(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia

(Love Hurts!) Trapped By Mr. Mafia
Misunderstanding 18 years ago


__ADS_3

Flashback on


18 tahun yang lalu


Apart


Bangunan besar yang cocok untuk di tinggali keluarga, bukan merupakan apartermen mewah ataupun apartermen kecil yang kumuh.


Besar yang cukup dengan hidup yang standard dan bisa di katakan cukup.


Pria itu melihat ke arah gadis yang belakangan ini tersenyum sendiri selama beberapa hari.


Padahal sebelum nya gadis itu selalu tampak murung saat memasuki sekolah tingkat akhir itu.


"Mikirin apa?" tanya nya tersenyum sembari mendekati adik nya.


"Eh?" Gadis dengan mata hitam dan rambut yang hitam kecoklatan itu tersentak, ia menyembunyikan ponsel nya dan menutup buku nya.


"Lihat apa? Kau lihat video dewasa ya?" tanya nya menggoda gadis remaja itu sembari berusaha merebut ponsel adik nya.


"Ih! Jangan kak!" gadis yang berusia 17 tahun bernama Josie Serafine itu langsung berusaha kembali merebut ponsel nya.


"Hm?" pria itu mengernyit, ia melihat foto lelaki yang memakai seragam sekolah yang sama di mana sang adik menuntut ilmu.


"Dia siapa?" tanya nya yang langsung menggoda sang adik dengan senyuman yang tampak sangat penasaran.


"Kembaliin! Ih kakak!" ucap nya dengan wajah masam.


"Pacar?" tanya pria itu sembari menggoda sang adik.


Wajah gadis itu memerah, ia diam sejenak dan kemudian mengangguk.


"Josie kecil kita udah pacaran?" tanya nya yang tersenyum melihat sang adik yang kini kembali ceria lagi walupun sebelum nya sempat murung.


"Ja..jangan kasih tau Mamah ya kak..." ucap nya lirih pada sang kakak.


"Kalau gitu kasih tau nama nya, kalau di kasih tau kakak gak akan ngadu ke Mama." ucap nya pada gadis itu.


"Nanti aku kasih tau kak! Ini rahasia dulu," ucap nya pada sang kakak.


Pria itu tersenyum, ia memberikan kembali ponsel adik nya dan keluar dari kamar gadis itu.


Melihat tak ada lagi sang kakak di kamar nya, Josie mengambil ponsel nya dan tersenyum melihat ke arah potret wajah kakak kelas nya yang ia sukai.


Ia pun mengambil Poto tersebut tanpa sepengetahuan orang nya sendiri, "Ga apa-apa kan ngaku dulu, mungkin aja nanti bisa pacaran beneran." gumam nya yang membayangkan sesuatu yang seperti mustahil.


Cinta pandangan pertama?


Memang nya itu ada?


Entah ada atau tidak namun gadis remaja itu seperti sedang mengalami nya, ia menyukai kakak kelas yang memiliki wajah tampan yang membantu nya tempo hari dan ia pun yakin jika kakak kelas nya juga menyukai nya maka nya ia di bantu hari itu.


Tangan nya kembali membuat sketsa pujaan hati nya itu dan selalu menuliskan nama nya di setiap akhir gambar nya.


...


Beberapa hari kemudian.


Cafe.


Pria itu semakin membuka mata nya menatap ke arah pelayan cafe kopi yang tengah membersihkan meja itu.


Ia pun yang melihat di ujung jalan langsung beranjak memasuki tempat tersebut.


"Selamat datang,"


Seseorang yang ia lihat dari jauh itu yang menyapa nya, dengan wajah yang datar namun cukup bersahabat karena bukan wajah yang dingin.


Ia tersenyum, "Kau bekerja di sini?" tanya nya pada pria yang tampak masih remaja itu.


"Hm? Ya..." suara yang terdengar lirih karna ada orang random yang menanyai nya.


"Kita perlu berkenalan? Mungkin nanti kita sering berpapasan," ucap nya dengan senyuman yang ramah.


Adik nya belum pernah menyukai seseorang dan kini malah memiliki pacar dan yang terpenting sekarang ia bertemu sendiri seperti apa pacar adik nya.


Remaja laki-laki itu tampak bingung namun ia tetap mengulurkan tangan nya karna merasa harus bersikap ramah sehingga tak di pecat dari tempat ia bekerja.


"James," ucap nya sembari memberikan tangan nya.


"Alex," jawab nya dengan senyuman dan langsung membalas jabat tangan remaja tampan yang tampak bingung itu.


