
Mobil yang di tumpangi oleh Lancelot, Hanifah dan nona An meluncur dengan pelan, namun mobilnya tidak langsung menuju tempat di mana tuan dan nyonya Bisseling membuat janji, Lancelot malah meminta sopirnya untuk menuju ke kantornya dulu, karena ada berkas yang di perlukan untuk di bawa besok ke luar negeri. Mobil terparkir rapi di parkiran khusus buat Lancelot dan tuan Bisseling.
"Han, ayo turun takut kamu nunggu kelamaan, ada berkas yang harus aku ambil dan sekalian mau menemui Dandruff sebentar." ajak Lancelot.
"Baik Taun."
Hanifah menuruti permintaan Lancelot untuk mengikutinya, mereka bertiga berjalan menuju lift, lift dari parkiran langsung menuju ke lantai paling atas, lantai di mana terdapat ruangan Lancelot tuan Bisseling dan beberapa sekretarisnya. Begitu lift terbuka Hanifah mengikuti langkah Lancelot sambil menggendong nona An, pasalnya nona An benar-benar tidak mau di gendong oleh Lancelot. Beberapa sekretaris Lancelot maupun sekretaris tuan Bisseling sudah mengenal Hanifah, namun kali ini karena Hanifah berhijab jadi semua tidak ada yang tahu termasuk Dandruff. Lancelot dan Hanifah dengan ramah membalas sapaan para sekretaris yang berada di lantai paling atas.
"Masuk Han, dan kamu duduk sebentar." perintah Lancelot.
"Baik Tuan."
Hanifah duduk di sofa, sedang nona An juga di dudukkan di sofa bersebelagsn dengannya. Lancelot mulai sibuk memilih berkas yang diperlukan, tidak butuh lama hanya sepuluh menit Lancelot sudah menemukan berkas yang di inginkannya.
"Kamu, tunggu di sini sebentar aku mau ke ruangan Dandruff dulu."
"Baik Tuan."
Lancelot segera meninggalkan Hanifah di dalam ruangannya, Lancelot menemui Dandruff di dalsm ruangan Dandruff.
"Dand." sapa Lancelot begitunaru membuka pintu ruangan Dandruff.
"Ya, Tuan, tadi siapa yang menggendong nona An, kenapa baju kalian bertiga juga sama?" tanya Dandruff penasaran "Perasaan yang kaku belikan baju itu cuma Hani, apa dia Hani?"
"Siapa lagi kalau bukan Hani, memang anakku mau di gendong orang asing, jangankan orang asing sama aku saja gak mau, dan lagian aku juga tidak pernah dekat dengan wanita lain selain Hani." jelasLancelot.
"Tadinya, setelah selesai ini aku antar berkasnya ke kamu, berhubung kamu sudah ke sini jadi habis ini aku mau pulang, siap-siap untuk besok, dan tentunya mau makan malam bersama dengan keluargaku." ucap Dandruff.
__ADS_1
"Sekalian ngajak An dan Hani, jalan-jalan kasihan An, aku tinggal terus sampai gak mau sama papanya," keluh Lancelot.
Dandruff tertawa mendengar keluhan Lancelot bos dan juga temannya.
"Jangan tertawa, aku cuma mau menastikan jika kamu sudah menyelesaikan pekerjaanmu sebekum kita ke berangkat ke luar negeri besok, mana yang harus aku tanda tangani." pinta Lancelot.
"Ini, yang perlu kamu tanda tangabi dan semua sudah selesai." ucap Lancelot sambil menyodorkan berkas proyek.
Lancelot langsung menerima dan membaca berkas tersebut, setelah di baca dan di teliti Lancelot segera menanda tanganinya, selesai menanda tangani berkas Lancelot pamit pergi pada Dandruff, sebelum Lancelot benar-benar meninggalkan ruangannya Dandruff mengingatkan Lancelot.
"Tuan, siap-siap jika bakal ada gossip tentang Tuan dan Hanifah, para sekretaris sudah pada heboh mereka sudah sangat penasaran dengan kekasih Tuanya," Dandruff mengingatkan Lancelot atas segala kemungkinan berita yang akan beredar "Dan lagi ternyata mamanya An, tambah anggun dengan pakaian seperti itu, begitu juga kamu, tambah menpesona, kalian bertiga sangat cocok dan serasi." puji Dandruff pass Lancelot dan Hanifah.
