Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 192


__ADS_3

Waktu merambat dengan cepat, jam dua siang A ling baru terbangun dari tidurnya, A ling masih belum bisa menguasai dirinya, otaknya juga belum benar-benar sadar, A ling belum menyadari keberadaannya sekarang. Lancelot membatalkan semua rencananya hari ini karena A ling belum bangun, Lancelot sengaja menunggu hingga A ling bangun agar bisa menyelesaikan semua urusan dengan A ling secepatnya tanpa ada dendam di antara mereka. Lancelot dan Hanifah masih bersantai berdiri di deck kapal paling atas sambil menikmati indahnya pemandangan laut lepas, tentu dengan tangan Lancelot yang terus menggandeng tangan Hanifah tanpa mau melepasnya.


"Pa, sudah sangat siang bagaimana dengan An, ya," keluh Hanifah yang selalu memikirkan An.


"Sore kita bisa bertemu dengan An, mama tenang saja karena aku rasa A ling juga sudah waktunya untuk bangun, belum ada dua puluh empat jam mama sudah memeikirkan An, apakah mama juga akan memikirkan papa sedemikian rupa." ucap Lancelot.


"Mama, dan An sudah bersama lebih dari empat tahun Pa, dan selama itu pula baru akhir-akhir ini saja mama sering berpisah dalam waktu yang lama, biasanya kita berpisah hanya pada waktu An, sekolah saja," jelas Hanifah "Kalau untuk Papa, Mama rasa bagaimana ya?" goda Hanifah.


"Papa rasa, Mama pasti akan selalu kangen dengan papa." Lancelot balik menggoda dengan senyum dan kedipan mata.


"Pede sekali," ucap Hanifah.

__ADS_1


Di dalam kamar A ling mengerjap-ngerjapkan matanya, dia melihat sekeliking kamar dan melihat dirinya sendiri, setelah beberapa saat A ling baru sadar jika dia berada di kamar yang tidak dia kenal dan masih memakai pakaian semalam yang dia kenakan.


"Sialan, kepalaku pusing sekali tidak biasanya aku minum bisa sampai seperti ini." gerutu A ling sambil memijat-mijat pelipisnya sambil meringis karena kepalanya masih terasa sakit akibat obat tidur dan anggur merah semalam.


Tok Tok Tok.


"Nona, apa nona perlu bantuan?" tanya pelayan dari balik pintu.


Dandruff dan Dua orang bodyguard Lancelot masuk kedalam kamar A ling.


"Nona A ling, apa kabar sudah lama tidak berjumpa?" tanya Dandruff sinis.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan tuanmu!" uajr A ling kesal.


"Nona sebaiknya makan dulu dan ganti pakaian, tuan kami sudah menyediakan untuk anda, satu jam lagi tian Lancelot akan datang ke mari, ingat nona harus berdandan cantik seperti semula, nona tahu kan maksud saya." ucap Dandruff.


Dua bodyguard maju mendorong makanan yang sudah siap dan juga meletakkan baju ganti untuk A ling.


"Benarkah, Lancelot akan menemuiku di sini!" seru A ling girang, selama kurun waktu bertahun-tahun setelah putus baru kali ini Lancelot, mau menemuinya apalagi sampai menyiapkan baju yang cantik segala.


"Nona segera bersihkan diri dan segera makan siang, satu jam makanan harus habis dan nona juga harus sudah cantik, oh ya nona anda harus memakai gaun yang tuan berikan ini jangan pernah nona rubah jika nona berani merubahnya maka Tuan Lanc, tidak mau menemui anda." perintah Dandruff.


Setelah meletakan semua Dandruff dan kedua bodyguardnya pergi meninggalkan A ling, sedangkan A ling karena bahagia dia segera menyantap makan siangnya, Dandruff tahu jika A ling sedang diet, sehingga Dandruff tetap memberikan makanan yang sehat dan dengan porsi sedikit. A ling setelah makan dia segera membersihkan diri, setelah selesai mandi A ling berganti baju pemberian Lancelot, A ling sedikit kesal ketika membuka baku pemberian Lancelot, ternyata Lancelot, memilihkan baju yang tertutup, sama sekali tidak ada celah untuk memperlihatkan tubuh mulusnya. Dengan sedikit terpaksa A ling tetap memakai baju tersebut dari segi warna memang itu warna kesuksan A ling.

__ADS_1


__ADS_2