"Ada mau pesan sesuatu?" tanya nya yang canggung bertemu dengan orang random itu.


"Ya, teh hijau," jawab Alex singkat dengan senyuman.


"Silahkan duduk," ucap nya sembari mempersilahkan pria itu untuk duduk dan menunggu pesanan nya.


Alex tersenyum, untuk kesan pertama kekasih adik nya sudah masuk kriteria karna terlihat baik dan sopan.


Ia menunggu pesanan nya dan duduk, pria itu masih duduk dan tak meninggalkan tempat nya, ia memperhatikan remaja laki-laki itu yang tampak terus berkerja sampai pintu cafe terbuka dan masuk gadis lain nya dengan senyuman yang cerah.


Gadis itu mendekat ke arah remaja laki-laki yang ia perhatikan.


Terlihat percakapan yang ia jelas tak tau kata tak bisa mendengar nya namun di antara kedua nya tampak begitu dekat sampai membuat nya mengernyit.


Deg!


Mata yang awal nya mengernyit kini tampak tersentak, wajah remaja lelaki itu awal nya datar namun begitu gadis remaja itu masuk ia tersenyum dan berbicara dengan akrab lalu yang paling membuat nya terkejut adalah kedua remaja itu melakukan kecupan bibir!


"Apa yang mereka lakukan?!" ucap nya yang langsung tak menyukai remaja tampan yang ia pikir adalah kekasih adik nya karna sang adik mengiyakan pertanyaan nya.


...


Apart


"Kau pacaran dengan anak itu?" tanya nya yang langsung menemui adik nya dan bertanya.

__ADS_1


"Kenapa kak?" tanya Josie yang tak bisa memahami kemarahan sang kakak.


"Jangan sama dia!" ucap Alex yang mengira jika pacar pertama adik nya itu selingkuh.


"Kenapa sih? Kakak tuh ga tau apa-apa!" ucap gadis itu membantah.


Ia tak pernah mengatakan pada siapapun tentang yang membullynya atau bagaimana ia bisa suka dengan kakak kelas nya itu.


"Ga tau apa-apa dari mana? Tadi kakak ketemu dia! Terus dia malah punya pacar lain! Jangan sama dia," ucap nya sekali lagi.


"Aku pacar nya! Aku! Pasti yang kakak lihat salah! Kak? Pasti yang kakak lihat itu dia yang ambil dari aku kak! Dia tuh iri!" ucap nya yang berteriak dan menangis.


Mental nya tak stabil karena penindasan yang selama ini terjadi semenjak ia masuk ke sekolah tingkat akhir.


"Okey..."


"Jangan nangis..." ucap Alex yang melemah melihat tangisan adik nya.


Semenjak sang ayah meninggal mereka hanya hidup dengan ibu nya, dan ia pun saat ini hanya pekerja kantoran biasa sedangkan sang ibu adalah manajer karyawan di kantor.


"Kalau kakak gak tau apa-apa, kamu bilang sama kakak biar kakak tau..." ucap nya yang tak bisa memarahi adik nya lagi.


"Dia itu pacar aku kak, pasti dia di rebut..." tangis nya yang terobsesi dengan seseorang yang membatu nya dan berpikir jika orang tersebut menyukai nya.


Alex diam tak mengatakan apapun lagi, ia hanya mendengarkan adik nya dan berpikir jika ini hanyalah masalah anak remaja yang akan selesai.


Namun ia salah!


...


Beberapa Minggu kemudian.


Deg!


Ia tersentak, begitu juga dengan ibu nya yang baru saja memasak makan malam.


Adik kesayangan, si anak bungsu yang mereka sayangi kembali dengan keadaan yang mengejutkan.


Seragam yang robek, wajah dan tubuh yang membiru seakan di jadikan samsak tempat pukulan.


"Josie? Sayang?" tanya wanita paruh baya itu langsung mendekat ke putri kesayangan nya.


"Kenapa nak?" tanya nya yang memegang wajah acak-acakan itu.


Gadis itu langsung menangis keras, menangis sejadi-jadi nya sampai membuat kedua kelurga nya itu terkejut.


"Ma..ma.."


"A..aku..."


Ucapan nya terbata, ia tak bisa mengatakan tentang perbuatan asusila yang baru saja ia alami.


Tubuh nya di mainkan bergilir oleh beberapa remaja pria sampai membuat nya ingin remuk dan hancur, foto tel*nj*ng yang di ambil di akhir permainan kotor itu beserta rekaman menjadi ancaman untuk nya.


