
Mansion Dachinko
"Daddy?"
Suara anak lelaki itu mencari sang ayah, ia memanggil sampai menemukan pria itu.
"Ada apa?" tanya James yang mendekat ketika putra nya mencari nya.
"Kak Bianca mana?" tanya Arche yang menatap ke arah sang ayah.
"Belum pulang, mungkin dia pergi dengan teman nya." jawab James yang tak merasa khawatir karna ia tau putri nya bisa menjaga diri nya sendiri.
Arche tampak memanyunkan bibir nya, "Ada apa? Kenapa kau tanya kakak mu?" James yang merasa putra nya kali ini bersikap seperti tak biasa.
"Ga jadi deh, Dad? Aku mau game baru Dad." ucap nya yang malah meminta sesuatu dari sang ayah.
"Yang mana? Bukan nya kau sudah beli? Dua Minggu yang lalu?" tanya James yang tak begitu mengerti tentang dunia games putra nya.
"Ada deh! Boleh kan?" tanya Arche sekali lagi.
"Ya, nanti Daddy belikan." ucap nya yang tak bisa menolak jika anak-anak nya menginginkan sesuatu.
......................
Apart Sky Blue
"Kau tidak pulang?" tanya Zayn yang menatap ke arah gadis remaja itu yang malah menonton tv dengan memakan camilan yang ia simpan.
"Nanti, tunggu habis film nya." jawab Bianca yang terus memperhatikan ke arah televisi.
"Kakak mu kapan kembali?" tanya Zayn yang menatap ke arah gadis itu.
"Ga pulang kayak nya," jawab Bianca walaupun ia tau sang kakak tak berpegang kemanapun saat ini.
"Aku antar pulang?" tanya Zayn yang menatap ke arah gadis itu.
"Aku ga boleh pulang sama orang asing kata Daddy." ucap Bianca yang menjawab dengan ringan saat alasan itu berputar begitu saja di kepala nya.
"Aku panggil Paman mu, dia yang akan jemput." Zayn yang menarik napas nya namun ia tak memarahi gadis remaja itu.
"Paman lagi liburan sama Tante Cla sama Aldrich juga." jawab Bianca yang kali ini bukan lah sebuah kebohongan.
"Kau tidak mau di antar dengan orang asing tapi kau malah makan dan menonton tv dengan nyaman di rumah orang asing?" tanya Zayn yang menatap ke arah gadis itu.
"Kita udah kenalan kok, Paman kan Zayn nah aku itu Bianca," ucap gadis itu yang selalu mempunyai cadangan jawaban.
"Kau tidak takut pada ku? Bagaimana kalau aku memberikan sesuatu di makanan mu dan melakukan sesuatu pada mu." tanya pria itu karna gadis itu tak ingin pergi dan hanya memutar serta mengekori nya.
"Oh yaudah, abis itu aku minta di nikahin." jawab Bianca santai yang melihat ke arah televisi nya.
Zayn menarik napas nya, "Kau benar-benar putri nya," ucap nya yang kemudian menghembuskan napas nya pelan.
"Calon istri paman ga?" tanya Bianca yang kali ini melihat ke arah pria itu dengan senyuman centil nya.
Zayn hanya menarik napas nya, mata nya menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Kau besok sekolah kan?" tanya nya yang menatap gadis itu kembali.
"Iya. Tapi kalau bolos satu hari juga ga apa-apa, kan aku udah pinter." ucap Bianca yang memang seharusnya bisa mengambil lompat kelas.
"Paman?" panggil nya lagi yang menatap ke arah pria itu dan mendekat ke sofa di tempat sang pemilik rumah duduk.
__ADS_1
"Ya? Sekarang kau mau pulang?" tanya Zayn saat melihat senyuman yang menyimpan arti dari gadis itu.
"Begadang yuk! Itu loh yang kayak begitu," ucap nya yang menunjuk ke pasangan di televisi dimana film bergenre romansa itu sedang berputar.
"Kau tau apa yang mereka lakukan sampai jadi bergadang?" tanya Zayn yang membuang napas nya lirih.
"Tau lah! Mereka kan tepuk-tepuk di bawah selimut- Auch!" ringis gadis itu saat tiba-tiba pipi nya di tarik.
"Anak ini! Tau dari mana yang seperti itu!" ucap Zayn yang langsung menarik pipi gadis itu.
"Internet, kan mau belajar biar bisa jadi istri yang- Ack! Aduh! Aduh!" ucap Bianca yang semakin meringis ketika kedua pipi nya kali ini di tarik.
"Ck! Ck! Anak nakal ini," ucap Zayn yang kemudian melepaskan cubitan nya.
"Aduh..."
"Sakit tau!" ucap Bianca sembari mengusap pipi nya dan kemudian menatap tajam ke arah pria itu.
"Jangan bicara seperti itu dengan pria lain, kau tau? Ada banyak orang jahat di dunia, mengerti?" ucap nya yang tentu ingin gadis remaja itu mendapatkan semua hal yang baik.
"Iya! Iya! Paman nih di ajak enak-enak malah ga mau, Huh!" ucap nya yang menggerutu.
