
Lancelot dan tuan Bisseling menuju kantor bersamaan karena ada hal penting yang harus dibicarakan hari ini, mengenai beberapa proyek besar yang sedang berjalan di luar negeri. Jam delapan pagi Lancelot dan tuan Bisseling sudah sampai di kantornya yang berada di kawasan Central, mereka berdua setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir Lancelot dan tuan Bisseling langsung menuju ke gedung paling atas.
Dandruff yang mendapat perintah dari Lancelot setengah delapan susah stand bay di ruangannys, begitu melihat tuan Bisseling dan Lancelot datang Dandruff segera menghampiri mereka, sebenarnya hari ini jatah cuti Dandruff, namun ada hal yang sangat penting maka Dandruff harus masuk.
"Selamat pagi Tuan," sapa Dandruff penuh hormat.
"Pagi Dand," sapa Lancelot dan tuan Bisseling bersamaan.
"Dan, sudah siap berkas tentang pembangunan hotel yang ada di Taiwan, akan segera aku selidiki siapa dalang di balik kekacauan pembangunan di Taiwan." ucap Lancelot tegas.
"Semua sudah siap tuan, tuan bisa mengeceknya sekarang, semua file berada di flas disk, ini dan ini surat-surat yang tuan perlukan." sahut Dandruff sopan
"Siapa yang kamu curigai, dalang di balik kekacauan pembangunan hotel di negara Taiwan Dand?" tanya Lancelot.
"Kalau saya, lebih curiga ke Aling," sahut Dandruff percaya diri.
"Tepat sekali aku yakin ini semua perbuatan A ling." sahut Lancelot serius.
"Aku sama sekali tidak berpikir ke A ling, kalian yakin?" tanya tuan Bisseling tidak yakin.
"Tentu, Pa," jawab Lancelot percaya diri.
__ADS_1
"Saya yakin seperti tuan Lanc," Dandruff tambah meyakinkan.
"Dari, penyelidikanku semalam, A ling telah menyelundupkan orang untuk mengacaukan, pembangunan hotel yang ada di Taiwan dan kenapa A ling memilih yang di Taiwan yang di kacaukan kok bukan yang ada di Cina dan juga Macau padahal kalau mau mengacaukan Cina dan Macau yang bisa membuat perusahaan merugi besar sebab, pembangunan susah hampir selesai," ucap Lancelot mengutarakan hasil analisanya semalam.
"Sebenarnya ini hanya sebuah pancingan belaka, agar tuan Lanc, mau datang ke negara Taiwan, dia memiliki rencana yang tidak kita tahu, jadi sebaiknya kita tetap hati-hati, saya semakin curiga, jika tuan Lanc dan tuan Bisseling tidak ada di negara Hongkong, maka A ling bisa leluasa dalam bergerak untuk menguasai nona Hani dan nona An." jelas Dandruff.
"Tapi, kita tetap harus menyetop dan datang ke negara Taiwan secepatnya, kita tidak bisa jika tidak datang ke sana Langsung," ucap ruang Bisseling.
"Lanc, tetap berangkat ke Taiwan namun untuk jadwal keberangkatan kita Jangan sampai ada yang tahu," jelas Lancelot.
"Wanita ular itu, tidak akan berhenti mengganggumu Lanc sebelum wanita ular itu mati." ujar tuan Bisseling geram.
"Aku percaya pada kalian berdua, aku mau ke ruanganku dulu." tuan Bisseling tidak lagi berdebat dengan Lancelot maupun Dandruff, sebab ruang Bisseling sudah tahu kemampuan Lancelot maupun Lancelot.
"Baik, pa." sahut Lancelot.
"Perlu saya antar tuan?" Dandruff menawarkan diri untuk mengantar tuan Bisseling kembali ke ruangannya yang masih satu lantai dengan Lancelot.
"Tidak, kalian kerjakan saja pekerjaan kalian," ucap tuan Bisseling.
Tuan Bisseling meninggalkan ruangan Lancelot sedangkan Lancelot dan Dandruff melanjutkan pekerjaannya dalam menentukan langkah yang akan di ambil tentang kasus yang telah menimpa pembangunan hotel yang ada di negara Taiwan.
__ADS_1
Lancelot telah kembali di sibukkan dengan urusan pekerjaannya, padahal rencana awal dia ingin menghabiskan waktu beberapa hari bersama dengan nona An, namun semua harus gagal lagi.
Lancelot kembali ke rumah Bisseling sudah sangat larut, penghuni di rumah Bisseling sudah tidur semua, tidak terkecuali nyonya dan tuan Bisseling. Sesampainya di lantai empat Lancelot ingin menengok nona An, namun di urungkam niatnya, karena takut mengganggu Hani maupun nona An. Lancelot tidak lagi tidur di kamarnya sendiri, dia malah tidur di ranjang yang ada di kamar kerjakanya, sebuah ranjang yang tidak besar namun cukup nyaman walau tidak senyaman kasurnya.
"something crazy, baru kali ini Aku merelakan kasur ternyamanku untuk di tiduri seorang wanita yang sudah terang-terangan menolakku," gumam Lancelot sudah berbaring santai di atas ranjangnya.
Seharian ini Lancelot hanya melihat nona An sekilas, itupun nona An masih terlelap di alam mimpinya, di saat Lancelot berangkat nona An belum bangun. Lancelot karena terlalu capek dia tertidur dengan sendirinya setelah memikirkan nona An dan Hanifah sebentar.
Beberapa hari ini Lancelot selalu berangkat pagi dan pulang sangat larut, hingga tidak ada waktu untuk bersama dengan nona An. Jam tujuh pagi Lancelot sudah siap untuk berangkat ke kantor lagi, di saat Hanifah keluar dari kamarnya Lancelot berpapasan dengan Lancelot.
"Tuan, selamat pagi." sapa hanifah sopan.
"Pagi Han, An bagaimana?" tanya Lancelot, sedikit gugup karena berdekatan dengan Hanifah dan pagi ini Hanifah memakai hijab.
"Nona baik, apa tuan memang sangat sibuk sekarang?" tanya Hanifah sebenarnya kesal namun tetap sopan.
"Nanti siang aku segera pulang, kamu jangan khawatir," sahut Lancelot singkat.
"Saya harap, tuan tidak lupa lagi jika memiliki janji dengan nona An," sahut Hanifah datar.
"Kalaupun aku lupa, tugas kamu untuk mengingatakan Han." sahut Lancelot enteng sekali.
__ADS_1