Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 182


__ADS_3

Hanifah dan Lancelot setelah membersihkan diri dan melaksanakan sholat dhuhur dia menyantap makan siangnya yang sudah di kirim oleh petugas hotel ke kamarnya, mereka makan saling menyuapi, saling meluapkan kasih sayangnya dalam cinta halalnya, semakin dekat dan semakin mengenal mereka berdua semakin menunjukan perasaan yang sebenarnya.


Rasa lelah yang mereka rasakan membuat mereka memilih untuk memejamkan mata sejenak sebelum pulang. Lancelot sengaja mematikan hand phone-nya dari pagi agar tidak ada yang mengganggunya, namun tidak dengan hand phone Hanifah, karena Hanifah tidak tahu tentang rencana Lancelot, sehingga dia tidak mematikan hand-phonnya, dan dari tadi pagi tadi Hanifah juga tudak sempat mengecek hand phone-nya, setelah makan siang juga tidak ke pikiran untuk mengecek hand phone-nya, karena terlalu capeknya.


Hanifah terbangun dari tidurnya ketika suara dering telepon Hanifah bersuara, masih dengan sedikit ngantuk Hanifah berusaha untuk meraih hand-phonnya yang masih di dalam tasnya yang di taruh di atas nakas dekat ranjangnya. Hanifah melihat nomor siapa yang memanggilnya ternyata nomor nyonya Bisseling yang muncul, karena nomor nyonya Bisseling Hanifah langsunh mengangkatnya.


"Halo." sapa Hanifah dengan suara berat.


"Mama, mama kemana sudah sole mama kok belum jemput aku sih." protes nona An, dengan nada tidak senang.


"Sebentar lagi papa dan mama jemput An," sahut Hanifah dengan suara parau.


"Aduh, An apa yang kamu lakukan?" tanya nyonya Bisseling yang baru datang.


"Telpon mama," sahut nona An polos tanpa merasa berdosa.

__ADS_1


"Ya, ampun An, mama di mana?" tanya nyonya" Coba lihat hand phone oma pinjam dulu sebentar." nyonya Bisseling meminta hand phone-nya dari tangan nona An.


Nona An langsung memberikan hand phone-nya pada nyonya Bisseling, tanpa debat.


"Ma, maaf merepotkan mama." ucap Hanifah merasa tidak enak.


"Han, tidak apa tadi mama lagi ke toilet An, aku pinjami hand phoneku, agar tidak rewel gak tahunya malah telpon kamu, istirahat saja Han, jangan khawatirkan Han," ucap nyonya Bisseling.


"Tadi An tidur gak Ma?" tanya Hanifah "Nanti setelah papanya bangun kami kesana Ma, sekarang papanya masih pulas tidurnya." ucap Hanifah.


Hanifah terbangun dan tidak bisa tidur lagi, sekarang Hanifah pindah ke sofa dan memutar televisi.


"Oma, apa Mama, gak ikut?" tanya nona An.


"Sayang papa dan mamanya An, sekarang sedang bekerja, mama dan papa janji akan menjemput An, jika pekerjaannya sudah sudah selesai, sekarang kita bermain dulu ya, kita panggil opa dulu," nasehat nyonya Bisseling "Opa, ayo berangkat keburu sore!" seru nyonya Bisseling.

__ADS_1


"Iya opa ayo belangkat!" seru nona An, yang sudah tidak sabar ingin pergi bermain di game zone.


"Iya, ayo berangkat." sahut tuan Bisseling yang baru turun dari lantai dua "Ayo jalan."


"Opa, biasnya yang kelja papa, kenapa mama juga kelja?" tanya nona An.


"Karena hari ini papa banyak sekali pekerjaannya jadi mama harus bantuin papa agar pekerjaan papa cepat selesai dan tidak sampai pulang malam," jawan tuan Bisseling.


"Oh, besok kalau aku sudah besal aku mau nanti papa bial tidak capek." ucap nona An polos.


"Sekarang naik dan berangkat, kita puas-puaskan bermainnya, mumpung opa tudak bekerja." ucap tuan Bisseling girang.


"Ayo, kita berangkat!" seru nyonya Bisseling.


Tuan dan nyonya Bisseling berangkat ke game zona dengan diantar oleh sopir serta salah satu pekerja keluarga Bisseling, yang masih muda dan kuat untuk menggendong nona An. Setelah mereka menempuh perjalan kurang lebih dua puluh menit sampailah mereka di tempat yang mereka tuju, mereka memilih sebuah mall yang besar dan juga terkenal di negara Hongkong. Nona An, sangat bahagia sekali begitu sampai di game zone, dia lupa kalau tidak ada Hanifah di sampingnya, tuan dan nyonya Bisseling sangat antusias dalam mengajak bermain nona An, seperti biasanya sehingga dia lupa jika usia mereka sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


Berbagai macam jenis permainan di nikmatinya, tanpa lelah, di beberapa permainan mereka telah mendapatkan hadiah, nona An, tentu tambah senang ketika mendapatkan beberapa hadiah dari permainanya tadi. Setelah mereka puas bermain dan hari juga sudah mulai petang, tuan dan nyonya Bisseling mengajak nona An beserta sopir dan pekerjanya untuk makan malam di sebuah restaurant yang ada di dalam mall tersebut.


__ADS_2