(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Jaminan


__ADS_3

Mansion Dachinko


"Jalan"


Pria itu memegangi kedua tangan mungil putri nya yang masih tampak memar biru keunguan itu.


Gadis kecil itu memperbanyak langkah nya untuk kembali berlatih berjalan.


"Pintar," ucap nya sembari memeluk tubuh mungil itu dalam dekapan nya.


Tak ada keceriaan sama sekali di wajah menggemaskan itu, gadis kecil itu menatap sang ayah dan menjatuhkan kepala nya ke dada bidang sang ayah yang begitu luas untuk nya.


"Bian mau makan malam apa?" tanya nya sembari melihat ke arah putri cantik nya.


Tak ada jawaban, mata coklat itu malah balik melihat nya seperti sedang menanyakan sesuatu.


"Mau makan di luar sama Daddy?" tanya pria itu dengan senyuman tipis.


Bianca mengangguk dan melihat sang ayah lalu memeluk nya kembali.


"Daddy tadi kemana?" tanya nya lirih ketika pria itu mengusap punggung nya pelan.


"Ada urusan, tadi main apa aja?" tanya James yang langsung memberi pengalihan agar putri nya tetap berbicara.


"Gak selu, gak ada Daddy..." jawab nya lirih sembari memeluk leher sang ayah.


"Bian mau sama Daddy?" tanya nya dengan terus berjalan agar tetap menggendong putri cantik nya itu.


Bianca mengangguk, ia tak menjawab namun gerakan kepala nya seperti sudah mengatakan semua nya.


"Bian kan bisa main sama paman Nick dulu," ucap nya pada putri kecil nya.


"Tapi paman Nick bukan Daddy..." jawab nya yang tetap ingin ayah nya di segala pertanyaan.


Pria itu menurunkan putri nya di ayunan dan berlutut di depan nya.


"Karna Bian mau sama Daddy, Daddy gak akan kemana-mana. Jadi Bian..." ucap nya yang menggantung.


Ia sangat ingin kembali mendengar celoteh gadis kecil itu lagi, tawa nakal nya dan sikap aktif yang selalu merepotkan nya.


"Bian takut..."


"Meleka jahat, Bian sakit..." ucap nya perlahan dan mulai menangis mengadu pada sang ayah.


Pria itu mengusap air mata putri nya, "Sstt, kan Daddy di sini. Kenapa nangis lagi?" tanya nya pada putri cantik nya yang wajah nya memerah karna tangis.


"Tapi tadi Daddy pelgi..." jawab nya lirih dengan suara yang serak.


Pria itu tak menjawab lagi, ia pun mengayunkan putri kecil nya di ayunan beberapa kali sebelum waktu makan malam tiba.


......................

__ADS_1


Apart Sky Blue


Suara kecupan masih terdengar, tangan yang perlahan membuka blouse putih itu sembari mendorong tubuh ramping itu tertidur di sofa.


"Zayn?" panggil nya lirih ketika tautan bibir nya terlepas dan pria itu yang beranjak mengecup leher nya.


"Aku lelah," ucap gadis itu lirih.


Tangan yang tadi nya beranjak membuka blouse putih itu langsung berhenti dan menatap ke arah tunangan nya.


"Hm?" ia seperti masih bertanya-tanya.


"Aku lelah, lain kali?" tanya gadis itu yang beranjak bangun sembari mendorong pria yang berada di atas tubuh itu.


"Ya, kau lelah? Mungkin lain kali," ucap pria itu dengan sikap yang canggung dan gugup.


"Iya, hari ini kita makan malam saja." ucap nya sembari meminum teh yang di berikan pada nya.


"Tapi kau tidak menolak ku karna tidak suka dengan yang waktu itu kan?" tanya pria itu yang gugup karna semenjak malam ia melakukan nya mereka tak pernah melakukan nya lagi.


"Tidak, aku cuma lelah..." jawab gadis itu yang seperti sedang berdalih.


Pria itu tersenyum, ia mengusap kepala tunangan nya dan beranjak mengambil beberapa kue kering yang di sukai gadis itu.


"Kenapa aku selalu di beri makan?" tanya Louise tertawa melihat pria itu yang selalu memberikan nya segala jenis makanan sejak dulu.


"Karna kau yang paling kurus?" jawab pria itu tersenyum.


"Kalau ada Louis pasti dia dulu yang habiskan," ucap nya dengan tawa kecil sembari melihat ke arah makanan nya.


