Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 40


__ADS_3

Lancelot jam sepuluh pagi sudah terbangun dia langsung membersihkan diri karena dia janji akan mengantar Hanifah untuk menemui temannya, jam sepuluh pagi Dandruff juga sudah stand by di rumah Lancelot sebab semalam Lancelot sudah memerintahkan Dandruff dan bodyguard untuk stand bay di rumah Lancelot dijam sepuluh pagi. Lancelot selesai membersihkan diri dia langsung ke kuat dari kamarnya untuk menemui Dandruff dulu sebelum menemui Hanifah dan tanya lokasi temannya.


"Selamat pagi, Tuan!" sapa Dandruff dan beberapa bodyguard lainnya pada Lancelot.


"Selamat pagi!" Lancelot tegas.


"Kita akan ke lokasi mana Tuan?" tanya Dandruff.


"Belum tahu sebab aku belum ketemu dengan Hani." jawan Lancelot jujur.


"Baiklah," sahut Dandruff mengerti.


Lancelot selesai sarapan menemui Hanifah yang sedang asyik dengan nona An, Lancelot dengan wajah datarnya menanyakan lokasi teman Hanifah pada Hanifah, setelah mendapat informasi lokasi dan waktu Lancelot segera menerintahkan Dandruff, bodyguard serta susternya untuk bersiap.


Lancelot membawa Hanifah, nona An dan susternya menuju lokasi yang telah ditentukan oleh Tatuk, hanya dengsn waktu lima belas menit Lancelot sudah mencapai lokasi tersebut, taman kowloon yang menjadi lokasi bertemunya Hanifah dan Tatuk.


Lancelot dan satu bodyguardnya setelah memarkir mobilnya mengantar Hanifah menuju taman kowloon karena tidak bisa lama Hanifah meminta pada Tatuk untuk menunggunya di pintu masuk taman, dari kejauhan Hanifah sudah dapat melihat Tatuk yang sedang berdiri sendirian di pintu taman dengan pakaian gamis syar'i-nya.


"Assalamu'alaikum, Tuk." sapa Hanifah senang sebab sudah hampir dua bulan tidak bertemu dengan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, Han, tambah cantik saja." puji Tatuk tak kalah girang saat bertemu Hanifah.


Tatuk dan Hanifah mereka saling berpelukan untuk melepas rindu sedangkan Lancelot berdiri lima meter tidak jauh dari tempat Tatuk dan Hanifah berdiri, supaya tidak menaruh curiga pada yang lain Lancelot maupun bodyguardnya memakai pakaian santai, kaos oblong, celana pendek pakai sepatu olehraga, topi dan tentunya kava mats hitam supaya tidak banyak yang mengetahui kehadirannya sebagai pengawal pembantunya.


"Han, Pakmu rajin amat ngantar kamu, mbokmu gak cemburu apa?" tanya Tatuk pada Hanifah tanpa sungkan memang biasanya juga begitu.


"Mending diantar dari pada tidak boleh bertemu dengan kamu Tuk, kalau gak gini mana bisa aku keluar, transfer uang saja sudah diurus oleh sekretaris e pakku, hari-hari aku hanya berdiam diri di rumah kok Tuk bagai berada di sangkar emas, bersyukur semua orang di rumah itu baik semua kalau enggak entahlah paling sudah kabur." curhat Hanifah.


"Aku seneng banget Han, bisa bertemu dengan kamu walau sebentar, sebenarnya sudah aku bawakan nasi kuning, tapi kok ada pakmu," keluh Tatuk.


"Dapat dari mana nasi kuningnya?" tanya Hanifah.


"Berkat, tadi temanku kirim doa untuk keluarganya jadi dapat berkat dua kotak, pikirku satu buat kamu eh, malah pakmu kok yo ngintil ae." ucap Tatuk.


"Apa yang bisa aku bantu Han? Apa kamu ada dalam masalah?" tanya Tatuk langsung berubah cemas.


