Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Pary 105


__ADS_3

Sebuah pesawat yang di tumpangi oleh Lancelot, sudah meninggalkan Hongkong, pagi ini Lancelot dan Dandruff berangkat ke propinsi Harbin untuk meninjau salah satu hotel yang di bangunnya di ibu kota propinsi Harbin.


Di sebuah rumah kawasan elit di kota London, seorang wanita masih tertatih-tatih jalannya karena masih dalam masa penyembuhan, wanita tersebut telah mendapati kabar dari salah satu orang suruhannya untuk terus mencari informasi tentang Hanifah dan Lancelot dan melapokannya ke wanita tersebut.


"Berita yang bagus, berarti rencana kita telah berhasil," ucap wanita tersebut tertawa puas.


".................."


"Lakukan sesuai perintahku jangan bertindak sendiri, aku tidak ingin gagal lagi."


"...................."

__ADS_1


"Aku akan segera terbang ke Hongkong, aku sudah tidak sabar ingin menghabisi mereka berdua." geram wanita tersebut.


"......................"


Percakapan mereka sudah berakhir, wanita itu tersenyum puas karena sudah membuat Lancelot berada di luar negeri dengan waktu agak lama, dengan begitu wanita tersebut punya banyak kesempatan untuk mencelakai Hanifah.


Pesawat yang di tumpangi oleh Lancelot dan Dandruff telah mendarat dengan sempurna di salah satu bandara internasional yang berada di propinsi Harbin.


"Dand, perasaanku sedikit was-was, kalau bisa kita percepat agenda kita, kalau bisa hari ini dan besok, setelah itu kita ke Macau juga jangan lama-lama," keluh Lancelot pada Dandruff yang a berjalan di sebelahnya.


"Entahlah, Dand kali ini hatiku benar-benar tidak enak, aku merasa A ling bakal berulah kali ini," Lancelot mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin tuan, agar kita bisa kembali ke Hongkong lebih cepat." ucap Dandruff meyakinkan Lancelot.


Dandruff dan Lancelot, meninggalkan bandara dengan mobil jemputan dari kantor cabang Brown Group yang ada di kota tersebut. Dari bandara Lancelot merubah jadwal dari rencana awal, rencananya akan melakukan meting di hotel dulu baru ke proyek tempat pembangunan hotel teesebut. Mereka berdua segera di antar oleh sopir langsung menuju proyek.


Hanya dalam waktu setengah jam mobil yang di tumpangi oleh mereka telah sampai di lokasi. Lancelot merasa sangat puas melihat langsung hasil kerjasamanya dengan pihak kontraktor, setelah melihat lihat beberapa bagian hotel, Lancelot memutuskan untuk segera ke kantor cabang, selain untuk melihat hotel, Lancelot juga menyempatkan diri untuk memeriksa kantor cabang.


Sesampainya mereka di kantor cabang, Lancelot segera naik ke atas, jika biasanya tuan Bisseling yang memantau proyek tersebut, namun kali ini berbeda, Lancelot segera mengajak staf lainnya untuk melakukan meting.


Metting bersama staf kantor cabang sungguh memakan waktu yang lama sekali karena banyak yang dibahas, akhirnya meting berakhir di jam sebelas malam. Selesai meting Lancelot segera masuk ke kamarnya, untuk istirahat begitu juga Dandruff.


Lancelot menengok jam ternyata sudah jam dua belas tengah malam, Lancelot ingin menelpon hanifah namun waktu sudah tidak memungkinkan karena di jam itu Hanifah dan nona An, sudah terbuai di alam mimpi. Ribuan foto tentang Hanifah dan nona An, di hand phone dan laptop Lancelot menjadi pengobat rindu baginya.

__ADS_1


Akhir-akhir ini perasaan Lancelot terhadap Hanifah semakin kuat, seperti sekarang ini baru saja beberapa jam tidak bertemu sudah mengalami yang namanya sakit rindu berat.


"Han, An, Han, An!" seru Lancelot berulang kali memanggil-manggil nama mereka berdua.


__ADS_2