......................


Pria itu menunggu adik nya kembali, ia tau dari mana saudara kembar nya namun tetap saja ia tak ingin gadis itu menemui kembali pria yang harus nya tak lagi di temui adik nya itu.


"Kau menemui nya hari ini?" tanya Louis saat melihat saudari nya menginjak kan kaki di kediaman itu.


"Kenapa tanya soal itu lagi?!" tanya gadis itu yang menatap dengan kesal.


"Harus! Harus di tanya! Memang nya kau yakin dia tidak akan melakukan hal yang sama lagi?!" tanya pria itu yang kesal melihat adik nya yang terus menerus menemui pria yang tak seharusnya.


Louise tak bisa mengatakan apapun, tak ada jaminan jika pria itu tak akan menyakiti nya lagi dan ia pun juga masih belum bisa kembali mempercayai pria itu seperti semula.


Gadis itu tak menjawab apapun dan pergi begitu saja ke kamar nya.


......................


Restoran


Gadis kecil itu masih terdiam dengan melihat makanan di depan nya.


Di bandingkan menikmati santapan nya, mata coklat nya itu malah terus menatap sekitar.

__ADS_1


"Banyak olang, kalau meleka jahat gimana?" tanya gadis kecil itu dengan mata yang polos pada sang ayah.


"Kalau mereka jahat, Daddy yang bakal kasih mereka hukuman jadi Bian jangan takut." ucap nya yang perlu mengembalikan kepercayaan diri putri kecil nya lagi, dan ini pun juga merupakan anjuran dari dokter nya.


Bianca mulai memegang garpu dan sendok nya lalu memilih makanan yang akan masuk ke dalam mulut nya.


Sesekali ia tersentak ketika mendengar suara orang berjalan melewati sisi meja nya namun itu juga bukan masalah yang terlalu besar.


Pria itu tersenyum melihat ke arah putri nya yang setidaknya mulai membaik.


......................


Satu Minggu kemudian


Mansion Dachinko


Gadis itu masih diam, tak beranjak sedikit pun keluar dari mobil yang berwarna hitam itu.


"Kau bilang kau mencintai ku kan?" tanya Louise dan belum menurunkan kaki nya keluar dari mobil.


"Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" tanya nya pada gadis itu karna ia tau gadis itu seperti bukan bertanya tentang perasaan nya.


"Aku mau ke ruang kerja mu, kalau kau memang benar-benar menyukai ku kau bisa lakukan itu kan?" tanya nya sembari menoleh ke arah pria itu.


"Apa yang mau kau lakukan di ruang kerja ku?" tanya nya sembari mengernyitkan dahi nya.


"Jaminan," jawab gadis itu singkat.


"Jaminan?" James mengulang seperti membutuhkan konfirmasi ulang.


"Ya, aku perlu sesuatu untuk membuat mu tidak akan berpikir untuk melakukan yang sama seperti dulu pada ku." ucap gadis itu.


James tak menjawab apapun lagi namun ia membiarkan gadis itu masuk ke ruang kerja nya.


Gadis itu melihat beberapa dokumen file tentang transaksi ilegal dan kegiatan melanggar hukum lain nya yang tersimpan di dalam komputer itu beserta dengan buku catatan yang tulis tangan.


"Aku menyalin semua nya," ucap nya sembari menunjukkan flasdisk yang berisi semua data kelemahan pria itu.


James diam tak mengatakan apapun sembari melihat gadis di depan nya.


"Kenapa? Sekarang kau berpikir untuk membunuh ku lagi?" tanya Louise sembari memundurkan langkah nya ketika pria itu mendekat.


"Kau akan mengirim nya ke siapa?" tanya pria itu yang jika ia mau pun ia bisa mengambil kembali data yang sudah di salin dari gadis itu.


"Louis," ucap Louise singkat.


Pria itu tersenyum tipis, jika gadis itu ingin menyingkirkan nya maka sangat mudah namun ia juga tau gadis itu tak akan melakukan hal seperti itu.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan dan aku juga akan lakukan yang sama," ucap nya sembari menarik tengkuk gadis itu.


Humph!

__ADS_1


Mata hijau itu membulat seketika, ia terdorong ke belakang dan berusaha melepaskan pria yang tengah memangut bibir nya.


Sedangkan pria itu mengambil ponsel yang berada di saku blazer gadis itu dan menyingkirkan nya.


__ADS_2