(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Apa ini yang dia rasakan dulu?


__ADS_3

Kediaman Rai.


Gadis itu kini sudah kembali dan lagi ia bahkan tak menyadari perjalanan nya, semarah apapun sekesal apapun atau mencoba untuk jatuh tertidur pada akhir nya ia tetap akan terlelap tanpa sadar dan terbangun saat tempat tujuan nya.


Para pengawal yang sejak malam mencari nya langsung mendekat, sebelum mereka bertanya gadis itu sudah menunjukkan gestur untuk tak di ganggu.


"Jangan sampai Louis tau hal ini kalau kalian masih ingin pekerjaan ini." ucap nya sembari berlaku.


Para pengawal yang melihat nya pun hanya bisa bungkam, wajah yang terlihat pucat serta pakaian yang berbeda dari saat gadis itu menghilang malam nya.


Namun tak ada satupun yang berani bersuara, mereka pun menunduk dan memberi hormat sebelum meninggalkan gadis itu.


Sedangkan Louise mulai beranjak ke kamar nya, ia masih diam memikirkan setiap kata dan juga apa yang baru saja ia alami.


Setelah sampai di kamar ia pun langsung menuju ke tempat obat-obatan nya dan mulai menyuntikkan ke tangan nya.


Rasa pegal setiap kali obat tersebut masuk ke darah nya selalu ia rasakan, perlahan rasa sakit di perut dan tubuh nya mereda walau tak sepenuh nya hilang.


Mata nya mulai merasa kantuk karna ia yang juga mencampur sedikit obat penenang ketika memasukkan obat nya.


Senja mulai datang, langit yang berwarna orange pun merembes masuk ke dalam kamar mewah itu dan membangunkan gadis yang tanpa sadar jatuh tertidur itu.


Ia pun beranjak membersihkan diri nya, menjatuhkan pakaian nya dan melihat seluruh tubuh nya yang penuh dengan bekas kepemilikan dan memar yang berasal dari bentuk pertahanan diri nya.


Mata nya melihat ke arah perut nya yang mulai membuncit dan mengusap nya dengan pelan, "Gak apa-apa, kamu punya Mommy kok..." ucap nya lirih.


......................


Dua Minggu kemudian.


James yang kini tak hanya membangun siasat untuk menjatuhkan JBS grup ia juga berusaha menemukan obat yang sesuai dan juga melakukan proyek rekayasa DNA yang ingin ia gunakan untuk gadis itu.


"Aku akan ke sana," ucap nya pada Nick begitu melihat laporan yang di bawa oleh pria itu.


Tanpa menunggu jawaban ia pun mulai beranjak dari tempat nya dan menuju ke tempat yang ia inginkan awal nya.


...


Apart Sky Blue


Gadis itu masih diam, belum sempat ia bicara secangkir susu coklat panas sudah di letakkan di depan nya.


"Minum dulu," ucap nya sembari ikut duduk di samping gadis itu.


Mata gadis itu melihat ke arah minuman di depan nya, ia diam sejenak tanpa mengatakan apapun.


"Ada apa? Sikap mu berubah beberapa waktu ini?" tanya pria itu dengan suara yang rendah menatap gadis di depan nya.


Louis masih diam, mata nya tak bisa menatap pria itu namun malah menunduk.


"Ku dengar Louis mengajukan pernikahan?" tanya nya mulai membuka suara, "Kau dan aku." sambung nya lirih.


Zayn diam sejenak menatap gadis itu, "Benar."


"Kau menerima nya?" tanya Louise dengan hati-hati.

__ADS_1


"Iya, aku tau kau tidak melihat ku sebagai pria namun aku tetap menyukai mu. Kalau kau memberi ku kesempatan aku akan-"


"Zayn? Aku tidak..." ucap nya memejam yang bingung cara menjelaskan nya.


"Kau hanya akan terluka kalau dengan ku, anak orang lain dan juga perasaan ku mungkin itu akan menyakiti mu," sambung nya pada pria itu.


"Dan satu lagi, bagaimana reaksi paman dan bibi kalau tau? Mereka tetap mau menerima aku jadi menantu nya? mereka mungkin sayang aku tapi mereka juga pasti tidak mau anak nya hidup dengan wanita seperti ku?" ucap nya setelah diam beberapa saat.


"Papa Mama? Kalau masalah itu tidak perlu di pikirkan, aku bisa bilang kalau itu anak ku, mereka tidak akan tau dan juga aku terluka atau tidak, itu bukan masalah yang harus kau pikirkan." ucap nya menatap gadis itu.


"Are you sure can be happy with me?" tanya Louise mengernyit yang heran dengan sikap teman nya.


"Hm, Cause you're my happiness." jawab pria itu dengan nada nya yang selalu rendah dan lembut.


Louise tak bisa mengatakan apapun, ia bahkan tak tau kenapa perasaan nya menjadi begitu sensitif semenjak kehamilan nya.


Ia menunduk, satu persatu cairan bening jatuh ke tangan nya.


Zayn mengernyit, ia menatap ke arah gadis itu tangan nya mulai menyentuh pipi yang terasa lembab dan membuat wajah cantik itu melihat ke arah nya.


"Hey? Kenapa?" tanya nya sembari melihat wajah dan mata yang memerah setiap kali ia menangis.


"Kenapa aku suka nya dia? Apa ini hukuman? Dia bilang mungkin karna aku Papah jadi buat eksperimen itu," tanya nya lirih pada pria di depan nya.


