(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Dia masih hidup


__ADS_3

Mansion Dachinko


Gadis kecil itu menatap sang kakak yang tampak kesal melihat nya, "Kakak..." panggil nya lirih sembari mendekat dan berusaha meraih tangan yang juga masih kecil itu hanya sedikit besar dari tangan nya.


"Kamu keluar, tau gak sih kakak udah dari semalam buat tugas ini!" ucap Arnold dengan kesal.


"Bian kan mau ajakin kakak main..." jawab gadis itu lirih dengan mulai menangis karna sang kakak masih memarahi nya.


Arnold merasa marah saat melihat buku catatan yang sudah ia rangkum dan ia salin hancur sudah terkena jus buah karna ulah adik angkat nya itu.


"Kakak kan sibuk! Kamu yang bisa main!" emosi yang meledak-ledak tentu dapat menyerang siapa saja apa lagi ia memang mulai tidak menyukai adik cantik nya itu.


"Kamu tuh mikir nya main terus! Kakak tuh gak mau main sama kamu!" ucap nya pada gadis kecil itu.


Bianca diam, bibir nya mulai gemetar ingin menangis. Memang nya apa lagi yang bis ia pikirkan selain bermain?


Usia balita yang masih berumur tiga tahun itu tentu hanya memikirkan bagaimana cara nya bermain. Tidak mengerti tentang uang ataupun pelajaran.


"Daddy belum pulang..." ucap nya lirih pada sang kakak.


Jika ada sang ayah, yang menjadi tujuan nya pasti kamar sang ayah dan membangunkan pria itu untuk bermain dengan nya.


"Kamu juga udah malam bukan nya tidur, malah gangguin kakak!" ucap Arnold yang masih merasa begitu kesal dan melihat gadis kecil itu dengan tatapan sebal.


"Kakak jahat! Kakak malahin Bian!" teriak nya yang mulai menangis.


Kaki kecil nya melangkah ke arah buku-buku yang terbuka itu, dan buku-buku lain nya yang tersusun rapi.


Brak!


Srek!


Mata Arnold membulat seketika, adik kecil nya mengamuk dan merobek serta melempar semua buku-buku milik nya.


Bruk!


Sontak tangan kecil nya langsung mengarah pada sang adik dan mendorong nya.


"Hua..."


Gadis kecil itu menangis, ia tak pernah bertengkar dengan sang kakak sebelum nya. Pikiran yang masih belum dewasa itu dan tak tau mana benar mana salah tidak mungkin merasa jika ia bersikap menyebalkan.


"Ka...kakak sayang sama belajal aja, huhu..."


"Gak mau main sama Bian..."


"Hua..."


Tangis nya dengan tersedu, sedangkan Arnold juga menangis melihat buku-buku nya yang sudah rusak.


Mobil berwarna hitam itu memasuki wilayah mansion nya. Pria itu kembali setalah tau jika gadis yang ia tunggu tak akan datang, begitu ia masuk suara tangisan putri nya sudah menggema.


"Bianca?" gumam nya yang langsung berlari menuju sumber suara.


Baru saja ia kembali dengan perasaan yang campur aduk, ia sudah mendengar teriakan dari tangisan putri cantik nya.

__ADS_1


Tangan nya langsung membuka pintu kamar putra angkat nya yang terdengar sumber suara tangis putri nya.


"Bian?" panggil nya lirih saat melihat ke arah kamar yang berantakan dengan buku yang berserak serta putri cantik nya yang menangis sembari duduk di lantai.


"Daddy! Huhuhu..." tangis Bianca yang langsung bangun dan memeluk sang ayah.


"Kenapa?" suara pria itu terdengar menjadi rendah, dan masuk dengan lembut di telinga putri nya.


Arnold berdiri tanpa mengatakan sepatah kata pun, ia juga ingin mengadu dan memeluk pria yang ia dambakan kasih sayang nya.


"Bianca yang mulai duluan!" ucap pada sang ayah dengan suara serak yang juga menangis.


"Memang nya dia buat apa?" tanya James mengernyit sembari terus mengusap punggung putri kecil nya yang masih menangis itu dengan lembut.


"Bianca hancurin buku catatan ku!" ucap nya pada sang ayah.


Ia semakin cemburu saat melihat adik nya di peluk dan di tenangkan sedang ia hanya melihat dan berdiri dari jauh.


"Bian? Yang di bilang kak Al benar?" tanya James sembari melihat ke arah wajah memerah yang sembab itu.


"Bi..Bian gak sengaja.."


"Bian cuma mau a..ajak kakak main..." jawab nya tersendat-sendat karna cegukan.


James membuat napas nya lirih, dan menggendong gadis kecil itu.


"Lain kali kalau sudah malam itu tidur, kalau main terus nanti gak tinggi-tinggi..." ucap nya sembari mengusap air mata putri nya.


