Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 104


__ADS_3

Lancelot Hanifah dan nona An, sudah sampai di salah satu mall terkenal di negara Hongkong tempat mereka janjian dengan tuan dan nyonya Bisseling. Nyonya dan tuan Bisseling sudah menanti di area tempat bermain anak-anak, Lancelot dan Hanifah menuntun nona An, karena nona An tidak mau lepas dari Hanifah. Lancelot di samping menuntun nona An, Lancelot juga yang membawakan tas peralatan untuk nona An. Tuan dan nyonya Bisseling sangat antusias menyambut kedatangan nona An, Hanifah dan Lancelot.


Kebahagiaan mewarnai hati mereka, Lancelot dengan senang hati mendampingi nona An untuk naik di beberapa permainan yang ada di tempat teesebut. Nyonya Bisseling dan tuan Bisseling tidak kalah heboh, dalam mendampingi nona An, berbagai pose foto dan video memenuhi galeri hand phone mereka. Tidak terasa mereka bermain memakan waktu hampir tiga jam, karena haru sudah mulai petang dan nona An, juga sudah mulai capek, mereka semua menyusahi acaca bermain mereka. Wajah nona An juga memancarkan sebuah kebahagiaan yang tidak pernah terlihat sebelumnya.


"Sudah petang kita makan makan malam dulu, kita mau makan di mana ?" tanya nyonya Bisseling.


"Kita makan di restaurant yang ada di Tsim Sha Tsui saja, Ma, di sana sangat pas untuk Hani, karena restauran tersebut berlabel halal dan menu yang di sajikan juga masakan cina, semalam aku sudah cek atau mungkin papa dan mama mau makan menu lainnya?" usul Lancelot.


"Ada yang lain?" tanya tuan Bisseling.


"Ada, makanan Turkey , kalau makanan Turkey kita ke Mongkok, di sana restaurantnya juga halal," Lancelot begitu antusias memililih menu yang pas untuk Hanifah.


"Kamu bagaimana Han?" tanya nyonya Bisseling.


"Apa saya boleh memilih?" tanya Hanifah ragu.


"Ya, mungkin kamu maja makan apa gitu?" tanya nyonya Bisseling lagi.


"Kalau saya, itu pinginnya makan makanan khas orang Indonesia, soalnya saya sudah kangen tidak makan makanan Indonesia," sahut Hanifah ragu.


"Kalau itu, jauh dari sini." sahut Lancelot.

__ADS_1


"Memang kamu Lanc?" tanya tuan Bisseling.


"Iya, tahu kebanyakan restaurant yang menyediakan menu makanan khas Indonesia itu adanya di kawasan Causeway Bay, tempatnya lumayan ok Menurutku, cuma aku takut mama tidak bisa makam menu yang tersedia di sana." ucap Lancelot.


"Kalau ke sana sudah tidak ada waktu cari yang dekat saja keburu lapar!" sahut tuan Bisseling.


"Kalau begitu kita ke Mongkok saja kita coba makanan Turkey, bukankah Hanifah belum pernah memcobanya untuk makanan Indonesia lain kali kita ke sana Han, setelah aku sekesaikan pekerjaanku yang di luar negeri aku ajak kamu ke sana, bagaimana?." ucap Lancelot.


Semua setuju dengan usulan Lancelot, pertimbangannya karena nona An, terlihat sudah sangat lelah. Mereka semua segera muluncur ke Mongkok, dalam perjalan menuju ke sana Lancelot memboking tempat untuk mereka melalui hand phone, agar tidak lama mengantri tempat. Hanya butuh beberapa menit saja mereka sudah sampai di restaurant tersebut, sesampainya di restaurant tersebut Lancelot dan rombongan sudah di sambut oleh perusal restaurant, dan petugas restaurant langsung mengantar ke tempat yang telah di pesannya setelah Lancelot menyebutkan marganya.


"Silakan duduk dulu Tuan , Nyonya," pelayan menyambut dengan ramah "Satu kursi untuk balita kan?" tanya pelayan restaurant untuk memperjelas lagi.


"Iya, nona, terima kasih." Sahut nyonya Bisseling.


"Terima kasih nona," ucap Hanifah.