"Aku juga gak mau sakit, aku gak mau hidup di atas nyawa orang lain, aku juga gak mau suka dia..." sambung nya lirih dengan tangis nya.


Zayn diam tak mengatakan apapun, melihat wanita yang di cintai menangisi pria lain di depan nya tentu nya membuat nya merasa sakit hati namun di bandingkan hati yang terluka ia lebih marah pada pria yang menyia-nyiakan wanita yang sangat sulit ia dapatkan.


Tangan nya merangkul pelan dan perlahan memeluk gadis itu, "Kau tidak salah apa-apa, kenapa menyebut hukuman?"


Ucap nya sembari mengusap dan menepuk punggung gadis itu dengan lembut.


Zayn pun menggendong nya dengan pelan dan memindahkan nya ke kamar agar gadis itu bisa tidur dengan lebih nyaman.


Waktu perlahan berbalu, malam yang datang membuat nya terbangun ketika ia merasa lapar.


"Mau makan di luar?" tanya pria itu tersenyum seperti biasanya begitu melihat Louise keluar dari kamar.


"Jam berapa sekarang?" tanya Louise menatap pria itu dengan mata yang masih bengkak.


"Setengah sembilan malam, kau mau keluar? Atau makan di sini?" tanya Zayn sekali lagi dengan senyuman lembut nya.


"Makan di luar," jawab Louise lirih.


Pria itu tersenyum, "Cuci wajah mu, setelah itu kita pergi."


Louise mengangguk, ia pun beranjak ke mencuci wajah nya.


......................


Setelah memilih tempat dan meja nya, makanan yang di pesan pun datang.


"Zayn?" panggil nya lirih.


"Kau mau makan ini? Ini kan kesukaan mu," ucap pria itu yang bersikap seperti tak terjadi apapun.

__ADS_1


"Maaf," ucap nya lirih menatap pria itu.


"Untuk apa?" tanya nya menatap ke arah gadis itu.


"Untuk semua nya," jawab Louise lirih.


"Kau minta maaf karna apa? Kau kan tidak salah apapun," ucap nya menatap gadis itu.


Louise tersenyum melihat nya, perasaan nya mulai membaik saat ia bersama dengan sahabat nya.


Setelah selesai makan malam, Zayn pun mulai mengajak gadis itu untuk kembali.


Derap langkah yang terdengar itu pun terhenti, suasana malam yang di hiasan lampu lentera di restoran mewah itu membuat nya tampak indah namun,


Tatapan mata yang menatap pria di depan dari jauh sedangkan Zayn yang tadi nya masih membicarakan hal yang menyenangkan itu berhenti dan melihat ke arah mata gadis itu.


"Zayn? Aku boleh jadi jahat?" tanya nya yang mengalihkan mata nya ke arah sahabat nya.


"Maksud mu?" tanya Zayn mengernyit tak mengerti.


"Cium aku," jawab Louise menatap pria itu.


Zayn diam sejenak, namun ia tau maksud gadis itu, tangan nya menarik pinggang kecil gadis di samping nya hingga tubuh Louise mendekat.


Deruan napas yang terdengar, serta satu pangutan lembut mulai menyentuh bibir gadis itu.


Pria itu memejamkan mata nya, walau bagi gadis itu mungkin ia hanya sandiwara untuk membuat James terluka namun bagi nya ini adalah nyata.


Setiap sentuhan dan apapun yang dia lakukan untuk gadis itu adalah nyata dan berasal dari perasaan nya.


Louise masih membuka mata nya menatap pria itu dari kejauhan, sentuhan dan pangutan lembut di bibir nya perlahan membuat nya memejamkan mata nya.


Aroma manis seperti coklat yang sering ia cium dari tubuh sahabat nya membuat nya lebih tenang.


Deg!


Zayn tersentak dan membuka mata nya sejenak tanpa sadar, saat ia merasakan gadis itu yang membalas ciuman nya saat ini.


Tangan nya pun semakin menarik pinggang gadis itu dan mel*mat bibir manis itu dengan lembut dan perlahan.


Sementara itu, James mengepal. Ia tak tau akan bertemu dengan gadis itu di tempat yang sama apa lagi dengan sahabat yang dulu nya selalu ia anggap pengganggu.


Aku akan menikah


Suara yang kembali menggema di telinga nya, entah mengapa ia merasa nyeri di sudut dada. Merasakan sakit yang ia sendiri tidak tau cara menjelaskan nya.


Ia marah, kesal, dan tidak ingin gadis itu bersama pria lain.


Kenapa aku seperti tidak bisa bernapas?


Batin nya yang seperti terkunci tak bisa beranjak dan di kurung dengan amarah sekaligus.


Perasaan tidak rela yang mendominasi dan juga sesuatu yang seakan memeras dan menusuk ke dada nya hingga membuat nya seperti kehilangan napas di tengah oksigen yang begitu banyak.


Apa ini yang dia rasakan dulu waktu melihat ku berciuman?

__ADS_1


Batin yang kini merasa jika situasi ini tak asing, ia pun mulai berbalik, tangan nya mengepal dengan perasaan yang sulit ia jelaskan.


"Aku harus cek kesehatan setelah ini," decak nya kesal, karna ia merasakan sakit dalam dirinya namun ia tak tau apa penyakit itu.


__ADS_2