"Dan untuk Al, Bian juga kan tidak sengaja. Dia masih anak-anak. Kau bisa maklumi kan? Lagi pula kau juga kakak nya." ucap James pada putra angkat nya itu.


James hanya menarik napas nya, kedua anak nya sama-sama menangis. Yang satu anak kandung dan satu lagi ia tak tau asal-usul yang jelas siapa anak itu namun membawanya ke mansion nya.


"Aku akan suruh Nick untuk buat catatan yang baru untuk mu, kau sekarang tidur. Ini sudah malam." ucap nya pada putra angkat nya saat melihat anak berumur 8 tahun itu semakin menangis.


James bingung bagaimana cara menghadapi situasi saat ada anak-anak yang berkelahi, bagi nya ia sudah bersikap seadil mungkin dalam versi nya namun ia tidak tau apa kah anak-anak yang berada dalam asuhan nya merasa demikian.


Melihat pintu kamar nya yang kembali tertutup, dan sang ayah yang sudah pergi, Arnold menghapus air mata nya.


"Harusnya kan Bian di marahi!" ucap nya yang merasa tak adil walaupun sang ayah sudah mengatakan akan membuat catatan yang baru untuk nya.


......................


Apart Winter garden


Louise melihat ke arah kamar tunangan nya itu, ia memang sudah dari dulu tau kamar itu karna ia dan kakak dari kecil sering menginap di sana.


Dan kali ini tunangan berserta dengan calon mertua nya, meminta nya untuk menginap saja alih-alih kembali pulang saat sudah larut malam.


"Kau masih ada foto ini?" tanya Louise yang tersenyum melihat ke arah foto kelulusan saat mereka SD.


"Hm," jawab Zayn singkat sembari memalingkan wajah nya yang memerah.


"Kau tidak mau pakai celana juga?" sambung nya yang melihat gadis di depan nya.


Karna Louise yang menginap mendadak tentu ia tak memiliki pakaian ganti, ia bisa saja meminjam dari Larescha namun ia lebih memilih memakai pakaian dari tunangan nya itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak suka?" tanya dengan mengernyit.


Gadis yang hanya memakai kaos yang oversize tanpa celana panjang itu membuat pria di depan nya panas dingin di ruangan yang sama.


"Aku ambilkan baju Mama aja," ucap Zayn menarik napas nya dan beranjak ingin keluar.


Louise langsung menangkap tangan pria itu, ia menatap dengan bingung.


Apa pria itu sangat tidak suka ia memakai pakaian nya?


"Pelit! Kau tidak mau pinjamkan aku baju mu kan?" tanya nya pada pria itu.


"Bukan! Bukan begitu! Apa ka-" ucap nya yang menggantung tak bisa mengatakan imajinasi liar nya pada gadis itu, "Aku jadi ingin mencium mu."


Louise diam sejenak, mendengar ucapan pria itu. Ia tak mengatakan apapun namun mendekat dan perlahan berjinjit agar bisa mencium wajah pria di depan nya.


Humph...


Zayn memejamkan mata nya, ia membuka bibir nya dan langsung meraih pinggang ramping gadis nya lalu mel*mat lembut bibir tunangan cantik nya.


Iris hijau itu terbuka, ia menatap ke arah pria yang mencium nya dengan lembut. Hati nya tak merasa berdebar atau panas namun ia lebih merasa bersalah.


......................


Sementara itu.


Ungh!


Wanita itu menarik napas nya yang tersengal-senggal, tubuh nya penuh dengan keringat begitu juga dengan pria yang bersama dengan nya saat ini.


"Kau sudah?" tanya pria itu dengan suara yang berat seperti belum merasa cukup.


"Jal*ng itu masih hidup," ucap nya setelah mengatur napas nya.


Pria itu mengernyit, "Siapa yang kau maksud?" tanya nya yang memang tak mengerti.


"Louise! Jal*ng sialan itu hidup! James membawa nya lagi!" ucap nya yang menyampaikan apa yang ia dengar dari putra nya.


Pria itu mengernyit dengan kesal, walaupun ia ingin tau namun ia tak suka jika ada yang berteriak di telinga nya.


Ia pun membalik tubuh wanita yang berada di atas nya, menatap dengan kesal.


"Suara mu terlalu berisik!" ucap nya sembari kembali memacu tubuh nya.


Ungh!


Wanita itu meringis, namun ia mulai kembali terbawa suasana, "Yah... Shhh..." desis nya yang menikmati permainan kasar itu.


40 menit kemudian.


Pria itu memakai mantel tidur hotel yang ia tinggali saat ini sembari menghisap rokok yang berada di tangan nya.


Menatap kota yang penuh lampu dari dari jendela kaca hotel dan memikirkan apa yang baru ia dengar.


"Dia masih hidup?" gumam nya sembari membuang asap rokok dari mulut nya.

__ADS_1


__ADS_2