"Sama-sama, oh ya silakan di lihat menunya, kami memiliki menu yang sangat special dan di minati oleh orang banyak, ada lahmacun, kebab, kofte, monemen, kokoretsi, Lumpur, pilav, pide untuk desert ada dondurma(es krim turkey), kanakeh itu yang biasa mereka pesan dari restaurant kami," jelas pelayan tersebut ramah dan juga sopan.


"Terima kasih nona, kami lihat dulu." ucap Lancelot.


"Baiklah, panggil saja jika memerlukan kami." pelayan restaurant tersebut pergi meninggalkan meja Lancelot, dan menuju meja pengunjung lainnya.

__ADS_1


Mareka sibuk dengan menu yang ada di tangannya masing-masing, kecuali Hanifah dan nona An, Hanifah lebih fokus mengajak nona An untuk bercengkerama, tanpa mereka sadari asa beberapa pasang mata telah mengawasi penampilan Hanifah, Lancelot dan nona An. Menu untuk Hanifah Lancelot yang membantu ya untuk memesankannya Lancelot tahu jika Hanifah sibuk untuk menghibur nona An, agar tidak rewel.


Hanya dalam waktu sekejap setelah memesan semua menu pesanan mereka sudah terhidang di atas meja mereka, hampir semua menu yang ada di daftar menu tadi di pesan oleh Lancelot, tuan Bisseling dan nyonya Bisseling. Mereka menyantap makan malamnya sangat senang, dan mereka saling cerita, nona An yang sudah mulai ngantuk dia mulai sedikit rewel, Hanifah menyuapi nona An, sambil dia makan sendiri, nona An tidak begitu bersera untuk makan, setelah elah beberapa saat nona An, mulai rewel.


"Tuan, biar saya tidurkan nona An dulu," ucap Hanifah.


"Ya, gak apa-apa Han," ucap nyonya Bisseling.


Hanifah bangkit dari kursinya berdiri sambil menggendong nona An, agar nona An mau tidur, Lancelot yang biasnya makan sangat santai kali ini Lancelot makan dengan sedikit tergesa-gesa, karena melihat Hanifah sedang sibuk dengan nona An. Hanya dalam waktu lima belas menit nona An sudah tidur dalam dekapan Hanifah, Hanifah kembali duduk di tempatnya.


"Han, makan dulu." ucap Lancelot yang sudah menyodorkan maksnnya di depan mulut Hanifah.


"Ehm... ehm...." tuan Bisseling sedikit terkejut melihat ulah Lancelot yang berusaha menyuapi Hanifah, untuk makan.


"Biar, saya makan sendiri saja tuan," tolak Hanifah sopan.


"Sudah kamu makan saja Han!" ujar nyonya Bisseling.


Hanifah akhirnya mengalah, Hanifah makan sambil gendong nona An yang sedang tidur dalam pelukan Hanifah. Lancelot dengan telaten menyuapi Hanifah, Lancelot memperlalukan Hanifah sangat baik bak seorang istri.


"Menunya enak sekali, Papa kenyang sekali apalagi di temani oleh kalian semua." ucap tuan Bisseling bahagia.

__ADS_1


"Sebentar lagi, formasinya tetap tidak berubah, hanya aku dan Hani serta An." keluh nyonya Bisseling " Tidak bisa di pungkiru jika sekarang mama bahagia sekali, setelah adanya An dan Hani, kita bisa sering berkumpul seperti ini." ucap nyonya Bisseling.


Jam delapan mereka meninggalkan restauan karena sudah selesai makan, sedang nona An tetap terlelap dalam mimpinya. Lancelot berusaha untuk mengangambil nona An dari gendongan Hanifah, namun nona An, dapat merasakan tangan orang lain sehingga menolak, akhirnya Hanifah menggendong nona An, sedangkan Lancelot membawakan tasnya nona An, yang berisi kebutuhan untuk nona An. Lancelot memilih untuk mengajak Hanifah dan nona An pulang, sedangkan tuan dan nyonya Bisseling memilih untuk melanjutkan acaranya, Jalan-jalan berdua di mall yang letaknya di kawasan Causeway Bay.


__ADS_2