"Bianca?" panggil pria itu sekali lagi dengan nada rendah nya.
"Eh? Iya! Iya! Aku diem, kan aku cuma bilang review yang udah pernah nyoba." jawab Bianca yang langsung menggeser tempat ia duduk seketika agar tak di jentik, di cubit atau di jewer lagi.
Zayn tak mengatakan apapun lagi namun ia beranjak bangun dan membiarkan gadis itu melanjutkan film nya sendirian.
......................
Mansion Dachinko
Drrtt... drrtt... drrtt...
"Halo?" jawab nya walau yang memanggil adalah nomer tak di kenal.
"Halo, ini aku Zayn."
James mengernyit sejenak saat nama seseorang yang ia kenal menelpon nya.
"Ada apa menelpon ku, ini bahkan bukan reuni." ucap James begitu ia mendengar nama pria itu.
"Putri mu ada di apart ku, jemput dia. Ini sudah malam."
James semakin bingung, lama hilang kabar dan sekali nya tau putri nya sedang bersama mantan tunangan istri nya?
"Kenapa dia ada di sana?" tanya James yang langsung bangun dan mengambil kunci mobil nya.
"Entahlah, kau akan ke sini? Atau aku telpon Louise saja?"
"Si*l! Jangan coba menelpon istri ku," Jawab James sembari mematikan ponsel nya dan menuju ke mobil nya.
......................
Apart Sky Blue
Zayn terdiam untuk beberapa saat, ia perlu keberanian yang banyak untuk kembali berhubungan lagi dengan masa lalu.
Bukan ia takut namun luka nya masih tertinggal, dan tentu bisa berbicara santai dengan pria yang merebut tunangan nya dulu sudah sebuah kemajuan yang besar.
"Paman? Susu Paman abis ya? Nanti kalau ke sini aku beliin Paman susu deh." ucap Bianca yang sedikit sadar diri jika ia yang menghabiskan makanan di kulkas pria itu.
__ADS_1
"Tidak perlu," ucap Zayn yang mendekat ke arah gadis itu.
"Hum?"
Bianca tersentak pria itu mengusap serpihan keripik kentang di sudut bibir nya.
"Jangan terlalu banyak makan makanan siap saji, kalau kau akan ke sini lagi aku hanya akan menyiapkan sayuran dari pada camilan." ucap Zayn yang mengusap tangan nya.
"Pa.. Paman! Aku marah nih!" ucap Bianca selalu mudah untuk berdebar pada pria itu karna ia suka pandangan pertama.
"Cup! Cup! Baby Chipmunk nya Paman marah nih?" tanya Zayn dengan sedikit tawa kecil melihat reaksi gadis itu.
Bianca mengerutkan dahi nya dengan bibir yang tampak kesal dan wajah yang memerah namun pria itu hanya tersenyum.
Ting!
Ting!
Ting!
Suara bel yang langsung menyerang membuat kedua mata itu lambung menoleh.
"Ih? Siapa sih itu? Kayak mau kebelet ke WC aja?" gerutu Bianca yang mendengar suara bel yang tak sabar itu.
Zayn tak mengatakan apapun namun ia membuka nya untuk melihat siapa yang datang.
"Kau cepat sekali datang nya?" tanya Zayn yang terkejut karna pria itu seperti menggunakan pintu ajaib kemana saja.
James tak mengatakan apapun, "Bianca? Bian!" panggil nya agar putri nya keluar.
James menatap sejenak ke arah pria yang diam dengan wajah datar itu.
"Aku tidak tau apa yang kau pikirkan tapi, jangan gunakan anak ku walau kau membenci ku." ucap nya yang tentu takut pria itu memiliki dendam pada nya.
"Daddy?"
Bianca keluar dari dapur dan menatap sang ayah yang tampak seperti habis berlari.
"Sini, kita pulang." ucap yang yang langsung mengajak putri nya kembali.
"Tunggu? Paman? Aku pulang dul-"
Bam!
James menutup pintu apart pria itu saat ia membawa anak gadis nya keluar.
...
Mobil yang melaju itu terdengar hening tak ada pembicaraan apapun.
"Kenapa kau bisa di sana?" tanya James yang kali ini membuka suara lebih dulu.
"Daddy? Aku suka dia, aku mau dia jadi milik ku, bisa kan Dad?" jawab Bianca yang terang-terangan meminta sang ayah untuk memberikan apa yang ia inginkan.
James terkejut mendengar nya, mobil yang melaju itu langsung ia rem dan menepi di pinggir jalan.
"Apa?!" tanya nya yang berharap salah dengar.
"Aku suka dia! Aku mau dia jadi milik ku, jadi kalau dia punya wanita lain sebelum umur ku dewasa, Daddy bisa bunuh wanita yang dekat dia kan?"
"Boleh kan Dad? Daddy kan selalu kasih apa yang kami mau!" ucap Bianca dengan kejujuran nya dan senyuman yang manis pada sang ayah.
__ADS_1
James membatu mendengar nya, otak nya mengalami ngebug untuk sementara waktu saat mendengar pengakuan putri nya.