(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Nikah sama Bian


__ADS_3

JBS Hospital


Mata yang saling memandang itu menatap bingung ke arah gadis kecil dengan wajah menggemaskan dan mata yang polos itu.


Pria itu mendekati nya, langkah nya menimbulkan suara yang membuat mata bulat berwarna coklat itu langsung menoleh menatap nya.


"Paman En?" ucap nya yang melihat ke arah pria yang mendekat ke arah nya.


"Bian masih ingat paman?" tanya Zayn yang membuat gadis kecil itu lupa seketika dengan pertanyaan nya.


Bianca mengangguk kan kepala nya, "Masih! Bian ingat paman!" ucap nya pada pria itu.


Zayn tersenyum, ia mengusap kepala anak kecil yang pintar itu.


"Lihat, paman bawakan makanan untuk Bian." ucap nya pada anak kecil itu.


Ia sudah tau jika gadis kecil itu datang berkunjung maka dari itu saat ia kembali melihat tunangan nya ia sudah membawakan makanan yang di sukai anak kecil.


"Ih! Ada selobeli!" ucap nya yang menatap berbinar pada makanan yang berwarna cerah, memiliki ukuran yang besar dan rasa yang manis asam segar itu.


"Mommy ga di kasih stroberi nya?" ucap nya pada anak kecil yang tampak begitu senang itu.


"Hum?" mata bulat berwarna coklat itu menatap sang ibu dengan mulut yang mengigiti ujung stoberi yang dengan rasa yang manis itu.


"Myy maan ang layin, Ian au mayan ini..." jawab nya tak jelas pada sang ibu dengan mulut yang tak mau melepaskan makanan nya sama sekali.


Louise tersenyum, mata nya melirik ke arah tunangan nya dan membuang napas nya lirih.


...

__ADS_1


Pukul 04. 35 Pm


Saat ini pria itu tengah mengasuh anak kecil yang tampak bermain itu, dan tentu gadis kecil itu meminta permainan tembakan dengan peluru air seperti yang pernah ia mainkan.


Sedangkan sang ibu kembali menjalani perawatan dan pemeriksaan tambahan.


"Paman?"


panggil nya yang mendekat ke arah pria yang tampak masih mengerjakan beberapa urusan pekerjaan itu.


Zayn menghentikan pekerjaan nya dan menatap ke arah anak kecil yang mendekat pada nya itu.


"Ada apa Bian?" tanya nya sembari menggendong tubuh mungil itu.


"Kita bisa panggil Daddy ga? Kan kalau ada Daddy lebih selu! Bian bisa main sama Daddy sama Mommy juga!" ucap nya dengan mata yang berharap.


Pria itu diam sejenak seperti enggan mengatakan apapun.


"Daddy sibuk, Bian main sama Paman aja ya?" ucap nya pada anak kecil yang menggemaskan itu.


Wajah Bianca langsung lesu mendengar nya, ia tampak tak bersemangat memegang mainan nya saat berada di gendongan pria itu.


"Bian mau main yang itu sama Paman tidak?" tanya Zayn sembari menunjuk ke arah setumpuk mainan yang baru di beli untuk nya itu.


Bianca mengangguk, ia setuju dan kembali terbujuk akan rayuan mainan yang membuat nya senang.


Pria itu tersenyum, ia membawa anak kecil itu ke arah mainan nya dan bermain bersama.


30 menit kemudian.

__ADS_1


"Hihi! Lucu!" tawa menggemaskan itu bermain dengan seseorang yang bagi nya cocok.


Memang saat bermain dengan sang ayah juga menyenangkan namun dengan sikap yang kaku itu membuat nya yang harus mengatakan lebih dulu apa mau nya.


Berbeda dengan pria di depan nya yang bisa dangan mudah berbaur dengan dunia nya.


Pria itu tersenyum melihat ke arah gadis kecil yang tertawa itu.


"Bian?" panggil nya setelah tawa menggemaskan itu mulai menghilang.


"Hum?" mata bulat berwarna coklat dengan bulu mata yang lentik itu menoleh.


"Paman boleh jadi Daddy Bian juga tidak?" tanya nya pada gadis kecil itu.


"Tapi kan Bian udah punya Daddy," jawab nya dengan polos, "Telus kata Mommy Bian mau punya dua Daddy lagi!" sambung gadis kecil itu tersenyum tanpa tau arti sebenarnya dari yang ia ucapkan.


Pria itu tersenyum, "Iya, yang satu Daddy Bian yang sekarang lagi kerja. Nah, Daddy satu lagi itu paman." ucap nya pada gadis kecil itu.


"Kenapa Paman yang jadi Daddy Bian?" Bianca tak mengerti kenapa pria itu bisa menjadi ayah nya.


"Kalau paman nikah sama Mommy Bian, berarti paman juga jadi Daddy Bian." ucap Zayn menerangkan dengan lembut pada anak kecil itu.


"Habis nikah sama Paman, Mommy bakal nikah sama Daddy?" tanya nya dengan polos.


"Bian? Menikah itu bukan bisa di lakukan banyak orang, setiap orang berharap nya menikah cuma satu kali dengan pasangan yang memang benar-benar mereka cintai." ucap nya pada gadis kecil itu.


"Belalti kalau Mommy nikah sama Paman, Mommy ga bakal nikah sama Daddy?" tanya nya mulai mengerti, "Telus, Mommy sama Daddy ga akan tinggal baleng?" sambung nya dengan pertanyaan.


Pria itu hanya tersenyum, ia mengusap kepala kecil yang tengah berpikir dan tampak lesu itu.

__ADS_1


"Kalau gitu Mommy nikah nya sama Daddy, telus Paman nikah nya sama Bian!" ucap nya yang mulai memikirkan ide baru di kepala nya.


"Abis itu kita tinggal baleng deh!" sambung nya dengan tatapan polos yang bahkan tak mengerti apa itu arti menikah sebenarnya.


__ADS_2