
Perayaan ulang tahun nona An dan Hanifah di jadikan satu karena mereka memiliki selisih tanggal hanya satu hari, acara ulang tahun juga di laksanakan secara sangat sederhana dan di laksanakan di dalam kamar rumah sakit tempat Lancelot masih di rawat setelah mendapat ijin dari dokter. Jam jenguk Lancelot kali ini berbeda dengan biasanya, seluruh keluarganya datang dengan pakaian yang sangat Indah, Hanifah dan nona An memakai batik couple pemberian Lancelot beberapa waktu yang lalu.
Lancelot dengan posisi setengah duduk ikut merayakan ulang tahun nona An dan Hanifah, satu buah kue ulang tahun berhias ala frozen dari toko kue ternama menjadi pilihan nyonya Bisseling dan Hanifah. Selain kue ulang tahun tidak ada lagi makanan penunjang lainnya, acara berjalan sangat singkat, wajah Lancelot memancarkan sebuah kebahagiaan yang tak terhingga.
Semua yang ada di dalam kamar mengucapkan selamat ulang tahun dan doa Harapan terbaik buat Hanifah dan. Nona An setelah acara meniup likin San mrmotong kue. Garnier tidak kalah bahagia ketika bisa mihay adiknya sudah bangun dari tidur panjangnya pas menjelang ulang tahun nona An dan Hanifah. Acara Pengambilan gambar tetap menjadi agenda mereka untuk mengabadikan momen Indah mereka.
Sesi pertama pengambilan foto hanya berdua nona An, dengan Lancelot, lalu nona An dengan Hanifah, serta nona An bersama dengan Lancelot dan Hanifah, selanjutnya mereka bergantian foto bersama.
"Lanc, kakak bahagia sekali kamu harus semangat untuk sembuh, ini kedua kalinya An merayakan ulang tahunnya di kamar rumah sakit ini dan di kamar ini juga, tahun lalu kamu masih belum membuka mata, sekarang kami bersyukur sekali kamu sudah bisa melihat kami semua." ucap Garnier penuh kasih.
__ADS_1
Lancelot menjawab dengan sebuah anggukkan kepala dan juga titikan airmata yang mengalir dipipinya. Acara ulang tahun nona An dan Hanifah, berjalan lancar semua merasakan sebuah kebahagiaan yang tidak terhingga.
"Han An, ha... p... py... birth... day." Lancelot dengan terbata-bata memberi ucapan selamat ulang tahun pada Hanifah dan nona An.
"Terima kasih Papa," Nona An menjawab dengan di tuntun oleh Hanifah "An sayang papa, papa cepat sembuh."
"Terima kasih Tuan, tuan yang semangat kaki semua menanti tuan, semoga tuan bisa lekas sembuh sroeeu sedia kala, jangan pernah putus asa." ucap Hanifah memberi dukungan pada Lancelot.
Setelah acara dari rumah sakit selesai keluarga Bisseling mengajak Hanifah dan nona An, untuk makan malam di sebuah restaurants yang ada di dalam hotel ternama di kota Tst. Mereka menikmati makan malam masih seperti tahun lalu, mereka semua seperti tidak punya selera untuk makan, namun demi kebahagiaan nona An, mereka semua menekan ego mereka. Selesai acara makan malam mereka semua kembali pulang ke rumah, jam sepuluh malam mereka sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah tuan Bisseling nyonya Bisseling, Hanifah, nona An dan Garnier masuk ke kamar Hanifah.
__ADS_1
"Surprised!" seru semuanya begitu membuka pintu kamarnya.
"Allahu Akbar!" seru Hanifah terkejut begitu melihat kamarnya yang sudah berubah sangat cantik.
"Wow tantik!" seru nona An, girang.
Tanpa sepengetahuan Hanifah nyonya Bisseling, Tuan Bisseling dan Garnier menyuruh orang untuk mendekorasi kamarnya seindah mungkin dan juga beberapa bungkus kado sudah tertata rapi di dalam kamarnya, dan juga sudah tertera dua nama yaitu habifah dan nona An.
"Ini semua atas permintaan Lanc, Putra kami, apapun yang kami lakukan sebagai bentuk terima kasih kami semua padamu, karena sampai saat ini kamu masih tetap bersama kami, kamu telah mengiso kekosongan hati An dan kami semua." ucap nyonya Bisseling memeluk Hanifah, sedang tuan Bisseling memeluk nona An.
__ADS_1
Hanifah tidak bisa berucap apa-apa selain rasa hari yang tidak terhingga, karena berada di tengah-tengah orang yang semuanya baik.