Ia tak bisa mengatakan apa yang terjadi melainkan hanya mengikuti apa yang di minta oleh orang-orang yang memainkan nya.


Gadis itu pun libur sementara dan tak masuk ke sekolah nya.


...


2 Hari kemudian.


Sekolah


"Dasar binatang!" ucap seorang wanita paruh baya yang langsung memaki nya begitu ia sampai ke ruangan kepala sekolah.


Remaja yang tak tau apapun itu tersentak, ia tak mengerti apa kesalahan nya namun di maki seperti itu.


"Dia yang nama nya James?! Dia yang melakukan nya?!" tanya wanita paruh baya itu pada putri nya.


Josie masih menangis lalu mengangguk lirih dengan tubuh yang gemetar.


"I-iya, dia yang melakukan nya..."


"Di-dia yang melecehkan ku dan..." ucap nya terputus sembari menangis dengan segugukan.


"Dan yang me-melakukan itu..." sambung nya dengan suara gemetar dan semakin menangis.


"Apa yang kau katakan?! Kapan aku melakukan nya?!" tanya remaja itu lambung membela diri nya yang langsung mendekat dan meraih tangan gadis itu.


Josie berteriak secara spontan ia semakin menangis histeris.


"Lihat kan? Dua hari yang lalu putri ku mengadukan semuanya!" ucap ibu dari Josie.


"Dua hari yang lalu?! Aku bahkan tidak pernah bertemu dengan nya selama satu bulan ini!" ucap nya membela diri nya.


PLAK!!!


"Dasar binatang! Kenapa melakukan hal sekeji itu itu pada putri ku!" teriak ibu Josie histeris setelah menampar James.


"Kau! Katakan siapa yang melakukan nya?! Kenapa menuduh ku?!" ucap nya sekali lagi yang tak terima dengan apa yang di tuduhkan pada nya.


...


Apart


Beberapa hari kemudian.


Semua proses hukum mulai berjalan, walaupun ia masih merasa jika yang menodai adik nya pantas mati namun ia tetap harus mengikuti jalur yang sudah di tetapkan.


Gadis yang dulu nya ceria kini pudar dan padam, lebih pendiam dan tak banyak bicara.


"Josie? Mama buat makanan kesukaan mu, makan ya?" ucap nya pada sang adik.


Gadis itu menoleh pada sang kakak, tak ada yang bisa ia adukan pada siapa perasaan bersalah nya saat ini.


"Kak? Aku mau bertemu dia, aku mau melihat nya sebentar. Boleh kak?" tanya nya lirih pada sang kakak.

__ADS_1


"Josie? Kau lupa kalau dia yang membuat mu seperti sekarang? Dia itu pelaku!" ucap Alex geram.


Sang adik mengaku jika pujaan hati nya itu lah yang membuat nya seperti sekarang, lalu kenapa ingin menemui orang seperti itu lagi?


"Kak? Aku mohon kak..."


"Aku mau ketemu dia sekali aja..."


"Kak..."


Tangis nya tersedu memohon pada sang kakak, memang aneh jika korban memohon untuk menemui pelaku namun lagi-lagi hati pria itu melemah membuat nya tak bisa memarahi sang adik yang begitu sangat ia sayangi.


...


Kantor polisi.


Ia menunggu di luar, membiarkan adik nya menemui seseorang yang sangat ia benci karna menghancurkan sang adik.


Tak lama kemudian, gadis itu keluar dengan wajah yang sembab karna tangis dan mata yang tampak kehilangan asa.


"Kita balik?" tanya nya pada adik nya.


Gadis itu tak menjawab namun ia menganggukkan kepala nya.


Alex tak memikirkan apapun lagi, ia pikir semua nya akan baik-baik saja mulai sekarang.


Ia berharap adik nya bisa menjadi lebih baik lagi dan melupakan kejadian yang sangat menyakitkan itu, namun ia salah lagi kali ini.


...


Beberapa hari kemudian.


Ia tersentak, seluruh tubuh nya gemetar hebat.


Tubuh gadis remaja itu tampak membiru sama seperti wajah nya dengan mulut yang berbuih.


Racun serangga terlihat di tangan nya, kertas yang seperti coretan tampak berserakan di dekat gadis itu.


Kalau kau minta aku untuk mati...


Aku akan mati untuk mu...


"I..ini apa?" gumam nya yang tak bisa menahan rasa terkejut nya ketika melihat tulisan yang di buat oleh adik nya yang selalu ceria itu.


