
A ling tertawa puas karena dapat mengecoh para karyawan restaurant tersebut, sehingga dengan leluasa A ling masuk ke kamar ganti karyawan restaurant, A ling menggunakan seragam karyawan restaurant dan memakai make up untuk menyamarkan wajahnya, serta rambut palsu untuk mengelabuhi para bodyguard Lancelot, yang berseliweran di area restaurant tersebut. Karena keributan besar yang di lakukan oleh orang-orang A ling, sehingga beberapa pramu saji yang berada di sekitar meja kejadian di mintai keterangan oleh manager restaurant, A ling mendorong salah satu meja dorong untuk menyajikan pesanan ke pembeli restaurant.
A ling mencari kesempatan untuk mengantar pesanan ke ruangan Lancelot, karena keributan tersebut pramusaji sedikit lambat, akirnya waktu yang A ling tunggu tiba, A ling mendapat tugas mengantar makanan di ruangan yang di tempat Lancelot dan keluarganya.
A ling dengan senyum penuh kemenangan mendorong meja dorong menuju kamar Lancelot" Kita lihat siapa yang menang perempuan bodoh." gumam A ling dalam hatinya.
A ling masuk ke ruangan yang Lancelot tempati dengan percaya diri, dia berlagak bak seorang pramusaji, Hanifah, jangan remehkan Hanifah, Hanifah tetap menyadari keberadaan di kamarnya.
"Dia itu A ling, kita bersikap cuek kita tunggu apa yang akan dia lakukan." bisik Hanifah lirih pada Lancelot dan menggunakan bahasa Indonesia agar tidak di ketahui oleh A ling jika mendengarnya.
__ADS_1
Mendapat peringatan dari Hanifah, Lancelot hanya mengangguk dan segera mengabari para bodyguardnya, untuk terus mengawasi gerak-gerik A ling. A ling bersikap biasa, dia tidak sadar jika penyamarannya sudah di ketahui.
"Nona, biar saya yang mengantar makanan ini pada tuan saya." ucap bodyguard Lancelot pada A ling ketika mau masuk ke ruangan Lancelot.
"Maaf tuan ini tugas saya, kalau tidak saya kerjakan saya bisa di pecat oleh majikan saya," sahut A ling sesopan dan sepolos mungkin.
A ling dengan bodyguard Lancelot berdebat beberapa saat, akirnya A ling mengalah pada bodyguard Lancelot, dia menyerahkan meja dorongnya pada bodyguard Lancelot.
"Sialan!" umpat A ling "Kenapa kalian begitu sulit untuk aku sentuh." gerutu A ling, sambil berjalan meninggalkan bodyguard Lancelot dengan hati marah dan dendam.
__ADS_1
A ling setelah gagal dengan rencananya kali ini, dua benar-benar sudah kehilangan kendali dan akalnya, A ling segera meninggalkan restaurant tersebut masih dengan seragam pramusaji, A ling menuju sebuah parkiran dia mencari keberadaan mobil Hanifah dan Lancelot.
Setelah selesai makan siang Hanifah dan Lancelot, meninggalkan restaurant mereka berjalan menuju tempat parkir mobilnya, Hanifah dan Lancelot tetap meningkatkan kewaspadaan karena Hanifah, merasa dirinya dan keluarga dalam keadaan bahaya. Sesampainya di parkiran mobil, Lancelot membukakan pintu untuk anak dan istrinya.
A ling bersembunyi di balik mobil, dengan penuh kenekatan A ling begitu melihat Hanifah dan Lancelot sedikit lenbah A ling langsung menusuk, menendang Hanifah untuk merebut nona An, mendapat serangan mendadak dan ingin melindungi nona An, yang mau di rebut oleh A ling, Hanifah menendang balik A ling dengan sekuat tenaga sehingga belum sampai nona An, di rebut oleh A ling A ling sudah jatuh tersungkur kepalanya membentur mobil.
Lancelot dengan gerakan reflek menarik Hanifah dalam pelukannya setalah mengetahui jajausn itu, bodyguard Lancelot, langsung meringkus A ling tanpa perlawanan. Mendapati Hanifah limbung dan mengeluarkan banyak darah para bodyguard segera mendial panggilan darurat.
Tidak sampai sepuluh menit polisi, beserta ambulan dan tim pemadam kebakaran sampai di lokasi, Hanifah, segera mendapatkan pertolongan mendapati Hanifah yang pingsan nona An, menangis sejadi-jadinya, Lancelot juga tidak bisa menyebunyikan kesedihannya, Lancelot dan nona An mendampingi Hanifah, mereka berdua ikut masuk ke dalam ambulan. Sedangkan A ling langsung di bawa ke kantor polisi setelah mendapat pengobatan sementara, para polisi bekerja dengan cepat, mereka segera melakukam penyidikan ke tempat kejadian perkara.
__ADS_1