"Santai saja, aku baik-baik saja, oh ya maaf, aku cuma mau kasih ini, kamu pakai ya, lagian aku gak bisa menggunakan," ucap Hanifah sambil menyodorkan uang yang sudah di bungkus di amplop merah pada Tatuk


"Han, gak usah Han," tolak Tatuk halus.

__ADS_1


"Tuk, terima ya, aku hanya bisa ngasih ini, lagian aku kepingin jajan yo gak mungkin bisa, jadi kamu pakai jajan, cuma sedikit kok, tipiskan." ucap Hanifah tetap memaksa Tatuk untuk menerima.


"Tapi, Han kamu kan juga butuh uang untuk bayar hutang-hutang kamu." tolak Tatuk halus, karena Tatuk tahu jika Hanifah harus bayar hutang dengan jumlah yang besar untuk biaya pengobatan almarhum putranya dulu.


"Alhamdulillah, gajiku dobel, jadi sebentar lagi aku bisa melunasinya, jadi kamu pakai ini, anggap saja aku yang jajan tapi lewat tubuh kamu." kelakar Hanifah di akir ucapannya " Tuk, sudah setengah jam aku pamit dulu, takut kena pecat, demi bisa bayar hutang aku harus kuat." tambah Hanifah lagi menyemangati diri sendiri.


"Terima kasih Han, nanti jika aku makan aku srbut namamu dan aku srbut jenis makanannya biar kamu juga ikut merasakannya walau dalam hayalan." kini Tatuk juga ikut ikut an bikin kelakaran.


"Aku pamit, hati-hati, assalamu'alaikum, jaga diri baik-baik." pamit Hanifah.


"Wa'alaikum salam, terima kasih banyak Han." jawab Tatuk sebenarnya berat untuk berpisah dengan Hanifah.


Hanifah dan Tatuk saling berpelukan, sebelum mereka berpisah, Hanifah berjalan melintas di depan Lancelot yang sedang berdiri. Sengaja mereka tidak saling tegur agar tidak menaruh curiga pada orang sekitar, sebab di mata para pekerja jika melihat pekerja jalan dengan majikan laki-laki-nya pasti ada yang berpikiran negatif.


Tatuk baru meninggalkan tempatnya setelah Hanifah dan majikannya tidak terlihat lagi, Tatuk penasaran dengan isi amplop merah dari Hanifah, Tatuk mengintip sedikit, Tatuk sangat terkejut ketika melihat ada seribuan dua lembar di dalam amplop.


"Astaqfirullah hal'adzim, Han!" Tatuk benar-benar tidak habis pikir jika temannya bakal memberi uang dengan jumlah banyak, Tatuk langsung mengetik pesan kepada Hanifah.


"Han, terima kasih, kenapa kamu memberi uang banyak sekali ini buat apa?" pesan di kirim ke Hanifah lewat WhatsApp.

__ADS_1


Hanifah dan Lancelot begitu sampai di mobil dia langsung masuk ke dalam mobil, begitu juga Lancelot. Lancelot tanpa banyak bicara langsung mengemudikan mobilnya untuk menuju di sebuah hotel di area Tsim sat Tsui untuk makan siang, tentunya di hotel milik Brown Group agar Lancelot bisa order makanan khusuh sesuai keinginannya dan bisa berada di ruangan khusus yang ada di restaurant tersebut .


Hanifah dan yang lainnya mengikuti langkah Lancelot yang menuju di sebuah ruangan khusus yang ada di restaurant. Di dalam ruangan sudah ada beberapa pelayan dengan ramah menyambut kedatangan Lancelot dan rombongan di dalam ruangan terdapat dua meja makan, dan kali ini Lancelot memelih menu yang halal agar tidak ribet, selama makan siang tidak ada pembicaraan khusus, semua makan dengan khidmad.


__ADS_2