Anak Dari Rahim Kontrak.

Anak Dari Rahim Kontrak.
Part 133


__ADS_3

Mobil yang membawa Hanifah dan Lancelot, meluncur dengan cepat karena jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, begitu mobil berhasil terparkir di depan gerbang Hanifah segera turun dari mobil dan berlari menuju kelas nona An, pas Hanifah datang pas baru saja salah satu teman nona An, juga baru saja di jemput.


"Maaf, miss sedikit terlambat." ucap Hanifah dengan nafas sedikit ngos-ngosan.


"Nyonya, tidak masalah tadi nyonya besar sudah mengabari kami, jika nyonya muda masih menemani tuan muda untuk terapi." jawab miss Loreal gurunya nona An, dengan ramah dan santun.


Berita tentang Hanifah yang bakal menjadi mamanya nona An, sudah tidak asing di kalangan sekolah nona An, bahkan sebelum berita itu mencuat desas desus itu sudah santer di kalangan sekolah nona An, jadi sudah tidak heran jika semua guru dan staf memperlakukan Hanifah, sangat berbeda dengan para orang tua maupun para pengasuh lainnya.


"Ma ma, papa ikut?" tanya nona An, antusias menyambut kedatangan Hanifah.


"Tentu, sayang papa ada di mobil sedang menunggu tuan Putri, bagaimana belajarnya hari ini, ayo pamit sama miss Lo, dulu." ujar Hanifah dan memberi instruksi pada nona An.


"By by by miss Lo." pamit nona An, setelah bersalaman dengan miss Loreal.


"Terima kasih Miss."

__ADS_1


Hanifah dan nona An, bergandengan tangan meninggalkan kelas nona An, yang sudah nampak sepi, karena semua murid di sesi pagi sudah pada pulang semua. Selama dalam perjalanan menuju parkiran nona An, seperti biasa dia selalu menceritakan semua kegiatannya selama berada di dalam kelas.


"Papa!" seru nona An girang.


"Pintarnya anak papa." Lancelot menyambut nona An, hangat.


"Papa, kata miss Lo, mama itu cantik." ucap nona An, bangga.


"Bilang sama miss Lo, kalau mamanya An, itu tidak hanya cantik tapi juga pintar." Lancelot menambahi pujian nona An, untuk Hanifah.


Selama dalam perjalan pulang sekolah nona An, berceloteh seperti biasanya, jika biasanya hanya Hanifah yang menanggapi kadang nyonya Bisseling, hari ini menjadi hari specialnya nona An, karena nona An, pulang sekolah di jemput oleh Lancelot.


Lancelot mengamati setiap gerak-gerik Hanifah dan nona An dalam berinteraksi, kedekatan Hanifah dan nona An bagai kedekatan anak dengan ibu kandungnya, Hanifah sangat luwes sekali dalam menjaga dan merawat nona An.


"Ayuk, sekarang waktunya untuk makan siang." Hanifah mengajak nona An, untuk turun.

__ADS_1


"Papa, ayuk makan." Nona An mengajak Lancelot untuk makan bersama.


Hanifah, nona An, dan Lancelot makan bersama dengan menu yang sama, sekarang menu untuk Hanifah dan nona An, selalu di samakan, karena nona An, selalu ingin makan sama dengan menunya Hanifah.


Mereka makam siang sambil bercerita terutama nona An, semenjak Lancelot bangun dari tidurnya, nona An dengan di bimbing oleh Hanifah selaku berusaha mengajak Lancelot berbicara, hingga sekarang juga masih sama.


Selesai makan siang mereka kembali ke kamar nona An, Lancelot sengaja ingin menemani nona An, karena untuk menebus waktunya dulu yang di habiskan di atas ranjang rumah sakit. Selesai makam siang nona An, terlihat ngantuk sekali, tanpa pikir panjang nona An, mengajak Hanifah dan juga Lancelot untuk menemaninya tidur.


Setelah membaringkan tubuhnya nona An, dia langsung memejamkan mata tidak sampai sepuluh menit mata nona An, sudah lengket sekali.


"Tuan istirahatlah." perintah Hanifah pada Lancelot.


"Tentu aku mau istirahat, aku capek sekali Han, aku Mohon jangan tinggalkan aku dan An, ketika kami sedang tidur." pinta Lancelot memelas.


"Tuan, silakan tidur," perintah hanifah sopan.

__ADS_1


Hanifah berbaring paling ujung dan di tengah-tengah anata Hanifah dan Lancelot. Lancelot bagai anak balita, sebagaimana nona An, tidak sampai sepuluh menit Lancelot, juga sudah memejamkan mata dan suara dengkuran keluar dari mulutnya.


Kamar Lancelot sudah sepi sebab nona An dan Lancelot sudah berada di alam mimpinya. Tidak terasa karena Hanifah membaringkan dirinya maka lambat laun Hanifah juga terbuai di alam mimpi.


__ADS_2