakan alasan selain karna kakak ipar mu itu tidak bisa hamil dan menyukai anak ku," ucap nya yang tau karna istri nya sudah beberapa kali mengatakan tentang kondisi kakak ipar nya.
"Ya, itu satu alasan nya dan..."
__ADS_1
"JBS perlu pewaris," sambung nya sekali lagi pada sang suami.
Tentu cara berpikir seseorang di besarkan dengan lingkungan dan keluarga yang berasal dari bisnis turun temurun sedikit keras dengan garis keturunan.
Berbeda dengan sesuatu yang memakai sistem dengan siapa yang kuat dialah yang menang.
"Lalu? Anak itu tetap bisa jadi pewaris kalau pun dengan kita kan? Kenapa aku harus berikan anak ku? Kau istri ku dan mereka anak ku!" ucap nya yang yang kukuh.
Pria yang sangat terobsesi dengan keluarga dan kehidupan yang tampak normal dan bahagia seperti ingatan nya saat kecil dulu tentu tak ingin memberikan anak nya untuk siapapun.
"Pola asuhan nya akan berbeda, aku tidak bilang pola asuhan kita buruk atau akan buruk namun pasti ajaran akan berbeda. Kau tau kan? Dia yang memimpin JBS, otomatis kalau dia yang besarkan anak itu juga akan merasa kalau JBS itu milik nya." ucap wanita itu yang mencoba menjelaskan.
Ajaran setiap keluarga tentu berbeda dan lagi, ia sedang berada di tempat yang tidak memiliki lingkungan atau situasi untuk menumbuhkan rasa suka dengan perusahan basis kesehatan yang sudah di kembangkan dari sang ayah dan juga dari sang kakek yang tak pernah ia lihat sejak lahir kecuali kakek dari sang ibu.
"Kita bisa bilang kalau salah satu mereka harus jadi pewaris kan?" tanya pria itu yang dengan nada yang masih seperti tak menyetujui nya.
"Kau pikir anak kembar akan terima saja kalau tiba-tiba di bilang begitu? Pasti salah satu nya akan berpikir 'Kenapa aku yang harus jadi pewaris?' atau 'Kenapa dia yang di pilih jadi pewaris?' Kau tidak pikir mereka akan punya kemungkinan seperti itu?" tanya nya yang tentu ia tau karna ia juga merupakan anak kembar.
"Dia akan mati kalau melakukan operasi seperti itu," potong Louise seketika.
"Bukan nya itu resiko nya? Dia harus bisa menahan resiko nya kan?" tanya James yang membuang mata nya karna ia memang tak peduli dengan hidup mati wanita lain kecuali keluarga yang ia miliki saat ini.
"Kau bilang begitu karena dia bukan istri mu," sambung Louise pada pria yang memang tak peduli itu.
"Lalu bagaimana dengan rahim pengganti? Dia masih bisa kan?" tanya nya pada sang istri lagi.
"Kalau situasi itu terjadi pada ku aku juga tidak mau pakai rahim pengganti? Apa lagi kalau suami nya seperti kau." ucap Louise yang kembali mematahkan perkataan suami nya.
"Memang nya aku kenapa?" tanya James yang bingung.
"Kau punya masa lalu dengan banyak wanita, bagaimana kalau tiba-tiba kau berubah lagi? Mungkin dulu kau patah hati karna cinta pertama mu dan sekarang kau bisa dengan alasan bosan kan?" tanya Louise dengan pikiran yang sudah mengalang buana ke arah lain lewat dari konteks yang di bicarakan sejak awal.
"Tunggu! Kenapa jadi bahas sesuatu yang tidak akan terjadi?" tanya nya yang menghela napas nya.
__ADS_1
"Jadi sekarang apa keputusan mu?" tanya wanita itu yang mulai menuntut jawaban.
"Tidak," jawab James dengan satu kata yang menjawab semua pertanyaan wanita nya.
"Begitu? Baik, berarti mereka bisa pakai rahim ku." jawab Louise dengan senyuman tipis sebagai senjata terakhir nya.
"Apa kau gila? Kau kan tidak boleh hamil lagi!" ucap nya yang lebih tidak setuju lagi.
"Mau bagiamana lagi? Clara cemburu kalau wanita lain yang terlibat, nah kalau aku kan adik suami nya, jadi kalau dia cemburu pada ku dia gila nama nya." ucap Louise pada sang suami.
"Aku lebih tidak setuju!" ucap James sekali lagi.
"But, this's my body!" ucap wanita itu yang tentu mengatakan jika tubuh nya adalah keinginan nya ingin menjadikan seperti apa.
"Louise? Kenapa kau keras kepala sekali?" James membuang napas nya lirih, ia tak bisa mengatakan apapun lagi.
Memiliki istri yang punya watak keras kepala dan wanita alpha tentu sulit untuk di atur.
"Aku juga tidak mau keras kepala! James!" kali ini tembakan kedua adalah serangan fisik.
Tangan nya mulai merangkul pinggang yang lebar dan kukuh pria itu.
James tak mengatakan apapun, ia mengusap wajah istri nya berulang kali sebelum memikirkan jawaban nya.
"Akan ku pikirkan lagi," ucap nya yang kali ini tak bisa menjawab lagi.
"Kalau jawaban mu tidak berarti aku juga akan melakukan yang ku bilang tadi." ucap nya sekali lagi.
"Kakak mu tidak akan memberi mu izin untuk itu kalau tau kondisi mu." ucap James yang tentu ancaman seperti itu akan sedikit tak berpengaruh untuk nya.
"Tapi kau juga tidak akan bilang karna tidak mau dia tau tentang Bianca kan?" tanya Louise yang kali ini juga punya senjata untuk membuat suami nya diam.
"Baik, aku akan pikirkan hal ini dengan baik." James membuang napas nya lirih.
__ADS_1