Ia merengkuh tubuh yang sudah dingin itu dan menepuk nya beberapa kali.


Air mata nya luruh tak bisa ia tahan, suara teriakan terdengar di belakang nya.


"Josie!"


Ibu nya telah kembali dan melihat putri nya yang telah kaku tak lagi bergerak.


Tubuh itu sudah tak lagi bernapas saat di bawa ke rumah sakit namun harapan palsu tetap terukir jika sang adik bisa bangun kembali seperti di film yang sering tayang.


Namun kali ini bukan lah sebuah film namun kenyataan pahit yang ia terima, ia harus mengadakan pemakaman untuk saudari tercinta nya.


...


Ia kembali ke kantor polisi, perasaan marah dan dendam terukir di hati nya.


"Kalian gila! Kalian membebaskan orang seperti itu?!" tanya nya yang langsung mengamuk.


Bagaimana tidak? Ia merasa tidak ada keadilan untuk adik nya yang di lec*hkan dan bahkan bunuh diri, setalah itu ia mendapatkan surat jika pelaku nya bukan lah remaja pria itu padahal sudah jelas ia dengar dengan telinga nya sendiri jika sang adik mengaku remaja tampan itu lah yang melakukan nya.


"Jangan membuat keributan," sentak salah satu polisi yang berada di kantor.


"Kalian gila! Kenapa kalian membebaskannya!" ucap nya tentu begitu marah.


Bahkan sang ibu yang mendapat kan berita tersebut langsung syok sampai pingsan saat tau pelaku yang merusak putri nya bebas.


Polisi tersebut saling memandang, mereka membebaskan nya bukan karna tau remaja itu bukanlah pelaku yang asli melainkan karna orang dalam.


"Kalian di suap kan? Tangkap dia! Kenapa kalian biarkan!" ucap Alex yang mengerti tatapan saling memandang itu.


Para polisi berusaha memisahkan nya, ia yang tak mendapatkan keadilan namun ia yang di penjara hari itu karna membuat keributan.


Pria itu meneteskan air mata yang tak bisa ia tahan, bagi nya ini sangat tidak adil.


Mata nya terpancar kebencian yang begitu dalam, dan itu adalah awal yang membuat nya mulai melakukan berbagai tindak perbuatan yang tidak tercela.


Mulai dari penggelapan dana perusahaan dan membuat orang lain sebagai tuduhan nya, bergabung dengan kelompok preman lintah darat dan perlahan mulai menguasai nya.


Memang benar jika seseorang yang pintar dan licik sangat berbahaya saat menggunakan untuk kejatahan.


Semenjak sang ibu meninggal tiga tahun setelah adik nya bunuh diri, ia seperti tak memiliki apapun lagi yang ingin ia lindungi selain membuat pria yang menghancurkan hidup dan keluarga nya itu juga merasakan hal yang sama seperti yang ia dan keluarga nya alami.


Flashback off


......................


Mansion Alex


Ia memindahkan gadis itu ke mansion lain nya yang terletak cukup jauh dari tempat sebelum nya.


Mata nya menatap ke arah gadis yang masih tertidur akibat bius yang ia berikan, tangan nya memainkan ampul yang berisi racun mematikan yang baru saja ia beli.


Ia tidak tau membeli nya dari mana karna memang identitas penjual dan pembeli seperti nya di rahasiakan di pasar gelap untuk menjaga informasi dan privasi.


"Haruskah aku membuat mu mati seperti dia juga?" ucap nya lirih yang melihat ke arah gadis itu setelah meletakkan ampul nya.


Ia mendekat, gadis itu tertidur di atas sofa kamar nya karna ia memang meletakkan nya di sana.


"Tapi, kalau kau membunuh nya untuk ku dan bersama dengan ku, aku akan membiarkan mu..." bisik nya lirih pada gadis itu.


Ia memang sangat kejam pada kekasih pria itu yang pertama karna ia merasa kekasih pertama pria itu juga bersalah namun kali ini ia bertemu gadis yang tidak memiliki hubungan nya sama sekali dan ia pun memiliki sedikit perasaan untuk gadis itu.


"Tapi kalau kau memilih nya aku juga akan membunuh mu," sambung nya di telinga gadis itu yang masih tak sadar.

__ADS_1


Ia merengkuh tubuh yang masih memejam itu dan mencium leher jenjang itu, aroma yang harum dan membuat nya ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.


__ADS_2