"Biarlah berita itu beredar, dengan begitu aku berharap bisa mendapatkan Hani, dengan mudah." Lancelot malah senang.
"Semoga Tuan ."
"Silakan Tuan."
Lancelot kembali ke ruangannya, di dalam ruangannya Lancelot mendapati Hanifah dan nona An sedang bercengkerama di atas sofa, Hanifah menggelitik nona An, tentu nona An dan Hanifah tertawa cekikikan bersama. Lancelot sebekum pergi dia jus ikut-ikutan menggekitik nona An, sehingga nona An, semakin tertawa gembira.
"Ayo, kita cari oma dan opa, papa gendong ya." ucap Lancelot pada nona An.
Nona An, tetap menggeleng tidak mau.
"Ayo lah sayang, kasihan maka hani capek." Lancelot terus merayu nona An.
Nona An tetap pada pendiriannya, tetap maunya di fending sans Hanifah.
__ADS_1
"Ayo sayang tuan Putri mama, papa itu sayang sekali dengan tuan Putri mama, ayo nanti papa gak jadi ngajak kita jalan-jalan lo." Hanifah berusaha merayu nona An, sayangnya rayuan pertama Hanifah tidak di gubris oleh nona An.
Lancelot melihat tingkah putrinya benar-benar membuatnya semakin gemas, apalagi sifatnya nona An, yang begitu manja pada Hanifah. Hanifah terus merayu nona An, agar nona An mau di gendong oleh Lancelot, Hanifah merasa kasihan dan juga tidak enak karena nona An, selalu menolak papanya.
Hanifah terus mencari akal agar nona An, bisa luluh, ya setelah beberapa kali rayuan akhirnya nona An mau di gendong oleh Lancelot, wajah Lancelot sangat bahagia sekali bisa menggendong nona An. Setelah nona An bersedia digendong oleh Lancelot, Lancelot segera mengajak Hanifah untuk meninggalkan ruangannya, sebekum nona An, berubah pikiran. Mereka bertiga keluar ruangan dengan nona An di gendong oleh Lancelot, sedang Hanifah, bagian membawa bekas. Sapaan dan pandangan penuh penasaran keluar dari wajah para sekretaris yang berada di ruangan paling atas.
"Setelah Lancelot, Hanifah, dan nona An masuk ke dalam lift, para sekretarias mulai bergosip tentang siapa wanita yang bersama dengan Lancelot.
"Tadi itu siapa yang menggendong nona An, apa tuan sudah memiliki wanita yang bisa menjadi mamanya nona An, ya?" tanya sekretaris satu.
"Aku juga tidak tahu, lihat tadi mereka bertiga itu serasi banget, cuma yang aku herankan, kok bisa tuan jatuh cinta pada wanita yang pakai tutup kepala, kalian tahu kan, pasti tidak ada kebebasan bagi wanita yang pakai tutup kepala." sahut sekretaris dua.
"Siapa ya tadi, padahal dulu banyak wanita cantik dan seksi yang benar-benar tergila-gila, pada tuan, tapi tak satupun yang di respon oleh tuan, la ini tuan malah ngajak wanita kaya tadi." ucap sekertaris satu.
"Benar juga, ya." sahut sekretaris tiga yang juga ikut ngerumpi sesaat.
"Ehm... ehm... ehm." Dandruff berdehem, di dekat ketiga sekretaris itu bergosip.
"Tuan," sapa tiga sekretaris bersamaan,karena terkejut ada Dandruff di dekat mereka.
"Kalian penasaran dengan wanita, tadi kan?" tanya Dandruff.
"Tepat sekali tuan," sahut sekretaris dua yang sangat kepo dengan urusan orang lain.
"Dia itu Hani, pengasuh nona An, dan mungkin bakal jadi istrinya tuan Lancelot." ucap Dandruff memberitahukan pada para sekretaris itu.
Ketiga sekretaris itu langsung terkejut mendengar penuturan dari Dandruff, setelah memberitahukan berita tersebut Dandruff langsung pamit pergi, meninggalkan ketiga sekretaris itu San kantor.
__ADS_1